alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Tech / ... / Android /
[SHARE] Pengukuran Kuat Arus Charger Gadget dengan Aplikasi Battery Monitor Widget
5 stars - based on 7 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/540539f3529a45b35c8b4572/share-pengukuran-kuat-arus-charger-gadget-dengan-aplikasi-battery-monitor-widget

[SHARE] Pengukuran Kuat Arus Charger Gadget dengan Aplikasi Battery Monitor Widget

[SHARE] Pengukuran Kuat Arus Charger Gadget dengan Aplikasi Battery Monitor Widget


Mohon ijin share ke rekan-rekan kaskuser. Mohon maaf kalau ternyata repost.

PENDAHULUAN

Seringkali kita ingin mengetahui / menguji kualitas atau keaslian charger gadget yang kita miliki.

Kualitas charger umumnya diukur dari:
1. Nilai tegangan dan arus yang dihasilkan (sesuai spec atau tidak)
2. Kestabilan outputnya (yang kurang bagus biasanya bikin touch screen loncat-loncat atau delay)
3. Ketahanan / keawetan.

Tegangan dan arus bisa diukur dengan mudah menggunakan alat ukur hanya dalam beberapa detik. Kestabilan output bisa diketahui setelah menggunakan touch screennya dalam kondisi charging selama beberapa menit. Sedangkan ketahanan / keawetan baru bisa diketahui setelah charger digunakan selama beberapa bulan, dan sangat bergantung pada cara pemakaian ataupun kualitas jaringan listrik.

Salah satu alat ukur yang bisa kita gunakan adalah aplikasi android yang bernama Battery Monitor Widget. Versi Pro maupun gratisnya bisa diunduh di Play Store. Fitur / fungsi aplikasi ini sebetulnya ada cukup banyak (terutama pada versi Pro), antara lain:
- Mengukur kapasitas baterai aktual (mAh)
- Mengukur arus yang masuk / keluar baterai (mA atau mW)
- Mengukur persentase daya yang tersimpan pada baterai (dalam persen)
- Mengukur tegangan baterai (mV)
- Mengukur temperatur baterai
- Merekam dan menampilkan data baterai tersebut dalam bentuk grafik maupun tabel
- Merekam dan menampilkan data aplikasi yang menggunakan daya
dan sebagainya silahkan dicoba sendiri

Dalam tulisan ini saya akan menggunakan aplikasi Battery Monitor Widget untuk menguji kuat arus yang dihasilkan oleh beberapa charger gadget walaupun sebetulnya yang diukur oleh aplikasi ini adalah kuat arus yang masuk ke baterai.

Perlu diketahui juga bahwa kuat arus yang mengalir ke gadget kita tidak hanya ditentukan oleh kepala chargernya, tetapi juga oleh kabel yang digunakan (penghantarnya). Kemampuan kabel dalam menghantarkan arus ditentukan oleh material penghantar yang digunakan, luas penampang penghantar, dan panjang penghantar. Salah satu tulisan yang membahas tentang charging cable bisa dibaca disini


PERSIAPAN

Alat uji utama yang saya gunakan adalah handset Lenovo P780 dengan aplikasi Battery Monitor Widget Pro versi 3.1.2, operating system JellyBean 4.2.1.

Sebagai pembanding, saya menggunakan alat Charger Doctor yaitu alat ukur tegangan dan arus yang dihasilkan oleh suatu USB Port. Jika digunakan untuk mengukur wall charger, maka harus terpisah antara kepala charger dan kabel USB nya. Layar LCD nya menampilkan tegangan dan kuat arus (bergantian setiap beberapa detik).
Alat ini saya peroleh dari salah satu seller di FJB Kaskus.
Spoiler for Charger Doctor:


Adapun beberapa alat yang diukur adalah:
1. Kepala charger bawaan Lenovo P780 dan kabel data USB bawaannya
Spec output = 5.2V, 2A
Spoiler for Kepala Charger Lenovo P780:


2. Kepala charger Samsung Galaxy S4 dan kabel USB-nya
Spec output = 5V, 2A
Charger ini saya peroleh dari seller A di FJB Kaskus, diklaim Original 100 persen.
Spoiler for Kepala Charger Samsung S4:


