Quote:
Dilirik Malaysia hingga Vietnam, Bobibos Tunggu Validasi Lokal
Kompas.com, 25 April 2026, 07:42 WIB
Muh. Ilham Nurul Karim,
Agung Kurniawan
Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketertarikan terhadap bahan bakar nabati berbasis jerami, Bobibos, mulai terlihat dari luar negeri. Sejumlah pelaku usaha dari kawasan Asia disebut sudah menjajaki peluang kerja sama, bahkan sebelum produk ini resmi lolos pengujian di Indonesia.
Pembina Bobibos sekaligus anggota DPR RI, Mulyadi, mengungkapkan bahwa minat tersebut datang dari beberapa negara tetangga. Mereka disebut memantau perkembangan BOBIBOS dan menunggu momentum peluncuran awal di kawasan regional.
“Paralel Bobibos bahkan sudah didatangi pengusaha Banglades dan Malaysia, serta di ingatkan Vietnam,” kata Mulyadi kepad a Kompas.com, JUmat (24/4/2026).
Menurutnya, negara-negara tersebut melihat potensi produksi berbasis jerami yang dinilai relevan dengan kondisi agrikultur mereka. Apalagi, bahan baku yang melimpah dinilai bisa menjadi keunggulan jika produksi dilakukan secara massal.
“Setelah Timor-Leste, negara mereka minta diprioritaskan untik kerjasama, karena ketiga negara tersebut memiliki area persawahan yang memungkinkan untuk Bobibos produksi massal,” jelas putra asli Jonggol, Jabar ini.
Sementara itu, di dalam negeri Bobibos masih berada pada fase awal. Produk ini baru memasuki tahap pengujian teknis bersama Kementerian ESDM, yang menjadi penentu apakah layak digunakan sebagai bahan bakar alternatif.
Founder Bobibos, M Iklas Thamrin, menyebut pengujian dilakukan secara bertahap, dimulai dari laboratorium Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) untuk mengetahui karakter dasar bahan bakar.
"Dalam tahap awal, pengujian akan mencakup berbagai aspek penting, seperti sifat fisika dan kimia, stabilitas, kompatibilitas dengan mesin, kemudahan mengalir, kualitas penyalaan, hingga tingkat korosivitas," kata Iklas.
Setelah itu, pengujian akan berlanjut ke aspek performa, termasuk emisi gas buang, ketahanan mesin, hingga potensi pembentukan deposit. Jika seluruh tahapan awal lolos, bahan bakar ini baru akan diuji di jalan untuk melihat kinerja dalam kondisi nyata.
Dengan kata lain, jalur menuju komersialisasi masih panjang. Seluruh hasil uji tersebut nantinya menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan status bahan bakar ini, termasuk apakah masuk kategori baru atau mengikuti standar yang sudah ada.
Di tengah proses tersebut, Bobibos juga mengingatkan bahwa produknya belum dipasarkan. Pihaknya meminta masyarakat tidak mudah percaya jika ada pihak yang mengklaim menjual bahan bakar tersebut.
“Jika ada yang mengatasnamakan penjualan Bobibos dipastikan hoaks, kami minta doa agar uji fungsi bisa berhasil agar menjadi solusi energi," tuturnya.
Mudah-mudahan cepat dipasarkan
Pengamat itu banyak jadi inspirasi pendengarnya
Ane sakit kepala eh sakit hati bgt saat Bennix nyinyir habis-habisan Bobibos
Namun ane juga tau dia optimis bgt dengan kemajuan Indonesia terutama dibawah rezim Prabowo
Mudah-mudahan thread ini dilihat Bennix
Gw tunggu lu jilatin Bobibos
Inovasi eh tekhnologi terbaik anak bangsa sepanjang masa
Setelah revolusi industri di Inggris pertama dimulai
Revolusi energi di Indonesia pertama dimulai
Dari Bobibos sampai Nikuba
Nikuba nggak hoax cuma biaya pemrosesannya aja yang lebih mahal dari minyak fosil
Cara biar lebih murah gimana
Itu teknologinya harus dibuat