Quote:Original Posted By absanalbar

iya juga emang sih udh rada radikal,tapi lucu aja,FB ama yg beginian langsung tanggap,sementara akun islam radikal dibiarin,dan orang2 lebih heboh ama abu janda,terus itu media2 radikal yg dia singgung kenapa didiemin?emang pernah denger orang agama dibom ama orang "Nasionalis"?padahal jelas2 media dan paham radikal ini yg lebih mengancam.karena paham radikal intoleran itu mengancam semua generasi muda di semua golongan muslim Indonesia,karena mereka gapake cap/embel,hanya pake embel2 islam,ya jadi anak2 muda latar belakang dan golongan islaml bisa kejebak dan percaya2 aja,padahal Ulama2 dan Kyai dia golongan2 mereka udh jelas menolak paham2 ini.apalagi yang koar2 #savemediaislam , itumah orang kaga tau masalahnya,sekali lagi ane MANTAN KORBAN DOKTRIN RADIKAL.

Gausah paham Radikal dah,itu H*I yg pengen bubarin NKRI juga kenapa didiemin ama Pemerintah?mereka bisa sampe tayang di TVRI,dan bikin aja 150rb orang di GBK,menurut ane sama aja kayak andaikata itu Pak Harto,dia bolehin PKI parade injek2 Istana sambil kibar bendera palu arit. (maaf kalo ada yg tersinggung).

apalagi sekarang orang2 udh merasa enak belajar agama cukup di web2 ato internet,pokoe kalo berlabel islam,mo fitnah kek,mo hoax kek,mo berakibat pada permusuhan,yang penting "Islam".kalopun agan2 bilang "lah itu ente percaya ama abu Janda" nah justru ane dukung dia krn emang dia sepaham dan bukan krn ane "terpengaruhi".sekian


Situs-situs yang kontennya cenderung bermuatan radikalisme semacam arr****ah.com dan voa-***am.com juga tak kalah dihujat kok gan di media sosial, apalagi di kalangan blogger seperti ane dan kawan-kawan, udah beberapa kali kawan-kawan blogger membahas atau membuat postingan klarifikasi atas beberapa hoax/salah kutip yang mereka lakukan. Dan juga, situs-situs seperti itu udah berulang kali (kalau ane ngga salah) kena teguran dari dewan pers. Namun cara yang digunakan, kawan-kawan blogger, atau netizen cenderung lebih tenang dalam mengcounter mereka, terutama yang hoax. Satu yang tak kalah penting, ada beberapa netizen atau blogger yang sadar diri, tidak akan mencounter dalil atau hadits (paling cuma meneruskan ke orang yang bisa/kompeten membahasnya), karena sadar ilmu agamanya masih kacrut, kayak ane contohnya emoticon-Ngakak (S).

Oiya kalau ente mantan korban doktrin radikal, sama kayak ane, kalau ane lebih parah, dari korban doktrin radikal, lalu jadi korban doktrin anti radikal, yang keduanya sama-sama membawa ane tenggelam dalam kebencian. Benci setengah mati pada JIL, benci setengah mati pada PKS, benci setengah mati pada Amerika, Benci setengah mati pada Wahabi, dan kebencian-kebencia 'cupu' lainnya pernah ane rasain.. jadi kalau ada yang ngomporin kebencian soal arabisasi, benci khilafah, benci PKS, benci poligami, macam yang diusung di bebeberapa dakwah agan Permadi udah sangat-sangat usang di mata ane emoticon-Ngakak (S)

**ane sendiri adalah penentang poligami, namun tidak mendiskreditkan ulam berpoligami.. idola ane aja berpoligami (Aa Gym) emoticon-Ngakak (S)

Tulisan ane tentang poligami: http://www.yosbeda.com/ketika-lelaki...poligami-2923/

Spoiler for Dakwah grafis Abu Janda: