alexa-tracking
Kategori
Kategori
5 stars - based on 35 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ac4e2fdd44f9f797b8b456e/mengejar-mh370

Mengejar MH370



Pada tanggal 8 Maret 2014, maskapai penerbangan Malaysia Airlines MH370, dinyatakan hilang ketika melakukan perjalanan dari Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia, menuju Bandara Internasional Beijing, China.



Pesawat berjenis Boeing 777-200ER itu membawa 227 orang penumpang, 10 orang awak pesawat, dan 2 orang pilot, yang kesemuanya dinyatakan dead in absentia. Mereka terdiri dari,
- 6 orang warga negara Australia,
- 2 orang warga begara Kanada,
- 153 orang warga negara China,
- 4 orang warga negara Prancis,
- 5 orang warga negara India,
- 7 orang warga negara Indonesia,
- 2 orang warga negara Iran,
- 50 orang warga negara Malaysia,
- 1 orang warga negara Belanda,
- 2 orang warga negara New Zealand,
- 1 orang warga negara Rusia,
- 1 orang warga negara Taiwan,
- 2 orang warga negara Ukraina, dan
- 3 orang warga negara Amerika.

Selain itu, pesawat tersebut juga membawa muatan seberat 14.296 kg, dan bahan bakar jet seberat 49.100 kg. Beban berat bahan bakar tersebut juga sudah termasuk bahan bakar untuk cadangan yang cukup dipakai untuk mengalihkan penerbangan ke bandara alternatif lain.

Dan durasi penerbangan yang dilakukan diperkirakan berlangsung selama 5 jam 34 menit, yang dijadwalkan berangkat jam 00.35 waktu setempat, dan tiba ditempat tujuan jam 06.30 waktu setempat.





Pada jam 00.42 waktu setempat, MH370 melakukan lepas landas melalui jalur 32R dan diperintahkan oleh Air Traffic Control (ATC) untuk menempuh level 180 yang tingginya diperkirakan sekitar 18.000 kaki.

Analisa suara yang sempat dilakukan saat investigasi memastikan bahwa saat pesawat masih berada dilandasan, co-pilot melakukan komunikasi dengan ATC. Dan setelah pesawat lepas landas, komunikasi dilakukan antara pilot dengan ATC.

Sesaat setelahnya, komunikasi MH370 dilakukan dengan Lumpur Radar yang kemudian memerintahkan MH370 untuk menempuh level 350 yang tingginya diperkirakan sekitar 35.000 kaki. Hal tersebut dilakukan pada jam 00.46. Lima belas menit kemudian yaitu pada jam 01.01, awak pesawat melaporkan pada Lumpur Radar bahwa mereka sudah menempuh level 350. Dan pada jam 01.08, mereka kembali melaporkan hal yang sama.

Dengan menggunakan protokol Aircraft Communications Addressing and Reporting System (ACARS), laporan posisi dan transmisi terakhir sempat diterima pada jam 01.06. Dan diantara data yang diterima, juga didapat informasi bahwa bahan bakar yang tersisa sekitar seberat 43.800 kg.

Kapten Shah sempat melakukan komunikasi verbal terakhir dengan Lumpur Radar pada jam 01.19 sebelum pada akhirnya komunikasi tersebut dipindahkan pada Ho Chi Minh ACC.

Quote:


Ketika MH370 melewati wilayah udara Vietnam, kedua pilot diharapkan untuk menghubungi ATC di kota HoChi Minh. Bahkan pilot pesawat lain sempat ikut berusaha menghubungi pilot MH370 dengan menggunakan International Distress Frequency untuk menyampaikan pesan dari ATC Vietnam, meminta MH370 untuk segera menghubungi mereka. Pilot pesawat lain tersebut mengaku sempat membangun komunikasi dengan pilot MH370, namun yang dia dengar hanya gumaman.



