alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
The Matamoros Cult Killings
4.1 stars - based on 10 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5a193ed5c0cb17da458b456e/the-matamoros-cult-killings

The Matamoros Cult Killings



WARNING!!!
Some Images May Be Disturbing


Musim semi 1989 adalah musim semi terakhir bagi Mark James Kilroy. Dia dan beberapa temannya yang merupakan mahasiswa kedokteran Texas, melintasi perbatasan untuk pergi menuju Matamoros, sebuah daerah kecil di Mexico.



Matamoros dijadikan tempat untuk berpesta oleh mahasiswa-mahasiswa dari berbagai universitas. Karena di Matamoros ini, mereka diperbolehkan untuk meminum minuman keras pada umur 16 tahun.

Setelah selesai berpesta, Mark Kilroy dan teman-temannya memutuskan untuk kembali ke Texas. Namun ditengah perjalanan menuju tempat parkir, Mark Kilroy sempat bilang bahwa dia akan pergi ke toilet.



Setelah berjam-jam menunggu, teman-teman Mark Kilroy mulai mencarinya, namun dia tidak pernah ditemukan.



George Gavito, yang merupakan Deputy Sheriff Brownsville yang menangani kasus hilangnya Mark saat itu, mendatangi kantor Juan Benitez Ayala, kepala polisi Federal yang ditugaskan di daerah Matamoros, untuk meminta kerjasama.

Di kantor Juan Benitez, George Gavito sempat melihat Serafin Hernandez, orang yang pernah dikenalnya beberapa bulan lalu terkait kasus narkotika.

Menurut Juan Benitez, Serafin Hernandez ditangkap atas kepemilikan 250 pon mariyuana yang ditemukan disebuah gubuk disebuah ranch diluar Matamoros.



Juan Benitez juga bercerita, ketika gubuk tersebut digeladah, polisi bukan hanya menemukan mariyuana, tapi juga peralatan ilmu sihir dengan banyak lilin, botol-botol wiski, dan sebuah panci besar yang berada ditengah ruangan.





Beberapa hari kemudian, Juan Benitez melaporkan kepada George Gavito bahwa dia menemukan Mark Kilroy dikubur disebuah ranchdiluar Matamoros, tempat Serafin Hernandez ditangkap.

Kemudian Serafin Hernandez kembali diinterogasi, dan dia mengaku bahwa dialah yang menculik Mark Kilroy. Penculikan tersebut dilakukan atas permintaan Adolfo Constanzo, laki-laki yang oleh pengikutnya disebut El Padrino atau The Godfather.

Adolfo Constanzo menugaskan mereka untuk mencari mahasiswa yang sedang belajar mempelajari obat-obatan. Adolfo Constanzo berencana untuk mengorbankan bagian otak milik Mark Kilroy untuk dijadikan sebagai bagian dari ilmu sihir.



Saat akan melakukan aksinya, Serafin Hernandez dibantu tiga orang temannya. Mereka berpakaian layaknya petugas polisi untuk mengelabui calon korban. Dan mereka akan mengatakan bahwa korban terlibat dalam kasus narkotika.



Pada tanggal 11 April 1989, peternakan diluar Matamoros itu kembali digeladah. Serafin Hernandez diminta menunjukan tempat Mark Kilroy dikubur, yang diatasnya terdapat sebuah gantungan baju dari kawat.

Serafin Hernandez menjelaskan bahwa Adolfo Constanzo ingin membuat kalung dari tulang belakang Mark Kilroy. Setelah Mark Kilroy dibunuh, kawat tersebut dimasukkan melalui sumsum tulang belakang. Jadi ketika mayatnya sudah mengering, gantungan tersebut tinggal diangkat dan yang tersisa hanyalah tulangnya saja.

Kemudian Serafin Hernandez diperintah untuk menggali, dan mayat Mark Kilroy mulai terlihat tanpa memakai baju dengan kepala yang dilapisi lakban. Dan ternyata, selain mayat Mark Kilroy, ditemukan juga 22 mayat lain yang belum diketahui identitasnya.





Seseorang menyarankan cara untuk menangkap otak dari pembunuhan ini yaitu Adolfo Constanzo, adalah dengan membakar gubuk yang merupakan tempat pemujaan bagi Adolfo Constanzo dan pengikutnya.

Lalu disuatu hari minggu, pembakaran tersebut dilakukan dan sengaja diliput wartawan dari tv lokal Mexico agar Adolfo Constanzo melihatnya. Dan hal tersebut membuat Adolfo Constanzo marah, kemudian menurut Sara Aldrete, kekasih Adolfo Constanzo, dia mulai membakar uang dan melemparkan uang koin dari atas gedung tempat dia tinggal.

Polisi lalu mengepung gedung tersebut, dan menemukan dia sudah meninggal dengan banyak tembakan bersama kekasih gaynya. Juga menurut Sara Aldrete, kekasih gaynya tersebut sengaja disewa untuk membunuh Adolfo Constanzo dan kemudian kekasih gaynya tersebut bunuh diri.

Namun menurut hasil autopsi, belasan peluru yang bersarang ditubuhnya, justru berasal dari tembakan polisi.





Sekilas Tentang Adolfo Constanzo



Adolfo de Jesus Constanzo adalah seorang Cuban-American dan berumur 26 tahun ketika dia meninggal ditembak polisi. Hal tersebut juga sebagai tanda berakhirnya perjalanan dia sebagai pembunuh berantai, pengedar narkoba, dan pemimpin pemujaan yang diberi nama Narcosatanists.

Adolfo Constanzo mulai mengenal ilmu hitam ketika dia menemani ibunya, Delia Aurora Gonzales, pergi ke Haiti untuk mempelajari Vodou, yaitu agama sinkretik yang dipraktekkan di Haiti.

Saat remaja, dia mempraktekkan sebuah agama yang disebut Palo Mayombe, yang menggunakan hewan sebagai persembahan.

Lalu ketika dia beranjak dewasa, dia pindah ke Mexico. Dan bersama ketiga pengikutnya, mereka menjalankan bisnis yang berhubungan dengan ilmu hitam yang kali ini menggunakan hewan yang lebih dinilai lebih mahal seperti ular, kambing, zebra, bahkan anak singa, sebagai ritual persembahan.

Semakin lama, bentuk persembahan bukan hanya hewan, melainkan tulang manusia yang Adolfo Constanzo dapatkan dengan menjarah area pemakaman.

Dan bahkan belakangan, Adolfo Constanzo menggunakan bagian tubuh manusia. Berdasarkan hasil penyelidikan, lebih dari 20 mayat ditemukan dalam keadaan sudah dimutilasi, termasuk mayat Mark Kilroy.




Terimakasih sudah mampir.

emoticon-terimakasih emoticon-terimakasih emoticon-terimakasih





Sumber 1
profile-picture
profile-picture
trrivia32 dan patricksby memberi reputasi
Diubah oleh marywiguna13
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Thread sudah digembok
Quote:


thread mantap setelah nyimak videonya tadi emoticon-Rate 5 Star layak buat mary
×
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di