alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Ini Penyebab Cuma Boleh Ada 3 Partai Politik di Era Presiden Soeharto
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5dac438ca2d1953d57293de2/ini-penyebab-cuma-boleh-ada-3-partai-politik-di-era-presiden-soeharto

Ini Penyebab Cuma Boleh Ada 3 Partai Politik di Era Presiden Soeharto

Tampilkan isi Thread
Halaman 3 dari 9
Bikin PAI aja dah, partai artificial intellingence jadi semua keputusan by AI logic emoticon-Ngakak (S)
Lihat 1 balasan
au ah gelap
profile-picture
noe_jh memberi reputasi
beda kepentingan makanya banyak partai emoticon-Big Grin blom lagi klo menang pilkada dll bisa jadi pemasukan partai tersebut apalagi soal tender proyek emoticon-Big Grin liat sendiri kan byknya ott kepala daerah gaji dibilang kurang juga nggak emoticon-Big Grin cuma gara2 tuntutan iuran partai mau g mau cari cepat balik modal emoticon-Big Grin emoticon-Betty (S) emoticon-Ngacir
Whoa trit yg beneran diskusi di bepeh? How rare emoticon-Matabelo

Ijin nyimak suhu emoticon-Nyepi
profile-picture
raafirastania26 memberi reputasi
Gw baca kmren di trit sejarah yg jadi HT bahwa ide penyederhanaan partai adalah dari Ali moertopo...katanya agar mudah dikontrol dan diawasi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:


Iya bener.
Tapi dulu suka ada yang ngeledek.
Beringin tempatnya setan.
Banteng lambangnya setan bertanduk.
Mending di Ka'bah. Masuk surga.

Quote:


Sayangnya guru PMP ane cowok.
Masa iya ngeliatin bokongnya dia.
emoticon-Najis

Quote:


Sebagian ane setuju.
Soal strategi Orba, justru mereka memakai adu domba dan intimidasi.
Ada pihak yang dipelihara untuk dihancurkan sebagai peringatan bagi pihak lain.
Saat itu ABRI benar2 menjadi momok yang menakutkan semua pihak.

Quote:


Pencetus Mega Bintang itu kalau gak salah Ketua DPC PPP di Solo.
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan kojojotojo memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Balasan post brewclaw
Quote:


ketua umumnya Skynet emoticon-Ngakak
hanya alm. mbah harto yang tau kamsudnya....
Quote:


Mumpung ada trit begini, ayo nanya.

emoticon-Ngakak

Quote:


Betul.
Ali Moertopo itu menurut rumor banyak pihak adalah agen CIA. Entah benar atau gak.
Dia adalah Think Tanknya Suharto.
Banyak keputusan strategis soal politik masa Orba lahir dari tangan dia.

Dulu ada surat kabar Suara Karya yang diberikan bebas ke semua instansi pemerintah. Jumlahnya pasti jutaan exemplar tiap terbit. Isinya ya mbagus2i Orbalah.

Dan itu juga lahir dari tangan Ali Moertopo katanya. Kantornya di Gedung AKA, Bangka 1, Jaksel.
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
gan, ane pengen jadi bupati, tapi ane orang miskin, kira-kira bisa gak ya?
Lihat 2 balasan
Balasan post dwi.krisna
Quote:


Kalau ente tidurnya jam 3 malam habis ngobrol sama teman, bangun jam 1 siang, terus ngopi ngerokok, terus mancing ikan sampai sore habis maghrib, terus ngobrol lagi sampai jam 3 malam.


Lupain gan.
profile-picture
profile-picture
raafirastania26 dan scorpiolama memberi reputasi
Menarik..
Sempat terpikir juga, kenapa pemilu skrng lebih banyak Parpolnya?? Parpol adalah wadah bagi para kader yg tak puas dengan Parpol sebelumnya, hingga membentuk sendiri parpol sesuai dengan tujuannya.
Padahal lebih santuy kalau mereka bisa berganti dengan satu wadah, hingga rakyat tidak dipusingkan dengan banyaknya pilihan.
sungkem sama sepuh @i.am.legend. yang buat trit ini bermutu, biasanya trit bp cuma jadi ajang adu pukul nasbung nastak emoticon-Ngakak emoticon-Hammer2

