alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Fraksi PDIP Sepakat Tolak Jokowi Terbitkan Perppu KPK
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d9c46d39a972e43b565ae90/fraksi-pdip-sepakat-tolak-jokowi-terbitkan-perppu-kpk

Fraksi PDIP Sepakat Tolak Jokowi Terbitkan Perppu KPK

Tampilkan isi Thread
Halaman 3 dari 6
Quote:


Gue hargain semangat DPR yg menggebu2 ingin memperbaiki KPK, mengingat semangat sebesar ini hanya mereka tunjukan kepada KPK selama 5 tahun ini.. Sementara dalam 5 tahun mereka hanya mampu mengesahkan 31 RUU dari target prolegnas 189.. Bayangkan, khusus untuk KPK mereka ngebut dan kompak.. Suatu effort, perhatian dan kecintaan yang sangat luar biasa bukan dari DPR untuk KPK?? emoticon-Angkat Beer

Nah itu die, dalam revisi UU KPK kemaren, di bagian mana sih ada bentuk perhatian pemerintah dan DPR dalam hal pencegahan tipikor? Tolong dong di shared.. Gue agak awam dalam hal ini..

Mungkin perlu gue sumon si ahli hukum DPR dan pemerintah @suryahendro buat kasih gue pencerahan terkait hal diatas.. emoticon-Angkat Beer
profile-picture
profile-picture
novembermann dan ntapzzz memberi reputasi
Diubah oleh filusufkacang
Lihat 1 balasan
Quote:


Kalau UU KPK sendiri yang sudah disahkan itu kan lebih ke masalah teknis, seperti SP3, izin penyadapan, dewas, soal pengaturan pegawai KPK itu sendiri.

Kalau soal teknis upaya pencegahan dari hulu sampai ke hilir yang tau ya KPK sendiri.
Quote:


Ya berarti semangat menggebu2 si fahri untuk memperkuat pencegahan ga tersampaikan dong ya dalam RUU tsb? Kasian..

Padahal maksud hati mau memperkuat penjegahan.. Tapi kok RUU yg terbentuk malah cendrung memperlemah penindakan... emoticon-Angkat Beer
Quote:


Fahri cuman menceritakan Korsel, KPK nya sana dalam mencegah korupsi.
Quote:


Ya mudah2an semangat bang fahri itu dapat tersampaikan ke anggota DPR baru...

Gue akuin, si fahri itu sebenernya politisi idealis yang cukup bagus pemikirannya sebenernya...

Kadang apa yang dia omongin bener, walopun pedes dan menyakiti hati nastak..

Tapi apa pemikiran idealis dia itu bisa diterima semua kalangan di parlemen?

Ternyata nggak kan? Buktinya skrg dia terbuang dari PKS dan parlemen..

Mudah2an dia bisa terus berkarya di luar sana.. Dan mudah2an cita2nya mau memperkuat pencegahan KPK bisa di terwujud oleh parlemen selanjutnya... emoticon-Angkat Beer
profile-picture
profile-picture
tiofix22 dan ntapzzz memberi reputasi
Quote:


Kalau pandangan gue, yang namanya korupsi akan tetap ada, cuman yang ingin gue lihat kedepan, berapa banyak sih...upaya² pencegahan itu sendiri, semakin banyak upaya pencegahan akan semakin baik. OTT ya akan tetap ada.
Quote:


Ya gue setuju.. Pencegahan lebih penting..

Gue yakin KPK pun tau itu lebih penting ketimbang show off OTT saben hari..

Tapi yang bisa mereka lakukan untuk saat ini ya memang baru itu...

Untuk bisa membangun sistem pencegahan korupsi, kita ga bisa cuman menyerahkan semuanya ke KPK yg jumlah pegawainya aja mungkin ga sampe 1/100 personel polri...

Semua butuh kerja keras untuk itu.. Bukan cuman KPK.. Pemerintah dan aparat harus ikut serta... emoticon-Angkat Beer
Diubah oleh filusufkacang
Quote:


Lha makanya komen gue di thread nya si salman yang pasif ini kan juga bilang kan, dari ceritanya si Fahri juga, di Korsel baik masyarakatnya, pegiat anti korupsi, lembaga anti korupsi dan DPR nya sono sama² saling kerja sama, saling mengawasi. Sehingga korupsi di sana itu bisa turun signifikan.
Diubah oleh 54m5u4d183
Quote:


Ya kita doakan saja DPR kita berubah semangat anti korupsinya seperti DPR korsel..

Yang gue liat di revisi UU KPK yang kemaren sih belum berubah.. emoticon-Angkat Beer
Quote:


Kalau UU KPK yang baru, yang sudah disahkan dianggap melemahkan KPK, ya digugat UU tsb ke MK.
Quote:


Jadi gini ya bro...