3. Kepala charger Samsung Galaxy Note1 dan kabel USB-nya
Spec output = 5V, 1A
Charger ini saya peroleh dari seller B di FJB Kaskus, diklaim Original 100 persen.
Spoiler for Kepala Charger Samsung Note 1:


4. Kepala charger bawaan HTC Desire
Spec output = 5V, 1A
Spoiler for Kepala Charger HTC Desire:


5. Kabel Samsung Galaxy Note1
Kabel ini saya peroleh dari seller C di FJB Kaskus ketika membeli satu set chargernya, diklaim Original 100 persen. Sayang kepala chargernya keburu hilang sebelum sempat dites, he he. Secara fisik, tampilannya bisa dibilang sama persis dengan kabel USB yang saya peroleh dari seller B di atas.
Spoiler for Kabel Note1 dari Seller C:


6. Kabel bawaan Blackberry Montana
Spoiler for Kabel BB:



HASIL PENGUJIAN

Sebagai referensi awal, berikut arus yang keluar dari baterai pada saat handset Lenovo P780 dalam kondisi standby (normal discharging).
Spoiler for Lenovo Discharging:

Terlihat arus yang keluar baterai sebesar 168mA.

Kita mulai tesnya ya.

1. Kepala charger bawaan Lenovo P780 dan kabel data USB bawaannya
Spoiler for Charger Lenovo + Kabel Lenovo:

Pada foto di atas terlihat bahwa arus yang masuk ke baterai sebesar 1917mA, sangat mendekati spec output kepala chargernya yaitu 2A. Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa kepala charger Lenovo ini sangat baik dari sisi output arusnya dan kabel USB-nya pun sangat baik untuk menghantarkan arus sesuai spec.

Spoiler for Charger Lenovo + Charger Doctor + Kabel Lenovo:

Pada foto di atas terlihat bahwa arus yang mengalir keluar dari kepala charger sebesar 1.73A bila diukur dengan Charger Doctor, sedangkan arus yang masuk ke baterai sebesar 1730mA bila diukur dengan aplikasi.

Arus yang mengalir pada pengukuran dengan Charger Doctor lebih kecil dibandingkan hasil pengukuran sebelumnya yang tidak menggunakan Charger Doctor. Analisa sementara saya adalah ada daya yang dikonsumsi oleh alat Charger Doctor itu sendiri, sehingga mengurangi arus yang diteruskan ke gadget. Atau alat Charger Doctor itu sendiri kurang baik dalam menghantarkan arus.

2. Kepala charger Samsung Galaxy S4 dan kabel USB-nya
Spoiler for Charger S4 + Kabel S4:

Pada foto di atas terlihat bahwa arus yang masuk ke baterai sebesar 1866mA, mendekati spec output kepala chargernya yaitu 2A. Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa kepala charger Samsung S4 ini cukup baik dari sisi output arusnya dan kabel USB-nya pun cukup baik untuk menghantarkan arus sesuai spec.

Spoiler for Charger S4 + Charger Doctor + Kabel S4:

Pada foto di atas terlihat bahwa arus yang mengalir keluar dari kepala charger sebesar 1.28A bila diukur dengan Charger Doctor, sedangkan arus yang masuk ke baterai sebesar 1271mA bila diukur dengan aplikasi.

Kali ini arus yang mengalir pada pengukuran dengan Charger Doctor jauh lebih kecil dibandingkan hasil pengukuran sebelumnya yang tidak menggunakan Charger Doctor.

3. Kepala charger HTC Desire dan kabel Blackberry Montana
Spoiler for Charger HTC + Kabel BB:

Pada foto di atas terlihat bahwa arus yang masuk ke baterai sebesar 913mA, mendekati spec output kepala chargernya yaitu 1A. Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa kepala charger HTC ini cukup baik dari sisi output arusnya dan kabel USB-nya pun cukup baik untuk menghantarkan arus sesuai spec.

