alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
|Gurauan atau Ancaman?| Kasus Sisca Yofie, Polisi: Sampeyan Mau Diseret?
4.67 stars - based on 3 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/52171801f7ca17025d000008/gurauan-atau-ancaman-kasus-sisca-yofie-polisi-sampeyan-mau-diseret

|Gurauan atau Ancaman?| Kasus Sisca Yofie, Polisi: Sampeyan Mau Diseret?

Jum'at, 23 Agustus 2013 | 13:48 WIB
Kasus Sisca Yofie, Polisi: Sampeyan Mau Diseret?



TEMPO.CO, Bandung - Keluarga sempat mempertanyakan rambut palsu atau wig yang digunakan model pengganti Franceisca Yofie dalam rekonstruksi kasus pembunuhan mantan model itu. Alasannya, rambut tersebut lebih panjang ketimbang rambut asli Yofie yang saat masih hidup panjangnya cuma sebahu.

"Salah satu kakak perempuan korban kemarin sempat bertanya, 'Pak Punten, rambutnya terlalu panjang.' Lalu kami jelaskan panjang rambut 30 sentimeter itu berdasar keterangan dokter yang mengotopsi jasad korban. Sudah begitu, keluarga tak persoalkan lagi," kata Kepala Kepolisian Resor Kota Bandung, Komisaris Besar Sutarno, di kantornya, Jum'at 23 Agustus 2013.

Sutarno juga menyebutkan alasan kenapa sepanjang 28 tahapan rekonstruksi kasus pembunuhan Yofie kemarin tanpa adegan menyeret model pengganti korban. Juga soal alasan tak menggunakan manekin sebagai model adegan. Padahal manekin sudah dibawa ke lokasi. "Pakai korban yang aslinya kan nggak ada. Kenapa harus dipersoalkan? Sampeyan mau diseret?" kata Sutarno.

Sutarno juga menegaskan setiap adegan rekonstruksi kemarin direncanakan, dibuat, dan dilaksanakan berdasarkan keterangan saksi serta tersangka Wawan dan Ade. "Itu bukan adegan rekayasa. Semua sudah sesuai ketentuan, pro justisia. Kalau masih ada masyarakat yang melihat langsung kejadian sebenarnya, silakan datang ke polisi," kata dia.

Kemarin, kedua tersangka serta seorang polisi wanita dan pria tanpa seragam yang memerankan korban, memperagakan 28 adegan adegan reka ulang pembunuhan Sisca Yofie di Jalan Setra Indah, Jalan Setra Indah Utara II, Jalan Cipedes Tengah, dan kompleks Sukawarna Baru, pada Senin, 5 Agustus 2013.

Seluruh tahapan dan adegan rekonstruksi mirip kisah kronologi yang sudah dirilis polisi sebelumnya. Rekonstruksi kasus ini juga tak mempergakan adegan rinci rambut korban melilit gir motor maupun saat pelaku menyeret korban. Penyidik cuma merekonstruksi adegan tak bergerak saat korban terseret untuk kepentingan dokumentasi berkas penyidikan.

Code:
http://www.tempo.co/read/news/2013/08/23/063506746/Kasus-Sisca-Yofie-Polisi-Sampeyan-Mau-Diseret


Jumat, 23/08/2013 13:06 WIB
Mereka Menilai Kejanggalan Rekonstruksi Pembunuhan Sisca Yofie
Avitia Nurmatari - detikNews



Bandung - Rekonstruksi kasus pembunuhan Sisca Yofie sudah digelar Kamis (22/2013) kemarin di Bandung, Jawa Barat. Dari rekonstruksi, banyak yang menilai janggal. Seperti tak adanya adegan Sisca saat terseret sepeda motor. Berikut mereka yang menilai adanya kejanggalan dalam rekonstruksi kasus Sisca.

1. Saksi

Saksi yang merupakan warga sekitar lokasi kejadian di Jl Setra Indah Utara II, Sukajadi, Bandung, tidak puas karena tidak ada adegan Sisca terseret.

"Sangat mengganjal semua. Kenapa jadi begini alur ceritanya. Ini bukan pelaku sebenarnya, hanya jadi wayangnya. Tapi siapa dalangnya," ujar Reza saat dihubungi detikcom, Jumat (23/8/2013).

Saat kejadian, ia sempat melihat motor pelaku berkelebat, Senin (5/8) petang. Sisca seperti diseret, bukan terseret. Reza juga sempat melihat Sisca tertelungkup bersimbah darah di Jl Cipedes Tengah, Sukajadi.

