alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Tech / ... / Audio & Video /
[ERC] Bluedio T2 Turbine, Low Budget High Quality Bluetooth Headphone
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5800e2f06208814a528b456b/erc-bluedio-t2-turbine-low-budget-high-quality-bluetooth-headphone

[ERC] Bluedio T2 Turbine, Low Budget High Quality Bluetooth Headphone

Bluedio T2 Turbine
Low Budget High Quality Bluetooth Headphone
Full Review


Spoiler for For Momod & Panitia ERC:


Daftar Isi
01. Prolog_____2
02. Paket Pembelian & unboxing_____2
___ a. Paket pembelian_____2
___ b. Unboxing_____2
03. First impression, build quality_____2
___ a. 360 overview_____2
___ b. Tombol dan interface_____2
04. Fungsi & Cara Kerja_____2
___ a. Fungsi_____2
___ b. Bluetooth Mode_____2
___ c. Wired Mode_____2
05. Spesifikasi produk_____2
06. Cara pakai_____3
___ a. First Pairing_____3
___ b. Paired device_____3
___ c. PC/Laptop/OS lain_____3
___ d. Off & Disconnect_____3
___ e. Mode wired_____3
___ f. Telephony_____3
___ g. Saran penggunaan_____3
07. Review feature_____3
___ a. HSP/HFP_____3
___ b. AVRCP_____3
___ c. Multipoint_____3
___ d. Auto Power save_____3
___ e. Audio Sharing_____3
___ f. ISSC app_____4
___ g. Equalizer_____4
___ h. Noise Cancellation_____4
08. Perfomance_____4
___ a. Kenyamanan_____4
___ b. Audiophile level_____5
___ c. Perbandingan kualitas audio_____6
___ d. Microphone_____6
___ e. Volume Headphone_____6
___ f. Sound Leak_____6
___ g. Dynamic Frequency Response_____6
___ h. Jarak bluetooth_____6
___ i. Interferensi_____6
___ j. Latency_____7
___ k. Battery Life_____7
___ l. Charging_____7
09. Konektivitas / addon_____7
___ a. Keyevent media button_____7
___ b. Tasker/Autohotkey/EventGhost integration_____7
10. Kelebihan kekurangan_____7
___ a. Kelebihan_____7
___ b. Kekurangan_____7
11. Kompetitor & alternatif_____7
12. Kesimpulan & epilog_____7
13. FAQ_____8
14. Appendix_____9
___ a. Daftar testing yang dilakukan_____9
Diubah oleh Desmanto
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
06. Cara pakai
Cara pakai Headphone ini tentunya tergantung dengan mode koneksi yang diinginkan. Untuk mode Bluetooth, berarti kita perlu menghidupkan bluetooth, pairing ke device lain sebagai sumber audio, baru bisa memakai headphone nya. Sementara untuk mode wired, tinggal colok kabel audio saja. Keduanya cukup sederhana dan tidak pake ribet.

Untuk mode bluetooth ada dua kondisi.
a. First Pairing
1. Nyalakan T2 Turbine dengan tekan dan tahan tombol On/Off selama 6 detik hingga ada bunyi “Ready to pair”. LED biru akan menyala terus tanpa berkedip, yang berarti dalam mode pairing. Pada saat tahan tombol tersebut, di detik ke 3 akan ada bunyi “Power On”, diabaikan saja dulu.
2. Dari HH tinggal search bluetooth device baru dan tap di Bluedio (jika belum diganti nama Headphone nya).
Spoiler for Pairing:

3. Akan terjadi pairing, dan akan ada bunyi “Pairing Completed” Lalu menyusul itu, akan ada bunyi “Device Connected”, artinya sudah terhubung ke phone (HFP) dan akan ada beep sekali lagi baru artinya sudah terhubung ke media (A2DP).
4. Anda sudah bisa telepon maupun dengar musik dari HH ke Headphone.

b. Paired device
1. Nyalakan Bluetooth di HH yang sudah pernah paired sebelumnya. (boleh terbalik, T2 Turbine dulu juga bisa)
2. Nyalakan T2 Turbine dengan tekan dan tahan tombol On/Off selama 3 detik hingga ada bunyi “Power On”.
3. Jika Device terakhir yang connect sama dengan device yang sekarang agan pake, maka seharusnya sudah langsung auto connect ulang. Akan ada bunyi “Device Connected” diikutin dengan beep (seperti di atas).
4. Anda sudah bisa telepon maupun dengar musik dari HH ke Headphone.

