Serapium Catalogue ~ Silahkan Review, Saran dan Diskusi Buku Favoritmu
Judul : Perdido Street Station
Pengarang : China Mièvelle
Penerbit : Pan Books
Tahun : 2000
Genre : Fantasy, Steampunk, Weird, Speculative
Tebal : 867


Kita mungkin sudah bosan bagaimana genre fantasi terus menerus menghasilkan karya yang sama tanpa ada perbedaan berarti diantaranya karena pengaruh dari tulisan empu Tolkien dan Middle-Earth-nya. Tropes fantasi yang kita sangat kita kenal sekarang bisa dikatakan sudah begitu overused. Ras yang sama, plot barang-barang magis yang persis, sampai jalan cerita ala heroic quest.

Dalam usaha untuk melepaskan pengaruh empu Tolkien, banyak yang mencoba membuat dirinya “berbeda” dengan melepaskan cerita mereka dari “sihir”, membuat mereka lebih terasa “realistik” dengan memberikan nuansa abad pertengahan yang otentik tanpa memberikan elemen “fantastis” untuk menggantikan apa yang dibuang. Sehingga cerita seamacam ini juga jatuh tidak jauh berbeda dari cerita-cerita lain yang mengikuti tropes empu Tolkien.

China Miéville mengambil jalur yang sangat berbeda. dengan Perdido Street Stationnya ini, beliau dengan sangat sukses menunjukkan dunia dan cerita fantasi yang jauh dari pengaruh empu Tolkien. Dia membangun cerita fantasi yang tidak berupa eskapisme tanpa membuang hal-hal yang menjadikan fantasi itu “fantastis”, karena dengan serta merta membangun dunia yang sangat apik dan imajinatif.

Dunia rekaannya, Bas-Lag, atau lebih spesifiknya New Crobuzon, pertama-tama bersetting di era ala Victoria, alias steampunk dipenuhi dengan grittiness yang sesuai dan pas dengan masanya. Tapi dengan grittiness tersebut beliau tidak langsung melempar begitu saja elemen “fantastis” keluar jendela. Sebaliknya dia justru menjadikan elemen-elemen tersebut membangun dunianya. Seperti thaumaturgy atau yang lebih kenal dengan sihir, disini ilmu tersebut memiliki kedudukan yang sama seperti ilmu sains lainnya dan dalam penggunaan praktis, sering digunakan untuk menghukum para kriminal menjadi Remade.

Imajinasi China Miéville disini pun benar-benar terbukti bahwa dirinya tidak terkekang oleh tropes yang sudah usang. Ras-ras yang dia munculkan disini mungkin terasa biasa seperti vodyanoi atau manusia kodok, garuda yang pasti kita sudah tahu seperti apa atau handlinger, ras parasit yang membutuhkan inang untuk hidup namun sepenuhnya memiliki kecerdasan. Tapi ada juga ras yang sangat aneh seperti manusia kaktus (mungkin China Miéville terinspirasi kaktus yang berjoget dengan sombrero) atau khepri, yaitu ras dimana perempuannya memiliki tubuh wanita yang kepalanya diganti kumbang (badan kumbang penuh, bukan kepalanya mirip kepala kumbang, aku ingatkan). Namun dalam pengolahannya China Miéville sangat berhasil untuk bisa membuat mereka terasa nyata dan benar-benar unik tanpa terasa absurd dan konyol. Malahan saya pribadi sebisa mungkin jika berkunjung ke New Crobuzon ingin menghindari orang-orang kaktus. Bayangkan saja digaplok dengan tangan penuh duri mereka.

Buku ini memang memiliki pembangunan dunia yang luar biasa. maka dari itu, jika kau memang suka novel semacam ini, kemungkinan besar akan suka. Tapi kalau tidak suka dengan deskripsi berbelit-belit mengenai dunianya atau mengharapkan cerita dengan plot yang luar biasa, pastinya akan kecewa.

Perdido Street Station memiliki masalahnya sendiri. Seperti karakter yang biasa saja walau tidak mudah untuk dilupakan. Lalu kadang penggunaan bahasa yang terasa pretensius di beberapa paragraf (sejujurnya aku sendiri gak ngerti hampir 80% dari pragraf deskripsi yang dia tulis tapi walau gitu suasana New Crobuzon masih bisa sangat kental terasa). Kemudian pada pertengahan awal cerita, plot yang ditawarkan sebenarnya cukup menarik, tapi pada pertengahan kedua akhirnya menjadi kejar-kejaran membunuh monster yang melahap kesadaran mahluk hidup. Namun karena ending yang diberikan, rasanya itu tidak begitu masalah.
Akhir kata, China Miéville dengan sukses bisa membangkitkan rasa “fantastis” kembali ke genre fantasi. Untuk cerita fantasi dengan setting kota yang begitu besar dan kejam ala New York yang ditumpah blek dengan London ini, saya tidak ragu memberinya 4.5 bintang. Dan jika dibulatkan, menjadi 4/5.