Breaking News! 
MR, MA 2

KOSKAS MALANG - ride & share
Sebagai pembuka ,monggo diputar dulu yg ini hehe
Quote:

Hujan di Mimpi

Semesta bicara tanpa bersuara
Semesta ia kadang buta aksara
Sepi itu indah, percayalah
Membisu itu anugerah

Seperti hadirmu di kala gempa
Jujur dan tanpa bersandiwara
Teduhnya seperti hujan di mimpi
Berdua kita berlari

Semesta bergulir tak kenal aral
Seperti langkah-langkah menuju kaki langit
Seperti genangan akankah bertahan
Atau perlahan menjadi lautan

Seperti hadirmu di kala gempa
Jujur dan tanpa bersandiwara
Teduhnya seperti hujan di mimpi
Berdua kita berlari

Spoiler for Semesta:


Salam,apakabar kawan?
Melanjutkan kemarin, bagaimana jalur yg saya lewati sejauh ini lumayan rapat . Tanaman perdu dan pinus subur disisi kiri kanan , meski tak menutup jalan. Mendung menggelayut di tempat ini semenjak pertengahan

Spoiler for jalur:

KOSKAS MALANG - ride & share
Spoiler for selanjutnya:

setelah beberapa kelokan, bersua persimpangan
sebelah kanan landai, sebelah kiri menurun tajam
melihat turunannya cukup ngeri, dan perlu nyali yg ga setengah2

Spoiler for simpang satu:

Saya putuskan ambil yg landai dulu. Baru berjalan 100 meter bertemu lagi persimpangan kedua
Jurusan lainnya menurun tajam seperti yg pertama tadi. Kalau musti menurun dulu rasanya masih setengah hati alias pikir2 dlu
Ah andai di tengah hutan ini ada warung utk sekedar bersantai minum teh atau mampir makan gorengan, tentulah nikmat. Sambil menikmati hembusan angin pegunungan. Konsekuensinya akan sedikit mengurangi keheningannya dgn keramaian. Dan sepertinya ide warung di tengah hutan akan menambah jumlah pencemaran dari sampahnya. Apalagi nantinya jika warungnya menjadi favorit pula seperti nasib pecel tadi.

Melihat balok2 kayu, di titik ini tentulah enak buat istirahat

Spoiler for simpangdua:

Omong2, iseng saya baca sedikit bab dari Catatan Seorang Demonstran milik Soe Hok Gie .Wow,yg sepintas itu mampu membuat terkesima dan 'blow our mind'. Ini pemuda tanpa tedeng aling2. Kata2nya cerdas utk ukuran jamannya, spontan khas darah muda Tak pernah bersua langsung, namun seperti telah mengenal lama meski hanya lewat tulisan.

Saya melihat bagaimana seorang generasi emas pemuda, dia tidak berpihak, melainkan bersikap. Semangat jujur berbalut keberanian ,namun tetap berpegang erat pada nilai kemanusiaan. Prinsip yg teguh, semestinya dianut pemuda generasi sekarang , yg kelak akan meneruskan langkah negeri ini.
Aduhai, entah kenapa saya merindukan sosok di jaman ini spt dia

Quote: Kita, generasi kita, ditugaskan untuk memberantas generasi tua yang mengacau…. Kitalah yang dijadikan generasi yang akan memakmurkan Indonesia…… Cuma pada kebenaran kita harapkan. Kebenaran cuma ada di langit dan dunia hanyalah palsu, palsu

"Lebih baik disingkirkan daripada menyerah kepada kemunafikan."

Namun bukan pada konteksnya jika saya membahas kiprahnya sebagai corong kritik pemerintah. Soe Hok Gie adalah seorang pengagum alam sejati itulah sisi lainnya. Kedamaian yg dicarinya ,dia temukan saat pergi ke alam. Melihat tanda Kebesaran-Nya, hilanglah kata dan sikap yg tajam. Tinggal kelembutan , salah satunya dituangkannya lewat puisi, gambaran cinta pada kesunyian Lembah Mandalawangi, Gunung Pangrango
Quote:MANDALAWANGI – PANGRANGO

Senja ini, ketika matahari turun kedalam jurang2mu
aku datang kembali
kedalam ribaanmu, dalam sepimu dan dalam dinginmu

walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna
aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan
dan aku terima kau dalam keberadaanmu
seperti kau terima daku

aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi
sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada
hutanmu adalah misteri segala
cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta

malam itu ketika dingin dan kebisuan menyelimuti Mandalawangi Kau datang kembali
Dan bicara padaku tentang kehampaan semua

“hidup adalah soal keberanian, menghadapi yang tanda tanya “tanpa kita mengerti, tanpa kita bisa menawar
‘terimalah dan hadapilah

dan antara ransel2 kosong dan api unggun yang membara
aku terima ini semua
melampaui batas2 hutanmu, melampaui batas2 jurangmu

aku cinta padamu Pangrango
karena aku cinta pada keberanian hidup

KOSKAS MALANG - ride & share
Banyak membaca otobiografi orang2 yg memiliki kecintaan sama itu menular, berhati2lah. Selain Catatan Seorang Demonstran, ada buku lain yg juga sama berbahayanya dalam hal menularkan semangat, yaitu Hidup Tanpa Ijazah milik Ajip Rosidi.
Spoiler for stiker:

Melanjutkan rute,saya sempat ragu2.
Jalur landai yg pilihan saya ini akhirnya mengantarkan pada suasana sedikit horor. Bagaimana tidak, sisi kiri kanan jalurnya lebih rapat dari yg awal. Melihat tebing atasnya saja susah karena lebatnya tanaman.Pun pinus di sebelah kiri juga berdampingan dgn semacam tanaman entah apa, yg sama lebatnya juga. Kalo ingin gambaran gampangnya, seperti di bawah pohon beringin . Teduh, tapi jg terkesan sedikit gelap. Masih ditambah mendung pula. Sudahlah lanjut, nekad

Spoiler for maju terus:

Ada jejak motor 1, itu yg saya ikuti. Dan akhirnya sampai juga di area sedikit terbuka
KOSKAS MALANG - ride & share
Jalur berkelok2, jenis yg cocok utk bersepeda ria
membuat saya membayangkan kenikmatan yg sama, yg dialami bule2 dan pakle saat bersepeda di alam2 liar . Mungkin kalo divideokan juga, saya rasa bisalah menjaring maksimal 100 viewer, haha masuk dalam kategori video sepeda gunung rodo keren, karena kurangnya adegan2 akrobatik, dan hanya semangat nekad

Spoiler for cek point: