alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
The Black Dahlia Murder
4.44 stars - based on 25 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5a201a4d32e2e65d688b456a/the-black-dahlia-murder

The Black Dahlia Murder





Elizabeth Short berumur 22 tahun ketika dia datang ke Los Angeles pada musim panas tahun 1946 untuk mengejar impiannya menjadi aktris dan bintang film di Hollywood.

Selama di Los Angeles, dia tidak punya pekerjaan yang tetap, dan dia juga tidak pernah tinggal disatu tempat dalam jangka waktu yang lama. Namun selama 6 bulan terakhir sebelum kematiannya, dia sempat bekerja sebagai pelayan dan menyewa kamar dibelakang sebuah klub malam.



Pada tanggal 15 Januari 1947, sesosok mayat ditemukan disebuah halaman di jalan South Norton Avenue, Leimert Park, Los Angeles, oleh seorang penduduk yang bernama Betty Bersinger.

Spoiler for :


Saat ditemukan, keadaan mayat tersebut sudah terpotong menjadi dua bagian. Dengan kulit yang sudah sangat pucat dan tanpa ada darah yang menetes sedikitpun. Bahkan Betty Bersinger sempat mengira bahwa mayat tersebut adalah sebuah mannequin.

Selain itu, pada bagian mulut mayat tersebut juga terdapat luka yang memanjang dari pipi sebelah kiri hingga ke pipi sebelah kanan.

Spoiler for :


Berdasarkan hasil autopsi, pelaku diduga memotong tubuh mayat tersebut dengan rapi. Ini berarti pelaku mempunyai pengalaman dalam hal mengoperasi tubuh manusia dan menggunakan semacam alat khusus untuk memotong.

Selain itu, sepertinya tubuh dipotong setelah korban tersebut dinyatakan tewas. Kemudian mayat tersebut dibiarkan hingga darah berhenti mengalir sebelum akhirnya dibuang ditempat dimana dia ditemukan.

Pada tulang tengkorak kepalanya tidak ditemukan adanya keretakan. Namun ada sedikit luka yang terdapat dibagian kulit kepala sebelah kanan.

Dan bagian anal dari mayat tersebut melebar sepanjang 44mm. Menandakan bahwa dia sempat diperkosa walopun tidak ditemukan adanya sperma.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa penyebab utama kematian mayat tersebut adalah pendarahan yang hebat dari luka yang terdapat dibagian mulut. Juga karena pukulan yang mengenai wajah serta bagian kepala sebelah kanan.

Awalnya mayat tersebut tidak dikenali, namun dari pemeriksaan sidik jari, ditemukan adanya kecocokan dengan sidik jari milik Elizabeth Short yang didapat ketika dia ditahan karena mabuk pada tahun 1943.





Sembilan hari setelah mayat Elizabeth Short ditemukan, sebuah amplop yang berisi surat yang kata-katanya diambil dari potongan iklan dikoran yang digunting, diterima oleh bagian pemeriksa kasus.



Quote:


Didalam amplop tersebut juga ditemukan kartu nama, kartu identitas, sertifikat lahir, buku alamat yang sudah lama yang beberapa halamannya hilang, foto-foto, dan surat-surat lainnya.

Dan pada surat-surat tersebut sempat tercium bau bensin yang diduga digosokkan untuk menghilangkan sidik jari si pelaku yang menempel disana.

Surat selanjutnya diterima pada tanggal 26 Januari, kali ini surat tersebut ditulis dengan tangan.



Quote:


Namun pelaku tidak muncul, dan malah pada jam 1 siang, sebuah surat kembali diterima dengan bentuk tulisan yang sama seperti bentuk tulisan surat yang pertama.



Surat selanjutnya justru diterima oleh sebuah agensi koran yang bernama The Los Angeles Herald-Express.



Tapi tetap saja, surat-surat yang dikirim tersebut tidak bisa menjadi petunjuk yang mengarah pada pelaku yang sebenarnya.



Sejak Elizabeth Short datang ke Los Angeles, dia mengenal begitu banyak orang. Hal ini membuat polisi kesulitan untuk melakukan investigasi. Namun ada beberapa nama yang memang jadi tersangka kuat sebagai pelaku pembunuh Elizabeth Short.

