alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Penjelasan Timses Prabowo Soal Jumlah Profesor Fisika RI Cuma Satu
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bfab8391cbfaa080d8b4589/penjelasan-timses-prabowo-soal-jumlah-profesor-fisika-ri-cuma-satu

Penjelasan Timses Prabowo Soal Jumlah Profesor Fisika RI Cuma Satu


Jakarta - Kepala Media Center Prabowo-Sandi, Ariseno Ridhwan, menyayangkan salah kutip yang dilakukan salah satu media nasional saat calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto berpidato pada acara Indonesia Economic Forum.

Ariseno menjelaskan, dalam pidatonya, Prabowo tidak pernah menyampaikan bahwa saat ini Indonesia hanya memiliki satu profesor fisika.

"Silakan didengarkan lagi. Dilihat lagi rekaman pidato Pak Prabowo. Khususnya pada bagian itu. Tidak ada kalimat seperti yang ditulis media bahwa Prabowo bilang Indonesia hanya punya satu profesor fisika," ujar Ariseno dalam keterangannya, Minggu (25/11/2018).

Ia menjelaskan, Prabowo saat itu memaparkan dengan jelas permasalahan Indonesia dalam persaingan teknologi dan sains, sebagaimana yang dikatakan fisikawan peraih Nobel dari Amerika Serikat kepada Prabowo saat dia berkunjung ke Indonesia.

Menurut Ariseno, fisikawan tersebut mengatakan kepada Prabowo. jika Indonesia sebagai negara dengan penduduk terbanyak keempat di dunia, di Universitas Indonesia (UI) yang menjadi perguruan tinggi terbaik, hanya memiliki satu profesor fisika.

"Jadi bagaimana mungkin Pak Prabowo yang sedang menceritakan Fisikawan peraih Nobel dari Amerika Serikat tentang kunjungannya ke UI malah dikutip, jika Pak Prabowo menyatakan Indonesia hanya punya satu profesor fisika," terang Ariseno.

Baca juga: Strategi Prabowo Kembangkan IPTEK di Indonesia


Pada kesempatan itu, Ariseno juga berharap agar media dapat dengan akurat dan jujur dalam memberitakan. Bukan hanya untuk kubu Prabowo-sandi saja, melainkan semua hal agar demokrasi Indonesia terasa sejuk.

"Media Center ini resmi. Jadi untuk informasi yang simpang siur silakan hubungi kami. Ini demi kebaikan demokrasi kita juga. Berikut kami juga sampaikan isi petikan pidato Pak Prabowo, agar dapat direvisi bagi yang salah kutip. Terima kasih," tandasnya.

Berikut Petikan Terjemahan Pidato Prabowo Soal Profesor Fisika:

...Lulusan dari bidang sains, teknologi, teknik (enginering), matematika, berjumlah 300ribu pertahun. Di Tiongkok 1,3 juta lulusan per tahunnya. Empat (4) kali lebih banyak dari Amerika Serikat yang lulus di bidang sains, teknologi, dan matematika. Di Indonesia? Saya agak sedikit ragu mengenai jumlahnya, tapi saya berasumsi jumlahnya sangat menyedihkan.

Saya pernah berbincang dengan seorang Fisikawan peraih Nobel dari Amerika Serikat saat dia berkunjung ke Indonesia. Dia bercerita mengenai kunjungannya ke Departemen Fisika, Universitas Indonesia, salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Setelah berkunjung kesana, malamnya kami bertemu dan dia bercerita.

Seperti Anda semua tahu bagaimana para ilmuwan itu, mereka bukan diplomat, mereka bukan politisi, mereka berkata apa yang mereka pikirkan (apa adanya, blak-blakan). Dan dia bercerita kepada saya, "Dengan hormat Pak, bagaimana bisa negara anda, negara dengan penduduk terbanyak ke-empat di dunia, dan di perguruan terbaik anda hanya ada satu profesor fisika? Satu?

Saya menceritakan ini saat saya memberikan ceramah di Fakultas Ekonomi beberapa bulan lalu, Pak Dino juga hadir di sana.

Ketika saya menceritakan ini di Universitas Indonesia, disana hadir Wakil Rektor, dan dia pertama yang protes "Tidak benar itu! Tidak benar kalau kita hanya punya satu Ph.D (Doktor) Fisika!".

Lalu saya berkata "Baik Pak, bolehkah saya bertanya berapa yang Anda (UI) punya?" Lalu dia menjawab "Kami akan cek." Bisa Anda bayangkan, seorang Wakil Rektor tidak mengetahui berapa banyak Ph.D (Doktor) yang dia miliki? Sangat sedih.

Abad ke-21 adalah abad tentang sains, tentang teknologi dan teknik. Bagaimana kita bisa bersaing tanpa sains. 

https://m.detik.com/finance/berita-e...a-ri-cuma-satu

Nasbung monggo nyebokin om wowo dlemoticon-Big Grin
Quote:


Quote:


Pandangan gw sama lu beda sih,. Gini gw kalo di kampus atau di kantor, jelas gw akan cari keabsahan data kuantitatif nya paling minor pun sampe mampus. kenapa? karena gw kroco. director? komisaris? he doesn't care.

Kalo megawati, jokowi atau siapapun tokoh politik kasih nominal data, terus salah, gak papa, as long as melenceng nya data tersebut ga jauh dan ga merusak kesimpulan data secara kualitatif.

Jadi kalo misalnya actual profesor ui ada 3, so what? lu mau ributin? yaelah dah jadi kroco mumet di kantor jangan kroco juga lah dalam bernegara emoticon-Ngakak (S). Itu lah, pandangan gw disini bukan sebagai kroco mumet, tapi sebagai rakyat yang akan memberi mandat kepada calon presidennya. Semoga paham, gak paham juga gak papa emoticon-shakehand
profile picture
strayerwolf


tokoh politik kasih gapapa kasih nominal data salah selama ga terlalu jauh melenceng?ini pandangan hebat negarawan mana nih?...Bro, kalo memang ga mau disalahin ya ga usah ngomongin data kuantitatif.....kalo salah nyebutin data ya jangan kebakaran jenggot kalo digoreng pihak lawan. Tokoh politik itu publik figur bro, setiap kata2nya diperhatikan publik.......bukan sekedar kroco, kalo ente yang salah nyebut data ya ga bakal ada yang ributin juga, mau melenceng jauh pun ga ada yang masalahin, paling atasan ente yg ngamuk.emoticon-Big Grin

Direktur, komisaris ga perduli data kuantitatif? lu tau kerjaan CEO pas RUPS itu apa? ya nerangin data2 kuantitatif ke stakeholder terkait.... Ga bakal ada pas rapat dia ngomong " tingkat kepuasan konsumen bulan ini ningkat 1, yaa perusahaan kita 90% ok lah". Itu bakal dimaki2 stakeholdernyaemoticon-Cape d... (S) . Semua harus ada data2 pendukung, survey, penelitian....nanti baru dibuat data secara keseluruhan.

Gw setuju kalo tokoh politik ga usah ngasih data2 kuantitatif kalau memang bukan bidangnya, tapi kalo memang mengeluarkan pernyataan dengan data kuantitatif.....ya harus didukung dengan bukti2 faktual.... Jadi kalo dicecar bukti2 apa yang mendasari pernyataan tersebut, ya wajar, ga usah kebakakaran jenggot membela...yang gpp ngasih data salah lah....maksudnya berbeda lahemoticon-EEK!

Jadi pekerjaan boleh kroco, tapi pemikiran jangan ikut kroco ya profemoticon-2 Jempol
×
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di