alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
[TAMAT] Kembalilah (Tak Terungkap) | Kisah Nyata Cinta Tiga Hati | R-17
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/54e61bbf5a5163581b8b4567/tamat-kembalilah-tak-terungkap--kisah-nyata-cinta-tiga-hati--r-17

Kembalilah (Tak Terungkap) | Kisah Nyata Cinta Tiga Hati | R-17


Apa kau percaya dengan Hukum Kekekalan Energi?
Kalau aku percaya dengan Hukum Kekekalan Cinta.
Bahwa Cinta itu tidak dapat dibuat atau dimusnahkan.
Tetapi hanya berubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya.
Itulah cinta yang kupercaya.

Ini adalah kisah nyata tentang mereka.
Tentang semua cinta yang tak terbalas.
Tentang semua rasa yang tak terungkap.
Yang terukir indah dalam 874 lembar buku harianku sejak SMA.

Maka, saat kau bertanya, mengapa kau masih ingat?
Buku harianku yang mengingatkanku.
Disana tertulis nama lengkap mereka.
Disana tertulis semua perkataan antara aku dan mereka
Disana tertulis semua proses pendewasaanku.

Ini kisah nyata.
Buku harian 874 lembar letter size itu saksi sejarahnya.
Ditulis dengan font Times New Roman 10 Pt.
Dan akan kutulis ulang semuanya untuk kalian.
Bidadari yang pernah datang mengisi hariku.
Bidadari yang mendewasakanku.





Pernahkah, kalian berada diantara dua bidadari yang saling mencintaimu?
Dua sosok bidadari terindah dalam hidupmu, yang tidak pernah kau bayangkan?
Aku cinta Kamu, Aku cinta Dia, dan Mereka mencintai Aku?
Dengan ketulusan dan cinta yang tidak pernah diragukan?

Aku pernah, sampai saat ini, sampai aku berumah tangga dengan salah satunya.
Ini ceritaku bersama Mereka.
Elya dan Nadine.



Kembalilah (Tak Terungkap) | Kisah Nyata Cinta Tiga Hati




MAKLUMAT

Cerita ini berdasarkan kisah nyata, nama karakter disamarkan sesuai dengan kebutuhan untuk melindungi privasi dari tokoh yang ada di dalam cerita ini. Dan cerita ini sebisa mungkin menggunakan kaedah sastra secara teknis, sehingga akan dibutuhkan waktu yang lama untuk dicerna.

Rating dalam cerita ini adalah RESTRICTED-17, dengan kata lain, cerita ini mengandung bahasa yang kasar dan juga isi cerita yang menyerempet ke dalam hal yang berbau dewasa, sehingga hanya cocok untuk pembaca berusia 17 tahun ke atas, dan atau usia di bawahnya dengan bimbingan orang yang lebih dewasa.

Mohon untuk pembaca memahami bahwa dalam cerita ini ada adegan yang mengandung unsur dewasa, sehingga tidak diperkenankan dicontoh atau ditiru, kecuali dilakukan dengan pasangan pernikahan yang sah. Pembaca dimohon untuk mengambil hikmah dari cerita ini sebaik-baiknya.

Kritik dan saran dari pembaca sangatlah saya harapkan, dan mohon maaf apabila banyak tulisan dari karya saya yang masih jauh menyimpang dari Sastra Indonesia. Saya mohon koreksinya dari pembaca, karena saya ingin tetap mempertahankan kaedah menulis Sastra, bukan asal cerita.

Demikian maklumat dari saya, Terima Kasih.


Quote:


Quote:


Quote:


Penggalan reffrain lagu tersebut mewakili perasaanku kepadanya, ya lagu yang aku buat ketika aku merasa gundah karena aku kehilangan orang yang kucintai saat itu. Hanya lagu itu yang setia menemaniku sejak kepergiannya dahulu, dan semenjak saat itu kurasa harapanku kepadanya sudah sirna.


Entah apakah aku bodoh atau aku terlalu percaya kepadanya, hingga pada suatu ketika aku menemukan titik balik dari semua perjuanganku. Manis dan pahit yang kualami menjadikanku lebih dewasa dalam meniti jalan hidupku yang sudah berubah semenjak ada dirinya dan kepergiannya. Dan itu meninggalkan kenangan yang akan kubawa hingga aku mati nanti


Selamat malam teman-teman Story From The Heart, izinkan saya M60E38 untuk bercerita tentang sebuah kisah, yang ringan tetapi bermakna sangat dalam, khususnya bagi saya pribadi. Mungkin ada yang bertanya M60 E38, apakah saya seorang Bimmer yes I am a Bimmer, M60 adalah V-8 90' Engine untuk 1996 E38 730iL. Sudah cukup intermezzo-nya mengenai BMW, saya rasa tidak penting dibahas.

Ini adalah cerita mengenai seorang laki-laki yang merasa cintanya diabaikan dan berharap bahwa keajaiban akan membawanya kembali kepada gadis itu. Hingga saat ini, perasaan itu tidak akan pernah terlupa, meskipun sudah beberapa tahun berlalu, dia adalah cinta pertama yang tidak pernah bisa hilang begitu saja.

Tentang judul Kembalilah (Tak Terungkap) adalah sebuah lagu yang mewakili perasaan laki-laki itu, dan saya benar-benar menciptakan lagu tersebut karena kenangan tentang gadis itu tidak akan bisa dilupakan begitu saja, dan kini meskipun laki-laki itu sudah berkeluarga, ia tidak akan pernah lupa akan perasaan cinta itu kepada gadis tersebut.

Selamat membaca sebuah kisah ini, dan saya berharap masukan dari teman-teman Kaskus agar saya bisa terus update dan menceritakan kisah yang masih on progress ini. Terima Kasih sebelumnya semoga teman-teman Kaskuser bisa menikmatinya.

