alexa-tracking
Kategori
Kategori
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/55d3e187a2c06eca118b4567/kisah-tak-sempurna

Kisah Tak Sempurna

Quote:



Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh.


Selamat pagi warga Kaskus di Seluruh Muka Bumi.

Terimakasih kepada Agan / Aganwati yang sudah mampir di Thread ini. Terimakasih pula untuk sesepuh dan moderator SFTH. Thread ini adalah thread pertama kali saya main kaskus . Saya berharap Thread pertama kali saya di Kaskus bisa membuat Agan / Aganwati terhibur dengan coretan sederhana saya ini.

Thread ini bercerita tentang kisah putih abu - abu seorang laki laki yang saya beri nama Erlangga. Dari pada penasaran, lebih baik langsung baca aja gan! Selamat galau eh selamat membacaaa.

NB; Kritik dan Saran sangat saya butuhkan agar saya dapat menulis lebih baik lagi.

Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Keep in touch with me.
twitter: aldiansyahdzs
instagram : aldisabihat
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jimmi2008 dan 6 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh aldiansyahdzs
Sepotong Kebahagiaan dari Bagian Kesedihan – Part 7

Malam kembali datang, terdengar suara sayup – sayup angin di luar sana. Malam ini aku sulit tertidur seperti malam – malam kemarin. Suasana rumah yang belum mencair memaksaku untuk terus mengurung diri di kamar. Fikiranku berterbaran kemana – mana, aku memikirkan bagaimana Octa nanti di Ausie, apakah ia bisa menyesuaikan dengan kehidupan disana?

Suasana rumah malam ini lebih ‘panas’ dari biasanya. Aku mengurung diri dalam kamar. Teriakan – teriakan bapa dan tangisan ibu menyayat – nyayat hatiku. Aku tak mengerti memang mengapa semua ini bisa terjadi?
3 jam berlalu, pertengkaran itu masih terjadi. Ingin rasanya aku keluar dari kamarku lalu melerai kedua orang tuaku. Namun aku takut bila kehadiranku di sana membuat keadaan semakin keruh. Tapi tekad dalam isi hatiku begitu kuat untuk melerai pertengkaran ini. Ku beranikan diri keluar dari kamarku lalu menghampiri kedua orang tuaku.

Aku diam mematung di tengah – tengah percekcokan panas antara kedua orang tuaku. Omongan kedua orang tuaku begitu sangat meledak – ledak. Aku hanya menggeleng – gelengkan kepala tak percaya bila ini nyata terjadi di hadapanku. Aku tak mampu menahan air mata yang ku tahan.

Quote:


Papah menghampiri mamah yang sedang menundukan kepalanya agar tangisnya tidak terlihat. Papah meminta maaf kepada mamah. Mamah hanya tersenyum dengan air mata yang masih mengalir di pipinya. Mereka saling berpelukan, melupakan apa yang kini telah terlewati.
Syukur ku ucapkan tak henti – hentinya, aku tak bisa membayangkan bagaimana jika tadi aku tetap mengurung diri di kamar. Setidaknya keberanianku keluar dari kamar menjadi solusi untuk melerai kedua orang tuaku. Hanya saja, aku tidak mengerti mengapa mereka bertengkar saling membakar emosinya masing - masing.
Suasana rumah kembali lagi rukun seperti dulu. Kini lebih hangat dari biasanya. Papah lebih banyak bertanya tentang masa depanku nanti,

Quote:


Aku kembali membaringkan tubuh di kasur berukuran 2 x 4 meter. Aku mulai membayangkan bila kini aku akan dewasa. Dalam hitungan bulan, aku akan menempuh beberapa ujian. Di mulai dari UAS, Ujian Praktek, Ujian Praktek Kompetensi Jurusan Nasional, dan Ujian Nasional. Sudah bukan waktunya lagi aku menghabiskan waktu berjam – jam di depan layar LCD dengan memainkan joystick. Kini aku harus lebih dekat dengan buku, menambah jam belajarku lebih lama.

Di tengah fikiranku yang sedang membayangkan masa depan, aku teringat kepada perempuan yang selalu gigih dan tidak pantang menyerah. Ya benar, itu Octa. Gadis yang kini memantapkan dirinya memakai hijab. Ia tak pernah menjelaskan mengapa ia kini beralih menggunakan hijab. Tapi aku cukup senang dengan keputusannya untuk memantapkan diri memakai hijab, setidaknya ia berusaha menjauhkan dirinya dari api neraka.

Aku tak bisa membayangkan bagaimana kehidupannya nanti di Australia. Ada rasa khawatir jika ia nanti tidak bisa cepat beradaptasi disana. Secara bahasa, ia mungkin sudah setara dengan remaja disana. Ada perasaan khawatir yang muncul dalam benakku. Bagaimana bila ia nanti disana jatuh cinta dengan lelaki yang mempunyai kecerdasan yang lebih dari dirinya? Pertanyaan ini berputar – putar di dalam fikiranku. Apa yang harus aku lakukan nanti bila ternyata jawaban dari pertanyaan tersebut adalah ya ataupun benar. Namun bukankah bila berjodoh apapun yang akan terjadi ia akan tetap bertahan? Dan bila berjodoh sejauh apapun dipisahkan ia akan datang kembali?
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di