alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
From Bandung With Love (ASTRA JINGGA) PERJALANAN HIDUP SI CEPOT
5 stars - based on 10 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c14dfc5dbd770de308b456b/from-bandung-with-love-astra-jingga-perjalanan-hidup-si-cepot

From Bandung With Love (ASTRA JINGGA) PERJALANAN HIDUP SI CEPOT




ASTRA JINGGA
PEEJALANAN HIDUP SI CEPOT


Quote:




Quote:


Quote:

Quote:


Spoiler for MULUSTRASI:



Part 1


1993
Ibu dan ayah ku menikah, entah atas dasar cinta atau pun atas dasar yang lain, dikarenakan saat itu aku belum dilahirkan ke dunia ini maka aku tak tahu banyak soal percintaan antara ibu dan ayah ku

Ibu ku lahir di Bandung namun orang tua ibu ku adalah orang Jawa, sedangkan ayah ku lahir di Nagreg dan keturunan Sunda asli

Setelah mereka menikah, tak lama ibu ku pun mengandung diri ku dan tepat tanggal 13 Agustus 1994 aku di lahiran kedunia ini

Saat itu adalah masa masa indah dalam hidup ku, aku memiliki nenek yang sangat menyayangi ku dan memiliki bibi yang juga sangat menyanyiku

Semua berjalan lancar, aku dibesarkan layaknya seorang anak manusia pada umumnya, jauh dari kata permasalahan yang sering ku dengar saat ini

1 tahun berselang bedasarkan ingatan ku ibu ku kembali mengandung, dan setelah 9 bulan lama nya adik ku pun lahir ke dunia ini, tepat nya di tahun 1996 saat usia ku 2 tahun

Singkat cerita hidup ku dan adik ku berjalan normal tanpa kendala, sampai badai menghampiri kehidupanku

1998
Saat itu adalah hari perayaan bagi ku, saat itu di rumah kami sedang di adakan syukuran karena aku telah di khitan (sunat), khiasan khiasan pesta sudah terpasang di rumah ku

Dan pagi hari sekali Abah (kakak laki-laki dari ibu ku) membawa ku ke klinik Dr.Seno di jl. Ibrahim Adjie salah satu klinik khitan ternama di bandung saat itu

Aku tak merasakan apa pun saat itu, entah karena tidak ingat, atau memang tak terasa apa pun, banyak tamu yang berdatangan dari sanak saudara dan teman-teman ibu ku

Tak banyak yang ku ingat saat itu karena fokus ku hanya tertuju pada mainan yang di belikan oleh ibu ku

Acara khitanan ku berjalan dengan lancar, dan acara pun usai, saat itu aku sedang menonton TV di ruang tengah, sebuah TV yang jauh dari kata LED atau sejenis nya, benar benar sebuah TV jadul berlayarkan cembung dan berwarna hitam putih

Dengan menggunakan sarung dan peci di kepala aku, aku merebahkan diri ku di atas sebuah sofa lembut di depan tv

Tak lama kemudian terdengar suara lelaki memasuki rumah ku tanpa melepas sepatu kulit nya

Dia mencabut aliran listrik dari TV yang sedang ku tonton, dan tanpa basa basi dia mengangkut TV tersebut keluar rumah

Aku yang saat itu hanya bisa berkata "ayah...."

Berjalan dengan sarung yang membuatku sangat sulit untuk berjalan

Aku mengejar pria itu dengan segenap kemampuan ku, aku mengejar sampai ke jalan, karena kebetulan rumah ku terletak di sebrang sebuah jalan yang cukup luas, sembari sesekali sarung yang kugunakan terasa terinjak oleh langkah ku, namun aku terus mengejar pria itu

Dan sebuah insidental pun terjadi, aku terjatuh karena langkah ku terhenti oleh sarung yang saat itu menyusahkan kan ku

"Ayahhhhh......."