Kita liat sudup pandangnya..

Kalo sudut pandang yang kita pakai adalah penindakan, adalah benar adanya RUU kemaren memperlemah penindakan KPK...

Tapi kalo sudut pandang yang di pakai adalah administrasi kepegawaian dan administrasi penindakan, ya harus di akui itu memperkuat...

Ibarat rem dah di mobil.. Dari sudut pandang kecepatan, rem itu fungsinya di anggap memperlemah kecepatan... Tapi dari sisi safety, rem itu fungsinya memperkuat safety di kendaraan tsb...

Jadi ga semua dilemahkan dalam RUU KPK kemaren.. emoticon-Angkat Beer
Quote:


KPK sendiri salah satu tugasnya yaitu upaya pencegahan.

UU KPK yang baru disahkan kemarin, mengatur masalah teknis dalam penindakan, apa itu...? Ya izin penyadapan, diaturlah disitu alurnya, lewat izin Dewas. Soal SP3, kalau ditemukan bukti baru, maka kasusnya bisa dilanjutkan kembali, kalau ngak ya udah selesai, maka KPK diberi waktu 2 tahun untuk itu.

Soal upaya² pencegahan sendiri, lagi² gue bilang, itu teknisnya yang tau ya KPK sendiri.

Bagi gue, sekali lagi, gue cuman mau lihat, berapa banyak sih upaya pencegahan yang akan dilakukan KPK nantinya. Dan sekali lagi OTT ya bakalan tetap ada. Cuman lagi² poin gue, lebih ke pencegahan.
Diubah oleh 54m5u4d183
Quote:


Iya, makanya gue agak kurang setuju kalo semangat RUU KPK kemaren adalah perbaikan dalam hal pencegahan.. Ya karena mmg faktanya ga ada satupun pasal yang berfokus di situ (pencegahan.red) emoticon-Angkat Beer

Dalam hal dewan pengawas.. Gue agak kurang setuju underlyingnya..

Ada omongan kalo underlying di bentuknya dewan pengawas adalah karena adanya beberapa petugas penyelidik yang melakukan penyadapan di luar prosedur dan menghalang2i pimpinan KPK untuk mengakses BAP...

Dalam hal ini, tindakan itu kan masuknya ke kategori tindakan indisipliner...

Harusnya ga perlu sampe membentuk dewan pengawas dong.. Cukup di perkuat aja wewenang pimpinan..

Kalo mmg ada pegawai yg mbalelo atau indisipliner, harusnya pimpiman bisa kasih tindakan tegas sampai batas pemecatan...

Jadi masalah2 kaya gini ga terjadi lagi..

Ini yg terjadi kan beda...malah mewek ke media.. Ujung2nya jadi bola liar yang memancing opini di tengah masyarakat..

Di manfaat kan oleh para koruptor dan kroninya untuk memberi kesan bahwa KPK tidak kompak, KPK bobrok di dalam, KPK taliban, dlsbnya.. emoticon-Cape deeehh
Diubah oleh filusufkacang
Quote:


UU KPK yang baru disahkan, tujuannya lebih ke penguatan KPK dan perbaikan KPK, baik Pemerintah dan DPR ngak fokus ke upaya pencegahan. Upaya perbaikan dan penguatan sudah jelas. Soal izin penyadapan, SP3, soal status pegawai KPK. Jadi KPK yang sudah baik dibuat lebih baik lagi.

Upaya pencegahan diserahkan ke KPK itu sendiri, gimana teknis, mungkin bisa ada sebuah tim yang mobile keliling indonesia, buat seminar dengan anggota DPRD, Kepala Daerah, pejabat BUMN, cara agar tidak terjebak dalam korupsi saat membuat kebijakan.
sepertinya sudah fix ini?
Quote:


Ga kuat lah bro.. Ibarat ente biasa durasi bebas mau main sadap, skrg ente cuman di kasih waktu 2-3 bulan...

SP3 juga bukan kekuatan..justru itu kelemahan, kalo 2 tahun kasusnya ga selesai, auto SP3... Pokoknya dalam hal penindakan RUU kemaren jelas melemahkan..

Kalo dalam hal administrasi dan pelaporan mungkin iya nambah rapih dan aman... Tapi kalo dalam penindakan, jelas melemah.. emoticon-Angkat Beer
profile-picture
novembermann memberi reputasi
Quote:



daripada melebar aku quote sebagian aja ya, aku titik tolaknya dari cerita Fahri yang berujung revisi.

aku liat KPK selama ini memakai tolok ukur IPK yang salah dalam memberantas korupsi.

selanjutnya aku numpang ngejawab sekalian di bawah:


Quote:


Ada orang liat heboh, ada orang liat wajar.
Permasalahannya kenapa ada orang yang bisa berpersepsi wajar dan ada orang berpersepsi heboh.


