alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Cinta, Setia, & Trauma (Based on my true Story)
5 stars - based on 16 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/51efd72c611243c128000000/cinta-setia-amp-trauma-based-on-my-true-story

Cinta, Setia, & Trauma (Based on my true Story)

Quote:


Quote:


Quote:


-INDEX-

Kisah SD
Quote:

Kisah SMP & SMA
Quote:

Merantau Surabaya
Quote:

Bali

Quote:

Diubah oleh Nainggolan8
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!

Part 28

Part 28

Hari hari gw lewati dengan hampa kayak lagunya arilasso.
Yang jadi topik harian gw adalah masalah-masalah mulu, keluarga & cewek.
Susah tertawa gw jadi sosok yang diem jarang senyum, kebanyakan sendiri.
Disangkain sok cool, tapi otak gw yang sejujurnya ga bisa diem.

Beberapa kali dijalan malah ngebut-ngebutan ga jelas pas pulang / pergi sekolah.

Disekolahan gw liatin Sel yang jadi lebih sering ngumpul lagi sama temen-temennya.
Dia sesekali juga lirik gw dengan tatapan yang penuh pertanyaan.
Tatapan itu seakan membuat gw harus cepat memutuskan.

Hobby baru gw mendownload lagu-lagu galau dan mendengarkan sendiri.
Menonton film-film romansa yang drama menyedihkan.
Basket udah ga sering lagi, tapi game tetep gw masih main.
Hanya game yang sedikit banyak nya menjadi pekerjaan yang menceriakan keadaan gw saat itu.

Akhirnya gw memutuskan memperjelas kepada mereka berdua.

Gw : Sel, maaf ngeganggu.
Sel : Gpp, gimana udah dapat jawaban yang mau kamu kasih ke aku?
Gw : Gini, aku ga mau terkesan memilih dan egois. Biar kalian yang memutuskan aja. Yang gw rasa masih sama
seperti dulu, gw tetep ga kuat dan ga punya jawaban harus milih siapa, kamu putusin aja mau putusin aku.
Apa gimana, terserah, aku udah ikhlas dan pasrah walaupun harus kehilangan keduanya.
Sel : !#$$^@%^ (Dalam hati dia mungkin ini anak keras kepala sekali, "Secara gw taurus emoticon-Smilie".
Gw : Kok diem, jangan diem, ya udah kalau gitu kamu pikirin aja dulu, aku juga mau bilang ke Vi soal ini.
Daripada aku pendem malah tetep terus bingung mau memilih siapa.
Sel : Hmm, oke deh. Aku juga bingung jadinya.
Gw : Ga usah bingung, aku orang biasa, aku ga seperti temen lain cowok lain yang punya sedekit kelebihan
harta untuk dipake untuk banyak di mall dan lain lain, kasihan juga aku liat pacarku malah ga bisa bahagia.
Lebih baik mungkin sama cowok lain. (Gw udah pasrah, gw juga salah gw orang biasa tapi berharap terlalu banyak,
Sering gw menatap kaca memahami apa yang seharusnya gw lakukan tapi gw tetep bingung, Pengen gw pukul itu kaca.
Tapi kaca udah ngak ada lagi nanti jadi ga bisa ngaca.)
Sel : Ia udah jangan sedih. Gapapa kok emoticon-Smilie