Teriakan yang masih ku ingat sampai saat ini, dimana aku menangis sekencang kencangnya nya

Mendengar suara tangisan ku, ayahku hanya menoleh, menatap diri ku yang terjatuh di sebuah jalan, dan tanpa ragu berjalan kembali meninggalkan ku

Melihat aku terjatuh sama sekali tak membuat ayah ku berhenti sejenak untuk membangunkan ku atau bahkan mengobati luka ku

Ibu ku berteriak histeris dan berlari ke arah ku

Ibu ku segera menggendong ku, tapi tatapan ku tetap tertuju pada ayahku yang terus melaju, meninggalkan kami berdua

"Ayahhhhh"

"Ayahhhhh"

Dan aku melihat wajah ibu yang berlinang air mata.....

Ibu ku Melihat ke bawah sarung ku, yang mulai bercucuran darah.......

Quote:


Abah langsung memeriksa ku, tepat nya memeriksa kondisi alat vital ku yang baru saja di khitan, darah tak berhenti mengalir karena aku terjatuh dengan posisi telungkup saat itu

Tanpa banyak bicara Abah membawa ku kembali ke tempat Dr.seno dan aku kembali mendapatkan penanganan dokter tersebut......



Setelah hari itu, semua berubah aku sering mendekap adik ku yang sedang tidur di sampingku, entah aku sangat menyayangi nya

Keadaan rumah ku setalah insiden itu selalu banyak orang, bukan orang asing melainkan sanak saudara ku sendiri, mereka saling berdiskusi hingga larut malam, yang kuingat saat itu hanyalah ibu yang sering berlinang air mata saat berbicara pada Abah dan mamih (nenek ku

Hari berlalu seperti biasa, mamih (nenek ku) membawaku ke rumah nya, dan bibi Dewi mengasuhku sepulang dia bersekolah

Aku di timang timang oleh bibi Dewi bergantian dengan nenek ku

Hari berlalu tanpa terasa hingga hari itu tiba

Masih di tahun yang sama 1998 kalau tidak salah hampir di penghujung tahun, ibu ku menggugat cerai ayah ku

Dengan uang 300rb saat itu, ibu ku membeli tanda tangan ayah ku yang kebetulan ayahku membutuhkan uang untuk berjudi

Lebih ironis nya TV yang saat itu di angkut dari rumah ku, dan mengakibatkan pendarahan hebat di alat vital ku semua itu di karenakan perjudian

Ya , ayah ku sangat menggilai judi saat itu, ayah ku jauh dari kata orang baik, yang dia lakukan hnyalah mabuk mabukan, berjudi dan berkelahi, tak ada hal baik yang bisa di ambil dari ayah ku

Setelah putusan hakim membuat ayah dan ibu ku berpisah, kini takdir memisahkan ku dengan orang yang ku sayang

Saat itu ibu ku datang kerumahnya nenek dan mengambil diri ku, entah apa yang ada di fikiran ibu ku saat itu

Kini dia adalah seorang single parent dengan 2 anak berusia 2 tahun dan 4 tahun, saat itu aku dan ibu ku menaiki angkot yang tidak ku tahu kemana arah angkot tersebut pergi

Setelah perjalan panjang kami berhenti di di pinggir jalan, dan melanjutkan kembali perjalanan kami dengan berjalan kaki

Sepanjang perjalanan ibu ku tak berbicara apapun, seakan dia sedang memikirkan sesuatu permasalahan yang berat

Jarak dari kami turun angkot sampai ke tujuan cukup jauh untuk takaran anak seusia ku waktu itu, di tengah perjalanan ibu membelikan ku jus alpukat yang memang kesukaan ku

Setalah berjalan kira kira 30 menit kami tiba di sebuah pagar besi berwarna hitam, ibu ku membuka pagar besi tersebut, terlihat beberapa pintu tertutup saat itu dan ibu mengajakku masuk ke pintu paling ujung....

Bila saat itu aku sudah sedewasa sekarang, mungkin tempat itu adalah kost kostan, namun karena saat itu aku tak mengerti, aku menganggap nya rumah baru......

