FR FR FR Bromoooooo

Here Comes the Field Report

Alhamdulillah, berkat rahmat Allah SWT, akhirnya kami Divisi Minggu KoskasMalang berhasil melangsungkan acara KoskasMalang Goes to Bromo ...dengan segala macam daya dan upaya, berbagai macam sepeda, dan berbagai macam tingkat kemampuan/skill peserta, yang pada prinsipnya tetap kita junjung tinggi semboyan: We Welcome All Bikes, All Bikers .

Yang penting kebersamaan, persaudaraan dan rasa kesetiakawanan sosial yang tinggi.

KOSKAS MALANG - ride & share

Mulai jam 06.00, kami sudah mulai berdatangan di Plaza Elektronik Blimbing, Titik Kumpul untuk Loading kali ini. Acara pemberangkatan kali ini agak membikin haru biru karena salah satu personil KoskasMalang tidak lagi bisa bersama kita karena tidak bisa berada di Malang lagi karena sesuatu hal yang menyangkut masa depan. Tapi kami tetap bersemangat.

Spoiler for titk pemberangkatan:


Meskipun sedikit mbleset dari rencana awal, yang awalnya sudah konfirm sekitar 13-14 peserta, yang akhirnya berangkat adalah 10 peserta.

Setelah mempersiapkan keberangkatan, akhirnya pada pukul 07.00 kami bertolak menuju Dingklik. Cukup menyita waktu perjalanan ini, sekitar 3 jam baru nyampe.

Spoiler for Perjalanan:


Selanjutnya kami unloading sepeda, dilanjutkan dengan benah2, persiapan dan bike check, lalu foto bersama.

Setelah beres, kami mulai pejalanan turun dari pertigaan Dingklik menuju ke Turunan Setan Dingklik. Namun di tengah2 masih disuguhi dengan sedikit tanjakan yang lumayan buat kaget2an....

Spoiler for unloading dingklik:



Perjalanan melewati Turunan Setan cukup menegangkan, dimana Pak Arif terpaksa harus menuntut sepedanya karena brakepadnya gosong. Di sinilah kenapa sangat direkomendasikan untuk menggunakan hydraulic brakeset sehingga kasus rem blong bisa diminalisir.

Setelah nyambe titik awal lautan pasir, kami langsung menggeber dengkul menuju Pura dan Gunung Batok.
Pasir yang kering dan gembur membuat kami cukup ngos-2an di sela2 debu yang berterbangan dilibas Hardtop 4x4 dan sepeda motor wisatawan yang cukup ramai.

Spoiler for Turunan Setan:


Kami hanya sebentar istirahat di Pura dan Gunung Batok untuk selanjutnya langsung menuju spot berikutnya yaitu Bukit Teletabis. Yah... bener2 perjalanan yang menguras tenaga. Apalagi yang bannya kecil, langsung ambles ke pasir tanpa bisa dipancal. Untuk yang menggunakan ban, masih lumayan, bisa digeber meski dengan tenaga yang cukup extra.

Spoiler for Pura:


dengan perjuangan yang cukup menghabiskan tenaga dan nafas, akhirnya kami sampai di bukit teletabis dan sekedar untuk mengambil foto dan kemudian perjalanan dilanjutkan ke Jemlang untuk menyerbu warung di sana.

Spoiler for Menuju Teletabis:


Di Jemplang, warung penduduk ternyata sudah menyediakan tempat parkir sepeda, atas saran pak Ricky yang sering gowes ke bromo. Di situ menunya sederhana, hanya mie dan nasi. Juga ada minuman hangat segala macam.

Spoiler for warung jemplang:


Setelah puas mengisi energi dan melepas lelah, kami lanjutkan perjalan menuju Jarak Ijo. Yah ini adalah jalur turunan offroad yang cukup menantang karena di sana sini banyak jalur yang ngerel alias lubang terkena bekas ban motor.

Di sini, kami cukup senang dengan model tracknya, namun naas bagi TS, saking semangatnya sempat harus mencium tanah. Meksipun tidak parah (semoga demikian), TS sempat kesakitan di bagian dada dan tangan. Untung saja posisi jatuhnya langsung berguling seperti tentara yang latihan, jadi ga begitu fatal.

Spoiler for Jarak Ijo:


Setelah istirahat sambil menunggu TS recovery, kami lanjutkan perjalan menuju kampung Jarak Ijo untuk Ashar. Dan setelah selesai, kami langsung tancap lagi menuju ke bawah, ke Coban Pelangi. Di perjalanan setelah Kampung, ada insiden ban bocor dan Pak Arif lagi-2 harus tunduk kepada rem sepedahnya yang tidak bisa diajak komporomi. Tuntun lagi sampe ke jembatan Jarak ijo.

Tepat jam 17.30 kami sampai di Coban pelangi dan dilanjutkan pulang menuju malang...

What a Journey ....

Spoiler for Kampung Jarak Ijo: