CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Dunia Yang Sempurna [TAMAT]
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/571e34a9de2cf202198b456c/dunia-yang-sempurna-tamat

Dunia Yang Sempurna





(credit to : risky.jahat for the beautiful cover)


PROLOG :


Gue selalu percaya, apapun yang kita alami di dunia ini selalu memiliki alasan tersendiri. Ga terkecuali dengan kehadiran orang-orang di kehidupan kita. Setiap orang, setiap hal, memiliki perannya masing-masing di kehidupan kita ini. Ada yang datang untuk sekedar menguji kesabaran kita, ada yang datang untuk menyadarkan kita akan mimpi dan harapan yang selalu mengiringi kita.

Gue menulis cerita ini, sebagai wujud rasa cinta gue terhadap segala yang pernah terjadi kepada gue. Ada yang ingin gue lupakan, dan ada yang ingin gue kenang selamanya. Tapi pada satu titik gue menyadari, bahwa ga ada yang harus gue lupakan, melainkan gue ambil pelajarannya. Dan untuk segala yang pernah hadir di hidup gue, ataupun yang akan hadir, gue mengucapkan terima kasih dari hati gue yang terdalam.

Cerita ini berawal pada tahun 2006, pada saat gue masih culun-culunnya menjalani kehidupan. Gue baru saja lulus SMA, dan memutuskan untuk merantau, meskipun ga jauh-jauh amat, ke ibukota untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi lagi. Gue masih mengingat dengan jelas momen ketika gue mencium tangan ibu, dan elusan kepala dari bapak, yang mengantarkan gue ke gerbang rumah, sebelum gue menaiki angkutan umum yang akan membawa gue ke ibukota.

Ketika angkutan umum yang membawa gue ke ibukota itu mulai berjalan, gue sama sekali ga bisa membayangkan apa yang akan terjadi di hidup gue selanjutnya. Tentu saja gue ga bisa membayangkan kehadiran seseorang, yang dengan segala keunikan dan keistimewaannya, memberikan warna tersendiri di hati gue.

Nama gue Gilang, dan semoga sekelumit cerita gue ini bisa berkenan bagi kalian semua.


Quote:
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jiyanq dan 21 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh carienne
Thread sudah digembok
PART 36

Malam itu gw dan Maya terdampar di sebuah café di bilangan Kemang. Suasana malam itu ramai sekali, dan sebuah live music ikut menambah riuhnya suasana. Sambil menikmati interior yang mewah dan orang-orang yang berlalu lalang, gw dan Maya duduk di salah satu meja yang menempel dengan tembok, dengan sofa melingkar. Gw memesan minuman, lupa entah apa, sementara Maya memesan dua botol bir ukuran sedang.

“lo pesen dua?” gw terheran-heran.

“satu kurang” jawabnya santai. Dia mengeluarkan sebungkus rokok filter, dan menyalakannya dengan ahli. Dia memandangi gw sambil tertawa pelan. “lo baru kali ini yah liat gw ngerokok?”

dia membetulkan posisi duduknya, dan menyilangkan kakinya. “biasanya gw ngerokok kretek si, cuma lagi abis, ya udah yang enteng aja kalo gitu...”

anying nih cewe ternyata lebih gahar dari gw....

ketika minuman kami sudah datang, gw memandanginya menuangkan bir ke dalam gelas berisi es batu, dan meminumnya pelan-pelan. Gw memang ga terbiasa melihat cewe seperti ini, maklum karena gw datang dari lingkungan yang berbeda.

“lo ga ada acara malem ini?” tanya gw.

“ada lah, kan acara gw ngajak main elo, biar lo engga jamuran di kos...” dia tertawa sambil menghembuskan asap rokoknya. Gw jadi tergoda untuk ikutan merokok, dan kemudian gw menyalakan sebatang rokok gw sendiri.

“bukannya tadi lo nyariin Ara?”

“.......”

Maya ga langsung menjawab pertanyaan gw, dia hanya memandangi gw sambil tersenyum penuh arti. Dia kemudian meminum birnya sedikit demi sedikit.

“gw jujur deh sama lo,” dia tertawa pelan, “gw ke kosan lo tadi emang mau ngajak main lo hahaha...”

