alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Anies Gak Berani Buka-bukaan Soal Anggaran Pembangunan ITF
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5da1bf3cf0bdb2376678064b/anies-gak-berani-buka-bukaan-soal-anggaran-pembangunan-itf

Anies Gak Berani Buka-bukaan Soal Anggaran Pembangunan ITF

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menuding anggaran pembangunan Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter Rp 3,6 T ditetapkan oleh Gubernur sebelumnya yakni Basuki Tjahaja Poernama (Ahok).

“(Waktu anggaran ditetapkan) Saya belum bertugas. Pas kami mulai, ITF lagi diproses,” kata Anies di Jakarta Pusat, Rabu, 31 Juli 2019.

Dari sini kita bisa melihat bahwa Anies tidak mengetahui hitung-hitungan anggaran pembangunan ITF Sunter itu. Anies justru melempar ke Ahok.
Pada tahun 2015 Ahok sempat mengutarakan bahwa pembangunan ITF itu akan menyedot anggaran sebesar Rp 1,2 trilliun. Dalam perkembangannya Jakpro yang langsung berurusan dengan operator proyek ITF.

Anies Gak Berani Buka-bukaan Soal Anggaran Pembangunan ITF

Jadi setelah Pergub nomor 50/2016 diterbitkan Ahok, JakPro melakukan joint venture pelaksaan proyek ITF dengan Fortum Power Heat and Oy, perusahaan yang bergerak dibidang solusi perkotaan dan energi bersih dari Finlandia. 

Fortum Finland dipilih karena sudah menerapkan teknologi di negara di Eropa.
Saat itu Direktur Utama (Dirut) PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Satya Heragandhi menjelaskan, nilai Rp 2,9 triliun itu untuk mengelola sampah hingga 2.000 sampai 2.500 ton per hari.

“Investasinya kalau yang sampai 2.000 ton, prediksi bisa mencapai Rp 2,7 triliun sampai Rp 2,9 triliun maksimum,” kata Satya, di Balai Kota Jakarta, Senin (7/11/2016).

Menariknya angka ini terus naik tapi tak pernah ada penjelasan kenapa angka itu terus beranjak. Ketika di era Pak Djarot maka angka itu bertambah menjadi 3 Trilyun.

Pada tanggal 12 Juli 2017 beritajakarta melansir total biaya pembangunan ITF dari Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Ali Maulana Hakim.
“Total biaya pembangunan diperkirakan bisa mencapai Rp 3 triliun. Diprediksi pembangunan ITF Sunter membutuhkan waktu 18 bulan,” tandasnya. Biaya itu tak menggunakan APBD.

Lalu ketika masuk tahun 2018 ada perubahan. Seperti diketahui Direktur Utama Jakpro diganti, biayanya juga jadi ikut melonjak.

Pada zaman Anies setelah bersamaan dengan peresmian pembangunannya di Desember 2018 lalu maka terkuaklah biaya pembangunan ITF ini yang ternyata kenaikannya sangat signifikan dan mencengangkan. Berapa besar biayanya?
Direktur Utama PT Jakpro Dwi Wahyu Daryoto menyebutkan, nilai investasi pembangunan ITF sebesar US$250 juta atau sekitar Rp3,6 triliun.

Untuk diketahui penunjukkan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dilakukan pada era Ahok. Ahok sendiri yang mengalihkan dari tadinya Dinas Kebersihan dialihkan ke Jakpro karena proses pelelangan tender di masa itu bermasalah.
Jadi Anies mau melempar anggaran itu ke pendahulunya padahal sudah diserahkan ke Jakpro yang Diretur Utama Jakpro adalah orang yang ditunjuk Anies sendiri.

Mari kita bandingkan Direktur Jakpro masa Ahok dan masa Anies.

Satya Heragandhi terpilih menjadi Direktur Utama PT Jakpro pada 2016. Dia menggantikan Abdul Hadi. Dirinya sebenarnya banyak prestasi dan kinerjanya bagus di era Ahok.

Sejak memimpin Jakpro, Satya diberi tanggung jawab menyelesaikan proyek penugasan untuk Asian Games 2018, yaitu pembangunan kereta ringan (light rail transit/LRT)b, arena balap sepeda Velodrome, dan arena berkuda Equestrian. Dua proyek terakhir ini berhasil selesai tepat waktu sementara LRT tak tuntas karena dia keburu diganti.

Sedangkan rapor perjalanan Dwi Wahyu Daryoto sebelumnya tidak terlalu bagus. Sebelum menempati posisi barunya di Jakpro, Dwi Wahyu telah lama berkiprah di PT Pertamina sebelum akhirnya dicopot.
Ia mulai masuk perusahaan minyak pelat merah itu pada Desember 2014 silam.

