alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Perjalanan "Aneh" Keluarga Tromp
3.04 stars - based on 24 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5a36868b14088d68128b4567/perjalanan-quotanehquot-keluarga-tromp

Perjalanan "Aneh" Keluarga Tromp





Pada hari senin tanggal 29 Agustus 2016 di daerah Silvain, Australia. Marc Tromp yang berumur 51 tahun, dan istrinya yang bernama Jacoba Tromp yang berumur 53 tahun. Bersama dengan ketiga anak mereka, Riana yang berumur 29 tahun, Mitchell yang berumur 25 tahun, dan Ella yang berumur 22 tahun. Secara tiba-tiba meninggalkan rumah dan perkebunan mereka.

Perjalanan aneh mereka sempat menjadi berita dimedia Australia. Bahkan seorang polisi setempat yang bernama Mark Knight sempat menyebut bahwa kasus ini adalah kasus teraneh yang terjadi dalam kurun waktu 30 tahun.





Marc dan Jacoba Tromp, mereka menjalankan bisnis pemindahan lahan dan perkebunan buah berry yang dimana ketiga anaknya bekerja selama 7 hari dalam seminggu.

Kemudian, ketika polisi menyelidiki rumahnya, mereka menemukan beberapa handphone, beberapa paspor, dan beberapa kartu kredit. Polisi berpikir bahwa keluarga Tromp pergi dengan hanya membawa uang tunai saja.



Keluarga tersebut pergi dengan mengendarai Peugeot SUV milik anak ketiganya, Ella. Dan tempat yang pertama datangi adalah Bathurst, yang jaraknya 500 mil dari rumah mereka di Silvain.



Tidak seperti anggota keluarga yang lain, Mitchell membawa handphone miliknya. Namun ketika berada 19 mil dari Warburton, orangtuanya menyuruh Mitchell untuk membuang handphone miliknya. Karena menurut mereka, handphone tersebut sudah dilacak untuk memberikan informasi tentang keberadaan mereka.





Keesokan harinya yaitu pada tanggal 30 Agustus sekitar jam 7 pagi, Mitchell meninggalkan keluarganya dan menuju Jenolan Caves. Dan ketika anggota keluarga yang lain berada di Jenolan Caves, Riana dan Ella juga meninggalkan orangtuanya dan mencuri sebuah mobil dan menuju Goulburn. Disana, mereka berdua sempat melaporkan bahwa kedua orangtuanya menghilang.

Anehnya, dari sana pula, Riana dan Ella berpisah. Dan kemudian, Riana ditemukan sedang berada dibak mobil milik seseorang yang bernama Keith Whittaker. Keith sedang mengendarai mobilnya ketika tiba-tiba dia mendengar sebuah suara tendangan dan kemudian dia berhenti.



Keith melaporkan hal tersebut pada polisi. Namun Riana secara tiba-tiba bersikap catatonic, dia tidak tau siapa namanya dan darimana dia berasal.



Ella berhasil kembali ke rumahnya pada hari selasa malam dan saat itu polisi sudah berada disana.



Dan ketika polisi mulai melakukan penyelidikan, rumah keluarga Tromp berada dalam keadaan tidak dikunci. Menurut The Daily Telegraph, polisi sempat menemukan catatan keuangan keluarga Tromp selama bertahun-tahun, tumpukan dokumen, termasuk paspor dan kartu kredit dari setiap anggota keluarga, seperti yang disebutkan sebelumnya.

Dan menurut seorang petugas polisi, tumpukan dokumen itu disusun dengan teratur dan tampaknya keluarga Tromp sedang mencari sesuatu.



Pada tanggal 31 Agustus, Mitchell akhirnya kembali ke rumahnya dengan menggunakan kereta api. Sementara itu kedua orangtuanya pergi menuju Wangaratta dan keduanya berpisah disana.

Jacoba menuju ke arah utara, sedangkan Marc tetap di Wangaratta. Marc sempat disebut-sebut sebagai pelaku yang memepet mobil milik sepasang suami istri, karena ciri-ciri mobilnya sama dengan mobil milik Marc yang dia kendarai pada hari Rabu jam 10 malam.

Menurut penuturan pasangan tersebut, saat itu mereka sedang bermain game online Pokemon Go, dimana ketika sang suami sedang berkendara, dia bahkan bisa melihat dengan jelas siapa pengemudi mobil yang memepetnya karena jaraknya yang sangat dekat.

Sang suami juga mengatakan, ketika dia menepikan mobilnya, mobil yang memepetnya juga ikut berhenti. Dan seorang laki-laki keluar dan berjalan menghampiri mereka, tapi kemudian dia berhenti ditengah jalan dan memandang kearah mobil mereka.



Laki-laki tersebut yang adalah Marc Tromp, kemudian berjalan menuju Wangaratta's Merriwa Park dan menghilang.