“tumben lo ngajak main gw?”

“jangan geer dulu lo, kalo ga gara-gara sahabat gw yang minta mah gw juga ga bakal kepikiran...” Maya mencibir ke gw.

“emang siapa yang minta ke elo?”

“menurut lo ada siapa lagi yang tau lo sendirian di kosan?”

“Ara?”

“nah tu tau...”

“jadi Ara yang nyuruh elo buat ke kosan gw dan ngajak main gw?”

“dia minta ke gw, bukan nyuruh gw” ralatnya.

“kok bisa dia nyuruh lo?” gw bertanya dengan wajah bego. Gw yakin kalau Maya ga punya stok kesabaran yang agak banyak, mungkin gw bakal disiram bir ditangannya.

Maya menghisap rokoknya dalam-dalam dan menghembuskan asapnya ke udara. “sebelumnya lo smsan sama Ara kan?”

“oiyaya...” gw menepuk jidat. Baru ingat gw kalau tadi pagi gw emang SMS Ara panjang lebar. Gw tersenyum sendiri ketika menyadari bahwa Ara langsung meminta sahabatnya untuk datang menemani gw.

“thanks ya, May....” ucap gw pelan.

“buat?”

“buat kesetiakawanan lo, hehehe...” gw menjentikkan rokok, membuang abunya, “dan buat kepedulian lo ke gw juga...”

Maya tersenyum sendiri sambil menuangkan sedikit bir lagi ke gelasnya yang mulai kosong.

“Ara udah seperti adik gw sendiri...” ujarnya pelan sambil menatap dan menggoyang-goyangkan gelas birnya. “karena itu gw ga perlu berpikir dua kali buat melakukan permintaan adik gw itu...”

“lo deket banget yah sama Ara?” gw memastikan.

Dia memandangi gw dengan aneh. “sebagai orang yang hidup paling deket sama Ara, harusnya lo tau dong gimana gw sama Ara...”

“Ara ga pernah cerita tentang itu kok...” gw mengangkat bahu, “ dan gw juga ga pernah tanya tentang kalian...” gw meringis.

“oh, I see...” dia mengangguk-angguk.

“gw sama Ara emang biasanya saling curhat-curhatan. Gw lebih deket ke Ara daripada gw ke Rima. Dia yang tahu semua cerita hidup gw. Dan buat gw, dia seperti adik kecil yang harus gw jaga, meskipun secara umur dia lebih tua dari gw...” sambungnya.

Gw mendengarkan Maya dengan seksama. Hubungan antara cewek dengan cewek memang selalu memiliki nilai tambah tersendiri.

“menurut lo, Ara itu orangnya kaya apa si?”

Maya menghisap rokoknya dalam-dalam, dan terlihat berpikir beberapa saat. Dia menjentikkan rokoknya ke asbak terlebih dahulu baru menjawab pertanyaan gw.

“Ara itu, orangnya teledor tapi care.” dia tertawa.

“teledor kok bisa care?” gw terheran-heran dengan kedua sifat yang kontradiktif itu bisa ada di satu tubuh manusia.

“jadi gini, Ara itu di satu sisi dia teledor kalau urusan dirinya sendiri. Ehm, mungkin istilahnya bukan teledor sih, tapi ga idealis. Dia orangnya terima apa adanya.” Maya menjelaskan ke gw sambil meminum birnya.

“tapi di sisi lain, dia orangnya care banget kalau sama orang lain. Apalagi sama orang yang disayanginya. Bawel banget, dan segalanya harus perfect sesuai dengan standarnya...” Maya tersenyum ke gw penuh arti. “lo paham kan?” tanyanya.

“dia ke gw juga gitu...” ucap gw pelan-pelan sambil mengingat-ingat lagi keseharian gw dengan Ara selama ini. Memang dia selalu memaksa gw melakukan apa perintahnya, dan ga boleh terlewat satupun.

“yang artinya....” Maya tersenyum ke gw, seakan menunggu gw melanjutkan kalimatnya itu.

“dia sayang ama gw?”

Kali ini Maya ga menjawab, dia hanya tersenyum dan menghembuskan asap rokoknya ke udara.
profile-picture
jiyanq memberi reputasi
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di