Quote:


Quote:


Quote:


Silakan Add BBM ID 59FB010B atau Line ID cauthelia untuk kabar terbaru dari thread ini, terima kasih.
profile-picture
auliakhair memberi reputasi
Diubah oleh m60e38

Perjalanan (Bagian 1)



[SIDE STORY] Perjalanan (Bagian 1)


Juli 2015, setelah pertemuanku dengan Nadine, perasaanku kepadanya tetap tidak berubah, ya seperti prinsipku tentang energi, bahwa energi tidak dapat diciptakan atau musnah, tetapi hanya berubah dari satu bentuk ke bentuk yang lainnya. Begitupun dengan perasaanku kepada Nadine, sedikitpun di dalam hati tidak ada niatanku untuk memperistrinya saat ini, sama sekali. Tetapi, ingatlah, qolb tiap manusia ada di antara jari jemari Allah, dan kapanpun pasti bisa diubah dengan mudahnya.

Aku menghadiri acara reuni keluarga besar di Tulungagung tidak kurang dari dua ratus orang tiba di sana. Dengan bangga aku memperkenalkan Cauthelia, Istriku yang saat ini tengah hamil 7 bulan, dan aku sangat bahagia menikah dengannya. Meskipun begitu, nada sumbang banyak terdengar dari sana sini, ya fisik istriku memang terbilang gemuk, tetapi toh bukan fisik alasan aku mencintainya. Lagipula, ia gemuk juga aku yang memintanya, dengan satu alasan juga tentunya, tetapi aku sangat nyaman dengan penampilannya yang seperti itu.

Mengenang tiga tahun yang lalu, saat aku baru saja menikahinya, aku sendiri memang yang sengaja membuat ia gemuk, karena kalau ia tidak gemuk, banyak sekali mata-mata lelaki yang terus menerus memandanginya, setidaknya dengan badan yang lebih gemuk aku bisa mengurangi mata-mata nakal yang ingin membayangkan hal yang tidak-tidak tentang Cauthelia. Tetapi pada faktanya, sampai saat ini pun mata-mata nakal masih saja tetap memandangnya, kadang aku harus menghela nafas panjang karena aku tidak ingin wanitaku dipandang oleh orang lain.

Quote:


Aku mengerti apa yang ia inginkan, tidak lama kemudian, ia melepas dasternya, dan lagi-lagi ia mencumbu leherku, alhasil ada lebih banyak lagi bekas cumbuan yang ada di leherku. Aku tidak pernah mempermasalahkan itu, karena ya kami sudah halal, biarlah ia lakukan apapun selama tidak melanggar syariah. Ia menarikku lembut dan menjatuhkanku di ranjang, ia lalu menciumku dengan sangat berhasrat.

Ia lalu duduk bersimpuh di bawahku, dengan lihai ia memainkan apa yang biasa ia mainkan, aku tersenyum kepadanya sementara ia tidak bisa mengatakan apa-apa karena mulutnya sudah penuh saat ini. Ia hanya memandangku dengan tatapan penuh hasrat seperti biasanya. Lima belas menit ia bermain, ia lalu berada di posisi favoritnya, dengan menggenggam tanganku, ia mulai bermain. Rambut panjangnya, seperti biasa tegerai hingga menutupi wajahku, peluhnya terus menetes seraya ia memejamkan mata dan menggigit sendiri bibirnya, tidak jarang desahan yang cukup keras terdengar.

Empat puluh menit berlalu, ia sudah kelelahan, ritme-nya mulai menurun, ia lalu menjatuhkan seluruh tubuhnya di atas tubuhku. Kuusap punggungnya yang sudah penuh dengan peluh, ia terengah sambil memandangku, ia lalu tersenyum dan mencium mesra bibirku. Sejurus ia menghentikan sebentar permainannya, ia lalu membenamkan wajahnya di bantal dan menumpukan badannya di siku dan lututnya. Saatnya aku yang ambil alih, itu pikirku dalam hati. Setelah hampir dua jam kami pun menyelesaikannya. Kata-kata cinta dan sayang selalu terucap dari bibirnya setelah itu.

Kami pulang menuju ke Jember terlebih dahulu, melewati rute Kepanjen, Turen, Dampit, dan juga Lumajang, rute yang sama seperti yang kami gunakan saat berangkat menuju kemari. Cuaca tidak berkabut malam ini, sehingga perjalanan terasa lebih menyenangkan. Tidak lupa, kami mencari warung makan sebelum memasuki Piket Nol. Setelah makan malam dan Sholat Isya’ di Masjid yang terletak di dekat sana, Cauthelia kembali lagi meminta untuk menghentikan laju mobil di sebuah tempat gelap, dan kami mengulangi permainan hingga satu jam sebelas menit di sana.

Kami tiba di Jember sekitar jam 2330, setelah tiba di rumah kakekku, aku langsung memarkir mobilku dan mandi. Setelah itu aku berniat pergi tidur, di sebelah Istriku yang sudah terlebih dahulu terlelap pada malam itu. Aku tidak bisa tertidur, bahkan mata ini sama sekali tidak mau terpejam, padahal perjalanan cukup melelahkan sejak jam satu siang tadi.

Kepalaku tidak pernah bisa berhenti berpikir mengenai Cauthelia dan Nadine. Pada hari itu jam 0015, sebuah telepon masuk dari Nadine, mengapa meneleponku semalam ini, pikirku dalam hati. Aku hanya membiarkan telepon itu hingga terputus sendiri, ia kembali meneleponku, aku pun tetap membiarkannya hingga terputus. Ia mengulangi hingga enam kali, entah apa yang menyebabkan aku tergugah, aku pun mengangkat telepon itu.

Quote:

Diubah oleh m60e38
×
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di