Penasaran beliau tuh siapa? Hehe
Ampun om saya cuma bocah kelahiran 96 emoticon-Malu
Lihat 1 balasan
Balasan post i.am.legend.
Quote:


seiring dengan perkembangan teknologi, adu domba dan intimidasi berubah wujud menjadi pembunuhan karakter bahkan efek pembunuhan karakter menjadikan lawan politik tidak berdaya dunia maya adalah alat yang paling efektif untuk tujuan itu.
hoax bertebaran ujaran kebencian menjadi makanan sehari hari dan yang berhak mendifinisikan hoax dan ujaran kebencian kita tahu sendiri

intinya kenapa partai partai lama sedikit demi sedikit mengadopsi sistem rezim ORBA ( denga kemasan berbeda ) karena sudah terbukti nyata ORBA mampu mencengkeramkan kuku di bumi pertiwi ini 32 tahun. dengan cara apapun kekuasaan nomor satu yang lain nomor sekian
CMIIW
Balasan post ic7404
Quote:


Seangkatannya @n4z1 apa emang orang yang sama ya emoticon-Big Grin
Quote:


Dahulu justru kita menganut multi partai gan.
Cenderung liberal.
Lambat laun partai-partai berguguran karena tidak didukung konstituen masing-masing. Berlaku hukum alam. Siapa yang kuat, dia yang bertahan.

Akhirnya menjadi 3 saat Orba berkuasa.
Dan menjadi multi partai lagi setelah Reformasi hingga 40an jumlahnya.
Mengecil lagi seiring berjalannya waktu.

Kita gak akan bisa hanya memiliki 3 partai seperti masa Orba karena di Indonesia kecenderungan politik identitas agama masih kuat.
Dari agama saja bisa jadi 5 partai.
Belum dari nasionalis.
Belum dari gabungan keduanya.

Itu yang membuat sulit.

Quote:


Akhirnya gw setuju.

emoticon-Ngakak

emoticon-2 Jempol
Diubah oleh i.am.legend.
Info yg menarik nih dari TS, jadinya bagus yg mana nih kalo menurut TS apakah tetep mempertahankan 3 partai atau sistem banyak partai seperti sekarang

Kalo ane sih, apapun yg penting baik untuk kemajuan bangsa dan gak ada konflik emoticon-I Love Indonesia
profile-picture
raafirastania26 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Balasan post Simen92
Quote:


Multi partai terbatas.
3 gak mungkin bisa mengakomodir.
Partai dengan basis agama sekarangpun telah bertransformasi, gak terang2an ngaku partai agama.
Beberapa partai dengan basis agama terjungkal ditengah jalan tak punya pemilih. Artinya rakyat Indonesia cenderung menginginkan partai yang nasionalis-religius.
Partai nasionalis tulen ada.
Partai nasionalis-religius ada.
Partai konservatif ada.

Sebenarnya jika kita merunut pada sejarah pembentukan PPP yang terbentuk karena pemaksaan fusi partai, PPP seharusnya bubar setelah Reformasi. Karena komponen partai yang ada disana telah keluar membentuk partai yang berdiri sendiri. Meskipun pada akhirnya PPP kembali mengusung lambang Ka'bah, gak serta merta PPP bisa bangkit seperti dulu. NU sudah diwakili PKB. Mereka yang ada didalam PPP yang mungkin masuk karena Masyumi dibubarkan era Sukarno juga telah lahir kembali dengan PBB. Tapi nyatanya PPP sanggup melewati masa transformasi politik tanah air.

PDI yang hancur lebur. Semua partai pendukung keluar membentuk lagi sebuah partai baru. Dan para Sukarnois tercerai berai, sebagian ikut Partai Pelopor Rahmawati. Sebagian manut sama PNI Sukmawati. Sebagian tak mau bergabung dengan keduanya, membuat PNI tandingan, seperti GRM yang membentuk Partai Rakyat Marhaen, PNI Baru, Partai Banteng Demokrasi, dan lain-lain. Sebagian besar ikut gerbong Megawati membentuk PDIP. Sisanya membentuk partai agama.

Idealnya buat Indonesia memang 5 partai, tanpa adanya partai agama, karena partai agama yang benar-benar berbasis agama memang tidak laku.

Partai Nasionalis, Partai Nasionalis-Religius, Partai Konservatif.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Simen92 dan 2 lainnya memberi reputasi
waah bagus nih threadnya, baru tau ane alesannya kenapa cuma boleh ada 3 gini, maklum soalnya nggak sering baca sejarah2 gini hehe
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Balasan post ruuuruuu
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Halaman 3 dari 9


×
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di