alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Muara Sebuah Pencarian [TRUE STORY] [18+]
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d4d9c1a68cc956eed0d4107/muara-sebuah-pencarian-true-story-18

Muara Sebuah Pencarian [TRUE STORY]

Tampilkan isi Thread
Halaman 82 dari 211
mantep jga rem ente om haha
Lihat 1 balasan
Balasan post tom122
Quote:


Pake rem terpedo dy makanya pakem😄😄
profile-picture
yanagi92055 memberi reputasi
Quote:


Malah ga ke rem klo pke torpedo hahaha. tp mereka yg bisa ngerem gtu yg kadang bikin cewe jd tergila" sih smpe rela ga pke rem haha. Setuju suhu @yanagi92055 ? Hahaha
profile-picture
profile-picture
profile-picture
yusufchauza dan 3 lainnya memberi reputasi
Quote:


Kalo ini mah los losan adanya gan hahaha
profile-picture
profile-picture
tom122 dan adityasatriaji memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Quote:


Menurut pengalaman ane sih gitu gan wkwkwk
profile-picture
tom122 memberi reputasi
Balasan post yanagi92055
Quote:


emoticon-Wakakaemoticon-Wakakaemoticon-Wakaka

Klo lost bahaya atuh😄😄😄
profile-picture
yanagi92055 memberi reputasi

Jogja Trip_Part 1



Ane kecewa berat sebenarnya Keket nggak bisa ikutan ke Jogja buat nemanin ane manggung. Tapi yaudah nggak apa-apa, karena ternyata Harmi mau ikutan. Sofi udah diajakin ternyata nggak diijinin sama keluarganya, maklum agak konservatif dia, dan ini yang bikin ane penasaran sebenarnya. Hehehe. Sebelum berangkat menggunakan travel yang dicarter oleh panitia, Harmi berkenalan dengan semua anggota band ane, Ito, Drian, dan Arko. Nggak lupa juga dia berkenalan dengan Ara, yang mana seperti yang udah diduga, sambutan Ara agak kurang menyenangkan terhadap Harmi. Kami membawa seorang additional bassist bernama Wira.

“Ja, lain lagi?” tanya Arko.

“Si Keket nggak bisa ikutan Ko, jadinya gue ajak dia aja.” Jawab ane.

“Gile lo, moncer amat tu tit*t. hahaha.” Kata Arko setengah berbisik.

“Anjir amat lo, ya nggak lah. Kan yang ngajarin gue cara berkomunikasi dengan baik itu lo. gimana sih? Hahaha.”

“Eh iya sih, tapi ini sih lo udah melebihi ekspektasi gue Ja. Mulai jadi suhu lo disini mau ngalahin gue jadinya? Hahaha.”

“Yah, usaha yang tekun, pasti hasilnya optimal, kan itu lo yang bilang. Makanya gue praktekin. Ya gini hasilnya Ko. Hahaha.”

“mantap-mantap, salah satu murid gue yang perkembangannya pesat ya lo. si Drian gobl*k ini nggak sukses-sukses. Padahal dia paling ganteng diantara kita semua.”

“Apaan lo ngatain gue gobl*k? hahaha. Sial amat lo.” Drian menyahut.

“Lo emang gobl*k. udah pinter, ganteng, jago alat musik, masih aja jomblo. Gobl*k kan itu namanya. Fans lo itu paling banyak diantara kita semua bangs*t, kayak nggak bisa ngac*ng aja lo yak. Hahaha.” Ledek ane.

“Terus aja ledekin gue Ja, gue nggak sejago lo kalau ngomong Ja. Hahaha.” Kata Drian.

“Lo diem aja cewek-cewek pada ngerubutin lo tau yan. Lo nya aja yang terlalu dingin.” Sahut Ito.

“iya, gobl*k emang dasar lo ah.” Kata ane.