Lama delay antara HFP ke A2DP (bunyi beep) bervariasi antara 1 – 5 detik. Yang jelas untuk device yang sudah pernah paired, lama waktu dari headphone mulai dihidupkan sampai terhubung penuh (phone & media) ke HH seharusnya tidak sampai 15 detik. Jika setelah bunyi “Power On”, dan tidak ada device paired sebelumnya yang connect, maka 11 detik dari itu (14 detik dari off), Headphone akan masuk pairing mode dengan bunyi “Ready to Pair” dan LED biru tidak berkedip.

Semua device baru wajib melalui mode pairing dulu baru bisa terhubung ke Headphone. Sehingga tidak sembarang orang bisa serta merta konek ke headphonenya. Jika ingin masuk mode pairing dari keadaan headphone on, maka headphone perlu dimatikan dulu dan kemudian dihidupkan lagi dengan tahan tombol on/off 6 detik (pairing mode).

Jika terkadang bunyi beep tidak keluar, HH tidak bisa dengar musik dan di bagian bluetooth ada status (no media); berarti A2DP nya tidak terhubung. Agan bisa tes disconnect bluetooth dan connect ulang secara manual ke Headphonenya (tap Bluedio). Jika masih tetap (no media), tap di panah ataupun advanced option untuk device Bluedio, pastikan opsi media tercentang/aktif. BTW, ini adalah masalah umum di bluetooth headset/headphone lain, di T2 Turbine belum pernah terjadi sekalipun selama 1 bulan ini.
Spoiler for No Media:


c. PC/Laptop/OS lain
Untuk PC/laptop, caranya juga kurang lebih sama, tapi bisa sedikit berbeda tergantung driver bluetooth nya. Ane pake bluetooth 4.0 dengan chipset CSR dan driver Toshiba. Caranya juga mirip dengan HH, tinggal double klik di Bluedio dan ketika ada prompt untuk share information ataupun use audio gitu, accept/yes kan saja. Bedanya di driver bluetooth ane, auto reconnect nya tidak terjadi seketika begitu bluetooth headphone dihidupkan, tapi periodik per beberapa menit sekali. Makanya untuk PC, ane buat shortcut untuk langsung konek ke Bluedio nya secara manual setiap kali dihidupkan. Lalu Protocol A2DP dan HFP di driver bluetooth PC ane tidak bisa nyala bersamaan. Defaultnya adalah A2DP. Jika ane ingin telepon atau menggunakan mic nya, harus disconnect dan connect ulang ke procotol HFP nya (ada pilihannya). Sementara untuk OS lain seperti ipin, winpho, mac maupun linux, ane tidak pake dan tidak ada unit untuk bisa dites. Tapi seharusnya tidak beda jauh cara koneknya.

d. Off & Disconnect
Untuk mematikan Headphone, tahan tombol On/Off selama 4 detik, LED biru akan berkedap/I hingga mati total, dan akan ada bunyi “Power off”. Jika tombol hanya ditahan 1,5 detik akan terdengar bunyi beep, LED biru juga akan berkedap/i; karena tombol ini dipakai juga untuk telepon dan menjawab telepon. Atau kalau agan ada pakai google search atau voice recognition lainnya, tahan 1,5 detik ini akan mengaktifkan voice search.

Sementara untuk hanya memutuskan koneksi bluetooth tanpa mematikan headphone, tinggal matikan saja bluetooth dari sumber audio nya. Akan ada bunyi “Device Disconnected” ketika agan mati bluetooth sumber audio nya. Ini dilakukan misalnya agan mo switch dari dengar musik di HH ke PC. (sebenarnya tidak perlu dilakukan, akan dijelaskan nanti).

e. Mode wired
Untuk mode wired, jauh lebih gampang. Agan tidak perlu turn on T2 Turbine ini lagi. Tinggal colok aja kabel audio nya ke port 3.5 mm audio jack di Headphone dan sumber audio nya. Sudah bisa langsung pake, tidak perlu turn on, tidak perlu pairing, tidak perlu turn off lagi. Dan ini pasti kompatible di semua device yang punya audio out 3.5 mm port. Tapi perlu diperhatikan bahwa pada mode wired, mic tidak berfungsi sama sekali.

f. Telephony
Kalau misalnya ada panggilan masuk di HH, maka ada bunyi “Incoming Call” tanpa ada penyebutan siapa yang menelpon. HH tetap berdering seperti biasanya. Agan bisa tap tombol MF untuk menjawab teleponnya atau tahan tombol MF 2 detik untuk reject teleponnya. Kalau dijawab, tap tombol MF untuk mengakhiri telepon. Kalau direject, akan ada bunyi “Call Rejected”.

