alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Ketika Cairan Asam Dijadikan Sebagai Senjata
4.38 stars - based on 13 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5a5ffc4bc1d770db178b4570/ketika-cairan-asam-dijadikan-sebagai-senjata

Ketika Cairan Asam Dijadikan Sebagai Senjata



Apa itu acid attack?

Menurut Wikipedia, acid attack atau acid throwing, adalah sebuah bentuk serangan terhadap seseorang dengan menggunakan cairan asam sebagai senjatanya. Cairan asam tersebut disiramkan pada bagian tubuh calon korban yang secara umum adalah bagian wajah, dengan tujuan merusak dan membuatnya cacat, menyiksa, bahkan cairan asam tersebut bisa menyebabkan kematian.

Selain penderitaan secara fisik, korban serangan juga akan mengalami trauma secara mental, dikucilkan dalam lingkungan sosial, dan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan ekonomi.

Cairan asam yang digunakan biasanya adalah sulfuric, nitric acid, atau hydrochloric acid. Namun untuk yang terakhir sebenarnya kurang sering digunakan karena efek yang ditimbulkan tidak begitu parah.



Pelaku penyerangan biasanya mempunyai beberapa motif, diantaranya,

- Konflik pribadi mengenai persoalan hubungan intim atau penolakan seksual.

Pada beberapa negara di Asia Selatan khususnya, serangan cairan asam kebanyakan dialami perempuan yang menolak untuk dinikahkan atau menolak melakukan hubungan intim secara paksa, atau dalam hal lain disebut perkosaan.

Selain itu kasus lainnya, jika perempuan yang sudah menikah tidak mampu membayar mas kimpoi yang diminta oleh suami dan pihak keluarganya, maka sudah dianggap wajar jika perempuan tersebut dihukum dengan disiram cairan asam.

- Konflik perebutan lahan dan kekuasaan.

- Konflik persaingan dan kekerasan antar kelompok geng.

Konflik seperti ini bisa terjadi dibanyak tempat, dan dalam hal ini yang menjadi korban kebanyakan adalah laki-laki. Serangan dilakukan justru untuk mempermalukan kelompok geng tersebut, bukan untuk membunuh mereka.

- Motif sosial, politik, dan agama.

Dalam hal ini, serangan sering dilakukan terhadap individu tertentu yang biasanya individu tersebut merupakan bagian dari kelompok sosial, politik, atau agama tertentu. Dan aktivitas dari korban dianggap sebagai ancaman atau mampu merugikan pihak lainnya.



Serangan cairan asam pertama kali terjadi sekitar abad ke 18, seperti yang dilaporkan oleh New York Times pada tahun 1865. Seorang suami ditangkap setelah menyiramkan cairan asam pada wajah istrinya hanya karena sang suami cemburu.

Sedangkan pada abad ke 19 dan 20, penyerangan dilakukan oleh kaum perempuan terhadap laki-laki yang menghamili mereka diluar pernikahan, terhadap pasangan yang memandang rendah mereka, atau terhadap perempuan yang menjadi selingkuhan para suami mereka.

Kemudian pada awal abad ke 21, laporan tentang kasus penyerangan dengan menggunakan cairan asam bertambah banyak sejak tahun 1960an. Merambah daerah-daerah di Asia Selatan, Asia Tenggara, Sub Sahara-Afrika, dan Amerika Latin.

Dan belakangan dilaporkan bahwa kasus ini juga terjadi dibelahan dunia lain termasuk Australia, China, Kanada, beberapa negara di Eropa, Amerika, bahkan Indonesia.





Anguri berumur 36 tahun dan dia adalah seorang ibu dari dua anak. Pada tahun 1998, Anguri disiram cairan asam oleh suaminya sendiri setelah berselisih paham tentang mas kimpoi yang sebelumnya sudah disepakati. Suami Anguri juga diketahui berselingkuh dengan perempuan lain yang sudah bersuami. Suaminya berharap jika dia bisa membunuh Anguri dengan cairan asam, maka dia bisa menikahi perempuan tersebut.

Suami Anguri tetap bebas, bahkan dia tidak dihukum sama sekali. Sedangkan Anguri dilarikan ke rumahsakit di Dhaka oleh tetangganya dan mendapat perawatan intensif selama hampir dua tahun dengan bantuan Acid Survivors Foundation. Dan sayangnya Anguri kehilangan penglihatannya.

Anak perempuan Anguri yang berumur 11 tahun, sekarang dia harus merawat Anguri dan adik laki-lakinya yang masih kecil. Walopun Anguri sudah tidak dapat mencari nafkah, namun Acid Survivors Foundation tetap memberikan bantuan ekonomi untuk Anguri.





