sambungan

KOSKAS MALANG - ride & share
melanjutkan cerita saya yg tidak bermutu, saya tidak melewati bedengan melainkan belok ke arah princi. Jalan raya yg biasa dipakai rekan gowes menuju goa jepang.
Mendung menggelayut dan embun sisa semalam masih menggantung di tepian daun

Spoiler for embun pagi:

sebuah puisi indah tentang Embun :
Quote:Aku sudah berubah jadi kabut semalam
Sekarang akan ku telusuri rimba ini
Akan ku cari daun jelita dalam mimpiku
Kubawa kado diriku
Untuk ku persembahkan padanya utuh
Akulah sang pecinta tanpa pamrih apa-apa
Semoga bisa diterima

byk cerita tentang embun, termasuk khasiatnya. Namun jika hendak mengkonsumsi embun pastikan mengambilnya bukan di tempat yg sering dipakai kencing orang. Salah ambil bukannya sehat malah tambah remuk redam
Spoiler for idaman:

saya selalu mencita2kan punya rumah berpagar pendek dari kayu atau bambu. Ini sebenarnya karena saya terkesan melihat rumah orng jaman dahulu, yg berhalaman lebar dan berpagar rendah, kadang malah tidak berpagar. Ada kesan keterbukaan kepada siapa saja yg berkunjung atau hanya sekadar lewat.

Mengenai "mbambong", itu bahasa jawa yg artinya menggelandang, semacam tuna wisma. Namun saat ini byk dipakai sbg bahasa keren sbg ganti kata berkelana, dolan. Mbambong dewean/ kelayapan sendirian sering saya lalukan dulu termasuk ngesot ke gunung, namun saya belum ada niat menyamai pelaku tapa brata.
Pergi bersendiri itu nikmat, bersama kawan pun juga nikmat, itu dua hal yg berbeda kenikmatannya. Bepergian sendiri mengajarkan banyak hal, salah satunya bagaimana bertanggungjawab kepada diri sendiri, yg akhirnya saya bawa saat bersama kawan, memperlalukan sebagaimana diri saya, semoga saya belajar baik

Spoiler for princi:

Dusun2 di kaki gunung itu selalu indah buat dilihat, terlepas dari momok bahwa namanya gunung punya kesempatan utk menjadi berapi/aktif. Apalagi negeri kita terkenal dgn sebutan cincin api. 50% gunung berapi di dunia berlokasi di Indonesia, itu fakta yg mencengangkan.
Spoiler for princi:

Sedikit bingung mendapati lahan yg dibuat mirip 'crop circle di bawah ini. Menurut pendapat saya kemungkinan utk menahan penguapan air yg berdampak kekeringan. Selain itu menjaga kerapian tumbuh kembang tanaman dilihat dari lubang yg dibuat hanya pada alur lingkar bibit.
KOSKAS MALANG - ride & share
BAgi yg biasa nanjak ke princi hingga pucuk atas tanpa istirahat, saya beri dua jempol. Bagian setelah mushola merupakan pukulan jab paling menohok saat menancapkan roda kemari.
Tidak pandai mengatur napas dan irama, dijamin kerjasama tubuh dan sepeda tidak akan berlangsung harmonis

Spoiler for menohok:

Dari pertigaan , sepeda saya arahkan menuju jalur yg belum pernah saya lewati sebelumnya.
Spoiler for Start awal:

Terlihat menanjak di awal, begitu beberapa meter ternyata kecele. LAndai2 saja. Di dominasi lahan olahan, jalur ini banyak persimpangan.
Spoiler for landai:

Persimpangan awal saya ambil kanan. Bertemu lagi persimpangan , saya lurus. Bertemu lagi persimpangan, yg satunya sepertinya jalur pendakian, Kalo tidak salah dari sendang gn buthak, beritanya melewati sini
Spoiler for persimpangan ketiga:

Jalurnya lumayan menggoda di selingi pemandangan yg menakjubkan. Kesempatan bergaya
KOSKAS MALANG - ride & share
Dari sini saya lihat dua perbukitan di kejauhan, dgn lembah mentereng
Spoiler for mentereng:

Melihat area pegunungan yg beberapa sudah dibuka menjadi lahan, sebenarnya cukup miris juga. Namun pemanfaatan lahan ini sepertinya diimbangi sadar lingkungan , terbukti tidak sampai menebang pohon2 habis2an. Lagipula petani2lah yg membuka jalur pegunungan yg memudahkan aksesnya, sambil menjaga jalur dari hambatan seperti pohon tumbang, jadi menimbang peran dan kesadarannya, rasanya tak berlebihan berterima kasih atas jasa2nya.

Bagian ini saya tutup dgn memandang lereng2 yg tampak hijau, sungguh eksotisme Indonesia tiada habisnya.

KOSKAS MALANG - ride & share