alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
The Toxic Death of Gloria Ramirez
4.69 stars - based on 13 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af05d5331e2e6f0318b4582/the-toxic-death-of-gloria-ramirez

The Toxic Death of Gloria Ramirez



Gloria Ramirez adalah seorang wanita yang berumur 31 tahun dan didiagnosa mengidap kanker serviks. Pada tanggal 14 Februari 1994, sekitar jam 8.15 malam, dia dilarikan ke ruang gawat darurat Riverside General Hospital.



Ketika diperiksa, jantung Ramirez cenderung berdetak terlalu cepat. Oleh karena itu, staf rumah sakit kemudian berusaha melakukan defribilasi dan sempat melihat tubuh Ramirez yang tiba-tiba terlihat berminyak dan dari mulutnya mengeluarkan bau bawang putih yang aneh.

Seorang suster yang bernama Susan Kane mulai mengambil darah dari tubuh Ramirez dan saat itu, Kane juga mencium bau kimia yang berasal dari sampel darah tersebut. Bahkan anehnya, dokter magang yang bernama Julie Gorchynski memperhatikan bahwa didalam darah yang diambil, terdapat partikel berwarna manila yang mengapung diantaranya.



Hal ini diketahui oleh Dokter Humberto Ochoa, yang merupakan dokter yang sedang berjaga saat itu. Sesaat setelahnya, Kane pingsan. Kane sempat mengatakan bahwa saat itu wajahnya terasa terbakar dan kemudian diantar keluar ruangan. Kemudian diikuti Gorchynski yang juga pingsan dan sempat merasakan sakit kepala ringan, perasaan terguncang, dan mengalami apnea, sebuah kondisi dimana seseorang berhenti bernafas untuk beberapa detik.



Selain itu, respiratory therapist yang bernama Maureen Welch juga pingsan. Dia sempat mengatakan,

Quote:


Staf rumah sakit lainnya dilaporkan juga ikut merasakan hal yang sama hingga pihak rumah sakit menyatakan status internal emergency, dan segera mengevakuasi mereka ke area parkir. Sedangkan staf rumah sakit yang tersisa, masih berusaha untuk menyelamatkan Ramirez.



Namun sayangnya, pada jam 8.50, Ramirez dinyatakan meninggal dan tubuhnya dipindahkan ke ruang isolasi oleh dua orang staf yang salah satunya bernama Sallie Balderas. Balderas kemudian mulai muntah dan merasakan sensasi terbakar seperti yang dialami oleh Kane, dan juga apnea seperti yang dialami oleh Gorchynski. Balderas kemudian menjalani rawat inap selama 10 hari.

Gorchynski sendiri justru berada dalam keadaan yang paling buruk diantara yang lainnya. Gorchynski sempat berada di ICU dan mengalami avascular necrosis, sebuah kondisi dimana jaringan tulang tidak menerima banyak aliran darah yang pada akhirnya membuat Gorchynski harus menggunakan tongkat penopang selama berbulan-bulan.

Staf yang sudah terpengaruhi oleh tubuh Ramirez dirawat di area parkir, dan baju mereka dilepas dan dimasukkan ke kantong plastik untuk menghindari keracunan kimia tahap selanjutnya. Pada akhirnya, tubuh Ramirez meracuni 23 dari 37 orang staf rumah sakit.



Dua jam setelah insiden tersebut terjadi, yaitu sekitar jam 11 malam, tim pemusnah material berbahaya muncul lengkap dengan baju hazmat mereka. Dan mulai mencari dua jenis bahan kimia beracun yang kemungkinan menjadi penyebab utama. Namun, tidak ada satupun bahan kimia beracun yang ditemukan.

Enam hari kemudian, sebuah otopsi dilakukan oleh pihak koroner Riverside dengan memakai baju kedap udara dan di dalam ruangan yang juga kedap udara. Mereka mengambil sampel darah, jaringan, bahkan udara yang menempel di bodybag. Namun tidak ada hal yang bisa dipastikan dari hasil otopsi tersebut.