Quote:


Quote:


Quote:






Pada tahun 2012, Steve Hodel mendatangi rumah semasa kecilnya sambil membawa anjing pelacak dan mengindikasikan adanya bau dari mayat manusia.

Sample tanah yang diambil dari halaman belakang rumahnya untuk dites juga didapat hasil yang cocok bahwa tanah tersebut memang mengandung sisa-sisa mayat manusia.

Steve Hodel semakin yakin bahwa ayahnya, George Hodel, merupakan pelaku pembunuh Elizabeth Short. Namun ketika dia berusaha untuk mem follow up bukti baru pada LAPD, mereka menolak. Dan bukti-bukti yang sudah ada justru tidak ditemukan.

Ada kemungkinan, pihak LAPD dibayar oleh George Hodel untuk menutup kasus tersebut. Atau mereka memang tidak berkompeten untuk menyelesaikannya.



Sekian thread dari ane, dan terimakasih.

emoticon-terimakasih emoticon-terimakasih emoticon-terimakasih





Sumber 1
Sumber 2



Diubah oleh marywiguna13
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Thread sudah digembok
TS to the point...
Bila kisahnya dimulai dari sini mungkin tak berapa banyak simpati..

Bila kita simak latar belakangnya mungkin akan ada yang merasa iba pada sosok yang bercita cita tinggi dengan latar belakang dan perjalanan hidup yang tidak mulus ini...
Bahkan sampai berujung pada akhir hidupnya.

》Mengutip dari SINI

Elizabeth Short, lahir di Massachusetts pada 29 juli 1924 dari pasangan Phoebe dan Cleo Short. Dibesarkan di lingkungan keluarga yang kurang harmonis menyebabkan Elizabeth tumbuh sebagai anak yang pembangkang. Bahkan pada usia yang masih sangat muda dia memutuskan untuk pergi ke Hollywood untuk mengejar mimpinya menjadi artis, walaupun keinginannya tersebut ditentang oleh sang ibu yang lebih menginginkan putrinya tersebut untuk tinggal di rumah.

Elizabeth dikenal dengan sosok perempuan yang sangat gampang bergaul dan memiliki banyak kenalan. Memiki wajah yang cantik membuatnya sering menarik perhatian para pria disekitarnya, bahkan dia mampu menarik perhatian di Hollywood sekalipun dimana kecantikan merupakan hal yang biasa.

Di Hollywood, Elizabeth telah banyak berkenalan dengan banyak orang dari kalangan sosialita kelas atas. Salah satu pria yang kemudian menjadi teman baik dari Elizabeth adalah Mark Hansen. Mark  sendiri adalah seorang pemilik klub malam dan teater.

Mark Hansen lantas mengajak Elizabeth untuk pindah ke rumahnya untuk tinggal disana bersama dengan sejumlah artis lainnya. Terkadang para artis-artis tersebut menjadi penghibur para tamu yang datang ke klub malam milik Hansen. Dengan demikian Elizabeth sudah menjadi bagian tetap dalam kelompok Hansen. Tentu saja kondisi ini sudah sangat menguntungkan untuk Elizabeth mengingat karirnya di film tidak berkembang.

The Blue Dahlia

Pada masa itu, film “The Blue Dahlia” yang diperankan Veronica Lake dan Alan Ladd beredar di masyarakat. Beberapa teman Elizabeth mulai memanggilnya dengan sebutan Black Dahlia karena rambut hitamnya kesukaannya mengenakan pakaian hitam.

Sungguh wanita malang..
Keunikan dari kasus pembunuhan ini,banyaknya orang yang mengaku sebagai pembunuhnya.
Namun dari sekian banyak pengakuan,tidak ada yang bisa dibuktikan secara spesifik bahwa dialah pelakunya..

Pengakuan terakhir datang dari seorang eks detektif LAPD seperti berita berikut yang dikutip dari SINI

Baru-baru ini seorang penulis kriminal dan mantan detektif kasus pembunuhan Kepolisian Los Angeles (LAPD), Steve Hodel mengklaim menemukan bukti yang mengarah pada pelaku di balik salah satu kasus pembunuhan paling terkenal di dunia itu: ayahnya sendiri. 

