alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Hypnophobia & Kisah Cintaku
4.96 stars - based on 141 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5a040a4c60e24b61358b456a/hypnophobia--kisah-cintaku

Hypnophobia & Kisah Cintaku


Thanks to agan kkaze22untuk cover-nya



HYPNOPHOBIA & KISAH CINTAKU



Gak nyangka ini tulisan ane bisa masuk rekomendasi Deretan Cerita Penuh Cinta (MADING SFTH)di hari Valentine 2019

Thanks untuk para kaskus officers dan pembaca setia yang selalu meramaikan trit ane


NB: Buat yang minat baca-baca di ponsel android, bisa donlot app-nya gratis di link ini.



Assalamualaikum para rekan penggemar, penghuni dan silent reader di SF SFTH ini. Sudi kiranya semua untuk membaca kisah hidup sahabat baik ane, yang kini orangnya masih hidup, sudah menikah dengan salah satu wanita yang nanti akan ane share satu-satu disini.

Hidupnya memang unik karena penyakit yang dia derita, Hypnophobia. Yaitu suatu gangguan psikologis, yang menyebabkan penderita akan kesulitan untuk tidur dengan enak, nyaman dan tenang jika tidak ada yang menemaninya. Dalam kasusnya, dia kesulitan tidur jika malam saja. Agak berbeda dengan Insomnia yang memang susah tidur saja.

Bagaimana ane bisa mengenal dia? Dia adalah teman sejak SMP. Masuk SMU dan kuliah bareng, kos juga berdekatan. Bedanya, dia lebih tampan dibanding ane dan wanita yang berdekatan dengannya biasanya punya daya tarik diatas rata-rata wanita umumnya. Jadi, para wanita yang nanti ane share disini, ya memang menarik seperti apa adanya. Bahkan, saat ini rumah kami pun hanya kisaran 4-5 km saja bedanya. Keluarga ane kenal dengan keluarganya, bahkan istri ane dan istrinya pun berteman baik. Bisa ane bilang, istrinya cantik banget gan.. kadang suka ngiri juga sih ngeliatnya emoticon-Hammer (S) emoticon-Hammer (S)

Bagaimana ane bisa tahu banyak mengenai detail kata-kata, kalimat perbincangan dan lainnya? Ane sahabat baiknya, gan. Tempat dia menceritakan keluh kesahnya, tangisnya kala galau, tawanya kala senang dan berbagi rejekinya kala dia ketimpa durian runtuh. Walau ane dan dia sangat dekat, kami bukan gay ya gan hahaha... emoticon-Ngakak (S) emoticon-Ngakak (S)

Jadi persentase kebenaran dan fiksi dalam cerita ini bagaimana? Bisa ane katakan 60-70% jalan cerita adalah seperti adanya, mengenai percakapan antara teman ane dengan para pelaku lain disini adalah yang benar TS dan ane ingat serta "bumbu" untuk membuat bacaan jadi menarik.

Jadi tolong ane minta perhatian rekan semua, untuk tidak kepo - membocorkan nama tempat kerja - identitas temen ane - identitas pelaku lainnya dalam cerita ini - dan sejenisnya. Mari kita nikmati saja apa yang akan ane share, jika mau tanya-tanya atau mencocokkan informasi bisa PM ane dan kalau tidak mencurigakan ane akan bantu jawab dengan sopan. Sesekali ane akan muncul di dalam cerita sebagai cameo sahabatnya tokoh utama.

Ane juga membuka diri untuk kritik, saran, cara penyampaian tulisan, apa yang perlu di-edit dan lainnya agar membuat tulisan jadi semakin enak dibaca. Patut diingat, ane gak ngincer apa-apa dengan sharing ini. Cuma mau share aja, bahwa penyakit aneh itu ada dan siapapun bisa mengidapnya. Syukurilah hidup kita yang sehat baik fisik atau mental. Tapi ane gak nolak kalau ini mau di-rate bintang dan dikirim cendol.

NB: Ilustrasi penampakan dari para wanita yang pernah mengisi hatinya dan memberi dampak berarti dalam hidupnya, tapi dalam keadaan di edit secukupnya ada di post index bawah. Yang bisa nebak benar minimal 5 dari 6 penampakan, akan dapat PM dari ane dan Insya Allah ada hadiahnya 1 (satu) unit mechanical keyboard. Ane gak akan publish nama-namanya di-trit (misal: penampakan pertama si A, penampakan kedua si B dan seterusnya). Silakan para pembaca menebak sepuasnya, boleh by PM atau sebut aja di post masing-masing. Hadiah akan diundi ketika cerita berakhir.