Kami berangkat jumat pagi, jadi ijin dari kampus masing-masing, termasuk Harmi juga. Perjalanan begitu menyenangkan, apalagi ane duduk diantara Harmi dan Ara, dua cewek mungil menggemaskan. Haha. Berasa raja minyak banget. Arko sedari awal udah geleng-geleng kepala aja, karena semua anggota band tau kisah Ara dan ane sewaktu SMA. Ito sibuk dengan ponselnya sendiri karena sedang menjalankan hubungan jarak jauh dengan pacarnya yang sekolah di Australia. Sementara Drian hanya diam saja, sesekali melihat ponsel, kemudian tidur. No life banget ini anak. Haha. Harmi sesekali melirik ke arah Drian.

“Naksir ya Mi? ganteng loh temen gue itu.” Bisik ane.

“dia ganteng banget sih kak. Tapi kok kayak nggak bersemangat gitu ya?” bisik Harmi.

“Dia emang anaknya gitu, nggak usah heran.” Kata ane.

Lalu ane menceritakan sekilas tentang kehidupan keluarganya yang berantakan.

“oh gitu ya Kak. Kasihan banget ya.” kata Harmi.

“Iyalah kasihan, dia korban perceraian gitu. Gimana sih lo.” Ara tiba-tiba nyambung.

“Ara lo apaan sih? Ga enak didenger Drian Ra.” Kata ane.

“Nggak apa-apa lah Ja. Kan emang kayak gitu kenyataannya.” Kata Ara.

“Lo kenapa jadi jutek banget sih Ra? Salah gue apa Ra?”

“Nggak ada salah apa-apa Ja. Udah jangan berisik lo, gue mau tidur.” Katanya ketus.

“dih aneh banget lo Ra. Yaudah tidur sana, nggak usah nyender ke gue.” Kata ane.

Ara mengacungkan jari tengahnya didepan muka ane. Ane tau Ara jealous. Tapi mau gimana lagi. Awkward momen kayak gini kadang seru juga sih. Hehehe.

Beberapa kali kami berhenti untuk makan, ibadah juga buang air. Selebihnya lebih banyak tidur dijalan. Kami berangkat dari sekitar jam 6 pagi, sampai di jogja sekitar 19.00 malam. Kami diberikan sebuah homestay yang ternyata juga disediakan untuk para performer lainnya yang berasal dari luar jogja. Wah seru banget ini pastinya. Homestay ini berbentuk rumah mewah 2 lantai yang sepertinya diinvestasikan oleh orang dari luar kota Jogja. Ane lupa mencatat ada berapa total kamarnya yang jelas itu penuh sama sesama perfomer yang akhirnya jadi kenal satu sama lain.

Band kami mendapatkan 2 kamar yang cukup besar. Anak-anak sepertinya juga tau, ane dibiarkan tidur sekamar dengan Ara dan Harmi. Kata mereka, biar pada nggak berantem didalam kamar nanti. Kamar-kamar kami ada dibagian belakang rumah, yang harus ditempuh melalui koridor-koridor panjang seperti kostan.

Drian, Ito, Arko dan Wira menempati kamar yang ukurannya lebih besar. Ane, Harmi dan Ara menempati kamar sebrangnya yang lebih kecil. Ane sudah memesan kasur tambahan karena kasurnya berbentuk twin jadi hanya muat untuk satu orang. Sedangkan dikamar yang besar, kasurnya malah yang kingsize. Bisa barengan tidurnya. Tapi akhirnya wira juga mesan kasur tambahan karena ternyata nggak muat berempat.

“Kenapa gue harus sekamar sama lo sih Ja?” kata Ara.

“Anak-anak maunya gitu Ra, mau gimana.” Kata ane.

“Terserah lo deh Ja.” Kata Ara.

“Loh kok terserah gue, kan tadi pembagiannya emang kayak gitu. Lo kan perempuan berdua sama Harmi, gue disini jagain. Tapi kalau lo nggak mau gue pindah aja ke kamar sana umpel-umpelan sama anak-anak ya. tapi kalian jangan ribut ya.” kata ane.