Dalam buku terbarunya, "Black Dahlia Avenger II", Steve menguraikan bukti secara terperinci soal dugaan keterlibatan ayahnya, Dr George Hodel, mantan ahli bedah terkemuka saat itu.

Menurut Steve, ayahnya sebenarnya sudah jadi tersangka dalam kasus pembunuhan itu, sebelum ia akhirnya lari dari kota, dan tak pernah kembali.

Bukti Kuat

Steve menambahkan, ayahnya membunuh Elizabeth Short di rumah keluarganya di Hollywood --Sowden House yang dirancang Lloyd Wrigh. Saat kejadian, ia dan saudara-saudaranya tidak ada di rumah.

Tahun lalu, Hodel bersama seorang pensiunan polisi Sersan Paul Dostie dan seekor anjing Labrador bernama Buster yang dilatih mendeteksi bau unik jasad manusia, mengunjungi rumah lamanya.

Sesaat setelah dilepaskan, Buster mengenali empat lokasi di ruang bawah tanah di mana ia menemukan jejak samar sisa-sisa tubuh manusia.

Steve juga mengklaim, kesimpulannya dihasilkan setelah melakukan investigasi selama 6 tahun.

Setidaknya ada 3 asumsi yang menguatkan: bukti fisik pembunuhan terjadi di Sowden House, kaitan dengan lokasi pembuangan jasad. Dan khususnya, menurut Steve, hanya ahli bedah yang bisa membelah tubuh korban dengan 'rapi'.

"Ini adalah informasi yang aku temukan. Dan LAPD tak menyadari bukti ini, "kata Steve Hodel kepada KLTV, seperti dikutip dari Daily Mail, Sabtu (24/8/2013).

Di antara banyak klaim dalam bukunya, Steve mengatakan, ayahnya mengidolakan rekannya yang pelukis, Man Ray. Itu kenapa, kata dia, goresan khas menyilang yang selalu ada di lukisan Man Ray, juga ditemukan di tubuh kaku Elizabeth Short. "Tubuh korban adalah kanvas, dan pisau bedah adalah kuasnya," kata dia.

Buku karya Steve juga berisi transkrip sadapan yang ditempatkan secara rahasia di rumah dan kantor Dr Hodel, yang memberatkan posisinya.

"Menduga aku membunuh Black Dahlia. Mereka tak bisa membuktikannya saat ini. Mereka tak bisa bicara dengan sekretarisku, karena ia sudah tewas... Mereka menyangka ada sesuatu yang mencurigakan. Lagipula, sekarang mereka mungkin telah menemukan jawabannya. Membunuhnya. Mungkin aku memang membunuh sekretarisku...," demikian perkataan Dr Hodel yang disadap pada tahun 1950.

Steve Hodel kali pertama membuat klaim bahwa ayahnya adalah pembunuh Black Dahlia dalam bukunya yang terbut tahun 2003, "Black Dahlia Avenger". Bedanya, dalam buku terbaru ia melengkapi dengan bukti.

Sementara, Dr Holdel -- yang juga diselidiki terkait kematian sekretarisnya yang meninggal akibat overdosis, juga menghadapi tuduhan kekerasan seksual dari putrinya yang berusia 15 tahun -- adalah 1 dari 25 tersangka yang diinvestigasi LAPD. Sementara, ada lebih dari 60 orang mengaku sebagai pelakunya.

Dr Hodel, bersama sejumlah orang lain, yakni: Walter Bayley, Norman Chandler, Leslie Dillon, Joseph A Dumais, Mark Hansen, George Hill Hodel, George Knowlton, Robert M 'Red' Manley, Patrick S O'Reilly, dan Jack Anderson Wilson jadi tersangka dalam kasus tersebut.

Sebelum ditangkap, Dr Hodel kabur dan meninggalkan keluarganya, lari ke Asia. Ia diketahui tewas pada 1991.

LAPD sejauh ini belum merespons klaim terbaru dari Steve Hodel. "Kami secara berkala menerima potongan informasi yang terkait kasus-kasus lama. Kasus ini (Black Dahlia) masih aktif. Kami memperlakukan segala informasi secara serius sampai dapat sepenuhnya diselidiki." (Ein/Sss)


Nampaknya misteri ini masih akan tetap jadi misteri..
Diubah oleh EVANZSKO
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di