Lalu pada Februari 2018 lalu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mereorganisasi susunan direksi, dan Dwi digeser dari Direktur SDM menjadi Direktur Manajemen Aset.

Tetapi, baru dua bulan di posisi itu, Dwi dicopot bersama tiga direktur dan direktur utama Pertamina pada April 2018 lalu.
Di masa Anies dan Sandi si Dwi Wahyu Daryoto masuk dan ditunjuk menjadi Dirut Jakpro. Bersamaan dengan itu orangnya Sandi yaitu Yuliantina Wangsawigun di Saratoga ikut masuk ke Jakpro menjadi Direktur Keuangan. Yuliantina Wangsawiguna, sebelumnya menjabat Direktur Keuangan PT Saratoga Investama.

Nah, Dirut Jakpro orangnya Anies sendiri kok dia tak tahu menahu dengan anggarannya? Koplak memang si Anies ini.
Jika benar ada pembengkakkan, KPK silakan telusuri meroketnya angka dalam proyek ITF di era Anies ini.

Spoiler for Sumber:


profile-picture
mr.tian77 memberi reputasi
Ya iyalah gak dicek


Mau bangkenya gali kubur sendiri? Mandi sendiri? Beli peti mati sendiri? Reservasi tempat sendiri?
lha bikin septic tank aja 5M / unit..

emoticon-Ngakak
profile-picture
akumidtorc memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Kan masih sodaraan sm Nb di kapekah... aman
profile-picture
akumidtorc memberi reputasi
Setelah anoes bertugas terus hasilnya apa?
duitnya buat modal capres emoticon-Leh Uga
Bem mah diem kl kek gini
Sok2an anti korupsi pdhl politis
profile-picture
sagutumbuk memberi reputasi
Diubah oleh xrm
26m buat orang, buat sendiri pasti beda porsinya emoticon-Big Grin
Ahok prediksi anggaran habis 1.2 trilyun....
D ketok anies anggaran jd 3.6 trilyun.udah gitu si anies msh nyalahin ahok emoticon-Wkwkwk

Bener2 dah arab satu ini
profile-picture
asurizal memberi reputasi
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support17
Quote:


Nanti kalau ga dinaikin, terus ada permasalahan sampah setelah pembangunannya karena anggaran pembangunannya sedikit, anies lagi yang disalah2in.

Giliran dinaikin buat nge cover sampah, dinyinyirin.

Maunya ebong apaan sih? emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga

Sabar ya bong, masih lama kok anies njabat. emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga
profile-picture
spam.hunter memberi reputasi
Diubah oleh jkwselalub3n4r
Lihat 2 balasan
Quote:


"Saya sedang mengubah. Sebelum saya bertugas, tidak ada pengelolaan ITF. Sekarang kita mulai ada ITF, lagi diproses. Yang kedua di Bantargebang sekarang ada pengelolaan sampah, dari sampah menjadi energi. Itu dulu belum ada," kata Anies saat ditemui, Rabu (31/7/2019) pagi.

Jadi yg bener yg mana nih... ini dr ahok apa anies???

Jaman ahok blg 1.2 T skrg jadi 3.6 T hayoo....
Udah pasti gak berani lah. Ketauan korup nanti. KPK yang baru harus usut tuntas si anis. Bonkar semua. Kalo ngelawan hatus dilawan balik lebih keras lagi. Tangkap sekalian.
SSGB



PAHAM????emoticon-Marah
Balasan post jkwselalub3n4r
Dia teken naik tapi masih nyalahin Ahok. Mungkin karena ahok kurang gede kali anggarin pas di awalnya.

Lagian kan dia bisa minta tolong sama si NB di KPK buat usut tuntas, Betul kagak gan.
Balasan post Storm Shadow
[mention]Storm Shadow[/mention] nah, si penista agama berarti ga mikirin dong anggaran pengelolaan sampah segede itu di masa depan? atau ga kepikiran? emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga

Iya, pokoknya yang dilakukan anies selalu salah. Nanti giliran pengelolaan sampah buruk, tinggal salahin anies karena dia yang tanda tangan. Padahal proyeksi awalnya dari si penista. emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga
ahok oper ke jakpro supaya bisa dapat harga komersial yang biasanya jauh di bawah harga proyek pemerintah. lha ini sudah dikerjakan BUMD malah harganya jadi harga proyek pemerintah.
lihat aja simpang susun semanggi, kalau dikerjakan di era gabener bisa2 4-5x lipat biayanya...
Balasan post yesknow
Quote:


itu septic tank 5 M buat nampung tai sekelurahan mungkin emoticon-Cool
Padahal dulu ada yang berbusung dada bilang itf hasil karya nya doi. Eh ternyata dr jaman ahok tohh. Modal gunting pita ngaku2 hihihi


×
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di