Spoiler for Daftar calon Pemenang hadiah undian:





Sedikit legend untuk range waktu:

Misal disebut "Early/Awal - Januari", maka rentang waktu antara 1-10 Januari pada bulan dimaksud.
Misal disebut "Mid - Januari", maka rentang waktu antara 11-20 Januari pada bulan dimaksud.
Misal disebut "Late/Akhir - Januari", maka rentang waktu antara 21-31 Januari pada bulan dimaksud.

Karena sepertinya TS sulit mengingat tanggal pasti dari banyak kejadian dalam kisah ini.




Cast (Up to Part 131):

Agung ....................................... Teman Ibey di kantor barunya
Akbar ........................................ Pacar dari Anna
Aldi ........................................... Teman Ibey di kantor barunya
Anggi ....................................... Woman of Interest
Alfian ........................................ Teman kuliah Anna & Anggi
Anna ......................................... Woman of Interest
Avia .......................................... Kakak dari Anggi
Benny ....................................... Kakak dari Anna
Bila ........................................... Sahabat dari Anggi
Bu Ani ...................................... Asisten Rumah Tangga Ibey
Bu Diah .................................... Atasan Ibey di Kantor
Cici ........................................... Pacar Rully
Dila .......................................... Pacar Victor di Bandung
Daud ......................................... Teman Ibey di kantor barunya
David ......................................... Kakak Ipar Anggi
Diana ........................................ Teman Ibey di kantor barunya
Dokter Arifin ............................. Ahli Terapi Hipnotis
Elan ......................................... Kakak Angkat dari Anggi
Erik ........................................... Mantan Pacar Anggi
Fahri ......................................... Teman Kantor Ibey
Farah ........................................ Istri Benny
Fauzan ..................................... Teman Anggi
Febri ........................................ Woman of Interest
Ferdi ........................................ Teman Kantor Ibey
Hafizah .................................... Sahabat dari Anggi
Hardi ........................................ Adik Laki-laki dari Ibey
Ibey ......................................... Tokoh Utama
Kang Deden ............................ Tetangga Rumah dari Ibey
Krisna ...................................... Teman Ibey di kantor barunya
Lani .......................................... Adik Dila di Bandung
Layla ....................................... Anak dari Kak Avia dan Kak David
Lisa ......................................... Teman Ibey di kantor barunya
Izza ......................................... Woman of Interest
Marissa ................................... Teman Ibey di kantor barunya
Manda ..……............................. Woman of Interest
Mas Noval ............................... Tetangga Rumah dari Ibey
Nana ....................................... Woman of Interest
Nini .......................................... Teman Kantor Ibey
Nyimas .................................... Teman Kantor Ibey
Pak Achyat .............................. Ayah Manda
Pak Danu ................................ Ayah Ibey
Pak Darno ............................... Supir Anggi di Surabaya
Pak Gondo ............................. Ayah Anna
Pak Rajo ................................. Ayah Anggi
Pak Tisno ................................ Security rumah Anggi di Surabaya
Rahman .................................. Sepupu Anna di Jakarta
Raja ........................................ Anak dari Kak Avia dan Kak David
Rama ...................................... Teman Kantor Ibey
Rani ........................................ Teman Kantor Ibey
Ria .......................................... Teman Ibey di kantor barunya
Rifki ........................................ Teman Ibey di kantor barunya
Rully ....................................... Ane
Sasha ..................................... Sahabat dari Anggi
Tante Ratna ............................ Tantenya Anggi
Teo ......................................... Teman Ibey di kantor barunya
Vera ........................................ Teman Kantor Ibey
Victor ...................................... Teman Ibey di kantor barunya
Viva ........................................ Adik Perempuan Ibey
Wilma ..................................... Teman Ibey di kantor barunya










Quote:


-- to be continued .. soon --
profile-picture
profile-picture
profile-picture
secretos dan 168 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh rullyrullzzz
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Part 62, Mid January 2007 - First Kiss

Setelah beberapa hari menikmati cuti dan pacaran bersama Anggi setiap hari, akhirnya hari ini adalah pertama kali aku masuk di kantor baru. Angkatan kami yang kurang lebih ada sekitar 30 orang, dikumpulkan di sebuah ruang meeting besar karena akan ada kata sambutan dari
salah satu VP di kantor telekomunikasi ini. Hampir semua seusia seumuran dengan ku, dengan gender kebanyakan pria. Dan karena Allah memberkahi ku dengan mata dan pandangan normal, maka aku juga memperhatikan ada beberapa orang wanita yang layak jadi pusat perhatian. Itung-itung sebagai pengalihan dari groginya aku pagi ini. Walaupun tadi pagi, Anggi sudah menelponku dan menyemangatiku di hari pertama ini.