Kasus ini menjadi kasus yang paling mengherankan yang terjadi sepanjang sejarah dan menjadi konsumsi utama media massa. Penyelidik medis dari sepuluh departemen forensik yang berbeda, diturunkan untuk melakukan investigasi terhadap kasus ini. Dan Gloria Ramirez, pada akhirnya dikuburkan pada tanggal 20 April 1994 di Riverside, California, dua bulan setelah dia dinyatakan meninggal.



Secara resmi diumumkan bahwa penyebab kematian adalah cardiac dysrhythmia yang disebabkan karena gagal ginjal yang berasal dari kanker serviks yang dideritanya. Dan secara resmi pula, kasus tersebut ditutup. Namun penyakit yang membingungkan yang muncul di ruang gawat darurat masih merupakan sebuah misteri.





Teori pertama muncul dari pihak California Department of Health and Human Services. Mereka melakukan wawancara terhadap 34 orang staf gawat darurat rumah sakit yang sedang bertugas dimalam insiden itu terjadi.

Mereka menyimpulkan bahwa semua staf mengalami mass sociogenic illness atau mass hysteria yang didefinisikan sebagai penyakit yang penyebabnya tidak dapat diidentifikasi, meskipun sekumpulan orang mengalami gejala yang sama.

Mereka merujuk pada tidak adanya racun yang terdapat pada tubuh Ramirez dan fakta bahwa tidak ada satupun petugas ambulan yang membawa Ramirez saat itu, mengalami gejala yang sama seperti yang dialami oleh staf yang berada diruang gawat darurat.

Mass sociogenic illness kebanyakan memiliki pemacu lingkungan yang memunculkan adanya gejala-gejala tertentu. Pihak California Department of Health megidentifikasi bau aneh yang muncul dari mulut Ramirez sebagai pemicu kejadian ini.

Dan Gorchynski, dokter magang yang berada dalam keadaan terburuk, melayangkan tuntutan sebesar 6 juta dolar kepada pihak kantor koroner di rumah sakit tempat dia bekerja dan tidak menyetujui penjelasan ini. Welch juga merasa dia bukan korban dari mass hysteria





Teori kedua muncul dari laboratorium Livermore. Mereka menemukan senyawa yang disebut dymethil sulfone dalam jumlah yang besar yang terdapat pada sampel otopsi milik Ramirez.

Untuk menjelaskan hal ini, mereka berteori bahwa Ramirez menggunakan gel anti-inflammatory yang disebut DMSO untuk mengatasi rasa sakit yang dialami karena kanker serviks yang dideritanya. Gel tersebut memiliki bau seperti bawang putih dan cenderung berminyak.

Dan menariknya, DMSO hanya berjarak satu atom oksigen dari senyawa dymethil sulfone. Pihak laboratorium Livermore kemudian melakukan sebuah tes mengkombinasikan DMSO dengan oksigen yang kurang lebih persis dengan oksigen yang diberikan pada Ramirez pada malam itu.

Hasilnya adalah kejenuhan yang berlebih dari dymethil sulfone hingga membentuk kristal putih yang nampak mirip dengan partikel berwarna manila yang terlihat dalam sampel darah milik Ramirez, yang sempat diambil oleh salah satu staf rumah sakit.

Hal ini membuktikan bahwa dymethil sulfone bisa saja muncul. Namun kenyataannya dymethil sulfone tersebut tidak membahayakan. Bagaimanapun juga, pihak laboratorium Livermore mengemukakan teori, jika dymethil sulfone pecah, mungkin hal tersebut diakibatkan oleh kejutan listrik dari proses defribilasi, seperti yang diungkapkan oleh orang-orang diinternet.

