KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Pernyataan MUI soal Larangan Pejabat Mengucap Salam Semua Agama
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5dca5273af7e93132e755780/pernyataan-mui-soal-larangan-pejabat-mengucap-salam-semua-agama

Pernyataan MUI soal Larangan Pejabat Mengucap Salam Semua Agama

Tampilkan isi Thread
Halaman 8 dari 10
Rokok kok halal????.... cimenk aja haram.... jejerin aja manfaat n mudaratnya rokok vs cimenk.... dimamarika aje legal cimenk...
Balasan post doombringer2211
Quote:


secara makna nya sama gan krna memang negara2 di timur Tengah itu mungkin aja bahasanya rada mirip. sama kaya Indonesia bahasanya dgn negara tetangga rada mirip, yaa berkaitan dgn masa lalu.

cuma ane mah ga mo mempermasalahkan sama nya, mngkin alangkah indahnya klo masalah perbedaan ini ga berlarut2. bisa dgnti dgn salam yg formal tanpa membawa embel2 agama. krna salam setiap agama itu berbeda2 tpi mungkin bisa aja makna nya sama.

tpi itu mah terserah pejabat2nya, krna yg ane baca baru pak Jokowi aja yg menyertakan salam bbrapa agama dlm pidato dan itu hak beliau, mngkin krna di masa skrng embel2 agama itu sangat riskan perpecahan.

yg sangat disayangkan berita sprti ini gampang bikin panas, alangkah enaknya MUI ga usah bwt pernyataan secara umum krna ini berurusan dgn agama dan Indonesia agamanya bkn cuma ada islam aja. mending ksh surat aja ke pejabat terkait, soal pejabat tsb ikuti ato ga, terserah dya.

kan diingatkan sudah, soal mau ikut apa ga hak masing2, toh amal kan masing2 yg pnting sdh saling mengingatkan.
profile-picture
profile-picture
doombringer2211 dan ahlifosil memberi reputasi
Iyaaa gan, sebaiknya emang gausah dibawa berlarut larut sih.
Namanya juga himbauan, mau dilakuin gpp, gak dilakuin juga gpp.
emoticon-Kiss
Selama semua tetep jaga persatuan mah oke oke aja sih gan
Seingat Ane...

Hingga detik ini NKRI masih berstatus DEMOKRASI Pancasila...

Belum berubah jadi TEOKRASI...

Lagipula...

Jauhariyah dari sebuah Salam pasti berbeda dalam setiap Konteks...

emoticon-Ngakak
Udah kalo gitu mah make bahasa Indonesia aja. Lebih simple.

Kalo udah gitu jangan pada nyinyir lagi yak
Bukankah salam itu adalah ucapan berkat untuk orang lain ya? Dan menurut aku sich itu bukan agama, melainkan bahasa. Bahasa Arab, bahasa Sansakerta, bahasa Indonesia.. tapi kalau memang begitu maunya MUI, maka mulai sekarang, hanya boleh mengucapkan, "Selamat pagi, Rakyat Indonesia! Merdeka!!"
Balasan post dcwijaya
selamat pagi...jadi gini gan....menurut saya...ranah agama ini adalah masalah pribadi...ini saya bicara jujur ya....mohon diterima dengan kepala dingin.

di mata seorang muslim ucapan ws wr wb itu seperti nya sakral. tapi di mata yg non muslim.....sebenarnya itu sama spt matra sesat kepada tuhan tidak dikenal. sebaliknya ucapan om swastiastu di mata umat bhuddha /hindu sakral....tapi di mata non bhudha....ini sirik diucap. dan ucapan shallom elochim sakral bagi kristen dan yahudi. tapi di telingan non kristen.....sesat dan sirik utk diucap. prinsipnya sama. memintakan salam dari tuhan lain yg bisa membuat tuhan kita cemburu. secara agama tidak diperbolehkan.

jadi..sekarang saya mengajak bicara secara manusiawi saja. UNTUK APA MENGUCAPKAN SESUATU ....kalo berpotensi memecah belah dan melukai??? MENDING TELAN SAJA SEMUA SALAM DAN KATA BERKATMU ITU. pakailah hanya di rumah mu atau di tempat ibadatmu. MENURUT SAYA.....SEBAGAI PEMIMPIN HARUS BISA BIJAKSANA. KALO DIA MENGUCAP SALAM HANYA SESUAI IMAN NYA dan POTENSI MEMBUAT BEBERAPA UMAT LAIN BAPER.. MENDING GAUSA NGUCAP SALAM APA2....

anyway saya termasuk yang mendukung DIKOTOMI agama pemerintah. dalam PEMERINTAH GAUSA SOk2 RELIGIUS dan BAWA2 AGAMA sama sekali.
simpan baik2 keyakinan mu seperti alat kelamin. malu diumbar2 disebut2 di mana2 eh ketangkap korupsi.

kita bahas2 yang potensi menimbulkan kerjasama dan saling damai saja. tidak usah bahas yg potensi memecah belah. oke????

peace gan
Kalau makin pintar ilmu agama menjadikanmu tidak toleran buat apa sih belajar agama?emoticon-Hammer2
Quote:


Mikir dua kali ane.😅😂😂
Quote:


Kenyataannya?...
Setan apa Allah?




