alexa-tracking
Kategori
Kategori
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/55d3e187a2c06eca118b4567/kisah-tak-sempurna

Kisah Tak Sempurna

Quote:



Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh.


Selamat pagi warga Kaskus di Seluruh Muka Bumi.

Terimakasih kepada Agan / Aganwati yang sudah mampir di Thread ini. Terimakasih pula untuk sesepuh dan moderator SFTH. Thread ini adalah thread pertama kali saya main kaskus . Saya berharap Thread pertama kali saya di Kaskus bisa membuat Agan / Aganwati terhibur dengan coretan sederhana saya ini.

Thread ini bercerita tentang kisah putih abu - abu seorang laki laki yang saya beri nama Erlangga. Dari pada penasaran, lebih baik langsung baca aja gan! Selamat galau eh selamat membacaaa.

NB; Kritik dan Saran sangat saya butuhkan agar saya dapat menulis lebih baik lagi.

Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Keep in touch with me.
twitter: aldiansyahdzs
instagram : aldisabihat
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jimmi2008 dan 6 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh aldiansyahdzs
Aku, Kau, Dia, dan Dirinya – Part 3

45 menit berlalu. Mereka masih sibuk mengobrol, namun tak ku lihat perlakuan kasar Malik. Syukurlah mereka bisa akur. Sesekali mereka bercanda, Octa sering menyenggol bahu Malik. Malik terkadang tersenyum. Ada sebersit rasa cemburu dalam hatiku, mungkinkah benar aku mempunyai perasaan? Ah sudah lah ke abu – abuan ini lebih baik ku pendam saja.

Quote:


Banyak pedagang makanan disini. Mulai dari batagor, gorengan, surabi, seblak, dan beberapa makanan khas bandung. Kami memesan 2 porsi batagor. Makanan ini adalah salah satu makanan favorit Octa. Meskipun ia terlahir dari kedua orang tuanya yang sangat berkecukupan tinggi, ia tetap hidup sederhana. Batagor yang kami tunggu telah datang. Kami langsung menyantapnya.

Quote:


5 menit berlalu, batagor yang kami santap sudah habis. Kami membayar masing – masing batagor tersebut. Octa faham jika aku tak membayarkannya batagor. Ia tahu jika aku belum berpenghasilan. Aku dan Octa masih sama – sama meminta uang dari orang tua. Jadi selama uang yang kami pegang adalah pemberian dari orang tua, kami tahu harus bagaimana untuk mengatur keuangan kami masing – masing.

Kami kembali duduk di tempat yang tadi telah kami singgahi. Octa menyenderkan badannya ke sebuah pohon. Ia menutup matanya. Keringat mulai membasahi wajahnya, namun sungguh ia masih tetap teduh untuk dipandang. “She is perfect” Ujarku sendiri dalam hati. Laki – laki mana yang akan tidak akan menyukai gadis ini? Aku rasa laki – laki itu harus mengecek matanya. Namun jujur saja, aku lebih menyukai ketulusan gadis ini dibanding fisik yang ia miliki. Untuk berkenalan saja ia sengaja 3 kali datang terlambat untuk ku hukum membersihkan toilet. Gadis gigih. Sepertinya aku beruntung bisa berkenalan dan sedekat ini denganya.

***


Pelajaran hari ini membuat seisi kelasku mengantuk, sebenarnya hanya dua pelajaran hari. Pelajaran pertama dimulai oleh pelajaran fisika. Cuara hari ini dingin, matahari sepertinya ingin bersembunyi diantara awan kelabu. Adri, Evan, dan Rendi sudah mempersiapkan diri untuk tidur. Tas yang mereka gunakan di letakan di meja mereka masing – masing untuk menutupi kepala mereka. Aku hanya tertawa kecil melihat kelakuan mereka. Guru menjelaskan tentang materi yang akan ada di ujian praktek. Ada sedikit rasa takut jika aku tak bisa mengerjakan ujian praktek tersebut. Aku tidak pandai untuk mata pelajaran fisika. Andai saja Fani masih ada mungkin aku bisa bertanya namun aku tak usah memikirkan dia kembali.
profile-picture
jimmi2008 memberi reputasi
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di