KATEGORI
KATEGORI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ad884c1d675d4ec0a8b4571/my-secret-story

My Secret Story

Spoiler for Cover:





Selamat malam para sesepuh Kaskus disini. Izinkan saya berbagi sedikit cerita tentang kisah saya disini. Mohon maaf jika penulisan saya amburadul, maklum masih newbie hehe...

Perkenalkan, nama Mursid. Ya biasa dipanggil Mursid juga. Umur sekarang baru 22 tahun. Tinggi 165 cm (terakhir ukur tinggi badan SMA). Asli orang jawa dari ibu bapak sampai kakek buyut diturut keatas orang Jawa semua. Lahir, tinggal, dan tumbuh besar di Jawa juga. Sebenarnya percakapan disini asli banyak pake bahasa Jawa, tapi biar lebih mudah dipahami langsung saya artikan ke bahasa Indonesia.

Sedikit tentang saya ya, saya orangnya pendiam. Cenderung gak peka. Nol soal percintaan (diawal cerita). Kulit putih kekuningan untuk orang Jawa. Gak modis. Sekian tentang saya..


Spoiler for Index:


Noted


Rules ini thread gan :


1. Disini saya cerita apa adanya a.k.a #True Story
2. Saya tidak izin dengan beberapa tokoh tokoh disini gan, soalnya kami beneran lost kontak dan kehilangan kontak.
3. Saya sarankan tidak terlalu kepoin para tokoh disini, boleh sewajarnya saja. Jangan sampai ganggu privasi mereka. Mau kepoin saya silahkan, asal dalam batas wajar saja.
4. Saya sangat butuh kritik dan saran disini supaya saya bisa lebih bersemangat buat menulis ini cerita dan perbaiki cara penulisan saya. Jadi mohon kritik dan saran dari para reader reader sekalian.
5. Saya ucapkan terima kasih banyak buat para reader reader yang sudah mau meluangkan waktunya buat mampir disini.
6. Saya berbagi cerita ini supaya para reader sekalian bisa ambil sisi baik buruk nya dari cerita saya ini agar jadi pembelajaran kedepannya.
7. Waktu update tak menentu, sebisa saya nulis tapi saya usahakan setiap hari bisa update minimal 1 chapter.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
yusufchauza dan 20 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh pendakimalas

Chapter 34 : Paranoid



Gue pun kembali terbangun mendengar suara aneh dari luar rumah. TV masih nyala.

"Huh huh, ada apa lagi ini?" batin gue..

"Perasaan gue gak pernah digangguin sampai segini nya."

Ya baru kali ini gue bisa melihat makhluk tak kasat mata itu. Sosok itu masih tergambar jelas hingga sekarang. Gue bukan Indigo atau orang punya kemampuan supranatural, gue manusia biasa. Kakek gue yang punya kemampuan seperti itu, namun kakek gue udah lama meninggal. 2003 silam. Waktu itu gue masih kelas 3 SD. Dan anak-anaknya dari kakek gue juga gak warisi kemampuan itu, termasuk bapak gue selaku anak pertama. Ya gue sendiri gak menginginkan hal seperti itu. Gue lebih memilih menjadi normal. Emang kemampuan seperti itu bisa nurun yak?

Gangguan gangguan yang terus berdatangan membuat gue terjaga sepanjang malam. Akhirnya gue gak tidur sampai adzan subuh berkumandang. Gue cuma rebahan kadang ganti posisi miring, kadang telungkup, coba merem namun gak bisa tertidur. Perasaan gue kalut sepanjang malam. Sms Alya juga tak mungkin, udah tidur cantik dia di kamar nya.

Pagi gue jemput Alya dengan rasa kantuk yang teramat sangat. Muka sengaja gue tutupin masker biar gak keliatan bonyoknya. Dan untungnya ortu Alya gak curiga dengan itu,

"Heh sayang, kok kusut gitu kamu? Kantong mata kamu keliatan. Semalem gak tidur?" tanya nya bertubi-tubi kala liat gue kayak gini.

"Gak bisa tidur hehe. Gak tau aku, aneh aja semalem hehehe" coba cari alasan gue. Gilak aja kalo cerita apa adanya ke dia, reaksinya bakal kayak apa.

"Aneh deh, perasaan kamu gak pernah kayak gini? emoticon-Confused"

"Udah gapapa. Yuk berangkat emoticon-Smilie"

Dia pun cuma mengangguk dengan raut wajah masih agak bingung.

Berangkatlah kami berdua. Badan masih nyeri dan lengan bekas sayatan masih terasa agak perih meski udaj di tutupin perban.
Namun semua itu terkesampingkan oleh kejadian semalem. Dan itu terus terbayang-bayang di kepala gue.

Seperti biasa, disekolah gue jalani biasa. Hanya saja jika berkesempatan buat tidur maka akan gue gunain buat tidur. Gak cuma Alya, teme temen sekelas gue pun melihat gue seakan "aneh"..

"Sid, elo gak papa?. Kayak mumi elo itu, pucet juga mukanya" tanya Yoga, temen sekelas gue.