Untuk fitur call waiting tidak ane coba, jarang pernah telepon ampe serumit itu. HH nya tentunya perlu support call waiting. Kalau dari petunjuk bukunya, pada saat ada call 1 masuk, kita jawab seperti biasa dengan tap tombol MF. Kemudian masuk call 2, tahan tombol MF 2 detik untuk hold call 1 dan menjawab call 2. Setelah call 2 selesai, untuk kembali ke call 1 yang dihold tadi, tahan tombol MF 2 detik lagi.

g. Saran penggunaan
Karena headphone bisa dipakai dalam dua mode, terus mana kah mode yang harus dipake untuk keperluan tertentu? Secara umum, tentunya kita ingin selalu pake mode bluetooth saja, karena lebih flexibel. Tapi ada kalanya kita terpaksa harus pake mode wired. Berikut skenario yang disarankan untuk masing2 mode :
Mode Bluetooth : Dengar musik, nonton film, nonton video tutorial, Main game casual yang tidak perlu real time audio, mendengar audio book, binaural beats, telepon, audio sharing/receiver, Media button trigger.
Mode Wired : Gaming real time, terutama FPS shooter, VR apps/games, game yang berhubungan dengan musik, buka kamus/app yang ada pronouncation, rekam suara dengan mic lain dan perlu feedback realtime, Batere headphone habis, banyak interferensi wireless (wifi, microwave).

07. Review feature
a. HSP/HFP
Dalam kebanyakan waktu nya ketika konek ke HH maupun PC, hanya fitur HFP (Hands Free Profile) yang aktif (HSP setingkat di bawah HFP). Profile inilah yang bisa dipakai untuk telepon ataupun sebagai microphone di skype sejenis. Stream max hanya mentok di mono 16 Khz, hanya cocok untuk percakapan ataupun telephony. Tombol MF (Multi Function) bisa digunakan untuk menjawab/menolak/mengakhiri panggilan.

Kelebihan headphone ini di fitur HFP nya adalah headphone ini tidak pilih2 HH. QCY Q8 ane juga support call (ga tau HSP atau HFP). Ane tes di Pureshot Plus 2, bisa dipakai untuk terima panggilan. Tapi ketika dites di HH samsul, siomay, feverc*ss, headsetnya bisa dipake untuk telepon keluar, tapi tidak bisa menerima panggilan masuk. Ane tes di andromax lawas juga sama, tidak bisa terima panggilan masuk. Padahal itulah fungsi utamanya sebuah bluetooth headset selain untuk dengar musik. Ketika ditap answer ataupun tap di tombol headset, bluetoothnya langsung diskonek dan suaranya kembali ke speaker atas HH. Ini sangat mengganggu sekali, dan ternyata bukan cuma ane yang kena. Ada banyak bluetooth headset di luar sana yang juga milih2 HH. Feverc*ss teman ane uda dicoba pairing ke berbagai bluetooth headset/headphone, bahkan yang resmi dari vendornya pun tidak bisa digunakan untuk menerima telepon masuk.

Begitu dia tes dengan T2 Turbine ini, sekali tes langsung bisa terima telepon, tidak ada diskonek ataupun putus. Ane juga tes dengan andromax ane, ternyata benar. Sebelumnya di QCY Q8 akan langsung diskonek setiap ada panggilan masuk dan tes dijawab. Sementara pake T2 Turbine, ane bisa terima/tolak/akhiri panggilan bahkan hanya lewat tombol MF nya, tidak perlu pegang HH nya. Ini baru benar2 “hands-free”. Namun ane masih kurang sreg dengan mic nya. Meskipun dijawab melalui tombol MF, mic yang terpake adalah mic dari HH, bukan dari headphone. Mungkin HH ane yang ga support mic dari bluetooth atau memang implementasi nya seperti itu. Sampai saat ini, ane memang masih susah banget untuk menggunakan mic dari bluetooth, ada ane bahas di bagian Microphone