To be continue.......





profile-picture
boingboing99 memberi reputasi
Diubah oleh aa.babang
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Part 5


Tahun 2000


Tak terasa Tahun telah berganti, ibu sangat giat bekerja, bahkan sekarang lebih giat lagi, di siang hari ibu mengirimkan beras atau daging sapi ke rumah langganan nya, hingga waktu istirahat ibu pun berkurang, mungkin karena sebentar lagi sudah mendekati musim masuk sekolah

Ya benar, aku seharus nya sudah sekolah, namun di karena kan banyak alasan membuat ku tidak bisa masuk taman kanak-kanak (TK)

Ibu sudah sering berpesan kepada ku, perihal nanti aku tidak tinggal dengan ibu lagi, aku harus pintar menjaga sikap, harus bersikap baik, hal hal yang ibu tekankan kepada ku

1. Kejujuran

Kejujuran sangat penting nak, seorang manusia bagaikan sebuah kertas putih yang tak bernoda, bila saja ada setitik noda di kertas tersebut, maka Selama nya noda itu membekas di ingatan banyak orang

2. Jangan pernah meminta

Meminta apapun dari siapapun adalah tindakan yang tidak baik, bahkan bila nanti sudah tinggal bersama Abah pun, kamu jangan sampai minta uang sama Abah, sedikasihnya nya saja

3. Harus mandiri

Jangan merepotkan orang lain, karena belum tentu orang lain itu mau menolong mu, belajar mandiri lah

4. Jangan jadi anak nakal

Jadi lah anak yang sering di puji karena kebaikan nya, jangan sampai kamu melakukan hal hal yang aneh aneh sampai menyusahkan bibi dan Abah mu

5. Sekolah yang rajin

Alasan kenapa kamu tidak tinggal bersama ibu lagi, karena kamu harus sekolah dan jadi orang sukses, jangan seperti ibu, yang harus susah payah membesarkan anak

Aku mengerti semua yang ibu perintahkan saat itu, aku pun meng iyakan semua petuah atau nasehat dari ibu



Hari yang di nanti nanti pun tiba, Abah datang untuk membawaku ke rumah nya untuk tinggal dengan nya, sebuah perpisahan yang sangat sedih pun terjadi antara aku dan ibu, aku yang dari lahir terus bersama ibu, dan kini aku harus berpisah dengan nya, tapi ibu dan aku mengerti ini semua demi kebaikan ku

Aku dan Abah pergi meninggalkan ibu dan Tante, Abah berkata bahwa biarkan ibu mencari uang, agar kehidupan nya bisa berubah

Kini aku tinggal di daerah Sadang Serang lebih tepat nya di jl. Gang palem

Abah menuturkan bahwa sekolah yang tadi di lewati oleh kami berdua adalah sekolah yang akan aku tempati sebagai tempat menuntut ilmu, nama sekolah nya adalah SDN Neglasari kecamatan coblong

Sesampai nya di rumah aku di tawari makan oleh istri nya Abah, aku memanggil nya mamah, dia bertanya pada ku sejumlah pertanyaan yang tak bisa ku jawab

Seperti

Sudah bisa menulis atau membaca?
Tiap hari shalat kan?
Sebelum nya TK dimana?

Abah segera menggubris istri nya tersebut, Abah bilang bahwa aku belum pernah sekolah dan sangat buta akan pendidikan, di karenakan istri Abah adalah mantan guru SD dan TK maka Abah memerintahkan agar istri nya tersebut mengajari ku layak nya anak sendiri

Aku kini tinggal dengan Mamah, Abah dan anak mereka yaitu Duloh, mungkin kedengaran lucu wkwkwkw, tapi nama asli nya hasbunawloh dan di panggil Duloh

Mamah adalah istri yang sangat takwa dia memakai baju panjang, dengan kerudung yang tak pernah lepas, setiap hari dia memakai baju syar'i lengkap dengan kerudung panjang nya

Aku pun harus mengikuti aturan di rumah tersebut

1. Shalat 5 waktu
2. Mengaji dan sekolah
3. Tidur jam set 8 dan bangun jam set 5 pagi

Aturan yang cukup keras untuk anak seusiaku, hari pertama aku di rumah Abah, aku di bangunkan jam setengah lima shubuh, lalu aku di suruh mengambil air wudhu sambil mamah menyontoh nya pada ku

Setelah itu aku dan mamah juga ibu nya mamah (nenek) pergi ke mesjid yang jarak nya hanya 50 meter dari rumah kami

Setelah selesai shalat, kami tidak langsung pulang, kami pulang terakhir setelah berdoa bersama dan saling bersalaman satu sama lain