"Sayang, selamat kerja di kantor baru ya. Aku doain semua lancar, pulangnya mampir ke rumah dong. Papa mamaku lagi ke Singapura hehehe.." Kata Anggi dengan ceria
"Wah, sangat menggoda hahaha... Iya kita lihat nanti ya. Jadwal hari ini cuma sampai jam 16 sih, tapi besok kayanya aku bakalan nginep di hotel yang ada di jalan HR Rasuna Said sampai Jumat." Kataku
"Iya nih... kantor kamu gak perhatian banget sih, ada yang lagi kangen pacaran malah di karantina. Boleh dikunjungi gak sih?" Tanya Anggi
"Nanti aku lihat informasinya deh ya. Moga-moga bisa." Jawabku

Pacarku itu memang masih di Jakarta hingga minggu depan. Selama seminggu kemarin, aku selalu menghabiskan waktu dari pagi hingga malam bersamanya. Aku selalu berusaha untuk bertemu dengan papanya Anggi untuk meyakinkan sejauh mana kira-kira respon dari papanya itu kepadaku, tapi keberuntungan belum berpihak padaku karena aku belum bisa bertemu dengannya. Hanya mamanya Anggi yang hampir setiap hari itu selalu menyambut dan melepasku pulang.

Sepertinya keributan kami tempo hari justru membuat hubungan kami makin dekat dan intens, sehingga Anggi aku rasakan jadi semakin sayang padaku. Kalau dipikir, kadang omongan orang mengenai ribut-ribut dengan pasangan benar adanya. Aku pun, setelah mendapatkan latar belakang cerita mengenai Anggi dari Anna juga merasakan sesuatu yang lain dari caraku memandang Anggi. Antara sayang, kasihan, cinta dan perhatian digabung dan diaduk jadi satu. Sempat kami sekali nonton bareng dengan sahabat-sahabat Anggi di Plaza Ind*n*sia. Dan aku pun menyempatkan ngobrol dengan Hafiza ketika Anggi sedang ke toilet.

"Bey, gue seneng banget lo bisa bikin Anggi kaya gini lagi. Anggi sudah cerita belum ya? Kalau belum, ya nunggu dari dia aja deh." Kata Fiza
"Cerita apa nih, Za?" Tanyaku pura-pura bego
"Hmmm.. yang bikin dia males pacaran lagi sebetulnya. Tapi kayanya dia udah senang sekarang. Jadi, ya gue ikut senang." Kata Fiza
"Jangan bikin penasaran dong hehehe.." Kataku
"Bukan gitu, Bey... gak enak kalau dengar dari mulut gue dulu. Kecuali lo udah tau, gue cuma reminder aja. Mudah-mudahan suatu saat Anggi mau cerita ya." Kata Fiza waktu itu.
"Dugaan gue, ini masalah mantannya ya Za?" Tanyaku
"Iya atau bukan ya? hehehe..." Ujar gadis berambut pendek ini.
"Gak apa-apa kok Za, gue gak gitu mementingkan urusan mantan." Kataku sambil tersenyum

Paling tidak, teman dan sahabat Anggi sudah mendukung dan menerima keberadaanku disamping Anggi.

Begitulah yang paling tidak sedang dalam lamunanku, aku tersadar ketika ada suara menyapa.

"Hai, boleh kenal? Gue Agung." Kata suara itu

Aku pun langsung menoleh dan tersenyum menyambut tangan Agung. Seorang pria kira-kira seumuranku berkulit sawo matang dan berpenampilan cukup masa kini, cuma agak gempal bentuk badannya.