Polisi menyisir daerah tersebut, namun tidak menemukan seorang pun disana. Dan kunci mobil milik Marc juga masih terpasang di mobilnya.

Kemudian untuk mencari jejak hilangnya Marc, polisi menyelidiki sebuah motel di Wangaratta yang dipercaya sempat didobrak oleh Marc agar dia dapat menginap disana.



Keesokan harinya yaitu pada tanggal 1 September, Jacoba pergi menuju Yass dan mencoba untuk membooking sebuah kamar motel. Seseorang sempat mengenalinya dan mengantarnya ke rumah sakit dimana salah seorang stafnya juga mengenalinya dan segera menghubungi polisi.



Pada tanggal 3 September, Marc terlihat berjalan dijalanan Wangaratta pada jam 5.50 sore. Dia sempat ditanyai oleh polisi dan menjalani pemeriksaan kesehatan mental.

Dia juga berada dikantor polisi selama 5 jam sebelum akhirnya dia ditemani oleh salah satu anggota keluarganya dan sempat memberikan jari tengah pada awak media yang sedang berada diluar. Tapi kemudian Marc meminta maaf atas sikapnya tersebut.



Keesokan harinya, Mitchell dan Ella muncul untuk berterimakasih pada polisi dan media karena sudah menemukan ayah mereka. Namun, mereka tidak menceritakan secara detail apa yang sudah terjadi pada mereka karena mereka sendiri masih kebingungan dengan hal itu.



Berdasarkan hasil penyelidikan, setiap anggota keluarga Tromp dinyatakan tidak mempunyai penyakit mental. Dan menurut Mark Knight, anggota polisi yang menangani kasus tersebut, keluarga Tromp tidak memiliki tanda-tanda bahwa mereka menggunakan obat-obatan terlarang, tidak memiliki hutang, dan mereka juga tidak terlibat dalam aliran sesat atau semacamnya.

Banyak orang yang bertanya-tanya apa yang menyebabkan keluarga Tromp secara tiba-tiba meninggalkan rumah mereka dan hal-hal yang memicu mereka untuk saling memisahkan diri dengan satu sama lain.





Teori pertama, keluarga Tromp diracuni oleh racun yang berasal dari bahan kimia yang digunakan di perkebunan mereka. Sehingga mereka memiliki delusi yang aneh. Namun tidak ada hal yang mendukung teori ini.



Teori kedua yang didasarkan atas spekulasi di internet, bahwa kelompok mafia ikut terlibat dalam kasus ini. Ada kemungkinan seseorang memang sedang mengejar keluarga Tromp dan menyebabkan mereka terpaksa pergi meninggalkan rumah untuk menghindari kelompok mafia tersebut.

Bahkan keluarga Tromp sempat berpikir untuk meninggalkan Australia namun diurungkan karena mereka takut bahwa paspor mereka juga bisa dilacak. Mereka ingin pergi menuju tempat dimana teknologi tidak dapat melacak keberadaan mereka.

Dan jika keluarga ini memang berada dalam sebuah ketakutan, Marc dan Jacoba tidak akan membiarkan ketiga anaknya berpisah dari mereka.



Teori ketiga, salah satu anggota keluarga Tromp mengidap delusi yang disebut folie a deux, yang merupakan kondisi psikologis langka yang bisa mempengaruhi anggota keluarga lainnya.

Istilah ini sebelumnya sempat terjadi pada sepasang suami istri dari Prancis dimana mereka mulai mengalami delusi dan perilaku paranoid. Mereka percaya bahwa rumah mereka dijadikan target untuk penyebaran debu dan serat, dan bahkan mereka memakai sepatu ketika mereka tidur.

Menurut penilaian seorang dokter, dia tidak yakin siapa yang memulai perilaku delusi yang terjadi dalam keluarga Tromp. Namun sudah sangat jelas bahwa mereka saling memperkuat ketakutannya masing-masing.

Dan menurut penelitian, 90% kasus folie a deux ini dialami oleh sepasang suami istri, orangtua dan anak-anaknya, serta antara saudara. Berikutnya, media mengungkapkan bahwa Marc dan Jacoba menunjukan gejala stres karena salah satu dari mereka percaya bahwa ada seseorang yang mencoba untuk merampok dan membunuhnya.

Dan ketika ditanya kemungkinan yang menjadi pemicu mereka melakukan perjalanan itu, Ella menjawab,

"It is very confusing. I still feel confused. I think our state of minds wasn't in the best place and there's no one reason for it. It's bizzare".



Sekian thread dari ane, dan terimakasih

emoticon-terimakasih emoticon-terimakasih emoticon-terimakasih



Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Thread sudah digembok
gwa masih belum nangkep. ane baca ulang dulu emoticon-Traveller
×
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di