KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
When you're gone. i see you everywhere (based on real story)
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/53bcca11118b46c66d8b4670/when-youre-gone-i-see-you-everywhere-based-on-real-story

When you're gone. i see you everywhere (based on true story)



"Semua pertanyaan yang dulu belom bisa gw jawab, semua kalimat yang dulu belum bisa gw ucapin, bakal gw tulis disini"
-Row-


Misi agan-agan semua
ane nubi+ silent reader akhirnya turun gunung jugaemoticon-Ngakak

ane disini mau nulis cerita ane gan, karna terinspirasi dari beberapa cerita-cerita keren yang ada di SFTHemoticon-Malu (S)

cerita ini based on real-life events dari seseorang bernama Row, dari jaman dia SMK-Kuliah. Tetapi sebisa mungkin ane samarin, terutama tempat dan nama orang" nya buat menjaga privasi

ok gan, langsung aja kita mulai...

link photo diatas

Spoiler for Prologue:


Spoiler for index:


Spoiler for Part 1:
profile-picture
i4munited memberi reputasi
Diubah oleh godaanpuasa

update 70-3

Hari ini kostan sangat sepi

Libur kuliah yang bertepatan dengan waktu libur sekolah membuat Nina memutuskan untuk pulang kampung, memudarkan rasa rindu dengan orang tua sekaligus membayar keinginan untuk bermain dengan adiknya yang selalu terhalang karna kesibukan masing-masing. Sedangkan Rey meminta cuti kepada boss nya untuk menghadiri acara pernikahan sepupunya. Jadilah hanya Row dan Depan yang menjadi penghuni kostan hari ini.


Hari itu tak seperti biasanya, setelah selesai menyelesaikan tugas-tugas di pagi hari, Row memilih untuk melanjutkan tidurnya.

dor..dor..dor!

“Woy Row, bangun oy”

cklek !

Row membuka pintu, tangan kiri Row mengusap matanya yang penuh dengan kotoran di sisi kelopak mata.

“Kenapa oy ? ganggu tidur gw aja”

“Ebuset uda jam 9 juga” Nda biasanya lo sob tidur pagi-pagi

“Iyo, ntah kenapa capek betul badan gw kemaren”

“ah elah abis ngapel masa capek” Depan tersenyum mengejek Row, kedua tangan Dengan sudah bersiap menahan serangan amarah dari Row. Tapi diluar dugaan, Row malah tersenyum canggung.

“Hehe, eh seriusan dulu lo ngebangunin gw kenapa la sob ?”

“Woiya, ampe lupa gw” Depan merogoh saku celananya, mengambil kunci lalu memberikannya kepada Row.

“Wets, kenapa ini gw dikasi kunci”

“Iya gw uda ditunggu kawan di depan gang, mau maen futsal kitaorang. Biasa biar hemat bensin nebeng jadinya gw hehe”

“Woo begitu”

“Wokelah gw berangkat yoo”

“Ocre”

Depan berlari keluar menuju rumah, Row lalu segela bergegas menuju kamar mandi.

“Woiya gw lupa Row”

Row menoleh, ternyata Depan sudah kembali berada didepan pintu utama.
“Tadi Hp lo bunyi mulu, jangan-jangan telpon dari sebrang lagi” tanpa menunggu jawaban dari Row, Depan segera bergegas pergi.

Row memutar kembali badannya, berjalan agak cepat menuju kamar.

“Wah, jangan-jangan telpon dari ibu lagi”

Row mengambil dan memerikas Hp-nya, terlihat ada 4 missed calls , dan semuanya dari Rika. Row langsung menekan tombol panggilan, penasaran dengan apa yang ingin disampaikan Rika kepada Row.

“tuut..tuuut.. Halo… ?”

“Uy Rik, ad…?”

“Lo dimana sekarang ?”

“Di rumah emang kenapa ?”

“Astaga kebo banget sih lo… lo ketempat Ara deh sekarang”

“Lah gw belom mandi belom apa ini”

“Astaga, udah kagak usah pake mandi, ini mungkin kesempatan terakhir lo ketemu Ara”

Row terdiam, mencoba mencerna maksud dari kalimat Rika.

“Maksudnya?”

