OK, berikut ini adalah Review versi ane.

Mulai jam 06.00 para koskasser sudah mulai berkumpul di UB Candi, gerbang UB Suhat. Terhitung total ada 13 orang yang berpartisipasi kali ini.

Setelah chit chat sebentar, akhirnya kami mulai start mancal ke arah barat menuju Tlogomas. Tepat di depan SPBU Tlogomas kita belok kiri masuk ke wilayah perumahan Landungsari, dan dilanjutkan ke oma kampus.

Tiga anggota baru dari divisi Mahasiswa dan 1 anggota nafas tua tampak bersemangat saat melibas tanjakan sedang menuju ke Oma Kampus. Ternyata sekarang kalo hari Minggu Gerban Oma Kampus jadi pasar pagi yang penuh dengan penjual makanan. Tapi kami tidak berlama-lama di situ, hanya sekedar tarik nafas dan nyedot asap sebentar, yang kemudian segera dilanjutkan ke TANJAKAN OSPEK barat Oma Kampus.

TANJAKAN OSPEK inilah tempat biasanya anggota baru kita ajak, masih teringat waktu MattSempron pertama kali mancal dengan kami, begitu lewat tanjakan ini, bener2 hampir semaput ...

emoticon-Ngakak

Berhubung ane ga tau apa yg disebut TEGALWERU, asumsi ane adalah TACK nya PENDEK via Oma Kampus. Ternyata Pak Posmo .a.k.a Ngoeg malah ngajak tekuk kanan menuju Bedengan... wakakakakak dalam hati ane berguman. TANJAKAN CINTA DI DEPAN MATA, gimana dengan keempat anggota baru ini nanti yah, wong di Tanjakan OSPEK aja udah TTB mulai dari bawah.

Tapi tidak apa, yang penting semangat dulu. Akhirnya dimulailah ritual TTB bersama, hampir separo peserta dengan semangat melakukan TTB karena memang di KoskasMalang, TTB tidak DIHARAMKAN.

Dan benarlah dugaan ane. 4 peserta baru bener2 harus menguras tenaga dan memeras keringat serta meregang otot agar bisa melewati TANJAKAN CINTA. Namun tak ketinggalan pula Handi yang menunjukkan kesetiakawanan sosialnya dengan ikut menemani TTB temen2 anggota baru.

"Masih jauh Pak?"
"ah tidak, tinggal 1 landaian abis itu nanjak dikit sudah ada warung koq"

dan ane pun segera menurunkan ilmu kepada Handi dengan ritual komat-kamit berbunyi "INDOMIE INDOMIE ... MIE GODHOG ....". Dan ritual ini terbukti manjur untuk membawa Handi sampai ke puncak.

Setelah ambil nafas sebentar di pertigaan Bedengan, akhirnya kami pun meluncur menuju ke bumi perkemahan Bedengan dan langsung menyerbu warung yang menyajikan gorengan, mie godhog dan Pop Mie serta macam-macam minuman.

Setelah recharging dan ngobrol ngalor ngidul, kami segera bergegas untuk melanjutkan perjalanan. Menyeberang sungai adalah momen yg paling asik. Dilanjutkan dengan turunan tajam yang memompa Adrenaline kami, bahkan Siwi pun mengeluarkan jurus road racenya mengejar Ngoeg yang sudah ada di depan... dan dengan sliding tacklenya, Siwi berhasil membuang Ngoeg keluar Jalur dan memeluk pagar kebon (Persis Adegan moto GP hari minggu).

Setelah sampai di perempatan tugu, ane kira akan langsung ke Oma Kampus, tetapi Marshall kita ternyata mengarahkan peserta untuk belok ke kanan dan jalur offroad pun dimulai.

Di sinilah adegan demi adegan berlangsung, mulai dari handlebar yang nyantol pohon tebu, kejar2an di jalan menurun dan Ngoeg pun akhirnya harus takluk bahwa TOOLKIT tidak boleh disepelekan. Rantai sepeda milih Ngoeg mluntir pas shifting gear mendadak.

Setelah perbaikan rantai, perjalananpun di lanjutkan menuju jalur sebelah Vila Bukit TIdar dimana hantaman makadam pun dirasakan oleh teman-teman dan Pak Iwan dengan senjata barunya Fox Talas CTD pun tetap kewalahan akibat settingan yang belum pas dan juga ketiadaan suspensi belakang.

Tak terasa, jarum jam menunjukkan angka 12 lebih dan kami pun berpisah setelah melintasi sungai.

What a great journey ... selamat buat temen2 yg baru gabung, Anda layak dapat bintang.