Pada jam 01.20.31, MH370 masih sempat terlihat oleh radar di Kuala Lumpur ACC ketika melewati titik navigasi IGARI di Teluk Thailand, namun lima detik kemudian simbol Mode-S menghilang dari layar radar. Kemudian pada jam 01.21.13, MH370 menghilang dari layar radar ACC Kuala Lumpur. Dan diwaktu yang bersamaan juga menghilang dari layar radar ACC Ho Chi Minh.

Dari data transponder terakhir mengindikasikan bahwa MH370 terbang pada level 350 seperti yang diperintahkan dan dengan kecepatan 471 knots. Saat itu dinyatakan hanya ada beberapa awan dan tidak ada hujan ataupun petir yang muncul. Dan menurut analisa yang dilakukan, MH370 diperkirakan masih mempunyai sisa bahan bakar seberat 41.500 kg sebelum pada akhirnya menghilang dari radar kedua.

Saat itu ketika transponder berhenti berfungsi, radar militer sempat menunjukkan bahwa MH370 berbelok ke kanan kemudian mulai berbelok ke kiri ke arah barat daya. Sejak jam 01.30.35 hingga jam 01.35, radar militer menunjukkan MH370 terbang pada ketinggian 35.700 kaki dan dengan kecepatan 496 knots.

Kemudian MH370 terlihat melewati Malaysia Peninsula dengan ketinggian fluktuatif antara 31.000-33.000 kaki. Bahkan sebuah radar sipil utama dibandara Sultan Ismail Petra, menemukan empat kali deteksi dari pesawat yang tidak diketahui antara jam 01.30.37 hingga jam 01.52.35. Jejak dari pesawat yang tidak diketahui tersebut sama persis dengan data yang dimiliki oleh militer.



Pada jam 01.52, MH370 diketahui melewati sebelah selatan pulau Penang. Dari sana, MH370 kemudian menyebrangi Selat Malaka, melewati VAMPI dan Pulau Perak pada jam 02.03, setelah terbang disepanjang rute udara N571 menuju titik MEKAR, NILAM, dan kemungkinan IGOGU.

Lokasi terakhir yang diketahui dari dan dekat batas radar militer Malaysia pada jam 02.20 adalah, 439 km dari Penang dan 458 km dari barat laut bandara Penang, dengan ketinggian 29.500 kaki.





The Kuala Lumpur Aeronautical Rescue Coordination Centre (ARCC) secara resmi diaktifkan pada jam 05.30, empat jam setelah MH370 dinyatakan hilang. Dan upaya pencarian dimulai dari Teluk Thailand dan Laut China Selatan. Dihari kedua pencarian, pihak Malaysia mengatakan bahwa rekaman radar mengindikasikan bahwa MH370 sempat berbalik arah. Oleh karena itu, lokasi pencarian diperluas hingga ke bagian Selat Malaka.

Kemudian pada tanggal 12 Maret, Royal Malaysian Air Force mengumumkan bahwa pesawat yang tidak diketahui yang diduga merupakan MH370, telah melakukan perjalanan melintasi Malaysia Peninsula dan terakhir terlihat oleh radar Malaysia 370 km dari barat laut Pulau Penang. Dengan begitu upaya pencarian ditingkatkan hingga ke Laut Andaman dan Pantai Bengal.

Rekaman sinyal yang dikirim oleh MH370 dan satelit komunikasi mengungkapkan bahwa MH370 masih melanjutkan penerbangan selama 6 jam kemudian setelah terlihat terakhir kali pada radar milik militer Malaysia. Analisa awal dari komunikasi ini menentukan bahwa MH370 terbang disepanjang salah satu dari dua lengkungan, dimana sinyal terakhir dikirim.

Kemudian pada tanggal 15 Maret pihak berwajib mengumumkan akan meninggalkan upaya pencarian yang dilakukan di Laut China Selatan, Teluk Thailand, dan Selat Malaka. Mereka akan meneruskan pencarian didua koridor. Lengkungan sebelah utara, yaitu dari sebelah utara Thailand menuju Kazakhstan.