-----------------------------------------------------------

Gw : Vi, maaf ganggu, kalau sibuk atau males ngomong sama aku.
Vi : Halo, gpp kok, kapan pernah kamu ganggu aku. Malah aku sms kamu ga pernah bales, di telepon juga ga
pernah kamu angkat kan.
Gw : Ia Sorry emank bener aku ga mau angkat karena aku belum ada jawaban.
Vi : Oh ya mau ngomongin apa ya? Apa udah ada jawaban yang pas dari kamu?
Gw : Aku ngak bisa milih kamu atau Sel, masih sama seperti kemarin. Jadi lebih baik aku balikin ke kalian berdua.
Masih mau bersamaku atau ya putusin aja aku. Aku siap kok dan sudah pasrah, karena itu semua juga terjadi.
Karena hal yang aku buat sendiri, aku yang memulai ya aku harus siap dengan segala konsekuensi nya, walau
sejujurnya hati aku memilih kalian berdua. Tapi aku ga boleh selalu egois untuk cinta.
Vi : Oh, aku ga bisa ngejawab, aku mau nya dari kamu ngomong. Aku ga bisa putusin kamu, aku ya sayang sama kamu,
walaupun aku sakit hati, tapi tetep aku masih sayang sama kamu.
Gw : Terima kasih, tapi aku berpikir berkali-kali, kalau kalian itu yang terbaik, harus nya dapat cowok yang terbaik,
Bukan dapet cowok yang pengecut ngeduain keduanya. Aku yakin sekali lah diluar sana temen kalian itu lebih pantas,
dapetin kalian dan disayangin sama kalian, di perhatiin sama kalian juga.
Vi : Hey jangan bilang begitu, selama ini aku bahagia bisa ketemu dan bareng kamu! Inget itu.
Dan sorry aku bukan cewek yang gampang deket sama cowo dan aku selalu setia sama yang uda aku pilih.

Gak gw bales.
Dari perbincangan itu gw paham lah isi hati kedua cewek ini.
Jujur sih emank dari jawaban itu, Vi lebih memahami dan lebih jujur apa adanya dalam soal rasa.
Padahal tomboy an Sel daripada si Vi.
Dunia ini aneh.

Gw pergi ke Gereja sendirian.
Dengan membawa 2 botol kosong untuk nantinya di isi sama air suci dari sana.
Gw dari kecil SMP ibu selalu ingetin untuk pakai Rosario (Kalung biasa dipake umat Katolik).
Kata Ibu untuk penguatan dikamu nya aja.
Gw tidak mengikuti misa disana, tapi hanya masuk ke Goa Maria.
Untuk berdoa dan menguatkan hati untuk bisa mengikhlaskan semuanya kalau memang harus berakhir seperti ini.

Air mata sedikit berjatuhan dari mata gw.
Karena ketulusan yang sesuai dengan apa yang gw rasa saat itu.
Gw butuh penguatan dari sebuaah yang namanya Agama.
Jujur setelah gw berdoa dan bali ke rumah.
Hati gw terasa lebih sejuk nyaman, dan lebih bisa live my life free.
Jadi lebih sering gw berdoa, sebelum istirahat, dan makan.
Disitu gw sadar bahwa Agama yang dikasih ibu kita masing-masing itu punya sebuah makna.
Makna yang akan kita sadar ketika kita dalam sebuah kesulitan.
Dari situ gw juga mengerti kalau.
Ibu selalu memberikan sesuatu awal yang terbaik deh intinya.
Karena sedikit banyak nya penyesalan kita pasti ada hubungan dengan yang pernah dikatakan seorang Ibu.

Mereka tidak memberikan jawaban sama sekali juga.
Akhirnya gw memutuskan untuk memilih siapa.
Gw berfikir, gw orang biasa, sederhana, harusnya gw memilih yang selevel / seimbang dengan gw ya.
Sel, dia bisa dibilang lebih kaya, lebih banyak temen, dan lebih fashionable juga.
Vi, dia lebih sederhana, penampilan biasa aja, kehidupan ekonominy juga biasa aja.
Kayaknya gw harus memilih Vi deh, mungkin ini jawabannya kali ya.
Ia mungkin, ya kalau disuruh memilih untuk sebuah kelebihan dan kekurangan.
Diantara Vi dan Sel mereka seimbang buat gw.
Tapi karena gw ga bisa memilih dengan membandingkan kelebihan dan kekurangan.
Gw harus memilih yang tepat yang sejalan, selevel, dan segaya deh biar ga ribet kalau serius nantinya.
Sementara itu gw ma Sel sering ada masalah yang harus gw memberi 2 kali kesempatan.
Sedangkan Vi dia ga pernah ada masalah yang serius dan dia lebih bisa mengalah untuk menang dibanding Sel.

------------------------------------------

Gw putuskan bertemu sel didepan kelas gw.
Kita ngobrol yang tujuannya gw mau mutusin dia.