“Eh, mending Harmi aja suruh pindah kesana, gue sama lo Ja.” Kata Ara terang-terangan.

“eh? Kan gue baru kenal sebentar sama kalian. Masa gue malah sama anak-anak yang baru dikenal sih Ra.” Kata Harmi.

“Udah-udah cukup. Biar gue disini. Biar kalian nggak ribut oke?” ane menengahi.

Ane langsung membersihkan sudut-sudut kamar, tempat tidur, meja rias dan kamar mandinya. Untung aja nggak kotor kamar mandinya. Tapi konyolnya, setiap Ara dan Harmi mau mandi ane disuruh keluar dulu. Kayak nggak pernah liat aja ya. haha. Kalau Harmi emang belum pernah liat. Ara kan udah, tapi Ara yang kasih ide kayak gini. Nggak apa-apa lah. Panitia menyediakan makan malam diruang makan ditengah bangunan ini dilantai 1.

Setelah bersih-bersih, mandi dan segar, kami menuju keruangan makan yang ternyata juga udah dipenuhi teman-teman seperjuangan performer lainnya. Kami saling berkenalan dan mengobrol ringan-ringan. Harmi dan Ara masih saling diam. Ane memutuskan untuk mengajak Harmi mengobrol dan makan bareng, karena Ara minta ditemani oleh Ito.

“Wah seru ya kak ketemu sama anak-anak band dari daerah-daerah lain. Bahasanya juga macam-macam. Gue dengar tadi katanya ada yang dari Manado ya? soalnya ngomongnya ada ngana ngananya gitu. Hahaha.”

“Inilah Mi kenapa gue mau ajak lo. kehidupan kampus kita itu culun banget Mi. jadi ya inilah kehidupan lain gue Mi. kampus masing-masing anak diband gue kan juga sebenarnya hampir sama kayak dikampus kita Mi. makanya kita tetap komitmen untuk ngelanjutin ngeband ini, kalau nggak bisa stres kita Mi.” kata ane.

“Iya sih kak, rutinitas kampus emang bikin bosen ya. gitu-gitu doang. Mana anaknya pada rajin-rajin belajar lagi. Padahal di masa depan belum tentu juga mereka sukses, ya kan kak?” kata Harmi.

“Haha iya Mi, masa depan orang nggak ada yang tahu. Tapi ya berdasarkan pengalaman termasuk bokap gue dulu pernah cerita, kalau yang biasa-biasa aja malah sukses daripada yang pinter-pinter Mi.”

"Iya kak, gue juga percayanya kayak gitu. Soalnya mau sepintar apapun lo, kalau lo nggak banyak bergaul gimana mau survive sedangkan kita kan orang yang butuh interaksi sama orang lain."

"Nah bener nih pemikiran lo Mi. Suka ni gue. Hehe."

"Haha bisa aja lo kak. Eh gue mau jalan-jalan malam disini Kak, mau temenin gue nggak?”

"Mau kemana lo? Emang lo tau daerah sini?”

"Ya makanya gue minta temenin lo biar kalau nyasar nggak sendirian. Hehehe."

"Ye susah ngajak-ngajak, giliran senang gue ditinggalin. Haha."

"Haha. Udah yuk kak. Sebentar gue ganti celana dulu. Males gue pakai celana panjang Mi, gerah. Lo tunggu sini ya."

Ane kembali sebentar ke kamar untuk ganti celana. Ane masuk ke kamar, kemudian pintu tiba-tiba tertutup sendiri dibelakang ane, dan ada bunyi terkunci. Ternyata Ara masuk kedalam kamar dan langsung mengunci kamarnya.

"Ja, lo jahat banget sih." Kata Ara, suaranya bergetar.

"Jahat kenapa Ra?” ane bingung.

"Lo sekarang malah jalan sama Harmi, Keket lo kemanain Ja? Terus gue gimana?"