"Yup bener, semalem gak tidur?" tanya si bebek a.k.a Wibi menambahkan

"Enggak, gak bisa tidur gue." jawab gue sekenanya

"Emang ngapain? Kalo gak tidur doang semalam gak akan segini nya sid, ada apaan?"

"Jangan parno yak kalo gue ceritain?"

Mereka mengangguk.

"Semalem gue digangguin makhluk halus."

"Haah?" jawab mereka hampir serempak.

Lalu gue ceritain itu kejadian semalem, dan mereka nyimak dengan seksama.

"Nah, itu ceritanya" kata gue menutup cerita.

"Hih, gak nyangka sid bisa diganggu kayak gitu. Ngeri gue" Imbuh Yoga sambil bergidik

Dan reaksi si bebek pun sama.

Jam istirahat, gue ke kamar mandi pun dan melihat gedung ini berasa bergidik gue. Seolah terasa ada angin yang lewat dileher gue. Baru kali ini gue disekolah kayak gini, dan itu siang hari. SIANG HARI. Namun rasanya ngeri.

Dan kelakuan disekolah hari itu beneran aneh. Kadang gue kedapatan celingukan liat tempat lain oleh teman-teman gue, dan itu gue lakuin tanpa sadar.

Ya, gue kadang mata ini terfokus pada pojok pojok ruangan di sekolah gue. Dan gue terlihat ngalamin sendiri. Dan beberapa kali gue ditegur.

Aneh. Ini beneran aneh. Gue merasa seolah ada sesuatu yang berada di pojok-pojok ruangan itu dan gue menamatkan itu namun tak melihat nya.

Sehabis sholat dzuhur berjamaah, gue berjalan-jalan gedung sebelah dan ada dilantai 3 ada perpustakaan tua. Itu masih gedung kampus sebelah sekolah gue yang dulu digunain sebagai ruang kelas namun di gedung satunya.
Gue naik ke lantai 3 dan ruang perpustakaan itu tertutup. Gue coba buka dan ternyata tak dikunci. Ketika gue masuk, udara terasa pengap. Hawa disana sungguh tak enak. Banyak debu karena jarang digunakan dan jarang terurus. Jendela pun tampak kusam. Suasana disana benar-benar menakutkan. Dan benar saja, bulu kuduk merinding kembali. Namun rasa penasaran gue seolah mengalahkan itu semua, gue berjalan berkeliling dan liat koleksi buku buku yang udah banyak berdebu. Lalu gue dikagetkan oleh suara pintu terbuka..

"Hey, ngapain kamu disini?"
Penjaga sekolah yang datang mengagetkanku.

"Eh maaf pak, cuma liat liat buku."

"Keluar sana, disini banyak debu. Gak pernah dibersihkan dan jarang dikunjungi orang."

"Eh iyakah pak?"

"Iya, udah sana. Mau masuk itu."

"Eh iya pak, makasih."

Gue pun bergegas keluar dan gue liat itu pintu akhirnya ditutup kembali.

Gue liat kedalam dari luar sebelum turun tangga gue melihat ada seseorang didalam ruang perpus itu.
Lah? Perasaan gue sendiri disana tadi? Dan penjaga sekolah gue pun gak menyadari karena dia posisi lagi membelakangi pintu.

"heh, liat apa? Buruan masuk!!" ujar penjaga sekolah tadi

"Eh iya pak hehe"

Gue melihat lagi sekilas kedalam namun orang itu udah gak ada.
Gue pun bergegas balik ke kelas.

Dikelas, pikiran gue penuh dengan kejadian barusan. Aneh, benar benar aneh. Secara nalar gue menyangkalnya, namun hal ini diluar nalar. Akal sehat gue masih bekerja namun perasaan gue menguasai hal ini. Lalu gue terpikir sejak kejadian semalem lalu hari ini. Ya, apa gue mulai bisa melihat mereka? Atau mereka yang mulai ganggu gue? Entahlah.. Yang jelas, gue gak pengen hal seperti ini terus terjadi disetiap hari gue jalani..

Sampai dirumah, gue coba tenangin pikiran. Dan memasuki malam hari, gue coba tidur dikamar. Gue emang biasa tidur dengan kondisi gelap. Karena itu bisa buat gue cepat tidur dan buat tidur gue nyenyak.
Dikala gue udah dikasur, lampu udah mati berarti udah gelap. Gue coba untuk tidur. Kondisi ngantuk berat seharian ini mendukung gue untuk segera lekas tidur.

Usai memejamkan mata, terbesit lagi kejadian semalam. Apakah sosok itu masih dirumah gue apa enggak. Dan firasat buruk gue pun benar, bulu kuduk gue merinding kembali. Gue merasa tak sendiri dikamar ini. Gue merasa ada yang lain dikamar gue ini.

Dada gue berdebar keras. Bulu kuduk udah merinding. Namun kantuk berat untungnya bisa buat gue tidur malam itu...


profile-picture
yusufchauza memberi reputasi
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di