"Gue Ibey, maaf Gung lagi bengong karena baru kali ini keterima kerja yang dikumpulin rame-rame gini." Kataku
"Hahaha.. ya sama lah. Dari Jakarta?" Tanyanya balik
"Iya betul, lo juga ya? Keliatannya sih iya nih..." Kataku
"Iya, gue tinggal di Cempaka Putih. Lo dimana?" Tanya Agung
"Di Bintaro." Ujarku

Tak lama kami pun langsung akrab, mungkin disebabkan karena kami sama-sama dari Jakarta. Atau mungkin karena kami sama-sama karyawan baru, apapun itu aku berterima kasih pada Allah bisa langsung dapat teman di hari pertama kerja seperti ini.

Sekitar pukul 09 pagi, acara sambutan dimulai oleh Pak VP yang mengucapkan selamat datang dan selamat bergabung di perusahaan besar ini. Beliau juga memperkenalkan beberapa GM yang dibawahinya maupun yang dibawahi oleh VP lainnya. Intinya, para VP dan GM ini adalah calon user kami semua. Ada rasa bangga dan senang ketika Pak VP ini menjelaskan mengenai rencana yang mereka canangkan untuk masa depan kami semua. Sekedar informasi, dari para karyawan baru ini juga ada yang akan ditempatkan di daerah luar Jakarta. Mereka adalah putra daerah yang akan ditempatkan di daerah asalnya sesuai kebutuhan perusahaan.

Sebetulnya acara seperti ini cukup membosankan, bagian yang menyenangkan hanya ketika kami diminta memperkenalkan diri satu per satu di hadapan rekan-rekan. Sehingga kami para cowok-cowok bisa mengenal karyawan cewe yang tadi jadi perhatian. Aku hanya tersenyum
senyum ketika Agung mencolek-colek aku menunjuk karyawan cewe yang menurutnya menarik. Dari total 30 orang yang hadir hari ini, hanya ada 9 orang cewe. Dan dari 9 orang itu, 6 orang layak jadi bahan perhatian. Tapi dari semuanya, gak ada yang benar-benar membuatku
teralihkan dari Anggi. Aku bersyukur sudah punya pacar yang cantik dan ngangenin jadi gak tergoda sama sekali.

Selain tadi, bagian penting dari acara hari pertama ini adalah reminder mengenai kami yang akan dikarantina alias diinapkan di sebuah hotel di daerah Jalan HR Rasuna Said selama empat hari ke depan mulai besok hingga Jumat. Pengumuman mengenai dengan siapa kami akan sekamar akan diumumkan di papan pengumuman dan email pribadi kami masing-masing. Email kantor baru akan diberikan setelah masa karantina dilakukan. Untungnya, selama masa karantina kami masih boleh dikunjungi oleh kerabat atau keluarga. Berdasarkan pengumuman,
aku ditempatkan dengan orang bernama Krisna. Kalau tadi aku tak salah mengingat, dia berasal dari Bandung dan berusia lebih tua dariku. Kebetulan, ketika pulang kami sempat bertemu dan berkenalan secara resmi. Itung-itung besok pagi udah kenal saat kami check-in.
Besok pagi mulai jam 7 pagi kami sudah harus absen di function room hotel untuk mulai ikut program karantina sementara tas dan barang-barang bawaan akan dititipkan dulu pada para panitia.

"Sayang, kamu lagi dimana?" Tanyaku pada Anggi saat aku ada di lobi gedung menunggu lift ke parkiran.
"Aku gak kemana-mana kok seharian, di rumah aja. Kamu kesini kan? Aku kangen banget." Ujar Anggi dengan nada manja
"Iya deh, aku langsung kesana ya sekarang. Btw, kamu udah mandi kan? Hehehe.." Tanyaku iseng
"Belum. Biar kamu gak mau peluk-peluk aku, aku bau keringat gak enak banget. Biarin aja begini deh.." Ujar Anggi
"Wow.. asik, aku belum pernah tau bau badan kamu kalau lagi gak enak baunya." Candaku mengikuti permainan Anggi
"Ihhh.. kamu ngeselin banget deh. Buruan ah kesini." Katanya setengah berteriak.

Sekitar sebelum pukul 17 aku pun tiba di rumah Anggi, seperti biasa melalui protokol yang standar. Namun kali ini aku diminta oleh salah satu ART nya untuk langsung ke ruang santai yang menjadi tempat aku tidur siang saat Ramadhan lalu. Karena katanya Anggi sedang di atas. Aku
baru tahu kalau di atas rupanya ada ruang fitness. Pantes Anggi jika di Jakarta gak pernah pergi ke gym, rupanya dia cukup menjaga tubuhnya di rumahnya saja. Anggi memang sudah tahu kalau ruangan ini memang kesukaanku, karena enak terkena udara segar dan bisa memandang kolam renang
serta air mancur. Dan aku pun tinggal duduk saja dengan santai di salah satu sofa sambil memandang ke arah itu.