"Loh Keket itu kan bukan pacar gue Ra, dan lo kan juga bukan, harusnya gue bebas bukan mau jalan sama siapapun."

"Iya, tapi lo kan tau gue sama Keket itu sayang sama lo. Gue bahkan ngalah sama Keket. Tapi apa? Lo kayak main dibelakang kita."

"Lo bisa ngomong gitu kalau gue beneran jadian sama Keket. Tapi nyatanya? Gue aja sakit di tolak Keket Ra."

"Terus kenapa lo nggak mau buka hati lagi sama gue? Kenapa malah ada yang lain lagi?”

"Ara, kita udah selesai kan. Gue juga janji mau nurutin mau lo, tapi bukan berarti gue harus mau jadian sama lo Ra."

"Pokoknya lo jahat Ja. Kalau gini terus lebih baik gue berhenti aja manajerin band ini. Gue capek ngeliat lo kayak gini Ja. Makan hati lama-lama."

"Ara lo udah janji kan urusan profesional kita nggak akan keganggu dengan urusan ini?”

"Tapi lama-lama gue capek Ja."

"Lo capek liat gue, lo bukan capek urusan band ini Ra."

"Iya, gue sayang sama band ini Ja, tapi lo bikin gue jadi mikir ulang buat nerusin urusan profesional ini. Gue juga mau diperhatiin secara personal nggak cuma profesional doang Ja."

"Terus yang harus tanggungjawab urusan personal lo gue gitu?"

Ara hanya mengangguk pelan.

"Mana bisa gitu sih Ra. Kita disini semua udah kayak keluarga. Jadi susah Ra buat bawa perasaan. Tapi gue tetap sama janji gue ke lo Ra, gue turutin semua mau lo, tapi nggak untuk jadian Ra."

Ane mengkode Ara dengan membentangkan tangan ane, dan dia mendekat kemudian memeluk ane. Lalu dia menangis.

"Maafin gue Ra. Situasinya emang nggak bagus. Gue sayang lo Ra, tapi kita nggak akan pernah jadian Ra. Karena kita disini keluarga, gue nggak mau berantakin tim yang solid ini cuma karena urusan perasaan Ra."

Ara hanya menangis agak lama, baru kemudian ngomong.

"Maaf juga Ja gue egois. Tapi hati gue lama-lama sakit dan nggak bisa terus-terusan diajak profesional kalau liat lo begitu Ja."

Ane hanya bisa mengelus kepala belakang Ara dan kemudian mencium keningnya.

"Maaf Ra."

Lalu kemudian ane melepaskan pelukan. Ane menyeka air mata Ara dengan ibu jari ane.

"Ara, ingat lo itu cantik, lo bisa nyari diluar sana siapapun dengan jenis apapun yang lo mau. Lo buka hati lo buat yang lain ya?"

"Gue nggak bisa Ja."

"Coba aja dulu ya."

Dia hanya menggeleng kemudian memeluk ane lagi. Lama kami berpelukan sampai akhirnya ada ketukan dari luar. Harmi. Lalu ane dan Ara panik, Ara masuk ke kamar mandi dan ane membuka pintu kamar.

"Kok lama bener kak?"

"Iya gue kebelet boker barusan Mi. Haha. Maaf ya. Ayo gue udah siap nih."

"Ayo."

Ane keluar dengan Harmi meninggalkan Ara sendirian di kamar.


profile-picture
profile-picture
profile-picture
deawijaya13 dan 11 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh yanagi92055
Spoiler for mulustrasi Harmi:

Akhirnya nemu juga Mulustrasi buat Harmi, akurasi foto ini 96,78% dengan aslinya, bedanya yang asli agak lebih berjerawat, tapi bentuk muka kurang lebih begini
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dexarbuana dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Quote:


Haha ngeri banget gan
profile-picture
adityasatriaji memberi reputasi
Balasan post yanagi92055
Quote:


Aihh bening amat yak, oper sini Ja emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
yusufchauza dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:


Haha silakan aja kalo bisa nemu yang aslinya gan..
Quote:


Wahahah gak deh, makasih emoticon-Malu
profile-picture
yanagi92055 memberi reputasi
Diubah oleh DanyMartadinata

Jogja Trip_Part 2

Ane dan Harmi menikmati udara malam yang nggak begitu dingin di Jogja sana. Ane masih agak kenyang ketika itu, tapi Harmi melihat ada sesuatu yang menarik.

