alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Mengenal Intermittent Explosive Disorder
5 stars - based on 3 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c5d80ca8d9b170b104d2328/mengenal-intermittent-explosive-disorder

Mengenal Intermittent Explosive Disorder



Quote:


Lalu apa itu Intermittent Explosive Disorder?

Intermittent Explosive Disorder adalah sebuah kelainan dimana seseorang memiliki perilaku yang ditandai dengan kemarahan yang meledak-ledak dan melakukan kekerasan. Namun perilaku tersebut sebenarnya tidak sebanding dengan situasi yang dihadapi.

Orang-orang yang memiliki Intermittent Explosive Disorder dapat mengancam atau benar-benar melakukan penyerangan terhadap objek yang berada dihadapannya, entah itu benda mati atau bahkan benda hidup seperti hewan dan manusia.

Dan setelah mereka melepaskan ketegangan akibat kemarahan yang muncul secara tiba-tiba, selanjutnya mereka akan merasakan kelegaan. Bagi sebagian orang justru akan mengalami perasaan menyesal bahkan perasaan malu.



Ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang bisa memiliki Intermittent Explosive Disorder, diantaranya adalah karena faktor genetik. Intermittent Explosive Disorder bisa saja diturunkan dari orangtua ke anak-anaknya. Hanya saja berdasarkan penelitian yang dilakukan, sampai saat ini tidak ada gen spesifik yang diidentifikasi memiliki dampak menonjol dalam pengembangan Intermittent Explosive Disorder tersebut.

Faktor selanjutnya adalah dari segi fisik. Intermittent Explosive Disorder bisa saja muncul karena adanya kelainan dibagian otak yang mengatur keinginan dan larangan. Serotonin, yang merupakan zat kimia alami yang bekerja mengirimkan pesan ke seluruh otak, tersusun secara berbeda pada orang-orang yang memiliki Intermittent Explosive Disorder.

Faktor yang terakhir adalah lingkungan, dimana orang-orang yang tumbuh dirumah dimana mereka menjadi sasaran atau mengalami hukuman keras lebih memungkinkan memiliki Intermittent Explosive Disorder. Mereka akan mengikuti contoh yang diberikan oleh orangtua mereka dan akan bertindak secara agresif. Tindakan tersebut merupakan reaksi awal terhadap sesuatu hal yang negatif yang mereka temui. Secara garis besar, orang-orang yang pernah mengalami kekerasan secara fisik, akan melakukan hal yang sama terhadap orang lain sebagai bentuk penebusan dimasa lalu.



Orang-orang yang memiliki Intermittent Explosive Disorder memiliki gejala-gejala sebagai berikut,

Quote:


Memiliki Intermittent Explosive Disorder juga dapat menyebabkan beberapa konsekuensi bagi para penderitanya, walopun konsekuensi tersebut tergantung dari gejala dan perilaku yang ditunjukkan oleh mereka secara spesifik.

Quote:




Spoiler for :


Adi Saputra mungkin bukan satu-satunya orang yang diduga memiliki Intermittent Explosive Disorder. Charlie Sheen yang berumur 45 tahun, terlibat dalam "perilaku tidak tertib" disebuah kamar hotel di New York. Setelah polisi turun tangan, Charlie Sheen secara sukarela memeriksakan diri ke rumah sakit untuk melakukan evaluasi psikiatri.

Setelah dibebaskan, juru bicara Charlie Sheen mengatakan bahwa perilaku aktor tersebut berhubungan dengan reaksi alergi yang ditimbulkan oleh sejenis obat yang tidak disebutkan namanya. Charlie Sheen memiliki sejarah penyalahgunaan narkoba, melakukan kekerasan dalam rumah tangga, dan memiliki masalah dalam mengontrol kemarahannya.

Spoiler for :


Selain Charlie Sheen, aktor Hollywood yang memiliki perilaku yang sama dengannya adalah Mel Gibson. Pada tahun 2006, Mel Gibson melakukan pelecehan secara verbal terhadap petugas polisi yang memberhentikannya, karena Mel Gibson mengemudikan mobil dalam keadaan mabuk.

Mel Gibson sempat menyebut-nyebut bahwa Yahudi adalah penyebab semua peperangan yang terjadi didunia. Hal tersebut dikatakan pada petugas polisi yang bernama James Mee yang merupakan seorang Yahudi. Setelah ditangkap, Mel Gibson sempat diberikan masa percobaan selama 3 tahun oleh hakim.

James Mee sendiri sempat dituduh menyebarluaskan laporan polisi dimedia atas kasus pelecehan yang dilakukan oleh Mel Gibson kepadanya. Walopun dia tidak diproses secara hukum, namun dia diberhentikan sebagai petugas polisi pada tahun 2012.



Intermittent Explosive Disorder tentu saja bisa disembuhkan. Salah satunya adalah dengan melakukan Cognitive Behavioral Therapy yang merupakan jenis terapi yang melibatkan identifikasi pola berbahaya dan menggunakan keterampilan koping, teknik relaksasi, dan pendidikan secara berulang untuk menangani impuls agresif.

Selain itu ada juga jenis pengobatan yang setidaknya mampu mengurangi perilaku impulsif, misalnya antidepresan, khususnya Serotonin Reuptake Inhibitor, penstabil suasana hati seperti Lithium, Valproic Acid, dan Carbamazepin, serta obat antipsikotik dan obat antiansietas.



Sekian, dan terimakasih.

sumber 1
sumber 2
sumber 3
sumber 4
sumber 5
sumber 6



Baca juga :

Pengalaman Gw Selama 9 Tahun Sebagai Caregiver

Mendiang Nenek Gw yang Anti-Mainstream

3 Jenis Jajanan Wajib di Pasar Malam Taiwan Versi Gw

Mengunjungi Anping Old Fort dan Chihkan Tower di Kota Tainan, Taiwan

Beberapa Model Sepatu Yang Menurut Gw Wajib Untuk Dimiliki

Diubah oleh kaskus.support16
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Thread sudah digembok
Quote:
Diubah oleh marywiguna13
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di