"Ibey sayaaang, maaf ya nunggu. Aku tuh tadi emang lagi olahraga diatas pas kamu nelpon, baru kelar mandi pas kamu sampai hehehe..." Katanya sambil berdiri membuka lebar-lebar tangannya, minta dipeluk.

Dia mengenakan blus lengan pendek dengan kancing di belakang pundaknya, serta celana pendek model drape.

"Udah pewe nih, kamu aja sini peluk aku." Ujarku sambil nyengir dan tak mengubah posisi dudukku.
"Belagu banget sih kamu." Katanya jutek tapi akhirnya dia langsung nemplok memelukku dari sebelah kanan.
"Kamu harum banget sih, Gi?" Tanyaku sambil mengendus harum tubuhnya, berbasa basi.
"Kapan sih aku pernah gak wangi kalau sama kamu, sayang." Katanya mempererat pelukannya.

Aku terdiam menikmati pelukan Anggi, dengan ini aku bisa merasakan bentuk serta harum tubuhnya. Karena aku pun cuma mengenakan kemeja putih lengan panjang, kaos dalam dan celana panjang kain warna hitam khas karyawan baru.

"Besok kamu jadi ya nginap di Hotel? Kalau siang atau sore boleh gak aku datangi?" Kata Anggi
"Iya.. sampai Jumat. Kamu Minggu ya balik ke Surabaya?" Tanyaku
"Bakalan lama deh gak ketemuan sama kamu. Kok pertanyaanku belum dijawab sih?" Tanya Anggi
"Hehehe.. iya, boleh kok kalau udah gak jam karantina. Sore atau malam boleh. Emang kamu mau dateng?" Kataku
"Iya mau lah, tiap sore deh aku datengin ya. Tapi gak boleh kemana-mana ya, sayang?" Tanya Anggi
"Ya namanya karantina, kalau gak darurat gak boleh kemana-mana lah. Paling kita di hotel aja, ke restoran atau lounge. Aku senang banget kalau kamu mau nyamperin aku lho hehehe..." Kataku

Selepas Maghrib, kami makan malam di ruang makan rumah itu. Rumah yang besar dan sebetulnya banyak penghuninya, tetap terasa sepi karena peraturan yang mengatur pergerakan selain pemilik. Sehingga aku dan Anggi serasa hanya ada berdua di rumah besar ini. Setelah makan, aku dan Anggi pindah bersantai ke ruangan santai yang ada di sebelah ruang makan.

"Aku gak bisa balik terlalu malam ya, Gi. Paling jam 21 aku mau pulang, belum beberes pakaian nih." Kataku saat Anggi membawakanku buah
"Yah.. lagi gak ada papa mamaku, kamu malah pulang cepat." Kata Anggi tampak kecewa
"Kamu sih tiap hari ngajak pulang malam terus, aku jadi belum sempat beberes pakaian buat karantina besok." Kataku nyengir
"Sini deh.." Ujar Anggi yang lagi nyender di tumpukan bantal, memanggilku agar mendekat padanya
"Mau apa sih?" Tanyaku sambil bergeser mendekat, dugaanku dia paling minta dipeluk

Benar, Anggi memelukku. Kami duduk ngedeprok di karpet sambil berpelukan. Mataku memejam dan tanganku mengelus-elus punggung Anggi begitu juga yang aku rasakan, Anggi mengelus-elus punggungku juga. Bedanya, aku bisa merasakan desakan di dadaku yang berasal dari
dada Anggi serta tanganku bisa meraba-raba bra-nya.

"Sayang, aku mau dong dicium." Kata Anggi berbisik, napasnya berhembus hangat di telingaku

Tanpa disuruh, aku pun mencium pipinya dan keningnya sementara dia memejamkan matanya. Lalu Anggi membuka matanya yang sayu dan menggairahkan itu.