Dan kemudian, dengan mengkombinasikan senyawa natural sulfate yang terdapat pada tubuh Ramirez, hal tersebut bisa membentuk dymethil sulfate, yang merupakan sebuah bahan kimia yang kuat yang bisa menyebabkan kerusakan pada jantung, hati, dan ginjal. Selain itu juga bisa menyebabkan paralysis, delirium, dan convulsions, yang gejalanya mirip dengan gejala yang dialami staf rumah sakit pada malam itu.

Namun teori ini juga sempat diteliti secara cermat oleh ilmuwan lain dan dianggap sebagai hal yang tidak mungkin. Selain itu, pihak laboratorium Livermore tidak melakukan tes apapun untuk mencoba dan membuktikan teori ini atau menciptakan simulasi yang sukses.

Bahkan, kepala dari laboratorium sendiri mengakui bahwa,

Quote:






Teori ketiga muncul dari keluarga Ramirez sendiri yang percaya bahwa peristiwa yang terjadi diruang gawat darurat dan kematian Ramirez sendiri, diakibatkan karena kondisi berbahaya yang sudah muncul sebelumnya di Riverside General Hospital.

Bahkan faktanya, tiga tahun sebelum kematian Ramirez yaitu pada tahun 1992, pernah terjadi sebuah insiden dimana dua orang staf rumah sakit menjalani perawatan medis setelah terkena gas beracun.

Kemudian pada tahun 1993, insiden berikutnya terjadi. Gas yang berasal dari saluran pembuangan, ditemukan diruang gawat darurat ketika dilakukan sebuah inspeksi.

Saudara perempuan Ramirez yang bernama Maggie bahkan sempat mengatakan,

Quote:


Ada tiga kejadian aneh yang mendukung teori ini dan ada kemungkinan kasus ini sengaja ditutup-tutupi pejabat setempat. Yang pertama adalah setelah otopsi dilakukan, Riverside County Deputy Coroner yang bernama Dan Cupido mengatakan bahwa Ramirez meninggal bukan disebabkan karena sebab yang alami. Namun setelah hasil keputusan otopsi diungkapkan, Cupido justru membalikkan fakta dengan mengatakan bahwa Ramirez meninggal karena sebab yang alami.

Yang kedua adalah penyelidik yang berasal dari kantor koroner yang bernama Stephanie Albright yang dianggap sebagai penyelidik terbaik, melakukan bunuh diri satu bulan setelah penyelidikan terhadap kasus ini mulai dilakukan. Cupido mengatakan bahwa Albright kemungkinan sedang berada dalam tekanan.

Yang ketiga adalah fakta tentang syringe yang dipakai untuk mengambil sampel darah Ramirez, secara tidak sengaja terbuang. Sebuah kelalaian yang mencurigakan jika mengingat fakta bahwa pihak rumah sakit bahkan memiliki waktu untuk memasukkan baju para staf kedalam sebuah kantong plastik dan menaruhnya di area parkir.

Namun, Robert Desantis yang merupakan juru bicara Riverside County, mengklaim bahwa ventilasi rumah sakit diperiksa oleh inspektur independen setelah kematian Ramirez dan tidak ada hal yang tidak biasa dan berbahaya ditemukan.

Keluarga Ramirez tetap berpikir bahwa ada hal yang memang sengaja ditutup-tutupi dan mereka sempat melayangkan gugatan terhadap Riverside County atas dugaan malpraktek dan kematian yang salah.





Teori keempat muncul dari internet dimana banyak orang yang percaya bahwa insiden yang terjadi diruang gawat darurat, ada hubungannya dengan penculikan yang dilakukan alien.



Sekian thread dari ane, terimakasih.

emoticon-terimakasih emoticon-terimakasih emoticon-terimakasih






Diubah oleh marywiguna13
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Thread sudah digembok
efeknya kok ya isa langsung emoticon-Nohope
sayang blm terjawab virus apaan itu gak mungkin kalo kanker bisa buat 23 org terkontaminasi secara cepat
Diubah oleh gh0st1st
×
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di