b. AVRCP
Audio/Video Remote Control Profile, adalah profile yang membuat Headphone ini bisa mengendalikan media playback di sumber audio. Tombol media yang tersedia hanya ada 3, yaitu Media Previous, Media Play/Pause dan Media Next. Tombol tidak bisa ditekan lama untuk menghasilkan fungsi lain, memang hanya 3 itu saja tombol media yang tersedia. Tidak ada tombol Media Fast Forward ataupun Media Rewind. Tentunya tombol ini hanya berfungsi kalau HH/PC nya memang support. Ini kebanyakan lebih digunakan di app yang memang support media button, seperti winamp, media player classic, dan mayoritas music/video player di android.

Perlu diperhatikan bahwa media button hanya akan dikirim ke media player yang lagi aktif pada waktu itu, baik yang di HH maupun PC. Jika koneksinya adalah multipoint seperti yang dibahas di bawah, maka media button hanya akan diterima oleh device yang menjadi fokus audio pada saat itu.

c. Multipoint
Headphone ini support thr**s*m*, alias mampu connect ke 2 device sumber audio sekaligus (multipoint). Ane uda tes berulang kali, dan memang max cuma 2 device pada saat bersamaan. Mencoba konek dari device ketiga akan selalu gagal. Device yang konek bisa keduanya HH ataupun HH dan PC. Streaming audio hanya akan berasal dari salah satu device saja, dan headphone akan digilir sesuai mana yang lagi aktif sumber audionya. Namun ada prioritas stream, di mana device yang konek dengan mode HFP + A2DP (biasanya HH), akan mendapatkan hak veto untuk interupsi device lain. Tapi device yang hanya konek dengan mode A2DP saja (biasanya PC dan laptop), akan menjadi kasta rendahan, tidak bisa mencegat stream dari device dengan HFP.

Contohnya ane tes koneksi multipoint dengan HH dan PC ane. HH terkonek full HFP + A2DP (Phone + Media), sementara PC cuma A2DP (Media) aja. Dalam keadaan idle, tidak ada suara di headphone. Ane tes play musik di PC, maka suara musik dari PC masuk ke Headphone. Kemudian jika ane play musik lagi di HH, musik dari PC hilang (tapi masih tetap lanjut play di PC nya), digantikan oleh musik dari HH. Artinya HH jadi dapat prioritas mencegat audio stream nya PC. Kalau misalnya musiknya HH di pause, maka akan ada jeda 7 detik sebelum akhirnya audio stream dari PC masuk kembali ke Headphone (fokus audio balik ke PC). Sementara jika sebaliknya, HH play musik duluan, di Headphone sudah terdengar lagu dari HH. Kemudian di PC play musik lagi, musik ini tidak akan pernah sampai ke headphone, karena tanpa HFP, kasta rendah tidak bisa mencegat audio stream HH yang punya HFP. Hanya setelah musik di HH berhenti, setelah jeda 7 detik lah, baru suara dari PC bisa masuk kembali ke Headphone. Di sini terlihat jelas HH memiliki prioritas lebih tinggi.

Fitur ini sangat berguna tentunya kalau agan sering dengar musik dari PC tapi juga tidak ingin kehilangan notifikasi dari HH. Soalnya kalau uda pake headphone dan dengar musik, agan sudah terisolasi dari dunia luar. Dengan stream audio dari HH bisa mencegat musik agan, minimal agan tidak akan miss notifikasi penting. Jika ada yang telepon masuk ke HH pun, maka akan muncul bunyi “Incoming Call”, musik dari PC tidak akan masuk ke Headphone selama panggilan berlangsung.
Spoiler for Multipoint:

Nah, bagaimana kalau seandainya multipoint nya adalah dua HH yang sama2 terhubung full HFP + A2DP? Keduanya akan memiliki prioritas yang sama, artinya mereka bisa mencegat musik satu sama lain. Jika ane play musik di HH A, musik A masuk ke Headphone. Ane play musik di HH B, musik A hilang (tapi masih tetap lanjut play di HH nya), musik B masuk ke Headphone. Kalau ane tap pause lalu play lagi di A, tetap tidak bisa cegat B. Musik playernya harus distop dulu, supaya ada jeda audio dulu (biar dianggap stream baru). Kemudian buka kembali dan play lagi musik yang sama pun, baru bisa cegat B. Begitu seterusnya, A dan B bisa saling cegat, yang penting ada jeda audio di app nya. Jika sekarang fokus audio ada di A dan kemudian musik di A distop, maka akan ada jeda 7 detik (yang sama seperti di PC), sebelum akhirnya fokus audio kembali ke B. Ini tentunya tidak begitu berguna, karena kapan sih agan perlu ampe play musik dari dua HH dengan cara seperti ini. Testing ini cuma sebagai dokumentasi saja deh.

