KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
KLHK Segel Perusahaan Sawit Malaysia Pembakar Lahan di Riau
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d805fa58012ae04af285a30/klhk-segel-perusahaan-sawit-malaysia-pembakar-lahan-di-riau

KLHK Segel Perusahaan Sawit Malaysia Pembakar Lahan di Riau

KLHK Segel Perusahaan Sawit Malaysia Pembakar Lahan di Riau


DITJEN Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melakukan penyegelan terhadap lahan seluas 4,25 hektare konsesi perusahaan kelapa sawit asal Malaysia PT Adei Plantation di Kabupaten Pelalawan, Riau, Jumat (13/9) petang.

Dengan tindakan penyegelan penyelidikan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau itu, sejauh ini Gakkum KLHK telah melakukan penyegelan dengan total mencapai 11 perusahaan.

"Ini bukti keseriusan kami dalam menindak kasus karhutla. Jumlah 11 perusahaan ini adalah perkembangan dalam dua minggu terakhir," jelas Direktur Penindakan PPLH Gakkum KLHK, Sugeng Riyanto, kepada Media Indonesia usai penyegelan di distrik Nilo konsesi inti PT Adei Plantation di Kabupaten Pelalawan, Riau.

Dijelaskannya, dalam kasus PT Adei Plantation yang mempunyai total luas lahan 12.860 hektare, penyegelan dilakukan terkait proses penyelidikan kasus karhutla di konsesi inti perusahaan pada 7 September lalu.

Gakkum KLHK menerima laporan peristiwa pada 9 September dan menindaklanjuti dengan tindakan segel lahan yang terbakar seluas 4,25 hektare.

"Setelah ini dilakukan pemeriksaan saksi, barang bukti, dan apabila ditemukan dua alat bukti dilanjutkan proses penyidikan serta pelimpahan ke kejaksaan. Sampai saat ini belum ada tersangka dalam kasus PT Adei," jelas Sugeng.

Dia menambahkan, selain PT Adei Plantation, sejumlah perusahaan lainnya yang telah disegel seperti PT Arara Abadi, PT RAPP, PT Gelora Sawit Makmur, PT SRL, dan lainnya.

Sebanyak 11 perusahaan yang telah disegel itu masih proses penyelidikan baik itu untuk kasus administrasi, pidana, dan perdatanya.

"Kita juga telah melakukan penindakan terhadap banyak perusahaan untuk kasus karhutla di seluruh Indonesia terutama di Sumatra dan Kalimantan," ungkapnya.

Sementara Grup Manager PT Adei Plantation, Indra Gunawan, mengatakan, pihaknya sudah melakukan upaya semaksimal mungkin dalam pencegahan karhutla di wilayah konsesinya. Apalagi perusahaan masih dalam proses penyelesaian denda administrasi sebesar Rp5 miliar dalam kasus karhutla 2015 lalu.

"Kebakaran terjadi secara tiba-tiba. Api berasal dari tengah-tengah lahan lalu kepulan asap termonitor oleh menara pengawas. Kami lalu mengirimkan sebanyak 150 personel tim pemadam dan 10 eskavator. Dalam waktu 5 jam api bisa dipadamkan," jelas Indra seraya menambahkan kebakaran berlangsung dari jam 17.00 hingga 22.00 WIB pada 7 September lalu. (OL-1)



GANYANG GAK NEH??
emoticon-Smilie
profile-picture
profile-picture
profile-picture
VolkswagenPutih dan 4 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 4
Netinjing Malingsia mana suaranya? emoticon-fuck2
biar cowok² malay yang padamin tu api dan cowok indonesia menyelamatkan para wanita malay agar tidak terkena asap.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
viniest dan 5 lainnya memberi reputasi
Sementara Grup Manager PT Adei Plantation, Indra Gunawan, mengatakan, pihaknya sudah melakukan upaya semaksimal mungkin dalam pencegahan karhutla di wilayah konsesinya. Apalagi perusahaan masih dalam proses penyelesaian denda administrasi sebesar Rp5 miliar dalam kasus karhutla 2015 lalu.

udah di segel dan di denda tahun lalu (belon dibayar), disegel lagi tahun ini, mungkin ntar didenda lagi kayak tahun lalu (dengan pembayaran dipending hingga tahun depan)....mantap kali wibawa hukum di negara ini....
profile-picture
profile-picture
areszzjay dan cbcbxbc memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Balasan post obnoxiouspussy
hukum sudah tegas,orang oknum yang bejat..pelanggar hukum bisa di "bantu" di tunda bahkan di hilangkan hukumannyha, dengan sejumlah duit yang masuk ke kantong mereka sendiri..
Bukti keseriuan KLHK
baguslah
tp jangan formalitas duang ya nyegelnya
profile-picture
khadapy94 memberi reputasi
harusnya ijinnya dicabut aja, denda yang kemarin aja belum dibayar, sekarang kejadian lagi, emoticon-Gregetan
profile-picture
diandraps memberi reputasi
NKRI Dibawah Rezim Joko anjlok se anjlok anjloknya!! Bangsa ini hilang Kewibawaanya! Harusnya itu Perusahaan spt itu tidak cuma disegel tapi izin operasionalnya harus di cabut dan di stop!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
undisputed777 dan 7 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Mantap dan lanjutkan
Syukurlah ada ketegasan dan keseriusan menanggapi hal ini..

Tapi semoga ini benarbenar tegas.. dan jangan kembali lagi terjadi..

Penyegelannya yang tegas biar mereka para asing di sibi tidak main main..

Terima kasih untuk pihak2 yang serius
2015 lalu bikin masalah dan sekarang 2019 bikin lagi.
pemerintah memble dikadalin malayshit.
payah Presidennya ga tegas, apalagi sekarang kpknya digembosi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
khadapy94 dan 3 lainnya memberi reputasi
Quote:


Perusahaan itu berani krn juga nyerap tenaga kerja org situ
Apalagi sawitan klo ada pabrik sawit biasanya juga penduduk sekitar pada tanam sawit juga terus nantinya jual ke tuh pengempul dan ke perusahaan itu juga
Lihat 1 balasan
Akhirnya ada pergerakan emoticon-2 Jempol

Problem negara ini banyak banget ya, kebakaran hutan, RUU KPK, Resesi ekonomi, kemarin udah ditinggal eyang juga. Semoga indonesia kuat. emoticon-Shakehand2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mi.lady dan 2 lainnya memberi reputasi
emoticon-Wakaka, yang di tangkep tukang bakarnya, emang tuh org ngebakar ga ada yg bayar???emoticon-Leh Uga, direkturnya dong di tangkep
pembukaan lahan untuk sawit...
imbasnya luar biasa besar
emoticon-Cape d...
nah kemarin siapa sih yang rame rame
Ini dah baru mantull emoticon-Sundul Up
profile-picture
khadapy94 memberi reputasi
purak2 protes, ternyata borok sendiri kena damprat...
nih tipikal perusahaan lempar batu sembunyi tangan, pokoknya pemerintah mesti kenakan sanksi tegas.
Wow rapp juga kena segel emoticon-Wow
Halaman 1 dari 4


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di