FR FR FR ....

Kembali ke Fitrah ...
KOSKAS MALANG - ride & share

yah ... setelah hampir 3 bulan tidak merasakan sensasi kayuhan pedal dan hembusan nafas yang memburu, akhirnya terlaksana juga edisi mancal balas dendam dan pemasanan.

Kali ini track yang dipilih ada Gunung Mujur, surga bagi penyuka AM karena variasi track yang cukup seru. Bayangan saya, gunung mujur bakalan sulit dilalui tracknya karena di sini adalah surga bagi penghobi motor trail juga, dan biasanya tiap minggu pasti ramai dengan rombongan. Tapi ternyata perkiraan saya salah.

Kita start loading dari Taman Krida Budaya sekitar pukul 07.30 sementara saya menunggu di depan Soto Sawah. Sepanjang perjalanan menuju ke titik unloading, saya masih penasaran dengan track yang dulunya hampi setiap minggu saya lewati saat mainan trail ini. Seperti apa yah sekarang? apakah masih seperti dulu, track yang terkenal dengan lumpur abadinya? emoticon-Ngakak
Spoiler for gak boleh protessssss awakakakaka:


Setelah sampai di titik unloading, yaitu pondok perhutani, kami pun segera siap-siap dan langsung start. Awal perjalanan, kami sudah disuguhi oleh hamparan track makadam menanjak, sehingga tak ayal temen2 pun mulai melakukan ritual penggembala sapi alias nuntun sepeda, karena bagi yang gak mau sengsara, memang mancal sepeda di jalur makadam apalagi kondisi track yang menanjak pasti sangat menyiksa.

Spoiler for penggembala sapi:


Setelah lepas dari jalur makadam, kami pun sampai di rest area favorit gunung mujur, yaitu warung di bawah makam. Ternyata temen2 Koskas tidak banyak yang tahu bahwa di gunung mujur ada punden alias makam. Sayang sekali warung yang biasanya buka ini ternyata tutup, sehingga kita tidak bisa istirahat sambil nyeruput teh atau kopi.

Setelah istirahat sebentar, perjalanan pun dilanjutkan. Kali ini kondisi track sudah murni tanah dan cenderung datar dengan beberapa tanjakan yang landai. Tak lama kemudian, kami pun sampai di rest area kedua, yaitu warung yang kelihatannya baru didirikan di situ karena dulu2 seingat saya ga ada warung ini.
Spoiler for gunung mujur:


Setelah istirahat sebentar, kami pun lanjut dan menuju pertigaan kebun teh - wonokoyo. Di sini kami ambil jalu yang menuju ke wonokoyo dan istirahat lagi membuka kompor dan mulai meracau gak jelas sambil ketawa-tawa ria nyruput kopi dan masak mie. Ada pula yang menyantap bekal yang dibeli pas di Suhat pagi harinya.

Tak terasa kami istirahat cukup lama di situ, kalau tidak salah hampir 1 jam. Nah dari sini, keindahan dan keasyikan pun dimulai. Teman-teman mulai pasang protector karena kontur track mulai banyak turunan tajam dan lurus. Ngoeg, WW dan Siwi pun melesat di depan. Beberapa kali di awal track, Ngoeg pun harus terjungkal karena kondisi track yang lumayan licin... emoticon-Ngakak

Pak Kades kali ini benar-benar percaya diri menggunakan Rocket Ron depan belakang, sementara saya dan Ngoeg tampaknya salah milih ban. Nobby Nic pun gak menggigit sama sekali di jalur gunung mujur, apalagi saya lupa ganti ban belakang yang masih pake Racing Ralph, alhasil, posisi handling dan riding harus bener2 seimbang agar tidak terpeleset di jalur.
Spoiler for indahyaaa...:


Tak terasa, kami pun sampai di pondok perhutani terakhir dan di sini rintik-rintik hujan mulai datang tanda bahwa dokumentasi pun harus dihentikan. Turunan tajam menghadang di depan mata dan kami pun langsung melesat menikmati suguhan jalur yang sangat menggoda.
Spoiler for finale ....:


Ada satu turunan yang mirip sekali dengan turunan Princi, yaitu luruuuss lalu belok, di sini Pak Kades pun siap siaga dengan kameranya sementara saya, Siwi dan yg di belakang pun ambil attack position (semoga hasil jepretan Pak Kades bagus di tempat ini).

Lepas dari rimbunnya pinus gunung mujur, kami pun mulai memasuki perkampungan dan akhirnya tiba di Perumahan Singhasari Residence yang merupakan titik finish jalur gunung mujur. Kami pun istirahat lagi dan akhirnya melenggang pulang.

Bener-bener sensasi yang luar biasa setelah hampir 3 bulan vakum ...