alexa-tracking
Kategori
Kategori
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/55d3e187a2c06eca118b4567/kisah-tak-sempurna

Kisah Tak Sempurna

Quote:



Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh.


Selamat pagi warga Kaskus di Seluruh Muka Bumi.

Terimakasih kepada Agan / Aganwati yang sudah mampir di Thread ini. Terimakasih pula untuk sesepuh dan moderator SFTH. Thread ini adalah thread pertama kali saya main kaskus . Saya berharap Thread pertama kali saya di Kaskus bisa membuat Agan / Aganwati terhibur dengan coretan sederhana saya ini.

Thread ini bercerita tentang kisah putih abu - abu seorang laki laki yang saya beri nama Erlangga. Dari pada penasaran, lebih baik langsung baca aja gan! Selamat galau eh selamat membacaaa.

NB; Kritik dan Saran sangat saya butuhkan agar saya dapat menulis lebih baik lagi.

Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Keep in touch with me.
twitter: aldiansyahdzs
instagram : aldisabihat
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jimmi2008 dan 6 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh aldiansyahdzs
Aku, Kau, Dia, dan Dirinya – Part 5

Hujan turun menemani kesenduanku malam ini. Aku merindukan hujan setelah sekian lama hujan tidak membasahi bumi Parahyangan. Tentang hujan, aku menyukainya setelah teh dan senja. Aku menyukai hujan karena hujan bisa menentramkan hati. Hujan tak mempunyai ritme, notasi, ataupun tempo hanya saja hujan selalu tau bagaimana cara ia menentramkan hati yang gelisah hingga terlelap tidur. Aku membuka jendela kamarku, sengaja agar angina malam mampu mengisi kekosongan hatiku saat ini.

Kepalaku masih bertanya – tanya, ada apa dengan Fani? Apa dia tak bahagia dengan kehidupannya bersama Ridwan? Apa dia menyesal dengan keputusannya memilih Ridwan dibanding dengan diriku? Jika ia memang menyesal dan kembali datang di kehidupanku rasanya lebih baik menjadi teman saja. Meskipun rasa ini masih ada namun aku harus memberikan rasa ini kepada orang yang tulus memberikan hatinya kepadaku; Octa.

Hujan semakin deras, angin bertiup semakin kencang. Aku masih tetap terjaga dengan kesenduanku ini. Ada suatu fikiran di dalam kepalaku. Bagaimana jika Octa mengizinkan Fani untuk ada di kehidupan kami? Cukup lama aku memikirkan kemungkinan ini. Namun aku akan berpegang teguh dengan pendirianku ; “ aku ingin hidup normal, dicintai dan mencintai satu orang gadis bukan dua atau tiga. “ meskipun nanti jika Fani tetap memaksa.
Jam menunjukan pukul 01:11. Kantuk tak kunjung menghampiri kedua mataku. Tak masalah malam ini aku tidur jam berapa karena besok sekolah libur. Aku mencoba untuk memejamkan mata dengan mendengarkan sebuah lagu. Akhirnya kupilih lagu Tidurlah milik Payung Teduh. Secara lirik lagu ini menjelaskan tentang hubungan yang berakhir; tidak pas dengan perasaanku saat ini. Tapi komposisi music di lagu ini lah yang membuat orang bisa mengantuk.


Quote:

***


Pagi menyapaku dengan gemercik suara hujan, mungkin hujan semalam belum reda. Dingin mulai menusuk tulang membuatku untuk kembali menarik selimut. Ku raih handphoneku, 3 panggilan tak terjawab dan 2 pesan LINE dari Octa.
Quote:


Sejenak aku berfikir, apa yang akan terjadi di rumah ku siang nanti. Aku, Octa, Fani, dan Malik. Aku tak membayangkan apa yang akan nanti akan kami bicarakan. Pagi ini aku lebih ingin menikmati hujan turun di pagi ini.

Ayah, Ibu, dan Adikku tidak berada dirumah. Mereka pergi ke rumah pamanku untuk liburan akhir pekan. Sedangkan aku lebih memilih untuk menjaga rumah saja. Setelah menyelesaikan mandi, ku nyalakan computer lalu ku jalankan game Pro Evolution Soccer untuk sekedar mengisi kekosonganku pagi ini.
Hujan sudah mulai mereda, matahari kembali menyinari bumi Parahyangan. 4 jam telah ku habiskan untuk bermain game. Jam menunjukan pukul 14:00. Octa mengabari jika ia beberapa menit lagi akan sampai dirumahku.

Quote:


Perasaanku tak menentu saat membaca pesan dari Fani. Rasa ini memang masih ada untuknya, namun tak bisa ku pungkiri rasa untuk Octa lebih besar dari pada untuk Fani. Aku tak tega bila Fani akan menjadi yang kedua; genap sudahlah lengkap dan ganjil akan bisa menjadi celaka. Meskipun banyak orang yang melakukan poligami aku tak pernah ingin merasakan hal tersebut. Lebih baik bila Fani memilih laki – laki lain.

Octa memandangku sendu. Mungkin ada sedikit rasa cemburu dari gadis ini. Bibirnya tersenyum namun raut wajahnya tetap memberi isyarat jika ia sedang tidak baik.
Quote:


Syukur ku ucapkan, aku bisa meyakinkan kembali kepada gadis ini. Setidaknya aku tidak membuat hatinya sakit. Bagiku jika aku tidak bisa membahagiakannya cukup aku tak menyakiti perasaannya.
Langit mulai mendung, gerimis menyiram bumi parahyangan. Aku tau jika Octa merasa kedinginan. Aku menyeduh dua cangkir teh, satu untukku dan satu untuk Octa. Untukku, aku tak menambahkan gula, namun bagi Octa ku tambahkan gula secukupnya. Ia meminum teh tersebut, setelah tangannya memegang cangkir. Dugaanku benar ia kedinginan. Ku beri ia jaket yang biasa ku gunakan, lalu ia memakainya.
Hujan semakin deras, kami masih terjaga dengan hujan ini. Kadang kali Octa menatap ke arah jendela. Octa terlihat gusar.

Quote:


Quote:


Lagu Untuk Perempuan yang Sedang di Pelukan milik Payung Teduh menemani kami saat hujan turun. Octa yang memutar lagu ini lewat handphone miliknya. Octa menjelaskan jika saat malam ia sulit untuk terlelap ia sering memutar lagu ini hingga berkali – kali sampai pada akhirnya ia terlelap tidur.

Quote:

Minggu depan adalah test pertukaran pelajar bagi siswa kelas X dan XI. Aku optimis Octa bisa lolos test. Ia memiliki skill yang tinggi dalam urusan bahasa inggris. Saat SMP ia menjuarai Speech Contest tingkat Jawa Barat. Selain itu, ia menjadi assisten guru les. Dengan kelebihan yang ia miliki kesempatan untuk lolos test cukup besar. Namun meskipun Octa mempunyai kelebihan tersebut, ia tak besar kepala.
“Aku harus tetep belajar banyak. Saingannya kan semakin susah kalo tingkat SMA atau SMK.” Ujar Octa.
“Belajar yang rajin, seminggu lagi loh. Semangat ya Octa.” Ujarku menyemangatinya.
profile-picture
jimmi2008 memberi reputasi
×
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di