alexa-tracking
Kategori
Kategori
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ad884c1d675d4ec0a8b4571/my-secret-story

My Secret Story

Spoiler for Cover:





Selamat malam para sesepuh Kaskus disini. Izinkan saya berbagi sedikit cerita tentang kisah saya disini. Mohon maaf jika penulisan saya amburadul, maklum masih newbie hehe...

Perkenalkan, nama Mursid. Ya biasa dipanggil Mursid juga. Umur sekarang baru 22 tahun. Tinggi 165 cm (terakhir ukur tinggi badan SMA). Asli orang jawa dari ibu bapak sampai kakek buyut diturut keatas orang Jawa semua. Lahir, tinggal, dan tumbuh besar di Jawa juga. Sebenarnya percakapan disini asli banyak pake bahasa Jawa, tapi biar lebih mudah dipahami langsung saya artikan ke bahasa Indonesia.

Sedikit tentang saya ya, saya orangnya pendiam. Cenderung gak peka. Nol soal percintaan (diawal cerita). Kulit putih kekuningan untuk orang Jawa. Gak modis. Sekian tentang saya..


Spoiler for Index:


Noted


Rules ini thread gan :


1. Disini saya cerita apa adanya a.k.a #True Story
2. Saya tidak izin dengan beberapa tokoh tokoh disini gan, soalnya kami beneran lost kontak dan kehilangan kontak.
3. Saya sarankan tidak terlalu kepoin para tokoh disini, boleh sewajarnya saja. Jangan sampai ganggu privasi mereka. Mau kepoin saya silahkan, asal dalam batas wajar saja.
4. Saya sangat butuh kritik dan saran disini supaya saya bisa lebih bersemangat buat menulis ini cerita dan perbaiki cara penulisan saya. Jadi mohon kritik dan saran dari para reader reader sekalian.
5. Saya ucapkan terima kasih banyak buat para reader reader yang sudah mau meluangkan waktunya buat mampir disini.
6. Saya berbagi cerita ini supaya para reader sekalian bisa ambil sisi baik buruk nya dari cerita saya ini agar jadi pembelajaran kedepannya.
7. Waktu update tak menentu, sebisa saya nulis tapi saya usahakan setiap hari bisa update minimal 1 chapter.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
yusufchauza dan 20 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh pendakimalas

Chapter 57 : Huru Hara Desa


Saya terbangun dari tidur akibat suara ribut dari luar rumah. Suara kentongan pun berbunyi disetiap penjuru desa.

Tok tok tok tok tok tok tok tok tok tok tok tok tok tok.........

Dengan panik saya keluar rumah, dan warga berhamburan di jalan-jalan desa.

"Ada apa ini pak?" tanyaku pada salah satu warga desa saya.

"Babi ngepet.." jawab beliau singkat lalu ikut rombongan warga.

"Haaah??.." kaget saya ketika mendengar jawaban beliau.

Saya pun ikut berkumpul ke warga yang berkumpul. Para bapak-bapak dan pemuda-pemuda pada bawa kayu buat memukul.

"Di dekat parit.. Di dekat parit, tadi saya melihatnya disana barusan.." ucap salah satu warga yang baru datang dengan berlari.

Lalu dengan sekejap para warga berhamburan berlari menuju parit sisi barat desa saya untuk menemukan babi ngepet tersebut. Sungguh diluar dugaan hal seperti ini masih ada, namun itu kenyataannya. Sebelummya di desa saya tak pernah dan sangat jarang mendapatkan hal seperti ini. Saya ikut dengan para warga mencari babi ngepet tersebut.

"Yang lain berpencar di beberapa sudut desa.. Temukan itu babi ngepet!!" ucap pak RT kepada para warga.

Oke, masuk akal. Kami pun berpencar, yang lain ke utara ada yang keselatan barat timur semua penjuru pun didatangi. Saya sendiri bersama Mas Tarso, mbah Atmo, Mbah Midi, lalu Mas Yanto menuju barat laut. Masing masing membawa senter, saya sendiri hanya membawa lampu senter dari korek gas karena terburu-buru tak sempat cari senter di rumah. Itu korek yang saya beli beberapa waktu lalu untuk merokok.