Gw : Gimana kabar kamu? Baik kan?
Sel : Baik kok, ni liat baik kan. Kamu sendiri gimana baik?
Gw : Baik juga kok. Gw mau ngomong hal penting nih.
Sel : Kenapa?
Gw : Setelah ku pikir-pikir, aku mau putusin kalian berdua aja. (Bagus gw bohong kalau gw cuma mau putusin dia
daripada nanti dia jadi merasa kalah, berbohong demi kebaikan, kalau nantinya dia tau ya kan sudah masa lalu)
Sel : Ohhhh jadi gitu pilihan kamu? Aku hargain pilihan kamu.
Gw : Maaf, aku tau aku sedih untuk putusin kalian berdua, tapi ya ini pilihan yang terbaik.
Sel : !@#$@!$#%%^
Gw : !@#!@$#%
Sel : @#$@%$^ Kamu jahat! (Mata sudah mendung)
Gw : Apa daya ku, aku juga sedih (Mata sedikit mendung gw sialan)
Sel : (Memukul dada gw pake kedua tangannya) Jahat, jahat pokoknya.
Gw : Sorry!!
Sel : Kamu ga usah ikutan nangis gitu. Biar aku aja.
Gw : Aku juga sedih lah, emank cuma kamu. (Gw peluk erat dia, dan kebetulan air hujan beneran turun)
Sel : @$#$@%$
Gw : Maaf kalau selama ini aku ada salah, tapi aku berharap selama kemarin kita deket dan berpacaran.
Semoga sedikit banyaknya ada manfaat kamu untuk bisa dapat pria lebih baik, lebih segalanya deh dari aku.
Aku berharap banget. Karena aku ga mau liat kamu dapet pria yang ga lebih dari aku. Dan kamu ga bahagia.
Sel : !@#$#@%@ (Nangis tambah keras)
(Udah kayak didrama korea kalau mau nginget saat itu. Kosong semua di lantai paling atas itu)
Gw : Tapi kita tetep bisa jadi temen kan walaupun begitu.
Sel : Iya. Tapi aku ga mau putusssss.......
Gw : !@#$#$$^ (Sedih gw ngeliatnya, pengen bilang gw ga mau putus tapi bagaimana, kalau gw bilang begitu
bakal balik semuanya kayak kemarin, ini harus segera diakhiri)
Sel : Ia kita gpp putus, tapi janji kalau kamu mau balikan aku ada buat kamu.
Gw : (Hahahaha, dalam hati gw, kayak bener aja, manusiaaaa. Biasanya kalau udah dapat yang lebih mah yang
lama juga udah dilupakan, Kehidupan kan melihat kedepan bukan kebelakang.) Jangan bilang gitu, kita jalanin aja
dulu masing-masing dan saling support ya... Oh ya ayok turun, biasanya jam segini kan mobil jemputan udah jemput kamu.
Aku juga harus buru-buru pulang mau anter mama ke pasar sudah janji.
Sel : Yuk kebawah (Matanya masih berlinang)
Gw : (Mata gw juga masih keliatan nangis tapi gw lap lap in biar ga keliatan anak lain, malu sih) Yuk.
Jangan sedih lagi ya. Pasti kedepannya lebih baik percaya deh sama aku.

Tenot, gw putus sama Sel.
Next gw harus bilang ke Vi kalau gw lebih memilih dia.
Tapi gw nunggu waktu yang pas, maksudnya biar berlalu dulu kesedihan kemarin tu yang pas gw putusin Sel.

Sedikit lega perasaan gw sih setelah memutuskan salah satu.
Tapi tetep selega-leganya pasti ada rasa yang tertinggal, bener kata Charlie ST12.
Itu lah Cinta, manusia ga kuasa mendefinisikan cinta walaupun kita makhluk tersempurna yang diciptakanNya,
karena kita punya akal, pikiran, hati dan lainnya.
Tapi tetep Cinta masih Misteri.
Hanya cinta dariNya yang terasa sekali, tepatnya saat kita Dilahirkan didunia ini.

-Kedepan kontrakan dulu sambil ngokar cari angin segar, jadi sedikit sedih juga inget masa lalu itu, Shit man.
profile picture
nisyafz
Sedih banget.
Gebetan gue juga kebetulan cowo taurus
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di