“Ara mau pindah ke Kota Pelajar Row”

Row terdiam, kaget dengan kalimat yang baru saja didengarnya.

“Ah becanda aja lo, tadi malem gw baru ngobrol ama dia, gak ada tuh kata-kata…” Kalimat Row terhenti, Pikirannya kembali kewaktu pertemuannya dengan Ara tadi malam. Rumah Ara yang lega dengan menghilangnya sebagian besar Furniture di rumah Ara, serta percakapan malam itu, sungguh adalah pertanda yang sebenarnya lebih dari cukup. Pertanda bahwa benar Ara akan pindah dari kota ini.

“Jangankan lo Row, gw aja baru tau hari ini. Gw aja sampe…”

“Sekarang pada dimana ?”

“Gw sih di toilet”

“Astaga, Bukan lo, Ara oy” Nada Row sedikit meninggi, dia mulai panik.

“hehe maap-maap. Dia sama gw masih dirumah Ara Row, nunggu Taxi bandara nyampe sekitar jam 9an”

Row melihat kearah Jam

“Baru Jam 08:00, masih sempet”

“Ok, gw kesana” Tanpa menunggu jawaban Rika, Row langsung menutup telponnya.

Row segera mengambil dan memakai jaketnya, Row lalu menuju kebelakang untuk mencuci muka serta menutup semua pintu-pintu. Tak lupa Row mengambil Helm, lalu bergegas menuju motor Depan yang sudah berada di teras. Row memasukan kunci dan memencet starter motor tersebut.

drrtttttt...drrrtttt..drrttt.

“Astaga kenapa lagi ni motor” Row turun dari motor, menggaruk-garuk kepalanya kebingungan. Row membuka jok motor tersebut, mengecek isi dari tank bensin.

“Penuh kok, apa jadi ini maslahnya ?”

Row kembali duduk diatas motor, mencoba mengengkol motor tersebut. Namun sayang, Motor Depan belom hidup juga.

“Astaga pas banget gw lagi butuh gini, ada aja”
Row tidak menyerah, dia kembali mengengkol motor tersebut berulang-ulang.

15 menit telah berlalu, Row menghela nafas panjang. Akhirnya Row memutuskan untuk pergi menggunakan angkot saja.

“Ah udahlah, mending gw masukin aja ini motor”

Secara tak sadar, Row memencet starter motor tersebut, dan tiba-tiba…

brrrmmmm...brmmm…

Row terdiam, kebingungan diatas motor tersebut. Tidak mengerti kenapa saat dia tadi berusaha sekuat tenaga i motor tersebut tidak hidup-hidup, dan saat ia menyerah justru motor tersebut hidup. Sungguh motor yang aneh.
Row mengeluarkan Hp-nya untuk melihat jam

08:15

“45 menit, lebih dari cukup”

Row mengunci pintu-pintu dan segera tancap gas menuju rumah Ara. Seperti biasa, dari depan gang rumah, Row langsung mengambil jalan yang akan mengarahkannya ke Toko Buku Kota Gajah, jalan yang menurut Row paling cepat menuju rumah Ara yang dekat dengan stadion Kota Gajah.

“Wah ini gak terlalu sepi apa jalanan ?”

Row merasakan ada sesuatu yang aneh dengan jalanan yang sangat sepi ini. Tiba-tiba pas di Depan petigaan Toko Buku, Row melihat sekelompok polisi serta menjaga tempat tersebut, disampingnya terdapat portal-portal yang menutup jalan tersebut.

“Astaga, ini hari minggu, Car Free Day. Sial.”

Row memutar kembali motornya. Dalam hati Row terus memaki dirinya yang bisa lupa akan kegiatan CFD tersebut, dimana setiap hari minggu dari jam 06:00-09:00 pagi jalan dari Toko Buku hingga Patung Gajah serta jalan sepanjang lapangan olah Raga Kota Gajah ditutup dari semua jenis kendaraan bermotor. Hal ini membuat Row harus mengambil rute lain yang cukup memakan waktu.

Setelah melewati jalan memutar dan memasuki beberapa gang. Row akhirnya sampai di jalur 2 menuju Stadion Kota Gajah, tinggal sedikit lagi Row akan tiba dirumah Ara.

