alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Sejarah & Xenology /
Khalid ibn Al-Walid, the Sword of God
Pertempuran Yarmuk













Hari I

Khalid membariskan pasukannya dalam empat kelompok yang beroperasi secara terpisah. Mereka dilindungi oleh sepasukan kavaleri: satu di setiap sayap, satu di tengah, dan satu pasukan kavaleri cadangan. Vahan membariskan juga pasukannya dalam empat kelompok terpisah, namun dalam jumlah yang lebih besar daripada kelompok pasukan Khalid. Masing-masing memiliki satu satuan kavaleri pelindung di belakangnya. Vahan juga masih memiliki sejumlah besar kavaleri cadangan di belakang.



Hari pertama pertempuran diawali dengan serangkaian duel yang didominasi oleh jagoan-jagoan Kekhalifahan.



Vahan mengakhiri duel yang banyak membunuh kaptennya dengan mengirim baris depan infantrinya. Vahan paham bahwa ia harus memanfaatkan jumlah besar pasukannya untuk setidaknya membuat lubang pertahanan di barisan musuh yang bisa ia manfaatkan. Sebaliknya, Khalid juga paham dengan pasukannya yang inferior dan harus membiarkan pasukan Bizantin kelelahan sebelum memutuskan untuk menyerang balik. Serangan terbatas yang dilakukan oleh Vahan berlangsung sampai senja mengakhiri pertempuran di hari pertama.

Hari II


Vahan melancarkan sebuah serbuan serius; menahan perhatian pasukan tengah Kekhalifahan, kemudian menyerang kedua sayap Kekhalifahan dengan agresif. Beberapa baris infantri Kekhalifahan terpukul mundur ke kemah. Hal ini memaksa setiap kavaleri sayap Kekhalifahan untuk melakukan serangan balik, sayang mereka juga terpukul mundur ke kemah, membuat sayap Kekhalifahan dalam keadaan kritis.





Istri-istri prajurit Kekhalifahan marah dan melempar suami-suami mereka yang baru tiba di kemah sampai mereka kembali lagi ke medan pertempuran; mereka pun bergabung kembali di waktu yang tepat untuk mempertahankan pasukan sayap dari kehancuran. Khalid kemudian menggerakkan kavaleri cadangan untuk mengembalikan garis pertahanan sayap kanan, kemudian melanjutkannya di sayap kiri. Pasukan tengah Kekhalifahan melakukan serangan balik sinkron dengan restorasi posisi sayap. Pertarungan sengit namun tidak konklusif berlangsung di sepanjang garis pertemuan kedua pasukan sampai senja menjelang, memaksa Vahan untuk mundur.

Hari III



Vahan melancarkan serangan serius lainnya; kali ini ia menahan pasukan tengah Kekhalifahan, tetapi fokus menyerang sayap kanan Kekhalifahan yang melemah dan mengabaikan sayap kirinya. Khalid sedikit tenang melihat sayap kirinya bisa beristirahat, tetapi ia harus kembali menggerakkan kavaleri cadangan untuk mengembalikan garis pertahanan awal. Korban berjatuhan dari kedua pihak, tetapi lebih signifikan di pihak Bizantin yang tidak dipengaruhi motivasi relijius. Senja dan kelelahan mengakhiri aksi hari tersebut.

Hari IV

Vahan kembali berusaha mengacaukan barisan depan pasukan Kekhalifahan dengan menusuk di satu titik dan kemudian memanfaatkan manuver Khalid yang menggerakkan pasukan cadangannya. Vahan menyerang dengan dua sayap kirinya selagi dua sayap kanannya maju teratur menunggu Khalid menggerakkan kavaleri cadangannya. Rencana Vahan berjalan mulus; pasukan kiri-tengahnya menekan pasukan kanan-tengah Kekhalifahan dan memaksa pergerakan kavaleri cadangan. Merasakan akan adanya bencana yang akan terjadi, Khalid memerintahkan pasukan kiri-tengahnya maju menyerang untuk menunda aksi pasukan kanan-tengah Bizantin. Efeknya terasa dengan mundurnya pasukan kanan-tengah Bizantin. Situasi ini berbahaya bagi Khalid karena semua pasukannya terlibat dalam pertarungan langsung dengan pasukan yang lebih besar.




Dengan pertarungan sengit, Khalid berhasil mengembalikan garis pertahanan di kanan. Sementara itu, keberhasilan pasukan kiri-tengah berakhir ketika Bizantin melakukan serangan panah besar-besaran. Pemanah Kekhalifahan kalah jangkauan dan tidak bisa melakukan apapu selain mundur. Insiden ini dikenal dengan istilah "Hari Kehilangan Mata" karena sekita 700 pasukan Kekhalifahan kehilangan matanya dalam hujan anak panah. Sayap kanan Bizantin memanfaatkan kekacauan ini, namun serangan mereka diimbangi dengan perlawanan keras, ditambah lagi ketika istri-istri pasukan Kekhalifahan mengangkat senjata, bergabung dalam pertempuran. Pertarungan berlanjut sampai senja dan kelelahan memaksa Bizantin untuk mundur.

Hari V

Kedua pihak beristirahat pada hari kelima, diisi juga dengan negosiasi yang gagal. Barisan kedua pasukan semakin tipis, namun lebih kentara terlihat pada barisan Bizantin. Pada hari ini, Khalid menyimpulkan bahwa semangat dan barisan Bizantin telah cukup lemah, sehingga sudah saatnya ia melancarkan serangan pertama dan satu-satunya. Ia kemudian mengumpulkan semua kavalerinya dalam satu kesatuan. Vahan masih memiliki kavaleri cadangan yang belum sama sekali terlibat dalam pertempuran. Tertahannya mereka diperkirakan karena mereka menunggu kesempatan untuk memberi pukulan terakhir jika mereka menang atau memang tetap statis karena masalah jalur komando pasukan Bizantin yang tidak jelas.

Hari VI


Pada malam hari, Khalid mengirim sebuah detasemen untuk menjaga jembatan di atas sebuah sungai kering dengan tepi curam. Khalid membuka serangan ofensifnya dengan menahan barisan depan Bizantin dengan infantri dan memukul sayap kiri Vahan. Vahan juga mengumpulkan semua kavalerinya dalam sebuah kelompok besar tetapi tidak siap untuk merespon ketika serangan terjadi. Akibatnya, pasukan sayap kiri Bizantin kocar-kacir, membuka pertahanan pasukan tengahnya.



Pertempuran infantri yang tidak konklusif terus berlanjut selagi kavaleri Kekhalifahan telah mencapai bagian belakang Bizantin. Kavaleri Kekhalifahan melancarkan serangan yang cepat dan membuat kerepotan kavaleri berat Bizantin sampai akhirnya mereka melarikan diri dari pertempuran. Infantri Bizantin bertarung dengan gagah berani, namun tidak bisa berbuat apa-apa melawan serangan yang sekarang datang dari depan, kiri, dan belakang; barisan mereka mulai terpecah dan bergerak mundur.




Pasukan Bizantin kaget mendapati jalur kabur mereka telah tertutup. Mereka mencoba menembus hadangan, namun gagal. Pasukan Bizantin terjepit dalam lokasi sempit di mana mereka bertarung mati-matian agar bisa keluar dari kepungan, namun akhirnya harus melarikan diri melewati sungai yang bertepi curam. Banyak di antara mereka yang gagal menyeberang.




sumber: diterjemahkan dari file powerpoint karya Jonathan Webb pada tahun 2009, bisa didownload di www.theartofbattle.com, cari Battle of Yarmuk
×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di