Soto Sampah.

Harmi menunjukkan ke ane tulisan itu. Wah apaan ini ya? Belum pernah dengar kami berdua soal itu. Akhirnya kami mampir lah ke kedai kecil itu.

"Makan lagi nih kita?" Kata ane.

"Ayo kak, satu aja berdua ya." Kata Harmi

"Semangkok berdua ni jadinya? Ayo. Hehe."

Lalu kami memesan satu soto dan dua ea teh manis. Untuk mengetahui soto sampah ini kayak apa, mungkin bisa googling aja kali ya. Hehe. Yang jelas rasanya unik banget dan ujung-ujungnya malah nambah satu porsi lagi.

"Gile unik juga ni rasanya Mi. Liat aja lagi lo. Haha."

"Iya kak, seru juga nih nyobain hal baru."

"Iya dong Mi, kalo sama gue dijamin nggak bosen."

"Iya kak, baru pertama kali gue bareng sama cowok yang unik, banyak hal baru yang gue dapet dari berteman dekat sama lo kak."

"Haha bisa aja lo Mi. Mau modus lagi bukan ini?”

"Haha gue beneran kak kalau ini."

(((Dreettt....dreeettt)))

SOFI

Quote:


Ada miss you diakhir chat Sofi. Tanda apaan lagi nih?

"Kak Keket ya kak?”

"Hmm bukan. Hehe."

"Terus?”

"Mau tau aja apa mau tau banget?"

"Yeee malah ngeledek. Yaudah nggak gue tanya-tanya lagi." Kata Harmi sambil merengut.

"Haha becanda Mi. Ini si Sofi, teman sekelas Keket, kakak kelas kita juga."

"Hah? Yang mana tuh? Kok gue nggak tau?"

"Haha parah lo, ospek nggak lulus lo ya? Hahaha."

"Yeee kan nggak semua bisa gue hafal kali kak."

"Sama gue dan Krisna kok lo tau?"

"Ye itu kan beda, lo sama Kak Krisna kan menonjol diangkatan kalian, beda dari yang lain. Hahaha."

"Apanya yang menonjol?"

"Itu." Kata Harmi sambil melirik selangkangan ane.

"Wah bahaya lo Mi. Hahaha."

"Haha abis pake nanya apanya yang nonjol."

Lalu kami menghabiskan makanan dan beranjak jalan lagi menikmati malam. Jogja malam sabtu tetap ramai ya. Jadi nggak terlalu khawatir pulang malam. Semakin lama berjalan, Harmi semakin berani menggandeng lengan ane. Ane juga menikmatinya. Asyik juga, lumayan buat gantiin Keket sementara, pikir ane waktu itu. Hehe.

"Kak gue udah lama banget nggak ngerasain kenyamanan kayak gini."

"Lo lagi ngode gue bukan?”

"Iya, gue ngungkapin apa yang gue rasain."

"Hmm bagus dong kalau lo nyaman."

"Tapi sayang kenyamanan ini nggak 100% bisa gue milikin kak."

"Maksud lo?”

"Ya kan lo lebih milih kak keket."

"Iya Mi."

"Tapi kenapa sih lo waktu itu nafsu banget sama gue? Secara fisik kan gue jauh dari bagus, udah ceking, kayak nggak keurus, nggak ganteng juga." Pertanyaan yang sama yang selalu ane lontarkan ke cewek-cewek sebelum Harmi.