Menurut Reza, saat rekonstruksi tersebut tidak sesuai dengan apa yang ia ketahui. Malah menurutnya, banyak saksi yang hanya bisa geleng-geleng kepala saat melihat rekonstruksi tersebut.

"Kemarin waktu rekonstruksi, kenapa enggak ada saat Sisca diseret sama pelaku dengan tangan kiri. Semua saksi yang melihat mempertanyakan kenapa rekonstruksinya seperti itu," ungkapnya.

Ia mengaku merasa kasihan dengan korban. "Kasihan korban, dia tidak akan tenang. Akan terus gentayangan di tempat kejadian itu. Saya capek, kalau tau begini, tidak sudi jadi saksi, karena tidak sesuai dengan cerita," ucapnya.

2. Praktisi Hukum

Praktisi hukum lulusan Universitas Atma Jaya, Alexander Lay, beranggapan kematian Sisca tidak masuk akal. Dia menilai, keterangan Wawan (pelaku pembunuhan) dan hasil rekonstruksi yang digelar Kamis (21/8) kemarin tidak bisa diterima logika.

"Pertama kalau benar bahwa Sisca ketika tasnya diambil dan mengejar sambil mencekik Wawan, sedangkan Ade (pelaku) tancap gas pakai motor. Seharusnya Wawan akan terjungkal," ucap Alexander saat dihubungi detikcom, Jumat (23/8/2013).

Lebih lanjut, Alexander juga heran, bagaimana mungkin seorang wanita seperti Sisca bisa mencekik Wawan yang diduga menjambret tas Sisca.

"Keterangan Wawan posisi mencekik itu sejauh 280 meter. Kejanggalan kedua, apakah Sisca ini wanita yang sedemikian kuatnya mencekik si Wawan dan terseret tanpa dia melepaskan leher Wawan sejauh 280 meter. Saya tidak bisa bayangkan wanita cantik seperti Sisca mampu seperti itu, dia juga tidak punya background bela diri," jelasnya.

Kejanggalan lainnya ada pada keterangan bahwa rambut Sisca sempat terseret gir motor sejauh 550 meter. Menurutnya, jika memang rambutnya tersangkut seharusnya motor itu berhenti. Selain itu, berdasarkan keterangan keluarga, saat kejadian rambut Sisca hanya sebahu.

"Kalau itu terjadi, maka besar kemungkinan kulit kepala akan rusak tapi kalau menurut hasil visum kulit kepala tak rusak," ujarnya.

3. Keluarga

Keluarga memasrahkan proses hukum atas kasus Sisca Yofie (34) ke polisi. Namun tetap saja, mereka punya penilaian terhadap rekonstruksi. Terutama soal rambut yang masuk ke gir.

"Rambut Sisca sebatas bahu, tidak seperti tadi (dalam rekonstruksi)," kata jubir keluarga Sisca, M Tohir, di Lapangan Abra, Jalan Cipedes Tengah usai rekonstruksi, Kamis (22/8/2013).

Tohir mengatakan agak janggal jika rambut Sisca bisa masuk ke dalam gir. "Kami pikir kalau panjangnya segitu, tidak masuk. Tapi kalau masuk, ya tentu kita minta pandangan para ahli. Mungkin dari kedokteran, kehakiman, forensik atau keahlian lainnya," katanya.

Keluarga juga mempertanyakan keberadaan 2 cincin Sisca yang tak jelas keberadaannya. Dua cincin tersebut diyakini keluarga digunakan oleh Sisca saat penjambretan yang berujung pada kematian tragis.

"Kami mempertanyakan soal cincin Sisca. Sisca selama ini diketahui biasa memakai cincin. Ada dua, cincin berlian dan cincin kimpoi orangtuanya yang dia pakai," ujar M Tohir.

Selain soal keberadaan cincin tersebut, menurut Tohir, yang masih menjadi pertanyaan keluarga adalah handphone milik korban. "Kami ingin tahu jumlah handphone yang dimiliki oleh polisi (milik Sisca-red)," katanya.

Code:
http://news.detik..com/read/2013/08/23/130626/2338625/10/mereka-menilai-kejanggalan-rekonstruksi-pembunuhan-sisca-yofie?nd771104bcj



emoticon-CoolRekonstruksi tidak sesuai apa yg dilihat saksi, sekarang polisi malah bikin gurauan tidak pada tempatnya.
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
udah lah..mau saksi treak kek apa juga dah kaga bakalan di gubris, orang udah di setingnya ni kasus jambret...
si wawan ama si ade juga keknya bukan pelaku yang sebenarnya, dia hanya orang bayaran emoticon-Cool

ni kasus sebenernya cuman buat ngilangin BB (barang bukti) aja, yaitu iphone, emoticon-Cool
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di