Di kegelapan, kami mencari keberadaan babi ngepet tersebut. Melewati kebon singkong, parit, dan pohon belukar di desa saya pun tak luput dari pencarian kami. Namun naas, setelah cukup lama mencari kami tak menemukannya. Dan belum ada dari kelompok lain yang menemukannya. Saya penuh was was dalam mencari, bahkan tempat-tempat di desa saya yang katanya angker pun menjadi tempat pencarian kami. Ini jika saya tak ditemani para warga, sungguh saya sudah dipastikan tak akan berani mendatangi tempat tempat seperti ini apalagi ini malam hari.

"Gimana sid, nemu gak?" tanya mas Yanto kala kami masih dalam pencarian.

"Enggak mas, nemu jejaknya saja enggak ini.." jawabku.

"Tadi awalnya itu di gang sempit belakang rumah gue sid.. Gue yang awal melihat itu babi, sontak gue teriak buat manggil warga.." mas Yanto pun menjelaskan awal kejadian ini. Rumahnya cuma selisih satu rumah dari rumah saya.

Setelah hampir satu jam kami mencari bahkan sampai sudut desa, akhirnya pencarian kami hentikan. Dan kami pun kembali ke desa. Tampak beberapa warga juga disana dan tak mendapatkan petunjuk apapun.

"Dimana-mana tak ketemu juga.." ucap salah satu warga kala kami sudah berkumpul kembali dari pencarian.

"Ada laporan kehilangan belum?.." tanya pak RT.

"Belum ada pak, sepertinya tidak ada yang kehilangan dari warga kita.." jawab salah satu warga yang lain.

"Untuk mengantisipasi hal seperti ini lagi, kita akan agendakan ronda setiap malam. Dan ada yang berjaga di poskampling, nanti tak sediakan tikar dan tv.." imbuh pak RT lagi.

Dan warga pun sepertinya menyetujuinya. Dan poskampling diperempatan dekat rumah saya pun saat ini dipenuhi warga. Ibu-ibu dan beberapa anak-anak yang keluar pun diminta kembali kerumah masing-masing. Dan beberapa pria di desa pun stay di pos ronda.

Sebelumnya, pos ronda sepi tidak ada kegiatan di malam hari. Kini dipasangi tv ukuran 17 inci. Catur yang saya punya di rumah pun saya keluarkan, ada kartu remi juga. Sekarang ada yang berjaga disini. Saya ikut disana dan bermain catur dengan mas Tri. Yah, sekarang pos ronda ramai kembali.

"Ini teh dan kopi.." Pak RT pun datang membawa 2 teko berisi teh dan kopi bersama ibu RT yang membawa gelas. Rumah Pak RT tepat didepan rumahku.

"Sekali lagi buat semuanya ya, mulai malam ini kita ramaikan lagi pos ronda ini. Antisipasi hal seperti ini kembali. Soalnya di desa sebelah ada kemalingan kambing juga, dan karena disini ada kandang kambing diluar rumah warga bahkan diseberang desa. Jadi ada kemungkinan hal di desa sebelah terjadi di desa kita."
Dengan panjang lebar pak RT memberi pengumuman.

Saya bergabung dengan warga ronda hampir sampai jam 12 malam, karena besok sekolah saya pamit pulang. Walau rumah saya sebelah tepat pos ronda. Sampai kamar saya coba untuk tidur, dari kamar terdengar suara orang yang masih jaga di pos ronda sedang bermain kartu, ada pula yang menonton tv sambil mengobrol santai. Huufftt.. Suasana kembali aman saya rasa.

Besoknya, saya kembali ke sekolah. Kegiatan sekolah pun saya jalani dengan biasa, hanya saja saya masih mengantuk efek semalam.

"Begadang sid semalem? Tumben ngantuk jam segini?.." tanya bebek yang duduk disebelah saya.

