KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Melihat dari Dekat Seramnya Petobo di Malam Hari, Penjarah pun Lari Terbirit-birit
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bc3e76c902cfe0c7e8b4567/melihat-dari-dekat-seramnya-petobo-di-malam-hari-penjarah-pun-lari-terbirit-birit

Melihat dari Dekat Seramnya Petobo di Malam Hari, Penjarah pun Lari Terbirit-birit


Warga mengabadikankondisi Petobo yang raib ditelan bumi akibat gempa-tsunami dan likuifaksi

POJOKSATU.ID, PALU – Bencana likuifaksi di Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah, menyebabkan ribuan warga di daerah itu tewas ditelan bumi.

Banyak jasad korban yang hingga kini tidak ditemukan tim evakuasi dan terpaksa tidak dikuburkan secara layak.

Sejak Kamis (11/10/2018), pencarian korban di Petobo dihentikan. Meski diyakini masih banyak warga yang tertimbun lumpur belum dievakuasi.

Warga setempat menyebut, ada sekitar 6.000-7.000-an korban belum dievakuasi.

Salah seorang warga Petobo, Salih (42) pun bersedia membeberkan kondisi di Petobo yang cukup menyeramkan, utamanya pada malam hari.

Bahkan dua hari setelah bencana terjadi, suasana di Petobo sangat mencekam.

“Setiap malam terdengar suara anjing yang menggonggong panjang dan lama. Belum lagi banyak suara burung hantu. Memang menyeramkan,” kata dia kepada PojokSatu.id, Minggu (14/10/2018).

Pria yang karib disapa Chalik itu menyebut, banyak warga yang datang ke Petobo.

Selain mereka mencari keluarganya yang hilang, ada juga orang luar daerah yang bermaksud menjarah barang berharga di reruntuhan rumah.

“Pernah ada penjarah yang hampir saja babak belur dihajar massa. Karena ketahuan masuk ke Petobo, mengambil motor dan laptop.” tuturnya.

Beruntung, warga mengenali bahwa motor tersebut adalah milik salah seorang warga di Petobo.

“Tapi ketika mau keluar, kami kenali motor yang dipakai dan jelas itu bukan motornya. Untungnya amarah warga bisa dicegah dan pelaku langsung diserahkan ke polisi,” jelasnya.

Di malam hari pun, lanjut Chalik, kerap ada warga dari luar wilayah Petobo hendak masuk mencari barang berharga.

“Kalau ada yang mau masuk, saya silakan saja. Ujung-ujungnya juga mereka keluar dengan tangan kosong,” katanya.

Namun, tak jarang pula sebagian dari mereka yang lari terbirit-birit.

“Malah ada yang mengaku diganggu makhluk halus di dalam (Petobo),” tutur Chalik yang setiap malam berjaga di pintu masuk kawasan Petobo.

Makanya saat ini sudah jarang bahkan nyaris tidak ada lagi warga yang mau masuk ke Petobo di malam hari.

“Termasuk para penjarah itu. Sepertinya mereka juga ketakutan,” ujarnya.

Ketika Pojoksatu.id mencoba memasuki wilayah Petobo, Jumat (12/8/2018) malam lalu, suasana memang terasa cukup mencekam.

Gelap gulita dan sunyi senyap. Sesekali keheningan terpecah oleh suara anjing yang menggonggong.

Sebuah mobil dengan kondisi ringsek akibat gempa dan likuifaksi, menjadi saksi bisu di jalan masuk Petobo.

Kata warga setempat, di dalam mobil itu sering terlihat penampakan perempuan berambut panjang dan berjubah putih.

Saat melintas di depan rumah terakhir sebelum masuk kawasan tanah bergeser, aura mistis begitu terasa. Bulu kuduk pun merinding.

Menurut Chalik, suasana mencekam di wilayah itu memang sangat mungkin dirasakan.

Sebab ada ribuan jasad kini terpendam di dalam lumpur.

Mereka terkubur dengan cara yang tidak layak dan tidak mungkin dievakuasi lagi.

https://pojoksatu.id/news/berita-nasional/2018/10/15/melihat-dekat-seramnya-petobo-malam-hari-penjarah-lari-terbirit-birit/amp/

Kota Palu jadi Kota Setan emoticon-Takut

5000 arwah masih gentayangan krn tidak dikubur dgn layak emoticon-Turut Berduka
ya sudah di jadikan Taman dan Monyumen Tugu peringatan Likuifaksi saja seperti halnya Monumen Tsunami di Aceh emoticon-Turut Berduka
Kan sudah FIX kawasan Petobo ma 1 lagi gw lupa, sudah dilarang untuk dijadikan area perumahan lagi, penduduk tersisa akan di relokasi
profile picture
den88kuskus
aktivis kaskus


Jadikan hutan kota dgn isi isinya, jadi taman pengingat
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di