“Berani-beraninya lo mau ninggalin gw Ra, setelah akhirnya gw paham arti diri lo bagi gw…..”

Row mempercepat laju motornya, tetapi tiba-tiba ada seorang pemuda yang hendak menyebrang jalan. Kedua tangan serta mata yang sedang fokus terhadap layar hp, membuat pemuda tersebut tidak menyadari motor Row yang sedang melaju kencang .

Row menekan rem depan, serta menginjak rem kaki sekuat tenaga. Kedua tangan Row lalu dengan sengaja membelokan stang kearah kanan, mencoba menghindari pemuda tersebut. Hasilnya Row terpental dari motor terguling sejauh 500 meter dari motor yang jatuh dan menghantam pembatas jalan.

Penyeberang jalan tersebut terdiam, kaget bercampur takut terpampang jelas dari ekspresi wajahnya yang pucat serta badannya yang tidk berhenti gemetar, beberapa detik kemudian Row membantu Row berdiri.

“Maaf mas, saya nda liat-liat jalan, mas gak pa pa ?”

Row tidak menjawab pemuda tersebut, bagian punggung dan bahunya terasa sangat nyeri, jika tidak terlindung oleh jaket dan helm mungkin Row akan mendapatkan luka yang lebih parah. Tetapi Row tidak memedulikan rasa sakit tersebut, badan yang masih mampu digerakannya sudah cukup bagus.

Row lalu membenarkan posisi motornya, menaikinya lalu memencet tombol starter motor tersebut. untung saja Motor tersebut masih bisa dinyalakan. Row langsung menancap gas, meninggalkan pemuda yang sedang bingung dan ketakutan tersebut.

Row berusaha untuk tetap menyeimbangkan motor, bertarung dengan rasa nyeri yang semakin lama semakin terasa. Dan akhirnya Row tiba juga di depan rumah Ara, di depan Rumah yang sekarang tertempel papan bertuliskan “DIJUAL” di pagarnya.

Row memarkir motor menghampiri Rika yang duduk di depan pagar rumah Ara, sengaja menunggu kedatangan Row.

“Ara mana Rik ?”

Rika lalu tiba berdiri dan memberikan sepucuk surat kepada Row.

“Dari Ara Row”

“Ahahaha, Lah dari Ara kok lo yang ngasih ?.......... woo gw tau pasti dia lagi di kamar mandi kan ?...... atau dia lagi dandan, atau…..” Row tidak mampu melanjutkan kata-katanya, perlahan air mata mulai menetes membasahi pipi Row.

Rika memeluk Row, tidak tega dengan Row yang terlihat sangat sulit untuk menerima kenyataan bahwa Ara sudah pergi.

“Yang kuat Row”



23:00

Row tiba-tiba terbangun dari tidurnya. Seperti biasa jika hal ini terjadi, maka Row akan sulit untuk kembali melanjutkan tidurnya. Row membuka pintu kamarnya, lalu kembali memanjat pagar untuk bisa sampai ke atas loteng, tempat favoritnya untuk bertatap muka dengan langit malam beserta teman-temannya.

Rupanya pilihan Row tidak salah, malam ini Bulan dan bintang bersinar sangat terang, seolah-olah mereka sedang berusaha menghibur hati Row yang sedang gundah. Row merogoh kantong jaketnya, mengambil surat Ara yang tadi pagi diberikan oleh Rika.

Row duduk lalu membuka Amplop tersebut dan mengambil suratnya, dengan ragu Row membuka surat tersebut dan membaca isinya.

Gimana, udah ketemu belom jawabannya ? ^_^
-Ara

Row terdiam, kaget bercampur bingung mendapati bahwa surat yang membuat Row gentar ukarna mengira isinya adalah sesuatu yang penting, sesuatu yang hanya bisa disampaikan Ara oleh berbaris-baris kalimat melalui surat ini, hanya berisikan satu kalimat tanya pendek.

“Ahahahahaha” Row tertawa cukup keras hingga membaringkan badannya sehingga ia dapat melihat langit lebih jelas

“What do i desire, huh ?”

End
Diubah oleh godaanpuasa
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di