"Yoii.. Nguber babi ngepet semalem." jawabku singkat.

"Heeh? Yang benar aja?? Serius ada babi ngepet di desa elo?.." tanyanya lagi untuk memastikan ucapan saya sebelumnya.

"Kalo gak ada ya gak gue dan warga desa gue uber bek.." jawabku menegaskan.

"Eh kok bisa? Gimana ceritanya??.." tanyanya penuh penasaran soal ini.

"Gini..." saya pun menjelaskan kronologi kejadian semalam.

"Wah wah, dulu didesa gue pun juga ada sid. Gak nyangka dimasa sekarang ternyata masih ada juga.."

"Ya mana gue tau bek, kenyataannya gitu.."

"Eh btw di desa elo ada yang kehilangan gak?.."

"Belum, belum sempet maling kali itu babi ngepet.."

Dan saya pun mencoba untuk tidur kala pelajaran kosong. sungguh kantuk inj terasa berat sekali rasanya. Usai pulang sekolah, saya langsung kerumah untuk tidur. Ya buat tenaga begadang ntar malam, gak enak rasanya kalau tidak ikut jaga di pos ronda. Terlebih lagi rumah saya sangat teramat dekat dengan pos ronda.

Setibanya dirumah, saya bergegas ganti baju, lalu makan. Seusai makan, saya pun mencoba tidur. Jujur saja saya sangat mengantuk saat ini.

Hampir jam 5 sore saya baru bangun, cuaca cerah. Tak lupa mandi pula.
Malam habis Isya, di pos ronda ada beberapa warga termasuk pak RT, pak RW, bahkan pak Kadus disana saling mengobrol soal kemarin. Tv pun menyala dan menjadi tontonan warga sambil mengobrol. Suasana desa saya kembali hidup. Saya bahkan ikut bermain kartu remi dengan warga, tapi tidak pakai uang. Just a game.
Malam itu kondisi desa aman, tak ada huru hara seperti kemarin malam. Syukurlah, sepertinya dengan adanya ronda seperti ini keadaan desa menjadi lebih aman.

Hampir tengah malam saya pamit untuk tidur karena besok sekolah. para warga disini kebanyakan petani, ada beberapa pula yang buruh. Segelintir saja yang jadi PNS disini, maklum lingkungan desa. Suasana masih adem ayem disini dengan sawah-sawah diberbagai sudut desa.

Beberapa hari keadaan desa saya aman. Setidaknya tidak ada laporan pencurian atau gimana, hingga hari ini waktu malan jum'at di desa saya kembali dihebohkan oleh suara tangisan disudut barat daya desa. Itu lokasi dekat punden, beberapa warga pun mengecek lokasi itu namun tidak ada apapun. Kecurigaan adanya makhluk tak kasat mata atau suara tangisan luak. Semua masih ambigu. anehnya ketika warga meninggalkan tempat itu, suara itu terdengar kembali dari arah yang sama. Entahlah gerangan apa itu, saya sendiri tidak tau. Warga kini hanya bisa stay di pos ronda..

Besoknya lagi, kegiatan sekolah saya jalani seperti biasa. Hari jum'at seperti biasa pulang lebih cepat, saya juga mulai jarang ikut latihan silat lagi. Entah kenapa semangat saya sudah tidak seperti diawal saya baru gabung.

"Sid, udah pulang kan? Mampir rumahku yak, mau kasih kamu sesuatu aku.." tertanda nama Alya.

Kala tiba dirumahnya, saya parkir motor dihalaman rumahnya. Tak lama dia keluar rumah dengan membawakan sebuah kotak yang saya tidak tau apa isinya..

"Ini buat kamu hehehe.." dengan menyerahkan itu kotak kecil kepada saya.

"Ini apa?" tanyaku kala baru menerimanya.

"Buka aja hehe.."

Dan saya pun membuka itu kotak kecil dan ternyata isinya.........


profile-picture
yusufchauza memberi reputasi
×
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di