Breaking News! 
ketiga

KOSKAS MALANG - ride & share
kadang saya rindu saat televisi hanya didominasi oeh TVRI. Acara favorit saya Dari Desa Ke Desa bahkan masih setia saya ikuti. Acara yg banyak mengupas keindahan pelosok2 negeri ini tiada habisnya membuat saya takjub. Sayang sekarang semakin byk kanal televisi sibuk dgn programnya sendiri demi sebuah tuntutan bernama rating.

JAman dulu menyaksikan kejuaran badminton bersama2 di TVRI adalah kebanggaan, sekarang acara serupa acapkali sepi pemirsa. Sungguh lucu kadangkala saya bisa sedih sendiri melihat kegagalan tim Indonesia yg berjuang di luar sana membawa nama bangsa, sementara byk yg tertawa melihat acara joget2 yg sedikit faedahnya.

Spoiler for kembali ke jalur:

kembali ke jalur, bisa dilihat. Ya lumayan tidak terlalu parah. CUkup nyaman utk dilewati.
Dari persimpangan kesekian ini, saya ambil belok kanan menanjak

Spoiler for persimpangan:

Melihat kondisi di sini, sepertinya abu vulkanik dari kelud tidak sampai kemari. Tumbuhan tampak hijau segar, dan tanahnya tidak terlalu basah yg kemungkinan dilewati hujan namun tidak terlampau deras
Berikut penampakan jalur, yg kalo dari arah berlawanan bisa membuat rider berlenggak lenggok, salah ambil jalur langsung nyungsep
KOSKAS MALANG - ride & share

Persimpangan lagi, saya ambil kanan. Jalur turun di foto bawah ini nanti akan saya lewati.
Spoiler for jalur:

Pertigaan berikut, ada yg landai ke kanan, satu lagi ke kanan nanjak. Saya ambil nanjak. Besar kemungkinan bahwa jalur2 ini ada yg terhubung ke goa jepang, di luar jalur yg umum di lewati byk orang. Saya pernah menemukan satu jalur baru kalo ga salah. Dari coban rais turun ke goe jepang, kalo tidak salah sebelum lokasi goa jepang ada belokan ke kanan, kemungkinan terhubung ke area ini.
Spoiler for naik naik ke puncak:

Jika di tanya bagaimana rasanya mbambong dewean ,wuih senang sekali. Ada sesuatu perasaan yg sukar dijelaskan saat kita sendirian berada di alam luas. Ada kesadaran bahwa kita ini kecil, tidak seberapa dibanding luasnya alam semesta. Kita akan belajar interaksi dgn sekeliling. Kesan 'mertamu' /menjadi tamu akan menjadikan diri sadar, byk hal2 diluar sana, diluar kuasa manusia

Hal yg lain, adalah membuat kita tidak materialistis. Di gunung kita akan sadar betapa sederhananya kebutuhan kita. Satu benda bisa digunakan untuk beberapa hal, tidak semua benda harus dibeli dan akan dibawa ke mana - mana.

Inilah yang membuat kita lebih sederhana dan tidak materialistis. Karena kita sadar, hidup tidak selamanya mengumpulkan harta. Melainkan bagaimana caranya berbahagia dengan apa yang ada.

Oh ya , akhirnya saya mencapai puncak dari tanjakan ini

Spoiler for puncak:

perasaan tiap kali bisa mencapai puncak itu luar biasa bahagia. Rasanya puas bisa menaklukkan diri sendiri. Dipuncak mata bisa memandang luas ke sudut2 yg sulit dijangkau. Ada suguhan kebesaran Tuhan yg tidak bisa disangkal

Jangan heran byk orang berada di puncak berteriak keras,mengangkat kedua belah tangan sambil melepas desakan gelora membara di dalam tubuh...
berkata" wahai alam aku datang"

KOSKAS MALANG - ride & share
gema teriakan mengalun di lembah, gemanya seolah memberi sambutan 'terima kasih engkau datang manusia, menengokku, kini lihatlah kebesaran milik Tuhanmu"
Spoiler for leave:

Puas disini, saya bergegas menanjak lagi, karena melihat puncak kedua yg cukup dekat.
Spoiler for kembali melangkah:

MEnuju ke puncak ke dua, saya cukup terkejut bahwa di area gunung ini masih ada hutan lebat dan rapat.
KOSKAS MALANG - ride & share
Meskipun sampingnya sudah mulai dibuka lahan, tapi sepertinya yg ini sengaja tidak dijamah.
Spoiler for sampingnya:

Menanjak puncak ke dua tidak terlalu jauh dari puncak pertama.
Yang saya sebut puncak ini adalah area lapang luas, dimana darinya bisa melihat area sekitar pegunungan dan ke bawah sana dgn leluasa

Spoiler for tarik terus:

KOSKAS MALANG - ride & share
pemandangan seberang
KOSKAS MALANG - ride & share
Alhamdulillah sampai puncak