"Nggak tau kak, gue bego banget yah. Tapi mau gimana kak, namanya kepalang tanggung. Hehehe."

"Dasar lo Mi. Itu namanya lo mau have fun aja sama gue."

"Iya kali ya kak, soalnya kayaknya seru aja gitu kak kalau main sama orang yang bikin kita nyaman."

Aduuuuuh. Kata-kata yang bikin si imin tergoda ini. Kalau sempat bisa bikin sempit kenapa nggak kan. Filosofi kesampatan dalam kesempitin sempat terlintas lagi di benak ane.

"Emang lo mau? Mau dimana?” tantang ane.

"Ya dikamar lah. Kan kita sekamar."

"Gila lo, kan ada Ara."

"Ya pas dia tidur lah kak."

"Haha Ara itu tidurnya malam, sama kayak gue."

"Kok lo tau?"

"Kan gue bilang kita temenan dari SMA, dan Ara itu pernah suka-sukaan sama gue waktu SMA Mi. Haha. Ini yang belum gue ceritain."

"Hummm pantesan. Kayaknya dia jealous parah sama gue kak."

"Haha emang. Gue udah duga bakalan kayak gitu kok. Dulu juga awalnya sama Keket gitu. Dia itu jadi manajer band ini juga salah satu motifnya supaya dekat terus sama gue Mi."

"Ih seriusan? Lo jahat banget kak sama dia. Beneran deh. Gue jadi nggak enak banget tau kak sama dia."

"Iya Ara itu masa lalu gue Mi. Hubungan kita profesional sekarang. Tapi emang sih kadang gue suka jealous juga kalau dia lagi punya pacar, dan sebaliknya."

"Kalian kenapa nggak jadian aja?"

"Udah gue bilang dia masa lalu gue Mi, nggak akan mungkin gue balik lagi sama dia. Eh nggak juga sih, gue kan nggak pernah jadian sama dia."

"Hhhmmm gitu ya kak. Gue jadi kasihan sama dia kak. Dia seumur gue kan?”

"Iya dia seumuran lo Mi."

"Gue ajak ngomong pelan-pelan kali ya?”

"Silakan. Mau ngomong apaan emang?"

"Ya apaan aja kali aja kita nyambung kan."

"Yaudah silakan aja Mi."

Akhirnya setelah lumayan lama kami berjalan, kami sampai ke homestay lagi. Keadaan didepan masih ramai, sementara koridor menuju kamar ane dan Harmi udah sepi banget. Bukan karena pada tidur, tapi penghuninya masih pada diruang depan saling ngobrol, mungkin juga ada yang modus. Haha. Dunia band-bandan mah nggak ada pemisah cewek dan cowok, semuanya sama aja. Sama-sama asyik, sama-sama open minded, asyik banget lah.

"Kak sepi nih."

"Terus?”

"Cobain yuk?"

"Sekarang banget Mi? Didepan masih rame Mi."

"Itu di sudut sana sepi banget. Yuk."

Harmi langsung menarik tangan ane menuju sudut ruangan. Emang disana sepi banget. Sebelumnya kami cek dulu di kamar ada siapa. Ternyata Ara udah tidur. Tumben banget. Sudut ruangan yang cukup sempit tapi agak terang itu akhirnya menjadi saksi bisu pertarungan ane dan Harmi buat pertama kali.Nggak banyak bagian pakaian yang kebuka, tapi cukup lama kami main disitu.

"Lo udah tau apa yang lo harus lakuin kan Mi kalau dibawah situ?” kata ane.

"Iya kak." Katanya sambil tersenyum.

Rocky berkenalan dengan Harmi buat pertama kali. Harmi juga sepertinya cepat akrab dengan rocky. Haha. Treatment Harmi ini ngenakin banget. Mungkin karena dia udah ada pengalaman sebelumnya ya. Setelah agak lama mengulum dan menjilati si rocky, ane yang mau mengeluarkan didalam mulutnya, malah diarahkan ke mukanya.