Spoiler for Charger HTC + Charger Doctor + Kabel BB:

Pada foto di atas terlihat bahwa arus yang mengalir keluar dari kepala charger sebesar 0.63A bila diukur dengan Charger Doctor, sedangkan arus yang masuk ke baterai sebesar 530mA bila diukur dengan aplikasi.

Mirip dengan pengujian sebelumnya (untuk Charger Samsung S4), arus yang mengalir pada pengukuran dengan Charger Doctor jauh lebih kecil dibandingkan hasil pengukuran yang tidak menggunakan Charger Doctor.

4. Kepala charger Samsung Galaxy Note1 dan kabel USB-nya
Spoiler for Charger Note1 + Kabel Note1:

Pada foto di atas terlihat bahwa arus yang masuk ke baterai sebesar 340mA, jauh di bawah spec output kepala chargernya yaitu 1A.

Spoiler for Charger Note1 + Charger Doctor + Kabel Note1:

Pada foto di atas, diukur dengan Charger Doctor pun arus yang mengalir keluar dari kepala charger hanya sekitar 0.40A sedangkan arus yang masuk ke baterai sebesar 333mA.

Dalam kasus seperti ini (hasil pengukuran jauh di bawah spec kepala charger), ada 2 kemungkinan penyebab yaitu output kepala chargernya yang kurang bagus, atau kualitas kabel USB nya yang kurang baik dalam menghantarkan arus.

Untuk memastikannya, saya mencoba mengkombinasikan kepala charger Samsung Note1 ini dengan kabel data Lenovo yang sudah terbukti sangat baik kualitasnya pada pengujian sebelumnya, juga dengan kabel data Samsung S4.

Spoiler for Charger Note1 + Kabel Lenovo:

Spoiler for Charger Note1 + Charger Doctor + Kabel Lenovo:

Spoiler for Charger Note1 + Kabel S4:

Terlihat bahwa arus yang masuk ke baterai bisa lebih baik dengan kabel Lenovo (mencapai 556mA, tanpa Charger Doctor) maupun dengan kabel Samsung S4 (mencapai 470mA, tanpa Charger Doctor)

Kesimpulannya, output dari kepala charger Samsung Note1 ini memang kurang bagus dari sisi kuat arus yang dihasilkan, walaupun saya tidak mengalami touch screen loncat-loncat ataupun delay pada saat charging.

Selanjutnya saya mencoba mengkombinasikan kabel Samsung Note1 ini dengan kepala charger HTC yang sudah terbukti sangat baik kualitasnya pada pengujian sebelumnya.

Spoiler for Charger HTC + Kabel Note1:

Spoiler for Charger HTC + Charger Doctor + Kabel Note1:


Terlihat bahwa arus yang masuk ke baterai masih cukup baik yaitu mencapai 903mA (tanpa Charger Doctor) atau 688mA (dengan Charger Doctor).

Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa sebetulnya kabel Samsung Note1 ini cukup baik menghantarkan arus sesuai spec kepala chargernya, tetapi kepala chargernya yang kurang bagus sebagaimana sudah saya jelaskan di atas.

5. Kepala charger HTC Desire dan kabel Samsung Galaxy Note1 dari Seller C
Kabel Note1 ini berbeda supplier dengan kabel Note1 pada pengujian sebelumnya.
Spoiler for Charger HTC + Kabel Note1 Seller C:

Pada foto di atas terlihat bahwa arus yang masuk ke baterai sebesar 644 mA, di bawah spec output kepala chargernya yaitu 1A.

Spoiler for Charger HTC + Charger Doctor + Kabel Note1 Seller C:

Pada foto di atas, diukur dengan Charger Doctor pun arus yang mengalir keluar dari kepala charger hanya sekitar 0.43A sedangkan arus yang masuk ke baterai sebesar 361mA.

Karena charger HTC nya sudah terbukti sangat baik pada pengujian sebelumnya, bisa disimpulkan bahwa Kabel Samsung Galaxy Note1 dari Seller C ini kurang baik dalam menghantarkan arus.