Dari pada ngomongin salam menurut agama, gimana klo salamnya sesuai adat daerah aja biar ga bingung.
Contoh:
Waktu mau sambutan ucapkan " Selamat Pagi.... Pie kabare, cok!!!!! Sek urip ta koen??????

Mgkn gtu lbh bs merakyat
lah yg mulai siapa?

dari dulu jg bagusnya selamat pagi/siang/malam eh malah pake2 asalamualaikum

trus yg lain ga boleh?
untung gue non muslim
munapik emoticon-Traveller
Balasan post dcwijaya
@sidewinder11 justru tadinya kan gak ada masalah apa apa, damai damai saja, tanpa ada perbedaan pendapat. mau pejabat mengucap salam atau nggak nggak ada yang memperhatikan, gak ada yang peduli.

tapi begitu MUI jatim, jatim doang ini ya, mengeluarkan pernyataan seperti itu, timbullah pro dan kontra di masyarakat, timbullah perpecahan.
seperti yang agan bilang, "simpan baik2 keyakinan mu seperti alat kelamin. malu diumbar2 disebut2 di mana2"
jadi sebetulnya menurut ane, kalau gak usah dinyatakan keluar ke publik, juga masyarakat baik baik aja.

dan seperti yang agan bilang juga "dalam PEMERINTAH GAUSA SOk2 RELIGIUS dan BAWA2 AGAMA sama sekali.'
nah kalau terjadi kebalikannya begini gimana, MUI mengeluarkan fatwa yang mengatur pejabat pemerintah dalam mengucapkan salam.
contoh konkrit, seperti yang menteri agama baru kita nyatakan, "saya menteri agama, bukan menteri agama islam". nah kalau dia diundang ke acara perayaan agama selain islam, misalnya dia memberikan sambutan, apakah dia tidak diijinkan mengucapkan salam dalam sesuai kebiasaan agama yang dia hadiri? apakah dia tetap mengucapkan salam sesuai agamanya?

"di mata seorang muslim ucapan ws wr wb itu seperti nya sakral. tapi di mata yg non muslim sebenarnya itu sama spt matra sesat kepada tuhan tidak dikenal"
jangan bilang gitu gan, gw non muslim tapi di lingkungan gw, kalo menghadiri acara, dan pemberi sambutan mengucapkan salam begitu, gw selalu menjawab, dan temen temen gw juga begitu, tidak menganggapnya mantra atau sesat sama sekali.
mohon para agan yg setidaknya tidak mempunyai kompetensi ilmu tidak berkom3ntar yg sarkastik maupun negatif, kalau anda kurang setuju atau pun setuju, ungkapkan dengan ilmu bukan dengan ungkapan ego dan b3nci, tidak akan m3njadikan anda mulia mas gan mohon dipertimbangkan emoticon-Jempol
Balasan post lumb3rjack
Dosa karena 'ngucap salam ?
('Ngakak ...)
...
Itu sebetulnya bisa ditinjau dari sudut pandang lain ...
Terkait dengan individualisme-hubungan sosial antar manusia.
Dengan mengucap salam dalam ungkapan yang dimengerti oleh yang diberi salam, itu akan mendekatkan kedua manusia yang bersangkutan ditinjau dari hubungan sosial. Bila indeks hubungan sosial mereka tinggi, dengan sendirinya ketika ada peristiwa yang membawa dampak negatif dalam dunia sosial, dampak itu akan ternetralisir dengan sendirinya.

Bisa direnungkan sendiril terkait ...
- Tak kenal maka tak sayang.
- Bila kau tak mau mengenalku, maka tak perlu repot-repot kau mengenalkan dirimu.
Dan masih panjang lagi sebetulnya, karena ini berhubungan dengan masalah sosial (nan kompleks).

...
Satu lagi ...
Ketika indeks hubungan sosial antar manusia itu bernilai rendah, dengan sendirinya manusia yang bersangkutan akan dengan mudah untuk di adu domba oleh pihak-pihak yang menginginkannya. Terutama pada ranah kekuasaan dan politik.
Tentunya kita kemudian dapat bertanya, apakah esensi agama itu sendiri ?
Menjadikan "A" menjadi "Z" ?
emoticon-Big Grin
Diubah oleh bingsunyata
duh MUI ini...

mksd dari salam itu kan agar menghormati agama lain saja, krn islam itu rahmatan lilalamin, merangkul agama lain.

lama2 kok ya konyol isi MUI ini...
tai wkwk. lembaga begini sebenernya sama aja kyk ormas2, nyela mulu atas nama agama
Quote:


yoi bray salah alamat nanti emoticon-Ngakak (S)
Halaman 8 dari 10


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di