alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Hobby / ... / Freshwater Fish /
ALL about AQUAPONIC [beautiful and delicious]

Share media penyaring aquaponics terbaik ???

Quote:


Permisi aquaponicers Indonesia, sekedar share mengenai media penyaring utk aquaponics, ini saya sudah coba beberapa material buatan manusia yang bisa di gunakan untuk mengisi growbed aquaponics, kebetulan saya sudah beli juga hidroton local (atau lebih tepat istilah nya LECA Light Expanded Clay Agregate), hidroton yang import dari ebay juga sudah coba juga sih, (walaupun saya beli nya juga cuman sekarung 30 kg'an) cuman sedikit gans.. Muahal banget soale..ampuuns gak akan beli beli hidroton hidroton lagi dah ... emoticon-Berduka (S)

Beberapa batuan yang terbentuk alami (atau minimal batu masuk stone crusher) juga sudah saya coba misalnya menggunakan pasir malang, split gravel, batu kali dan batu apung, semua punya kelemahan dan keunggulan nya masing masing. Tinggal melihat anggaran agan-agan yang mau membangun aquaponics karena terus terang, untuk media penyaring ini yang paling mahal anggarannya. Baik mahal batu-nya itu sendiri maupun mahal supporting material nya, seperti besi-besi maupun kayu-kayu sebagai penyangga material yang kita pilih..

dari beberapa kali percobaan aquaponics skala kecil - medium menggunakan ember dan IBC (barrel), akhirnya project aquaponics yang terakhir ini saya memberanikan diri untuk membuat sistem aquaponics yang kapasitas lebih besar dengan kolam terpal, ukuran 4 x 6 m ketinggian 1m, growbed saya buat baru 3, dengan kapasitas 1 growbed 1 m3, dengan volume tanki pemeliharaan ikan 24 m3 seharusnya saya punya media filter minimal luasan nya 6 m3 (1/4 -nya). Ini saya baru punya 3m3 media penyaring jadi sepanjang jalan akan saya tambahkan 3 growbed 1m3 lagi..

Ini penampakan growbed tersusun nya, berantakan gans, tapi its OKE sistem running dengan baik, kok..


Automatic Flood and drain saya juga sudah coba U siphon, J siphon, tapi tetap terbaik menggunakan bell siphon, karena di growbed saya tambahkan cacing tanah, U siphon cenderung menyedot semua isi growbed sampai dasar growbed kering, termasuk cacing jadi tersedot juga masuk ke tanki ikan..sementara pakek bell siphon aman gans.. So yang mau buat growbed flood and drain bell siphon is the best .. oiya satu lagi utk yang mau buat zone - zone pengakaran dan zone tergenang dan zone kering bell bisa buat 3 zone, siphon lain hanya 2 zone saja emoticon-I Love Indonesia (S)



Untuk split gravel saya sudah menemukan keunggulan nya:

dengan alasan sebagai berikut :
- pH split gravel ternyata bersifat sedikit acidic, pH 5,5 (udah test vinnegar juga) but its OKe, karena amonia limbah ikan itu sifatnya basa lho gans, pH 8 itu, kalo di cycle aquaponics nya kan menjadi netral tuh.. Base on experience sistem sengaja saya buat sedikit asam di awal nanti tinggal ngontrol basa - nya supaya gak terlalu tinggi di atas 7,

Yang perlu di ingat kita jangan membuat sistem kolam ikan dengan pH yang naik turun, maksud nya tambah perasan jeruk kalo sistem terlalu basa, atau tambah calcium carbonat atau naCL kalo sistem terlalu asam, lebih baik buat sistem yang stabil

-split gravel yang paling cepat mengurai amonia bahkan dibandingkan hidroton import gans ini sudah saya coba sendiri , dengan alasan luasan permukaan filtrasi paling luas diantara media lainnya jadi rumah bakteri lebih luas, membentuk rongga rongga yang besar sewaktu di susun di growbed, porous (kemampuan menyerap air dan melepas air kembali tinggi)

-kelemahan : berat, perlu supporting material perlu yang mahal-mahal yang kuat daya dukung nya..

nih lihat punya ane sampe patah gans emoticon-Sorry
Untung aja gak ambruks keseluruhan..

- Gravel juga tidak memungkinkan penanaman umbi-umbian seperti wortel, bangkoang, bit, karena sifat batuan ini mengunci, kalau ingin mengculture umbi-umbian ya harus hidroton sepertinya.. emoticon-Cape d... (S)

- Di sistem saya ini ikan yang di pelihara 1000 ekor baby fish gurame ukuran silet 3-5 cm ada juga 300 ekor di dalamnya ukuran 5-6 cm, untung nya dengan aquaponics tingkat kematian ikan sangat rendah, dalam masa pemeliharaan running 1 bulan ini yang mati 3 ekor saja itupun karena ikan loncat pada wadah karantina sebelum masuk kolam ikan utama, kalo di main tank sih gak ada kematian alias 0 casualties, dan dengan jumlah ikan sebanyak itu pasti sistem akan cenderung menjadi basa.. jadi bayangkan kalau menggunakan media filter yang sifatnya netral..so a litle acidic its fine..

oya sekedar share juga mengenai input flow air yang masuk ke growbed, usahakan gunakan slow intake flow di sistem agan-agan, di sistem saya, flood membutuhkan waktu 22 menit, drain butuh waktu 10 menit, jadi total cycle 32 menit untuk growbed ukuran 1m3, modifikasi pipa - pipa stand pipe, bell syphon, dan outlet di sistem agan agar kejar waktu flood and drainage nya, di forum nya IBC aquaponics di jelaskan sistem terbaik adalah flood 15 menit, drain 45 menit, tentunya sistem mereka menggunakan timer elektris, kalo untuk saya kalo menggunakan timer, pompa akan cenderung cepat rusak, lebih baik nyala 24 jam, dengan asumsi tidak ada kemampatan di mulut sedot nya, lebih ekonomis nanti umur pompa nya

filter tambahan / backup :

Setiap aquaculture ikan pasti akan berbeda-beda cara perlakuan / treatment nya, untuk gurame membutuhkan penggaraman secara teratur pada saat penambahan air baru ke dalam sistem, atau penambahan ikan baru yang terlebih dahulu masuk bak karantina, jadi untuk kolam saya di tambahkan juga filter mekanis menggunakan bioball dan japmat, yang berfungsi pada saat penebaran garam, pompa aquaponics mati 1 - 2 hari, di gantikan filter bio yang running agar naCL tidak masuk ke dalam growbed dan mengganggu ke tentraman cacing tanah nya..

Mohon maaf kalo kepanjangan ketik-ketik nya...
saya cuman sekedar petani gurame kecil,


tapi pengen punya sistem aquaponics kaya begini gans.. kereeen kans..ngimpi ngimpi...


entah kapan bisa punya sistem seperti diatas emoticon-Sundul Gan (S)
Diubah oleh arietheman
×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di