"Dimuka gue aja kak please."

"Hah?"

Yaudah, keburu keluar dimuka Harmi. Gila ini anak. Haha. Istilah CIF kesampaian juga ane akhirnya. Tapi sebenarnya agak kurang nyaman ane kalau model ngeluarin di muka gitu. Ane juga nggak bisa ngeluarin kata sakti, telen biar sehat kan jadinya. Duh gobl*k. Haha. Lalu gantian ane yang turun dan Harmi ane dudukkan dimeja kecil yang ada disitu. Celana piyama Harmi ane turunkan dan ane bisa melihat dengan jelas ada perkebunan teh dibalik sana.

"Nanti bersihin semua ya Mi, janji?” ane berbisik dia telinganya.

"Uhmm. Iya kak." Katanya setengah mendesah.

Lalu ane mulai dari bawah seperti biasa. Anak ini juga pintar merawat diri. Aromanya tetap enak diciumi. Lalu ane naik ke perut dan kemudian perlahan membuka kaitan yang ada dipunggungnya. Terlihat gunung kembar Harmi yang putih kinclong karena nggak pernah bersinggungan sama sinar matahari. 34. Tapi lebih mancung dari punya Ara. Ara kan lebih membulat, Keket dan Zalina juga. Anj*ng malah ngebandingin. Hahaha.

Setelah cukup lama dan puas bermain di gunung kembar, ane mulai menciumi tengkuk, leher, sampai akhirnya menciumi bibir Harmi. Dia udah sangat kepingin dimasukin kayaknya. Oke, Harmi langsung mengarahkan si rocky ke lubang surganya. Ada sedikit jeritan ketika masuk dan rasanya luar biasa keset. Mungkin udah lama nggak ada ML lagi kali ya. Kami bermain selama kurang lebih 15-20 menitan lah. Lupa pastinya ane. Berakhir dengan pengeluaran di perut. Ada yang kami lupa, bawa tisu. Akhirnya pakai kaos ane aja itu. Hehe.

"Kak, enak banget sumpah. Udah lama gue nggak begini kak."

"Hehe iya Mi. Yang penting lo seneng."

"Makasih ya Kak."

"Kok makasih? Kan sama-sama mau Mi."

"Makasih udah buat gue nyaman sama lo. Makasih permainannya barusan juga. Gue harap lo masih mau main sama gue yang nggak sesempurna Ara dan Kak Keket ya Kak."

"Mi, apaan sih? Biasa aja kali Mi." Kata ane lalu mencium keningnya.

"Nggak tau gue seneng aja Kak." Katanya sambil senyum lalu mencium bibir ane lagi. Kali ini baru ane merasakan ciuman pakai hati nya.

Gawat deh ini. Tapi yaudah jalanin aja dulu. Kami akhirnya kembali ke kamar dan pergi tidur buat persiapan sabtu sore. Ane tersenyum ke Harmi dan sebaliknya. Ara udah benar-benar tertidur lelap.

profile-picture
profile-picture
profile-picture
yonefian dan 9 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Quote:


Haha usaha aja dulu gan
buset maen sama harmi di pojokan emoticon-Leh Uga
profile-picture
yanagi92055 memberi reputasi
Kaan akhirnya harmi kena jg emoticon-Nohope
profile-picture
yanagi92055 memberi reputasi
wahaha anjir untung itu kagak ada orang lewat emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
yanagi92055 memberi reputasi
Balasan post yanagi92055
Untung gak kena digerebek gan :-D
profile-picture
yanagi92055 memberi reputasi
deg² an g sih gan pas tuh? tiba² Ara bngun, k gap pas enyak² lgemoticon-Big Grin
profile-picture
yanagi92055 memberi reputasi
Diubah oleh nantaarka
penanda gan, blum sempat baca
profile-picture
yanagi92055 memberi reputasi
Halaman 82 dari 211


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di