Kira kira kami selesai jam set 6, setelah itu lanjut mamah memasak di dapur, untuk sarapan, menu sarapan yang sangat aku rindukan saat ini, menu yang aneh namun kental di ingatan ku, menu nya adalah nasi kemarin yang di sangrai dan di beri kunyit mentah dan di aduk hingga merata, bukan nasi kuning, karena rasa nya jauh berbeda dengan nasi kuning

Aku memakan nasi tersebut, terasa tidak enak, sangat khas terasa kunyit mentah, tapi karena aku pernah merasakan perih nya rasa lapar aku mencoba untuk menghabiskan nasi tersebut, dan setelah beberapa hari berlanjut aku pun mulai suka makanan itu

Setelah sarapan aku di ajak oleh mamah untuk jalan jalan ke tempat sekolah ku

Mamah menjelaskan dimana kelas ku dan siapa guru ku, kebetulan hari itu hari Minggu dan sekolah libur

Setelah mengajak ku ke sekolah, mamah juga membawa ku ke mesjid untuk daftar masuk TPA ( mengaji ), aku bertemu dengan guru guru yang nanti mengajar ku mengaji

Hari itu aku bertemu banyak orang, mulai dari sanak saudara mamah sampai guru guru yang nanti mengajar ku mengaji



Waktu yang di tunggu tunggu pun tiba, hari Senin dimana hari pertama aku sekolah, setalah bangun shubuh dan shalat shubuh di mesjid aku segera bersiap menggunakan seragam anak SD, ya benar, seragam merah putih lengkap dengan dasi dan topi kala itu

Aku segera salam kepada Abah dan mamah, mamah memberi ku uang 500rupiah sebagai uang jajan ku, itu adalah hari pertama aku memegang uang, bahkan aku sendiri tidak tahu bahwa apa saja yang bisa ku beli dengan uang 500rupiah ini

Sesampainya nya di sekolah banyak sekali ibu ibu yang mengantar anak nya sambil merumpi ria, aku yang sudah di beritahu mamah segera masuk ke kelas dan menduduki bangku paling depan

Aku menunggu beberapa menit, tapi tak ada yang masuk lagi, tak lama setelah itu ada seorang anak seusia ku masuk dan duduk di bangku paling belakang, seperti nya dia sama dengan ku ,dia tidak di antar orang tua nya

Bell kelas pun berbunyi, banyak sekali ibu ibu yang masuk ke kelas dan mendampingi anak nya, aku saat itu membuka tas ku dan mengeluarkan alat tulis ku

Namun ada ibu ibu dan anak nya yang menghampiri ku

Quote:


Aku hanya diam dan tak tau harus berbuat apa, melihat reaksi ku yang diam dan tak bergerak, ibu ibu itu memegang tangan ku dan menarik nya keluar dari kursi yang sudah ke tempati, dia mencengkram tangan ku dengan sangat kuat, lalu menghempaskan ku ke lantai, sontak aku menangis sambil terduduk di lantai, anak dan ibu itu tak menghiraukan ku yang terjatuh, mereka seakan tanpa dosa setelah apa yang telah mereka lakukan

Aku bangun dengan seragam yang kotor, karena debu lantai saat itu, aku malu aku sedih mengapa aku tidak di antar oleh ibu, ibu pasti tidak akan diam bila aku di perlakukan seperti ini, aku rindu ibu, aku ingin kembali ke ibu, air mata ku berlinang dengan deras

Tak lama anak yang duduk di belakang menghampiri ku

Quote:


Bahasa anak itu sangat kasar untuk anak seusia kami, tapi aku merasa di selamatkan oleh nya
Semenjak saat itu dia berteman dengan ku

To be continue........
Diubah oleh aa.babang
profile picture
shoftwipe

Wkwk emoticon-Blue Guy Peace


Jirr keras tu emak" anak orang di Hempaskan , di kira dia princess ap hus hus sana emoticon-Leh Uga
Wkwwk keinget sesuatu gw pak klo pas ini , tapi bukan ibu ny tapi ini anak nya. ampe dorong" an , anak ny jatuh si ibu mau nolongin , mlah kaki ny ke pentok meja & jatuhin anak ny sndri emoticon-Ngakak

nanggung banget dah pak , dapet ilmu di Mana sih emoticon-Cape d... (S)

GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di