Pada tanggal 27 Maret 2014, Natalia Ponce de León yang sebelumnya merupakan seorang pebisnis yang sukses, diserang oleh seorang laki-laki yang bernama Jonathan Vega, dengan menyiramkan satu liter sulphuric acid pada wajah serta tubuh Natalia.

Vega sendiri merupakan bekas tetangga Natalia yang terobsesi dengannya. Setelah lamarannya terhadap Natalia ditolak, Vega kemudian sering mengirimkan pesan bernada ancaman.

Natalia mengalami luka bakar dibagian wajah dan tubuhnya hingga 24% dan menjalani 15 kali operasi rekonstruksi. Sekarang, Natalia gencar berkampanye untuk menargetkan pelaku penyerangan cairan asam.





Di Hongkong, dalam rentang waktu tiga tahun, yaitu pada tahun 2008, 2009, dan 2010, pernah terjadi lima kali serangan cairan asam.

Insiden pertama terjadi pada tanggal 13 Desember 2008 dijalan Sai Yeung South. Dua botol yang berisi penuh cairan corrosive yang kemungkinan dilemparkan dari lantai 12 gedung Yuen King dan mengenai orang-orang yang sedang berada dibawahnya. Dilaporkan 46 orang mengalami luka ringan dan dipulangkan keesokan harinya. Pihak kepolisian sempat memberikan imbalan uang sebesar HK$ 100ribu bagi siapa saja yang bisa memberikan informasi tentang pelaku penyerangan.



Insiden kedua terjadi pada tanggal 16 Mei 2009 dan hanya berjarak 150 meter dari insiden pertama. Insiden kali ini mengakibatkan 30 orang mengalami luka ringan. Dan imbalan dinaikkan menjadi HK$ 300ribu.

Insiden ketiga terjadi kurang dari sebulan setelah insiden kedua. Insiden masih terjadi di tempat dan dengan modus operandi yang sama. 24 orang termasuk beberapa orang turis. Dan lagi-lagi, imbalan dinaikkan menjadi HK$ 900ribu.

Insiden keempat terjadi ditempat yang berbeda yaitu dijalan Tung Choi. Pada tanggal 6 September 2009, pasangan Ah Dee dan Tam Chan, disiram cairan asam oleh seorang laki-laki yang menagih utang sebesar HK$ 300ribu. Selain mengenai mereka, cairan asam yang disiramkan juga sempat mengenai sembilan orang lainnya.

Insiden kelima terjadi pada tanggal 9 Januari 2010 dijalan Temple yang mengakibatkan 30 orang mengalami luka ringan. Keesokan harinya, pelaku yang masih berstatus terduga ditangkap. Dia juga diduga merupakan pelaku yang sama pada tiga insiden pertama sebelumnya.







Pada tanggal 21 Juni 2017 di Beckton, London, seorang laki-laki yang bernama Jameel Mukhtar dan sepupunya Resham Khan, disiram oleh pelaku yang diketahui bernama John Tomlin. Kedua korban mengalami luka serius dibeberapa bagian tubuhnya.

Sedangkan Tomlin, dia kemudian menyerahkan diri dan dihukum atas ujaran kebencian yang dilakukannya. Hal ini berhubungan dengan Islamphobia yang sedang berkembang pesat di Inggris.





Di Indonesia sendiri, penyerangan cairan asam terjadi pada seorang penyidik KPK yang bernama Novel Baswedan. Novel diserang pada tanggal 11 April 2017 oleh dua orang yang tidak dikenal, saat Novel sedang berjalan kaki menuju rumahnya setelah dia melaksanakan shalat subuh.

Novel mengalami luka parah pada bagian mata. Untuk itu, dia sempat menjalani pengobatan di rumahsakit di Singapura.

Menurut Novel, penyerangan ini adalah kali keenam yang dia alami setelah sebelumnya dia juga sempat dipepet sebuah mobil ketika dia sedang mengendarai sepeda motornya.

Walopun sampai sekarang pelaku penyiraman belum diketahui, namun Novel mengaku bahwa dia sudah mendapat informasi tentang keterlibatan petinggi di kepolisian Indonesia yang memang keberatan dengan investigasi yang sedang dilakukannya.



Sekian thread dari ane, dan terimakasih.

emoticon-terimakasih emoticon-terimakasih emoticon-terimakasih

Sumber 1
Sumber 2
Sumber 3
Sumber 4
Sumber 5
Sumber 6
Sumber 7

Diubah oleh marywiguna13
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Thread sudah digembok
lagi trend nya tuh sekarang...
×
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di