Nah sekarang apakah IPK itu?

IPK itu adalah Indeks Persepsi Korupsi


Karena korupsi selalu bersifat tersembunyi, maka mustahil untuk mengukur secara langsung, sehingga digunakan berbagai parameter untuk mengukur tingkat korupsi. Contohnya adalah dengan mengambil sampel survei persepsi publik melalui berbagai pertanyaan, mulai dari "Apakah Anda percaya pada pemerintah?" atau "Apakah korupsi masalah besar di negara Anda?".

(diambil dari wikipedia)

IPK itu semakin tinggi semakin baik, artinya persepsi publik terhadap korupsi di negaranya itu semakin kecil.
semakin cinta dan bangga terhadap negaranya gitu lah istilahnya, semakin optimis, semakin percaya pemerintah, dll.

apakah ada kaitannya ini dengan investasi masuk? oh, jelas ada aku liatnya.
sekarang aku tanya kalian,
orang2 di Indonesia yang kuliah dan tinggal di luar negeri ada nga yang menjelek2an negaranya sendiri kalau ditanya tentang Indonesia oleh orang asing?
banyak lah, jangankan di luar negeri, di forum ini aja ada banyak aku liatnya.
tanpa ditanya pun pasti cerita juga hal jelek lain selain korupsi, sekaligus juga membanggakan negara lain seperti Jepang, Amerika, China.

rasa bangga negara, kepercayaan terhadap pemerintah, optimisme, itu lah yang tidak tampak sedang dibangun oleh KPK sekarang ini,

bisa diperdebatkan, tapi aku sekarang ini liatnya IPK yang dipakai KPK dalam mengukur kinerjanya itu bukanlah Indeks Persepsi Korupsi,
tapi IPK atau Indeks Prestasi KPK itu sendiri.

https://www.cnnindonesia.com/nasiona...anjang-sejarah

wow banget kan

hasilnya sepadan tidak dengan kehebohan yang dibikin?

https://www.liputan6.com/news/read/3...tap-di-skor-37
https://www.idntimes.com/news/indone...naik-satu-poin

apakah persepsi publik yang terbangun semakin positif? aku liat malah sebaliknya,

https://www.suara.com/news/2019/10/0...i-pilpres-2019

kalau ditanya mengapa mereka memilih pendekatan begini, jawabannya bisa banyak,
masing2 orang bisa punya jawaban yang berbeda,
aku pun ada jawabanku sendiri,

kalian lihat sendiri belakangan ini OTT mendadak semakin banyak kan,
barangkali mau mencetak rekor baru, who knows. emoticon-Roll Eyes (Sarcastic)





emoticon-Nyepi mohon maaf kalau kurang, saya hanya coba memahami yang dilihat Fahri.
Diubah oleh yellowmarker
Quote:


Makanya sekali lagi, kalau UU KPK yang baru dianggap melemahkan, gugatlah ke MK. Bangun argumen hukum yang baik, mereka² yang tidak setuju dengan UU KPK yang baru, pasti diantara mereka ada orang² hebat yang paham dan mengerti hukum.

Sekali lagi yang mau gue lihat kedepan, bagaimana upaya pencegahan yang akan dilakukan oleh KPK itu sendiri, mengingat Ketua KPK yang baru visinya adalah penekanan upaya pencegahan. OTT baik, itu jalan terakhir ketika upaya pencegahan tidak berjalan dengan baik.

Masyarakat suka OTT, ya monggo, masyarakat menginginkan KPK OTT lebih banyak ya monggo, disitu kinerja KPK hebat.

Tapi... Republik ini sebagai negara gagal, karena apa banyak pejabat yang korup, dunia pun melihat hal itu. Jadi ngapain gue seorang pengusaha investasi ke negara yang korup, itu misalnya kalau gue pengusaha. Yang rugi ya bangsa ini.

Lantas masyarakat indonesia setelah puas dengan KPK yang melakukan OTT, dalam hati kecilnya; "bisa ngak sih korupsi itu dicegah" ?
Diubah oleh 54m5u4d183
Quote:


Oke ga ush panjang lebar...

Langsung ke intinya..

Bagian mana dari revisi UU KPK itu yang mengakomodasi pemikiran elu diatas? emoticon-Angkat Beer

Lu bilang kan KPK membuat persepsi yang salah? Lalu bentuk koreksi atas kesalahan itu di Revisi UU KPK kemaren di pasal berapa? Di bagian mananya?

Tolong di kasih gue pencerahan...

Sekalian gue sumon kawan ente buat bantuin deh.. Gue liat kalian kompak soalnya..

Sumon @suryahendro
Lihat 1 balasan
Quote:


Quote:
profile-picture
yellowmarker memberi reputasi
Halaman 3 dari 6


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di