KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Cinta Dua Dunia, Wanita di Balik Cadar
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d9871908012ae4b5b2a41e3/cinta-dua-dunia-wanita-di-balik-cadar

Cinta Dua Dunia, Wanita di Balik Cadar

Tampilkan isi Thread
Halaman 5 dari 7
Quote:


Oke, do'akan ya Mas.
emoticon-Ngacir

Quote:


Wokey, boleh..
Silahkan aja..
emoticon-Belo

Quote:


Ehh..
Iyah, newbie coba terjun nih.
emoticon-Embarrassment
profile-picture
nichi07 memberi reputasi
Quote:


parasut nya siapin mi.. jgn coba² nanam kentang, banyak yg gagal panen lho mi emoticon-Big Grin
profile-picture
indahmami memberi reputasi
Jarak spasi antar paragraf dirapiin lagi ya, biar tidak terlalu longgar.

Kedua, perlu ditingkatkan lagi menulis kalimat efektif, kecuali yang bersifat emosional, gak apa-apa.

Keseluruhan cerita udah oke, alur sama plot juga perlu diperbaiki.

👍👍👍👍
profile-picture
indahmami memberi reputasi
Quote:


Ya ampyuunn..
Makasih udah bantu krisan.
Jadi malu..
Otw edit..
emoticon-Malu
Lihat 1 balasan
Quote:


Wah..
Iya kah?
Duuhhh..
Semoga aja bisa panen.
emoticon-Ngacir


Quote:


Oke, lain kali dibenahi dan diperdalam.
Baru mulai..
Makasih..
emoticon-terimakasih
Diubah oleh indahmami
Balasan post indahmami
Kembali kasih emoticon-shakehand
profile-picture
indahmami memberi reputasi

Part 2

"Hay, Rul. Kamu di sini?" sapa gadis itu dengan senyumnya indah.



Lalu, ia masuk ke tenda lesehan, berjalan mendekat ke tempat duduk Irul dan Zhe, gadis cantik dengan rambut lurus sebahu mengenakan baju yang staylish.



"Kita ketemu lagi, Rul. Boleh gabung bareng kalian?" tanyanya.

"Iya, silahkan aja, Mey."


Hmm.. Siapa sih dia? batin Zhe.



"Makasih," ucapnya menyusul duduk. "Hay, namaku Meyra. Kamu?" tanya Meyra pada Zhe.


"Nur Azizah, biasa dipanggil Zhe."


"Salam kenal, yah. Btw, kalian dari tadi di sini?" tanya Meyra ke Irul.


"Lumayan sih, kita udah pesan duluan. Kamu nyusul aja."


Atmosfer mulai berubah pengap dan sesak, Zhe mulai tidak nyaman dengan kehadiran Meyra yang tersenyum ngobrol dan mencuri pandang ke Irul. Sedangkan Zhe diam mematung sesekali menimpali sepatah dua kata, Ia merasa menjadi obat nyamuk bagi mereka berdua. Kencan makan malam yang semula romantis berubah tragis, miris sekali.


"Rul, kamu pindah ke kota ini? Ciyee ... nyusul aku yah?" tanya Meyra genit.


"Enggak, Mey. Pindah karena orang tuaku buka bisnis baru di sini," jawab Irul sesekali melirik ke Zhe. Irul merasa Zhe semakin diam dan hanya menyimak. Hati Irul mulai gelisah.


"Masa sih? Kirain nyusul aku buat balikan lagi," ucap Meyra dengan tertawa.


"Mana mungkin, jangan halu kamu Mey," kilah Irul.


"Ya kali, siapa tahu aja," ucap Meyra acuh.


Zhe ingin sekali pergi dan menghilang dari tempatnya duduk, rasanya malas melihat drama sepasang kekasih yang bertitel mantan. Sebisa mungkin Ia mengatur nafas agar tidak terlihat jengah.



"Rul, mau ke kamar mandi dulu. Kalian lanjutin aja ngobrolnya," pamit Zhe ke belakang.


Zhe melangkah pergi meski malas, kalau bisa sih mending pulang. Dadanya terasa terbakar, panas sekali sampai-sampai ingin berendam di bongkahan es.


"Rul, dia siapa?" bisik Meyra.

"Zhe, kalian kan udah kenalan tadi."

"Bukan gitu maksudku, maksudku dia siapa? Pacar kamu?" tanya Meyra menyelidik.

"Kalau iya, kenapa? Enggak juga kenapa?" tanya Irul balik.

"Dih, nanya gantian nanya. Jawab aja, susah amat," gerutu Meyra kesal.


"Hahaha ... kamu nggak pernah berubah, Mey. Cemburuan, masih sama aja," goda Irul.


"Ish, kamu masih nyebelin. Udah jawab aja, dia kelihatan bad mood lihat kita," jelas Meyra.

"Masa sih?" tanya Irul.

"Beneran, Rul. Kalian pacaran yah?" Selidik Meyra memicingkan mata.

"Hmm ... bisa dibilang gitu, bisa enggak, Mey. Gimana yah? Zhe nggak pernah nolak atau pun nerima cintaku. Yah, ngalir gitu aja. Dibilang pacaran, kita nggak terikat status. Dibilang nggak pacaran, hati kita terpaut," jelas Irul.

"Oh, hubungan tanpa status. Terus gimana di sekolah baru? Pasti dirimu jadi artis, secara di sekolah lama kita aja begitu. Khoirul dengan sejuta fansnya," kata Meyra.

"Yah, gitu deh. Hahahaha...." tawa Irul menggema.


Perbincangan mereka berdua terus berlanjut sampai Zhe datang.