"Kurang, sayang..." Katanya menahan senyum
"Kurang lama atau ... " Kataku menahan diri, karena aku tahu sebetulnya apa yang dia mau. Cuma aku memang takut-takut mau memulainya.
"Aku mau dicium di bibir. Kamu mau gak?" Tanyanya masih merangkulkan lengannya di pundakku, matanya menatap memohon.

Aku terdiam sejenak, baru Anggi ini lah yang minta dicium. Sementara berdasarkan pengalamanku biasanya aku yang mulai duluan. Paling tidak, Anggi masih meminta. Hanya Mba Izza yang dulu langsung nyosor. Ingatan-ingatan itu berkelebat dengan cepat di kepalaku. Sementara
Anggi masih dengan tatapan menunggu jawaban. Suasana rumah yang tidak ada kehadiran kedua orang tua Anggi menjadi bahan pertimbangan juga bagiku.

"Beneran kamu mau?" Tanyaku grogi, entah kenapa justru dengan Anggi aku merasakan hal ini. Padahal Anggi sudah sangat pasrah menanti.
"Ayo dong, kamu yang mulai." Kata Anggi sambil tersenyum
"Emang kamu belum pernah ciuman?" Tanyaku penasaran
"Aku gak mau jawab, tapi aku mau bibir kamu disini." Katanya tersenyum sambil menunjuk ke bibirnya menggunakan jarinya.

Karena aku sejujurnya juga mau dan ingin memulainya dengan baik-baik, berbeda dengan para wanita sebelum Anggi, aku memegang dagunya. Lalu perlahan-lahan aku mengecup pelan bibir Anggi yang lembut. Aku kecup perlahan-lahan bibir atasnya, bibir bawahnya, sudut kiri, sudut kanan, dan aku melihat gadis itu merekahkan bibirnya sementara matanya tertutup. Aku kecup kembali kedua bibirnya bersamaan. Anggi tampak menikmati sekali ciuman lembutku itu. Dia terpaku gak bergerak dengan pose tubuh yang sama, lengannya masih tergantung di pundakku saat aku sudahi kecupan lembut di bibirnya yang sumpah enak banget.

Lalu gadis itu membuka matanya, dan tersenyum.

"Sayang, enak banget." Katanya dengan mata berbinar-binar
"Masa? Aku juga ngerasain enak banget." Ujarku tersenyum
"Hmmmm... lagi dong." Kata Anggi sambil menggigit bibirnya

Ya ampun... kamu tuh napsuin banget kalau lagi begini Anggi. Tentu saja kata-kata itu hanya ada di dalam hatiku. Dan tanpa berbicara, aku pun kembali mengulangi apa yang baru saja aku lakukan. Namun kali ini, Anggi mulai menggerak-gerakkan bibirnya mengikuti gerakan bibirku. Sehingga sesekali bibir kami berpagutan. Terasa sekali di bibirku, Anggi memang belum berpengalaman dalam hal ini. Tapi aku rasa, dia sudah pernah melakukannya. Dengan jemariku di dagunya, aku membantu dia dengan menggerakkan dagunya ke arah pergerakan bibirku sehingga bibirnya mengikuti. Butuh latihan agar nanti secara naluri ciuman itu akan jadi makin menyenangkan.

Hembusan nafas Anggi yang hangat dan bau mulutnya yang enak, membuatku betah membimbingnya berciuman. Dia sediripun kurasakan gak mau berhenti dan sangat menikmati ciuman kami. Perlahan, dia sudah mulai berani memainkan bibirku menggunakan bibirnya. Terkadang kami berdua tersenyum sambil melakukannya. Tapi ciuman tetap berjalan hangat. Lucunya, selama kami berciuman ini lengan Anggi masih dalam posisi yang sama dari tadi. Sementara tangan kiriku sedang bergerilya di pinggang dan punggungnya. Kami gak tau berapa lama berciuman, berhenti ketika ternyata ada telpon masuk di ponsel Anggi. Gadis itu menghela napas dan langsung meraih ponselnya. Aku pun mundur teratur dan mengatur napas lalu menatap Anggi yang wajahnya memerah, entah karena malu atau apa.

"Iya ma.."
"Anggi di rumah kok, gak kemana-mana."
"Ibey? Lagi ada disini kok. Tapi mau pulang karena besok dia mau dikarantina di kantor barunya."
"Iya, kantor barunya itu inisiasi karyawan baru seperti itu. Pake nginep segala."
"Iya gitu deh... Lagi ngapain ma?"
"Oooh.. hahaha.."
"Salam buat Kak Avi dan papa ya ma." Lalu Anggi menutup ponselnya.