Bisa saya tambahkan, saya pernah mendapatkan kepala charger Samsung Galaxy Note 1 dan kabel USB-nya dari seller A di FJB Kaskus yang juga diklaim original 100 persen. Setelah saya tes, output yang dihasilkan oleh kepala chargernya bisa sesuai spec yaitu 1000mA (dengan kabel USB Blackberry yang saya gunakan dalam pengujian di atas). Tetapi ada efek touch screen menjadi loncat-loncat atau delay. Kabel USB bawaannya juga kurang bagus menghantarkan arus, tidak sampai 500 mA. Sayang barangnya sudah saya retur ke sellernya sebelum saya sempat mendokumentasikan. Untungnya seller A ini sangat komitmen dengan garansinya.


KESIMPULAN
Aplikasi Battery Monitor Widget terbukti cukup akurat mengukur kuat arus yang masuk ke gadget android kita. Dengan beberapa kombinasi kepala charger dan kabel USB, kita bisa menyimpulkan apakah kepala charger dan kabel USB itu cukup baik dalam menghasilkan & menghantarkan arus.


CATATAN
1. Angka yang muncul pada aplikasi Battery Monitor Widget Pro maupun pada layar Charger Doctor tidaklah konstan, tetapi naik-turun. Pada aplikasi Battery Monitor Widget Pro, angka arus akan berubah setiap beberapa detik, sedangkan pada Charger Doctor bisa berubah setiap sepersekian detik. Angka yang saya capture di atas adalah angka yang tertinggi atau termasuk tinggi dalam rentang yang dihasilkan pada setiap pengujian.
2. Secara umum, kuat arus yang mengalir ke gadget akan dibatasi pada angka tertentu supaya tidak merusak hardware. Beberapa tipe gadget membatasi kuat arus yang mengalir secara bertahap, disesuaikan dengan persentase daya yang sudah tersimpan dalam baterai gadget itu. Misalnya pada handset Lenovo P780 yang saya gunakan di atas, arus yang masuk ke baterai akan dibatasi sekitar 1000-1100mA ketika daya yang tersimpan pada baterai sudah mencapai 80 persen, dan hanya sekitar 100-200mA ketika mencapai 90 persen.
3. Sampai saat tulisan ini dibuat, aplikasi Battery Monitor Widget kurang kompatibel dengan OS Kitkat 4.4.2 tetapi tidak bermasalah dengan Kitkat 4.4.3
4. Disarankan untuk terlebih dahulu melakukan pengujian terhadap Kepala Charger dan kabel BAWAAN handset yang Anda gunakan, untuk memastikan aplikasinya cukup akurat / kompatibel untuk digunakan di handset dan OS nya. Asumsinya, charger BAWAAN (beserta kabelnya) akan menghasilkan output sesuai specnya. Jika sudah terbukti akurat, bisa digunakan untuk menguji charger & kabel lain.


UPDATE
Kepala charger Samsung Galaxy S4 yang saya beli dari Seller A ternyata tidak bertahan lama, cuma dipakai satu bulan terus mati total (2 unit seperti itu). Seperti yang sudah saya tulis, bisa jadi kualitas outputnya bagus tetapi ternyata kurang awet. Sedangkan kepala charger Samsung Galaxy Note1 yang saya beli malah masih berfungsi sampai berbulan-bulan walaupun outputnya jauh dari spec.
Diubah oleh zaqi98
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Quote:

Secara teori begitu, gan. Sebesar apapun kapasitas arus yang bisa dihasilkan oleh kepala charger, tetap akan dibatasi oleh handset itu sendiri secara hardware atau software.

Quote:

Saya belum ketemu logikanya kenapa powerbank bikin batre drop. Secara teknis, powerbank sama dengan charger biasa. Tentu ada faktor kualitas outputnya juga (sesuai spec atau tidak, stabil atau tidak) sebagaimana charger biasa.
Yang lebih logis menurut saya, kalau biasa pakai powerbank, maka HH akan lebih sering dipakai, siklus batrenya (charge-discharge) lebih banyak, sehingga umur batre lebih pendek (karena tergantung jumlah siklus). emoticon-Smilie
Diubah oleh zaqi98
×
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di