"Sory lama. Rul, pulang sekarang atau nanti? Udah malam, takut Ayah marah," tanya Zhe.

"Emang sekarang jam berapa?" tanya Irul.

"Jam 9 malam," jawab Zhe melihat jam di pergelangan tangan kirinya.

"Ya udah, kita pulang. Takut kena marah Camer juga," celotehnya melucu.

"Ciye ... yang udah jadi calon mantu. Btw, makasih udah boleh makan bareng kalian," ucap Meyra.

"Sama-sama, Mey. Kalau ada waktu bisa makan bareng lagi," kata Irul.

"Pasti dong, ketemu sekali aja belum ngobatin kangenku sama kamu, Rul," ucap Meyra genit sambil melirik Zhe dari ekor matanya.

"Semoga ya, Mey. Seneng bisa kenalan sama kamu," kata Zhe, sedikit kesal tapi sebisa mungkin menutupi.



Angin malam semakin dingin menusuk tulang, perjalanan yang terasa lama tidak seperti biasanya. Irul melajukan motor sport miliknya dengan pelan, menikmati indanya malam bertabur bintang dengan seseorang yang tersayang.


Zhe hanya diam dibalik punggung kokoh Irul, memeluk pinggang kekasih yang ia sayang. Sejujurnya ingin ada status diantara mereka berdua, tapi Zhe memilih untuk seperti ini saja. Jika Irul bersungguh-sungguh tentu tidak masalah, meski ada atau tanpa status sekalipun.




"Zhe, besok minggu ke pantai yuk!" ajak Irul memecah kesunyian.

"Pantai mana?" tanya Zhe singkat.

"Parangtritis jogja, kita jalan-jalan ke sana. Nanti aku deh yang izin ke Ayah lagi," ucap Irul berlobi.

"Hmm...."

"Mau yah? Mau dong!" pinta Irul.

"Tapi kamu yang ngomong ma Ayah," kilah Zhe.

"Iya deh, beres itu," kata Irul senang.


Senandung malam mengiringi perjalanan dua sejoli saling merajut kasih. Biarlah malam yang menjadi saksi bagaimana kisah cinta mereka berdua sampai tibalah di halaman rumah. Penerangan lampu yang meremang khas rumah dusun sederhana.



"Aku antar masuk, sekalian minta maaf ma Ayah mulangin anak gadisnya kemalaman," kata Irul.



Berdua melewati luasnya halaman dengan penerangan yang meremang, suasana begitu hening karena di kampung. Semua pintu tetangga tertutup rapat, hanya beberapa orang yang terlihat berjaga di pos ronda.




Tok tok tok



Suara ketukan terdengar dari pintu depan. Kemudian terdengar pintu terbuka.



"Baru pulang, Nduk?" tanya Ayah.

"Nggih, Yah. Maaf Zhe baru pulang," jawab Zhe.

"Bukan salah Zhe, Yah. Irul yang slah, Irul minta maaf karena kemalaman ngantar Zhe pulang. Pas makan nggak sengaja ketemu teman, kita ngobrol sampai lupa waktu," jelas Irul.


"Yowes, nggak papa. Kamu masuk, Nduk. Biar Masnya bisa pulang. Makasih ya, Mas," pinta Ayah, Zhe pamit pada Irul dan Ayah. Kemudian masuk ke dalam rumah.



"Nggih, sama-sama. Izin pulang, assalamualaikum," ucap Irul pamit setelah memcium tangan Ayah.


"Waalaikumsalam," jawab Ayah.



Irul memutar kunci kontak menghidupkan motor sport miliknya. Deru motor membelah keheningan malam. Berjalan keluar melewati halaman rumah dan semakin lama semakin menghilang ditelan kegelapan malam.






Bersambung......
profile-picture
profile-picture
profile-picture
syafira87 dan 10 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh indahmami
Lihat 1 balasan
Zhe sudah menganggap Irul sebagai kekasih, meski belum ada kejelasan soal hubungan mereka. Semoga hadirnya Meyra bisa menampakkan perasaan Zhe ke Irul.
profile-picture
indahmami memberi reputasi
Quote:


Aamiiinnn...
Semoga saja..
emoticon-Malu
profile-picture
evywahyuni memberi reputasi
profile-picture
indahmami memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Balasan post rykenpb
Quote:


asiap, jangan lupa bagi royalti tapi ya wkwkwkwkwk
profile-picture
indahmami memberi reputasi
Quote:


emoticon-Ngakak iyaaaaaaa tayanggg emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
indahmami dan agungdar2494 memberi reputasi
Balasan post indahmami
Cakep, nih, belum dipanjangin ya? Oke deh 🤭🤭🤭
profile-picture
indahmami memberi reputasi
Quote:


Belum ada mood nulis lagi.
emoticon-Mewek
Baru 2 part ya. Ditunggu lanjutannya, kak emoticon-Malu
profile-picture
indahmami memberi reputasi
Quote:


Iyah..
Makasih..
emoticon-terimakasih
belum ada mood kah mi?
profile-picture
indahmami memberi reputasi
Quote:


Udah dapet setengah, belum lanjutin lagi.
Bingung gimana ceritain'y.
emoticon-Mewek
Pasang tenda dlu dah
Si nur kok mirip ane...nemu foto ane dimana tuh kak wkwkw emoticon-Goyang
profile-picture
indahmami memberi reputasi
Quote:


Wkwkwk..
Nemu di sebelah..
Makasih udah mampir.
emoticon-terimakasih


Mau update, tapi baru 1 part.
Minta do'a'y biar bisa 2 part.
emoticon-Mewek
Halaman 5 dari 7


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di