Quote:Kaki-kaki membuka langkah menunjuk langit yang tersapu hujan tadi malam Pagi membuka jendelanya dan sayap-sayap kabut berterbangan dihirup matahari
Pukul tujuh hari ini

KOSKAS MALANG - ride & share
Gemericik senda gurau sungai terdengar merdu,
Pagi menyiangi tanpa membedakan kerna kehidupan seperti tanah keadilan, hanya manusialah yang mengurapinya dengan rumusan modal.

Saya berbincang sebentar dgn bapak pengangkut hasil ladang, menanyakan kabar serta arah tujuan yg hendak ditempuh.
Cukup jauh jaraknya,
berhenti sebentar disini tidak apalah..

Spoiler for Hiruplah kesegarannya:

Kadangkala kita terlalu ingin cepat sampai tujuan, tak menginginkan prosesnya.
Keindahan pernak pernik sepanjang perjalanan pun tak terhiraukan, kerugian besar dalam sebuah proses bernama "perjalanan" / petualangan,
sebuah proses penuh lika liku, itu sudah kodrat alam.

Spoiler for pernak pernik:

Jembatan di bawah ini pun bukan apa adanya. Disediakan oleh alam bahannya, dirangkai para petani utk memudahkan melintasi sungai manakala arusnya sangat deras. Sepeti cermin diri kita, yg sudah disediakan segala sesuatunya oleh sang Pencipta, tinggal kemauan kita mengasah dan merangkainya utk memudahkan kita melintasi arus kehidupan.

Saya percaya keadaan2 sulit tertentu memunculkan kemampuan yg tidak terduga atau membuat kita lebih baik

Spoiler for jembatan:

Pelipur hati menatap hari yg cemerlang
Saya memutuskan duduk sejenak menyantap satu roti bekal,
sambil mendengarkan karya gemilang anak negeri ini.
Ketertarikan pada Ismail Marzuki, Guruh Soekarno,Swara Maharddhika, Chrisye membuat saya mengenal arti lain dari bhakti pada negeri.
Tembang seperti Melati di Tapal Batas, Sabda Alam, Smaradhana banyak melukiskan keindahan negeri ini pada dahulu kala, dimana tanah hijau permai ini seperti tanah surga, melahirkan putera2 sejati didikan alam.

Siapa tidak kenal Diponegoro, patungnya berdiri gagah sambil menuding, tudingan kepada preman preman pribumi yg mematoki tanah saudaranya sendiri atas perintah kompeni. Diponegoro menunjukkan kemarahan sejak tahun 1825 atas premanisme, watak itu masih merajalela hingga kini.

" Turangga Titihan Sekaring Bawana" -kuda tunggangan kembang dunia. Bahkan seekor kuda bisa sedemikian terkenal, tak lain karena penunggangnya, sang Diponegoro.
Intinya, sang penungganglah yg menentukan jalannya, ingat itu baik2 kawan emoticon-Smilie

KOSKAS MALANG - ride & share
Meneruskan perjalanan mengikuti tepian sungai, ternyata membawa saya semakin masuk kedalam lebatnya hutan
Spoiler for Hutan:

Semakin jauh, semakin jalan hilang ditelan rimbun perdu kiri kanan
Mirip jalan setapak hutan dimana harimau berjemur sambil makan ubi

Spoiler for jalan setapak:

Menatap keatas, untunglah cahaya masih menyinari tempat ini dgn baik.
Saat hujan mulai sering bertamu spt saat ini, maka segala tanaman berkesempatan tumbuh setinggi2nya

Spoiler for KEatas:

dan Puspita warna warni mulai bermekaran, bahkan ditengah belantara sekalipun
semarakkan hutan

KOSKAS MALANG - ride & share
Terdiam saja memandang sekeliling keheningan ini
KOSKAS MALANG - ride & share
Jalur yg semakin hilang membuat saya memilih persimpangan sebelumnya,
yg menanjak miring hampir 45 derajat.
Mendaki pelan2 bersama sepeda

Spoiler for Tebal dan Lebat:

Keringat membanjir, jelang hari
Entah kenapa saya tersenyum saat dengkul sudah lunglai, napas semakin berat, pundak terasa mengeluh menapak beban, dan lengan letih mendorong keatas
Mungkin rasanya seperti sedang berburu takdir, memanggul sepeda memetakan nasib diatas kertas kehidupan yg tidak bisa diterka