Misi yang Gagal

Setelah beberapa lama tidak menapak keheningan penyendirian bukan berarti saya lupa, hanya masalah mencari timing yg pas saja. Bagaimana mungkin jejak basah nan harum bentara pegunungan yg mampu membuat 5 indera tubuh membuncah bisa terlepas begitu saja.

Semakin sepeda terlihat cukup mumpuni, wajib hukumnya menurut saya mengantar penunggangnya menembus batas yg belum bisa diraihnya di masa lalu. Mengimbangi virus upgrade yg semakin merajalela dasawarsa tentulah dgn terjun langsung mengetes sejauhnya, apa part kita sudah mumpuni ? hehe

Pun mempertanyakan keinginan hati yg sebenarnya, maka kembali saya menapaki 'JALAN PEDANG' petualangan.
Mencari penawar kerinduan hati akan panggilan ibu pertiwi, tanah nirmala yg menanti putra2 yg telah dilahirkannya

KOSKAS MALANG - ride & share
Kembali roda menggelinding melalui setapak kalisongo yg terlihat begitu ramai dgn individu seperti saya. Duabuah roti goreng menjadi bekal setelah gagal bercengkrama dgn sebungkus nasi pecel idaman saya , yg biasa 'magrok' /standby di jalur ini.
Ah biarkan saya sarapan satu buah roti ini sejenak, sambil menikmati tanah lapang yg sepi.....

Spoiler for pagi:

memandang di ufuk timur, matahari sepertinya sedang memberi ruang sang awan utk menyelimuti dirinya
Spoiler for timur:

Lalu kupandang teman perjalanan ini, semoga kau dan aku akan berduet mesra hari ini
KOSKAS MALANG - ride & share
Saya sudah berjanji utk menikmati tiap detik yg saya lewati ini, menjadi penghibur hati.
Setelah hari -hari penuh urusan, dan urusan itu erat kaitannya dengan persoalan, dan persoalan ujung2nya membawa kejengkelan jika tidak semudah yg diharapkan, maka sepantasnya momen seperti ini tidak terbawa2 alur spt itu

Ufuk jingga bersemu2 , hari selalu baik bagi yg berpikiran baik

KOSKAS MALANG - ride & share
Spoiler for masjid megah:

Melihat sawah yg menghijau dan sepagi ini para petani sudah turun mengurusinya, rasanya sudah sepantasnya momen swasembada pangan jaman orba dapat terwujud
Spoiler for sawah hijau:

Sempat saya tersenyum simpul kalau tidak mau dibilang 'ngece', melihat rombongan sepeda pancal yg sama2 berangkat dari dieng, beberapa sudah dievakuasi pickup di jalur petungsewu.
Padalah menurut saya masih terlampau dekat ,dan pula masih muda2, dituntun jg rasanya masih aman, hehe
mana si pickup menguntit setia di belakang rombongan, ah sudahlah
Menyapa mereka dgn senyum akrab begitu saya melewatinya,
masa di rute jalan raya, saya harus teriak "trek trek...." hehehe

Spoiler for petungsewu:

Bohong kalo saya bilang tidak kepayahan, rute menanjak khas petungsewu -bedengan bukan kelas ecek2.
Ibarat petinju, ini adalah lawan yg digdaya berlabel juara, yg memberi rasa kenikmatan bertarung yg setimpal hehe


Semakin mendekati kaki langit terdekat ,semakin kejam pula mutunya
Dan lalu semua bak Puspa Indah di taman Bunga..

Spoiler for Bedengan:

Paru-paru mulai terasa terisi hawa segar..
hawa yg membuat hati berseri2
hati yg berseri membuat mata menatap segala sesuatu dgn penuh syukur

Spoiler for berserilah: