KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Ormas Islam Terbesar Tegas Tolak Konsep Khilafah
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5dbfa6466df2316aaf108672/ormas-islam-terbesar-tegas-tolak-konsep-khilafah

Ormas Islam Terbesar Tegas Tolak Konsep Khilafah

Paham khilafah kini tengah menjadi sorotan. Sebab, penerapannya dianggap menuai kontroversi. Bahkan khilafah dinilai bukan sistem pemerintahan dalam Islam, sehingga wajar kalau Ormas Islam terbesar, yaitu NU dan Muhammadiyah menolak tegas konsep khilafah.
Dilihat dari ajaran paham Khilafah ini memang tak ada yang salah maupun menyimpang. Hanya saja, dalam pelaksanaannya menuai banyak kontroversi. Mengingat, paham ini adalah mengerucutkan pada satu agama saja, yakni Islam. Padahal di NKRI, seperti yang kita tahu, warga negaranya tak hanya memeluk agama tersebut. Terlebih, ada banyak keragaman yang harus di tolerir. Sebagai bagian dari hak asasi manusia. Sehingga, ajaran ini memang dirasa kurang pas jika diterapkan ke dalam sistem pemerintahan di Indonesia.
Hal serupa juga diungkapkan oleh Dua Ormas besar di Indonesia, yakni NU dan Muhammadiyah. Mereka telah sepakat dengan berlakunya konsep Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila sebagai ideologi negara. Baik NU maupun Muhammadiyah satu langkah untuk menolak paham yang dapat mengintervensi NKRI khususnya khilafah ini.
Berkali-kali keputusan tersebut ditegaskan sejak mencuatnya isu khilafah yang digulirkan oleh kelompok Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Salah satunya ialah saat konferensi pers NU dan Muhammadiyah di kantor PP Muhammadiyah beberapa waktu lalu. Kedua pembesar ormas menyebutkan bahwa NKRI merupakan warisan dari para leluhur bangsa Indonesia yang sama sekali tak bertentangan dengan ajaran Islam.
Kiai Said Aqil Siraj selaku Ketum PBNU mengajak seluruh elemen guna menjaga agar tak terjadi peristiwa disintegrasi dan perang antarsaudara. Dan sudah selayaknya dua ormas terbesar di Indonesia ini mengawal ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, beserta ukhuwah insaniyah. Selain itu pihaknya juga menyatakan bermufakat untuk menjaga konstitusi empat pilar, yakni Pancasila, UUD 1945, Sistem Bhineka Tunggal Ika dan juga NKRI.
Sejalan dengan pendapat Ketum PBNU, ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir juga mengungkapkan pihaknya bersinergi dengan NU untuk selalu mengajak seluruh elemen bangsa dalam membangun komunikasi dan kerjasama sebagai perwujudan ukhuwah keumatan dan kebangsaan.
Meski ormas HTI sudah bubar, para pengusungnya hingga kini masih terus getol mengkampanyekan paham khilafah. Bahkan, di media sosial kian ramai dengan tagar #KhilafahWillBeBack dan menjadi trending topik. Menyusul dilaksanakannya parade Ukhwah di salah satu kota Di Jawa Tengah. Menurut laporan, Bendera Tauhid Khas HTI dikibarkan pada momentum parade sebagai bahan untuk memprovokasi masyarakat.
Yang dikhawatirkan ialah pihak-pihak yang masih awam dan baru belajar agama pun bisa tertipu dengan kepentingan politik HTI ini. Kemungkinan, mereka yang terkena pengaruh HTI ini adalah para pemuda yang memiliki ikatan dengan Muhammadiyah dan NU.
Jika hal tersebut benar adanya, maka para kiai tokoh NU dan Muhammadiyah berharap mereka akan kembali ke jalan yang benar, sebab pembesar kedua ormas tersebut masih memegang teguh prinsip NKRI. Tugas kita ialah menjaganya bersama-sama.
Sementara itu, Robi Sugara selaku Direktur Indonesian Muslim Crisis Center (IMCC). Merincikan empat alasan mengapa khilafah ditolak dan tidak mungkin untuk diterapkan. Pertama, paham khilafah ditolak di negara-negara berpenduduk dengan mayoritas Muslim. Bahkan, organisasi yang mengusung paham ini, Hizbut Tahrir tak diterima di dua puluh negara lebih, termasuk di Indonesia sendiri.
Alasan Kedua ialah, berkenaan dengan manakah sistem khilafah yang dijadikan rujukan. Disebutkan, pada zaman khulafaur rasyidin, pergantian khalifah menerapkan sistem yang tidak sama. Sebagian ada yang menggunakan musyawarah melalui ahlul halli wal aqdi, ada pula yang ditunjuk khalifah sebelumnya, dan ada yang dipilih oleh khalayak ramai (masyarakat). Sementara, khalifah pada zaman Umayyah, Abbasiyah, hingga khalifah Usmaniyah, mereka diangkat berdasarkan garis keturunan.
Sebab Ketiga, siapakah yang akan dijadikan khilafah? Mengingat, jumlah mayoritas umat muslim hampir mencapai 1,8 milliar di seluruh dunia. Tentunya, perkara memilih khalifah akan menimbulkan masalah yang cukup rumit. Tak hanya itu, umat islam sendiri juga berasal dari suku dan bangsa yang berbeda.
Sebab terakhir ialah, sistem khilafah tidak sesuai dengan era sekarang. Jika para pengusung paham khilafah merujuk sistem pada era Umayyah, Abbasiyah, maupun Usmaniyah, maka sistem khilafah yang bersifat otoritarianisme seperti itu tidak tepat untuk diaplikasikan seperti zaman sekarang ini. Tak menampik jika khilafah merupakan bagian dari sejarah umat Islam dan tak mungkin untuk menghapusnya.
Berdasarkan literatur diatas, kemungkinan paham khilafah ini untuk diterima sangatlah kecil. Sebab, memang tak bersesuaian dengan NKRI yang berideologi Pancasila dan berprinsip ke-Bhinekaan. Sehingga wajar saja jika ajaran ini akan mengalami penolakan.

Sumber : https://www.qureta.com/next/post/orm...onsep-khilafah
profile-picture
profile-picture
gpandita dan kakekane.cell memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
Kadrun tambah kepanasan nih


emoticon-Imlek
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Proloque dan 4 lainnya memberi reputasi
Tolak saja silahkan bubarkan juga gpp.. asal jgn seenaknya men cap org yg gak sepaham dengan sebutan pendukung khilfah, radikal dll
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Proloque dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
BENCI KHILAFAH BIASANYA KUMUNIS

emoticon-Marah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
heniro dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
apa ada negara yang maju dengan Khilafah ?
jawabannya tidak ada

negara-negara adikuasa powerful di dunia
China,Rusia,Jepang,Amerika
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jasakurirjkt dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Balasan post the.commandos
Quote:


justru sepertinya di buat ngambang agar isu kilapuk itu tetep bisa bertahan gan dijadikan alat untuk melabeli lawan politiknya emoticon-Ngakak

wewenang punya, aturan punya, penegak "hukum" punya tapi gak ada yang berbuat menyelesaikannya kenapa coba
masa pemerintah macam buzzer saja kerjanya meresahkan rakyatnya emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
profile-picture
the.commandos dan 2 lainnya memberi reputasi
sebenarnya deklarasi ginian nggak perlu selama pemerintah bersikap jelas dan tegas.
ini kan pemerintah cuma rajin lempar warning radikal, tapi membiarkan hate'i dan epfei, nggak jelas siapa radikal yang disebut.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
the.commandos dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Bikin pertemuan donk... Pertemuan akbar yang disiarkan saluran televisi mengenai penolakan paham khilafah
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
NII model baru
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
khilafah - diserbu kafir - masuk surga - the end.
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
kadrun kejet kejet emoticon-Wkwkwk
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
Balasan post tukangmarah
Justru Khilafah yang mau mengganti PANCASILA , itulah komunis bergaya islam. PANCASILA Harga Mati.....
profile-picture
profile-picture
kakekane.cell dan areszzjay memberi reputasi
Quote:





Tumben,,, nyebutin negara BULE,,, biasanya anti banget sama NEGARA BULE... emoticon-Leh Uga
profile-picture
balineseryuu memberi reputasi
Astagaaa.....masih ribut aja soal khilafah,
HTI sudah bubar, ISIS udah bubar, masih aja ribut2 soal khilafah.
Pendukung khilafah itu gak ada apa2nya, gak nyampe sehari juga udah kelar oleh densus 88.

Kalo mau ramein itu noh OPM di papua nyampe sekarang gak kelar2, bahkan TNI/Polri gak mampu nyelesein.


emoticon-Wkwkwk
profile-picture
the.commandos memberi reputasi
ending perang melawan kilapak isis radikal teroris... negara suriah n irak kena tipu dgn isu teroris...malah sumber daya alamnya yg kena jarah US...sekarang di indonesia lagi perang ma kilapak ..siapa yg di untungkan ma isu ini..?
Ormas Islam Terbesar Tegas Tolak Konsep Khilafah
Balasan post bodico
Quote:


perlu sekali,

warning itu ibarat edukasi, jadi harus rajin,

kalau main tindak tanpa edukasi, negara bisa dituduh represif seperti yang sudah2,

yang benar itu warning dan tindakan harus sejalan,

falsafah hanya bisa dilawan dengan falsafah, ideologi hanya bisa dilawan dengan ideologi,

pada prinsipnya, yang tidak terjangkit tentu tidak akan kebakaran jenggot,

tapi bagi yang tersinggung dan menganggapnya jadi personal, pada hakikatnya sudah terpapar,

karena hal personalnya sudah lebih penting dari negara ini,

bukan hanya golongan fanatik agama saja, yang golput juga bisa termasuk.




Balasan post priakuta
@priakuta BIASANYA YANG TERIAK TERIAK SAYA PANCASILA ITU KAUM LIBERAL KOMUNIS YANG KELAKUANNYA GA SESUAI PANCASILA

emoticon-Marah
Balasan post Kakek.Sugiono69
Quote:


WALAU TIDAK MENJALANKAN KHILAFAH,, MEREKA TIDAK PERNAH MEMBENCI ISLAM,, TIDAK MENGAKU NGAKU PALING PANCASILA PADAHAL TAK PERNAH MENJALANKAN SATUPUN SILA YANG TERMAKTUB

emoticon-Marah
emoticon-Belgia

Ormas Islam Terbesar Tegas Tolak Konsep Khilafah
Lihat 1 balasan
Balasan post pdt.henderson
Quote:


gambar apa enih emoticon-DP

contoh kostum khilafah kah emoticon-Ngakak
sbenerny hanya sbagian sangat kecil umat muslim yg pgn khilafah.....

tapi ini di lebay karena kepentingan pooliiitiiikkk ajah..kesannya negara genting mau hancur...duuhhh...

:emoticon-Wakaka
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di