Dua hari kemudian yaitu tanggal 17 Maret, Australia setuju untuk memimpin upaya pencarian yang dilakukan dari lokasi sebelah selatan Sumatera hingga ke Laut Hindia Selatan. Pencarian awal yang dilakukan dari tanggal 18 hingga 27 Maret tersebut difokuskan pada lokasi yang terletak 2.600 km sebelah barat daya kota Perth, yang luasnya sekitar 305.000 km persegi.

Penggambaran satelit dari daerah tersebut sempat dianalisa, beberapa objek dan kemungkinan dua potongan puing sempat tertangkap selama upaya pencarian yang dilakukan dari tanggal 16 hingga 26 Maret. Namun tidak ada satupun dari objek atau kemungkinan puing tersebut ditemukan oleh pesawat atau kapal pencari.

Berdasarkan jejak terakhir MH370 yang sempat tertangkap radar dan berdasarkan informasi terakhir perihal bahan bakar yang tersisa, pada tanggal 28 Maret pencarian kemuduan dilakukan di 1.100 km timur laut dari lokasi sebelumnya.



Antara tanggal 2-17 April, pencarian dilakukan untuk mendeteksi underwater locator beacons atau ULB yang terhubung pada rekaman penerbangan MH370, dimana baterainya diperkirakan akan kadaluarsa pada tanggal 7 April. ADV Ocean Shield milik Australia yang dilengkapi dengan towed pinger locator, Haixun 01 milik China yang dilengkapi dengan handheld hydrophone, dan HMS Echo milik Malaysia yang dilengkapi dengan hull-mounted hydrophone, ketiganya melakukan pencarian tersebut.

Pencarian sonar kemudian dilakukan didasar laut didekat lokasi pendeteksian pada tanggal 14 April hingga 28 Mei, tanpa ada sedikitpun tanda-tanda keberadaan MH370. Dalam laporan yang dipublikasikan pada bulan Maret 2015, terungkap bahwa baterai ULB yang terhubung pada rekaman penerbangan MH370, sudah mengalami masa kadaluarsa sejak 2012 dan tidak dapat digunakan.

Akhir Juni 2014, detail dari fase upaya pencarian selanjutnya diumumkan. Pihak resmi menyebutnya sebagai underwater search, kendati sebelumnya telah dilakukan survey sonar didasar laut. Area pencarian diproritaskan menjangkau ke daerah selatan dan fase upaya pencarian ini dimulai tanggal 6 Oktober.

Pemerintah Malaysia, China, dan Australia setuju untuk melakukan pencarian didasar laut seluas 120.000 km persegi secara penuh. Dan mereka menggunakan tiga buah kapal yang dilengkapi dengan towed deep-water vehicles, yang menggunakan side-scan sonar, multi beam echo sounders, dan kamera video untuk penglokasian dan mengidentifikasi puing-puing MH370.

Kapal keempat yang dilengkapi dengan autonomous underwater vehicle, juga ikut serta melakukan upaya pencarian sejak bulan Januari hingga Maret 2015. Kapal keempat ini diturunkan untuk melakukan pencarian didaerah yang tidak dapat dijangkau secara efektif oleh alat yang dimiliki ketiga kapal sebelumnya.



Pada tanggal 17 Januari 2017, pemerintah Malaysia bersama dengan pemerintah China dan Australia, ketiganya sepakat mengumumkan untuk menghentikan pencarian terhadap MH370. Namun tepat sembilan bulan kemudian, pemerintah Malaysia menerima pengajuan dari tiga perusahaan kapal pencari. Fugro yang merupakan perusahaan milik Belanda, Ocean Infinity yang merupakan perusahaan milik Amerika, dan perusahaan ketiga yang tidak diketahui identitasnya, untuk melanjutkan upaya pencarian terhadap MH370.

