alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Hobby / Anime & Manga Haven /
Episode Filler dalam Anime, Dibutuhkan Enggak Sih?
5 stars - based on 4 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c4dbdd79a972e251323040f/episode-filler-dalam-anime-dibutuhkan-enggak-sih

Episode Filler dalam Anime, Dibutuhkan Enggak Sih?


source: memecenter.com


Di saat kita menonton anime serial, terkadang kita mendapati satu atau lebih episode yang berisi cerita tambahan yang terlepas dari alur cerita utama, atau yang tidak tersedia pada source material-nya. Episode-episode tersebut dinamakan dengan episode filler. Episode filler kebanyakan digunakan oleh author atau penulis skrip untuk memproduksi konten ekstra dalam penayangan anime tersebut. Kadang, saat ane nonton anime juga sewot sendiri, alih-alih mendapatkan progres cerita yang berarti, kok lagi-lagi filler yang dirilis? 

Banyak judul anime yang mempunyai episode filler, khususnya anime-anime long run macem One Piece, Detective Conan, dan Bleach. Nah kapan saja episode filler tersebut digunakan? Jawabnya adalah saat studio tidak punya bahan dari source materialnya untuk dijadikan sebagai cerita. Seperti yang kita ketahui, kadang penayangan anime di TV itu bisa saja mengejar alur cerita yang ada di manganya. Oleh karena itu, studio animasi tidak ada pilihan lain selain membuat episode filler sehingga penayangan anime tidak menjadi hiatus hanya untuk menunggu cerita di manganya mempunyai bahan yang cukup untuk diadaptasi. Faktanya, dengan jumlah episode sebanyak 500, Naruto Shippuden berisi filler sekitar 40% dari seluruh episodenya. Banyak sekali kan untuk sekadar konten ekstra? 


Tabel dan Grafik Anime Filler, diolah sendiri (referensi)


Lalu, apa yang menentukan episode filler itu benar-benar dibutuhkan atau hanya sekadar memanjangkan cerita? 
Pertama, kita bisa nilai dari seberapa besar keterkaitannya dengan alur cerita utama. Terkadang, episode filler bisa jadi berisikan cerita tentang karakter utama atau sampingan yang sedang mengalami konflik di luar timeline alur cerita episode sebelumnya. Kita ambil contoh filler dari Fullmetal Alchemist: Brotherhood episode 27. Episode ini bercerita mengenai gejolak jiwa-jiwa yang ada di dalam tubuh Van Hoenheim, serta bagaimana Hoenheim menerima kemarahan dari jiwa-jiwa yang terjebak di dalam tubuhnya itu. Episode ini datang entah dari mana, dan hanya merupakan sisipan cerita, yang berfungsi untuk mengukuhkan karakterisasi Hoenheim selaku karakter sampingan yang akan berperan besar di akhir cerita. Oleh karena itu, meskipun filler disini sifatnya hanya sisipan dan tidak mempunyai implikasi yang besar terhadap ending cerita utama, namun keberadaannya signifikan bagi penonton untuk mengenal karakter ini, sehingga keputusan-keputusan yang dibuat oleh karakter tersebut akan terasa masuk akal di episode-episode selanjutnya. Jadi, ini merupakan filler yang sangat berguna.

One Piece episode 406-407 juga merupakan filler, yang bercerita tentang kehidupan kru mugiwara jika ditempatkan di zaman feodal jepang. Ceritanya tidak berimplikasi sama sekali, dan tidak ada perkembangan karakter disini, secara penonton juga sudah mengenal luar dan dalam para kru mugiwara ini. Jadi, ane rasa filler ini tidak terlalu dibutuhkan.