"Dapat salam dari mamaku, Bey. Katanya jangan nakal ya hahaha..." Kata Anggi sambil tertawa
"Kalau kita barusan itu nakal gak ya, Gi?" Aku pun nyengir
"Hmmmm... nakal gak ya? Hahaha..." Kata Anggi tertawa lagi
"Kita ciuman lama banget ya kayanya tadi?" Tanyaku
"Gak tau ah... enak. Sini dong, aku mau lagi." Kata Anggi sambil merangkul pundakku dan langsung nyosor.

Kayanya aku udah ngajarin yang gak bener ke Anggi. Gadis ini kini sedang belajar memegang kendali dengan menyuruhku diam sambil dia merangkul pundak dan kepalaku. Sementara aku mengelus-elus pinggangnya saja, dengan batasan batas bawah bra yang dikenakannya.
Perlahan dia meniru apa yang sudah aku lakukan, tapi dia langsung mengulum-ngulum bibirku sehingga aku pun mau gak mau jadi ikut, soalnya gak bisa dipungkiri ... enak. Selain suara televisi, yang terdengar hanyalah suara beradunya bibir kami berdua. Cup.. cup.. cup. Tahap pembelajaran ciuman ini terpaksa berakhir karena gantian ponselku yang berbunyi. Anggi masih merangkul pundakku saat kami berdua melihat ponselku, ternyata yang menelpon adalah Rully.

"Hai Rul." Ujarku
"Bey, lo lagi dimana?" Tanya Rully
"Ada apaan emangnya?" Tanyaku penasaran, karena nada Rully yang agak terdengan khawatir
"Mau minta tolong nih, kebetulan motor gue mogok di PIM. Kalau lo lagi di rumah nyokap, gue mau numpang nitip motor biar nentengnya gak jauh amat." Kata Rully
"Oooh.. gue lagi di rumah Anggi. Lo langsung aja ke rumah nyokap gue, nanti taro disana. Gue jemput aja lo sekalian nanti kita pulang bareng." Ujarku sambil melirik Anggi yang terlihat kecewa
"Hahaha.. gelo pacaran terus. Beneran ya lo mau ke rumah nyokap lo. Gue tungguin kalau iya. Seandainya gak bisa ya gak apa-apa, gue balik sendiri aja." Kata Rully
"Ya pokoknya lo tunggu aja disana, nanti gue jemput dah. Mau karantina nih gue besok empat hari, gak ketemu Anggi beberapa hari." Kataku
"Dasar lo... ya udah. Sampai nanti ya." Kata Rully menyudahi pembicaraan.

Aku pun berkenan untuk pamitan kepada Anggi yang keliatan sekali kecewa dari bentuk wajahnya.

"Ah kamu.. aku lagi kangen, kamunya mau pulang. Rully kok gitu sih." Katanya merajuk, sambil duduk mundur nyender ke tembok dan memeluk bantal
"Sayang, aku kan belum beberes perlengkapan buat karantina. Perlu pagi pula aku sampai sana karena di absen." Ujarku meyakinkan Anggi
"Iya deh.. aku gak bisa ngapa-ngapain kecuali ngalah kali ini." Kata Anggi
"Aku pamit ya kalau gitu." Ujarku sambil tersenyum dan menggenggam jemarinya
"Iya, kabari kalau sudah sampai rumah ya. Pokoknya sampai rumah ibu kamu dan sampai rumah kamu kabari." Ujar Anggi sambil berdiri.

Mungkin karena masih bete karena ditinggal pulang, dia gak minta dicium lagi. Dia melepasku di lobi utama rumahnya tanpa melambaikan tangannya, hanya menyilangkan lengannya di dadanya saja. Tapi saat aku sudah dimobil, dia mengirim sms yang berbunyi:

"Maaf ya aku tadi kesal, sedih kalau kamu pulang apalagi aku lagi sendirian sekarang. Hati-hati di jalan, sayang. Kabari kalau sudah sampai rumah kamu ya. I Love you xoxo"

Aku menyempatkan berhenti sebentar untuk membalas sms nya:

"Iya sayang, aku ngerti kok. Nanti aku kabari ya, love you too xoxo"

---------------------------------------

-- to be continued soon .. --
profile-picture
secretos memberi reputasi
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di