Kemudian, puing-puing yang diduga merupakan bagian dari 9M-MRO yang telah ditemukan, dikumpulkan. Diantaranya bagian flaperon sebelah kanan yang ditemukan pada akhir Juli 2015 di pantai Saint-André, Réunion, sebuah pulau yang terletak di sebelah barat Laut Hindia.



Pada akhir Februari 2016, sebuah objek dengan tulisan "NO STEP" ditemukan di pantai Mozambique. Penemunya adalah seorang pemburu rongsokan yang bernama David Blaine Gibson, dia juga mengaku sudah menemukan lebih dari 20 keping potongan pesawat MH370. Hal ini membuatnya percaya bahwa MH370 pada akhirnya akan ditemukan.



Gibson juga mengatakan bahwa hasil penemuannya di Madagaskar membuktikan bahwa selama ini pihak berwajib sudah mencari ditempat yang salah. Dan fakta bahwa tidak ada puing-puing yang ditemukan di Australia dan Tasmania membuktikan bahwa lokasi kecelakaan berada di 36° sebelah utara dari sebelah selatan utara dimana mereka sebelumnya melakukan pencarian.



Selain itu sejumlah puing yang ditemukan selama Gibson melakukan pencarian, menyangkal salah satu teori yang menyebutkan bahwa pilot secara sengaja melakukan bunuh diri. Kemudian melenyapkan pesawat yang dia kendalikan dengan menenggelamkannya secara utuh, dan menciptakan misteri yang besar.

Menurut Gibson, teori tersebut dengan mudah bisa disangkal. Buktinya, kabin utama tidak secara utuh berada didalam air, tapi hancur karena dampak yang disebabkan oleh sesuatu. Selain itu sayapnya cenderung ditarik kembali, tidak dibentangkan. Dan hal ini sudah diperiksa oleh pihak Boeing dan pihak ATSB, dan mereka menyimpulkan bahwa saat itu mereka berada diposisi setengah terbang dengan sayap ditarik, bukan berada diposisi mendarat. Jadi meluncur dengan sengaja dikendalikan atau tenggelam secara utuh sama sekali adalah hal yang benar-benar tidak terjadi.

Pada bulan Desember 2015, Liam Lotter mengatakan tentang penemuannya yang berupa puing berwarna abu setelah dia melihat berita tentang penemuan yang didapat oleh Blaine Gibson. Dugaan puing-puing MH370 juga ditemukan dipulau Réunion pada tanggal 7 Maret 2016.

Kemudian pada tanggal 21 Maret 2016, seorang arkeologis Afrika Selatan yang bernama Neels Krueger menemukan puing berwarna abu didekat pantai Mossel, Afrika Selatan. Pada puing tersebut terdapat logo Rolls Royce yang merupakan produsen mesin MH370.

Puing lainnya yang diduga merupakan bagian interior pesawat juga ditemukan dipantai Rodriguez, Mauritius, sekitar akhir Maret, dan kemudian diperiksa oleh pihak berwajib. Dan pada tanggal 11 Mei 2016, mereka memastikan bahwa puing tersebut berasal dari MH370.

Pada tanggal 9 Juni 2016, harian The Sydney Morning Herald melaporkan bahwa seorang pria telah menemukan puing pesawat yang lokasinya berada dipulau Kangguru, sebelah selatan Australia. Kementrian Transportasi Australia juga melaporkan penemuan puing pesawat dipulau Pemba, diluar pantai Tasmania. Dan pada tanggal 20 Juli, pemerintah Australia merilis sebuah foto yang merupakan puing yang berasal dari bagian sayap pesawat MH370.



bersambung ke post #2..

Sekian thread dari ane. Mohon maaf jika informasi yang disajikan dalam thread ini dirasa kurang lengkap. Terimakasih.

emoticon-terimakasih emoticon-terimakasih emoticon-terimakasih



sumber 1
sumber 2
sumber 3
sumber 4
sumber 5
sumber 6
sumber 7
sumber 8
sumber 9

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Thread sudah digembok
blm ketemu jg ya emoticon-Matabelo
×
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di