Kedua, kita bisa nilai dari seberapa efektifnya filler dalam menceritakan karakter baru dalam sebuah flashback. Karakter baru yang akan mengambil peran tertentu, dapat diperkenalkan dalam suatu flashback dalam anime. Contohnya yaitu One Piece episode 500-505 yang bercerita mengenai masa lalu tiga bersaudara, Luffy, Ace, dan Sabo. Dalam flashback ini penonton dikenalkan dengan Sabo sambil menyelami persaudaraan mereka bertiga. Hal ini menjadikan 6 episode filler tersebut salah satu dari filler terpenting dalam One Piece, karena Sabo akan menjadi karakter kunci dalam Arc Dressrosa nanti. Kalau tidak ada pengenalan terlebih dahulu, maka penonton akan merasa cringey akan kehadiran orang yang tak dikenal dan mengaku sebagai saudara Luffy. Eh, tapi ini bukan filler asli ding, di manganya ada.emoticon-Hammer

Ketiga, kita bisa nilai dari seberapa efektif filler dalam menjawab pertanyaan dan misteri dalam alur cerita utama. Anime-anime dengan tema cerita yang berisikan misteri dan karakterisasi yang rumit, sering mengungkapkan jawaban-jawaban atas misteri tersebut dalam suatu filler berbentuk flashback. Contoh untuk poin ketiga ini yaitu Arc Chikara di Naruto Shippuden (eps. 290-295). So, bagaimanakah filler ini bekerja menjawab pertanyaan mengenai origin Kabuto dalam menguasai Edo Tensei? Ok, mungkin filler ini berfokus pada penyelidikan tentang suatu desa yang penduduknya meninggal secara misterius. Namun, anehnya filler ini disisipkan setelah panas-panasnya arc 5 Kage Summit. Seperti pengalihan isu, filler ini memberikan efek mengendurkan rasa excitement penonton yang sudah tidak sabar untuk menyaksikan kisah selanjutnya di timeline sebenarnya. Jika bukan tentang Edo Tensei Kabuto, lalu apalagi yang menjadi daya tarik filler ini? Namun faktanya, filler ini terkesan repetitif dan tidak menjawab misteri tentang Edo Tensei itu sendiri, yang malahan dijawab melalui flashback di episode lain. Yeah, sh*t happens.

Resiko
Ane jadi inget anime Gintama pernah membahas dampak dari episode filler bagi serialisasi animenya sendiri. Katanya, jika suatu anime telah mengejar timeline di manganya, maka anime itu harus mengambil jalan memutar dengan menggunakan filler sebelum melanjutkan kembali ke timeline manganya. Tapi, hal ini memiliki beberapa resiko. Pertama, anime yang menayangkan filler terlalu banyak untuk memberikan waktu yang cukup bagi manganya, bisa saja anime itu diberhentikan serialisasinya (ex: Naruto lawas). Kedua, manganya keburu berakhir ketika animenya mau nyambung kembali plotnya. Ketiga, karena ceritanya berkembang sendiri-sendiri, para karakter dan settingnya menjadi terlalu berbeda, sehingga manga dan animenya gak akan pernah bergabung sama sekali. Dalam beberapa kasus, studio animasi terpaksa membuat remake dari awal dikarenakan resiko yang terjadi tersebut. Ehem, senggol H x H dan FMAB.emoticon-Malu. Ane enggak masalah sih, yang penting kualitasnya bagus.

Beberapa Resiko dari Episode Filler, diolah sendiri (referensi: anime Gintama eps. 145)

Sebenarnya masih banyak poin yang bisa diulas mengenai episode filler anime. Namun ane males riset lagi emoticon-Ngacir Tubrukan
Lalu, apakah filler itu dibutuhkan? Jawabnya yaitu dari seberapa besar impact filler tersebut terhadap jalan cerita. Filler yang dibutuhkan bisa berfungsi untuk memperdalam karakter, menjawab misteri yang belum terungkap, maupun berfungsi untuk media promosi suatu movie terbarunya. Bagaimanakah pendapat agan-agan yang lebih tau mengenai technical process pembuatan anime? Monggo dibantu meluruskan jika ada kekurangan ya.
Sekian dan terima kasih.

El. Psy. Congroo.
Diubah oleh arai01
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Quote:

Bener nih, emang gak ada jalan lain ya selain buat alur original, selama mendapatkan ijin dari mangakanya.
Oalah the conqueror of shamballa itu nerusin ending ori tah? Pantes ane enggak terlalu ngeh sama world buildingnya waktu nonton. Ane gak nonton seri FMA 2003 sih emoticon-Hammer

Perlu tidaknya filler mengacu pada keadaan produksinya ya. Gak heran deh koordinasi itu penting banget buat kualitas produksi anime serial.
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di