Headphone ini support paired maximum 5 device. Jika ada device ke 6 yang mau ditambahkan, maka device pertama akan dihapus. Device yang sudah dihapus biasanya akan membutuhkan pairing ulang sebelum bisa konek ke bluetooth nya. Namun ada juga yang bisa langsung pairing, misalnya di android ane tes cuma perlu reconfirm pairing (meskipun headphone bukan dalam mode pairing). Mungkin ini karena kunci autentikasinya sudah tersimpan sebelumnya. Tapi ada juga yang perlu pairing ulang dari awal, di mana headphone wajib masuk mode pairing dulu (Tahan on/off 6 detik).

d. Auto Power save
Jeda 7 detik yang disebutkan di atas ternyata kalau ditelusuri adalah metode power save nya ketika beroperasi di Bluetooth mode. Tidak ada cara untuk mematikannya. Mungkin inilah sebabnya standby time nya bisa sangat lama. Kalau dari sumber audio tidak ada audio stream selama 7 detik, Headphone akan masuk mode power save ini, terdengar dari suara nya seolah2 hilang. Ketika diberikan audio stream lagi, misalnya play musik, akan ada delay 0,3 – 1 detik sebelum akhirnya musik terdengar. Delay tersebut akan memotong suaranya. Ini terutama sangat jelas terdengar ketika kita menggunakan kamus yang bersuara. Ketika di kamus, kita tidak menggunakan pronouncation nya setiap saat, namun pada saat diperlukan saja. Ketika kita tap satu kata untuk dipronounce, misalnya “International”. Maka kebanyakan waktunya, inter- atau kadang internati- nya terpotong, hanya terdengar –national atau –onal nya saja. Ini tentunya sangat mengganggu kalau agan memang sering pake headphone ini untuk kamus ataupun app yang audio nya tidak continuous seperti di musik/video. Kejadian seperti ini tidak terjadi di QCY Q8. Saran ane sih, khusus untuk keperluan kamus dan sejenisnya ini, bagusan pake headset lain atau agan terpaksa pake mode wired.

e. Audio Sharing
Pada mode bluetooth, 3.5 mm audio jack port dari Headphone ini berfungsi sebagai audio out ke device lain. Ini memungkinkan kita untuk berbagi musik ke headset/headphone/speaker lain melalui kabel audio. Kualitas suaranya akan diambil dari DAC & AMP nya T2 Turbine, sehingga maksimal bisa sebagus headphone. Tapi tentunya masih dibatasi oleh kemampuan device target. Kelihatan fitur ini seperti gimmick dan mungkin tidak pernah dipake, karena itu berarti device yang dipasangin kabel audio tadi harus berada dekat2 dengan agan yang memakai headphone nya. Hilang dah kenyamanan fungsi utama bluetoothnya.
Spoiler for Audio Sharing ke Boomphones:

Tapi ane melihat kegunaannya dari sisi lain, yaitu sebagai bluetooth audio receiver. Agan bisa taruh headphone dan audio out ke speaker stationary yang lebih besar yang tidak support bluetooth, tapi cuma support 3.5 mm audio jack. Dengan begini, seolah2 speaker besar tadi menjadi bluetooth speaker, dengan menggunakan DAC & AMP dari T2 Turbine yang kita tahu cukup superior. Selain itu, jangkauan bluetooth nya lebih jauh dibanding headset standard dan baterenya juga tahan lama; membuat T2 Turbine ini cocok jadi receiver nya. Daripada agan beli receiver terpisah lagi, itu perlu 200-300 ribu sendiri, dan masih belum diketahui apakah DAC & AMP nya itu akan sebagus T2 Turbine.
Diubah oleh Desmanto
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di