alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Hobby / ... / Spiritual /
I Love JESUS........... - Part 3
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000006805287/i-love-jesus---part-3

I Love JESUS........... - Part 3

Tampilkan isi Thread
Halaman 478 dari 480
Selamat sore... sudah lama tidak ke sini...emoticon-Wowcantik
Lihat 1 balasan
Mukjizat yang Terlewatkan

I Love JESUS........... - Part 3


Bacaan : Ulangan 4:1-9
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
4:1 "Maka sekarang, hai orang Israel, dengarlah ketetapan dan peraturan yang kuajarkan kepadamu untuk dilakukan, supaya kamu hidup dan memasuki serta menduduki negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allah nenek moyangmu.

4:2 Janganlah kamu menambahi apa yang kuperintahkan kepadamu dan janganlah kamu menguranginya, dengan demikian kamu berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan kepadamu.

4:3 Matamu sendiri telah melihat apa yang diperbuat TUHAN mengenai Baal-Peor, sebab TUHAN, Allahmu, telah memunahkan dari tengah-tengahmu semua orang yang mengikuti Baal-Peor,

4:4 sedangkan kamu sekalian yang berpaut pada TUHAN, Allahmu, masih hidup pada hari ini.

4:5 Ingatlah, aku telah mengajarkan ketetapan dan peraturan kepadamu, seperti yang diperintahkan kepadaku oleh TUHAN, Allahku, supaya kamu melakukan yang demikian di dalam negeri, yang akan kamu masuki untuk mendudukinya.

4:6 Lakukanlah itu dengan setia, sebab itulah yang akan menjadi kebijaksanaanmu dan akal budimu di mata bangsa-bangsa yang pada waktu mendengar segala ketetapan ini akan berkata: Memang bangsa yang besar ini adalah umat yang bijaksana dan berakal budi.

4:7 Sebab bangsa besar manakah yang mempunyai allah yang demikian dekat kepadanya seperti TUHAN, Allah kita, setiap kali kita memanggil kepada-Nya?

4:8 Dan bangsa besar manakah yang mempunyai ketetapan dan peraturan demikian adil seperti seluruh hukum ini, yang kubentangkan kepadamu pada hari ini?

4:9 Tetapi waspadalah dan berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan hal-hal yang dilihat oleh matamu sendiri itu, dan supaya jangan semuanya itu hilang dari ingatanmu seumur hidupmu. Beritahukanlah kepada anak-anakmu dan kepada cucu cicitmu semuanya itu,
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Setahun : Yehezkiel 14-16
Nas : "Tetapi waspadalah dan berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan hal-hal yang dilihat oleh matamu sendiri itu, dan supaya jangan semuanya itu hilang dari ingatanmu seumur hidupmu." (Ulangan 4:9)

Menurut cerita kuno orang Yahudi, waktu bangsa Israel keluar dari Mesir di bawah pimpinan Musa, dalam deretan panjang mereka berjalan dengan tergesa-gesa dan saling berimpitan sehingga mereka tidak melihat mukjizat-mukjizat yang terjadi di depan matanya sendiri. Rupanya cerita kuno ini menjadi cermin yang mengingatkan betapa seringnya mukjizat Tuhan terlewatkan begitu saja karena kita disibukkan oleh perkara yang lain.

Kitab Ulangan berisi pengulangan Hukum Tuhan untuk diterapkan dalam situasi kekinian sang penulis. Tokoh Musa tak jemu-jemunya mengingatkan umat Israel untuk hidup seturut dengan hukum-hukum-Nya (ay. 2). Mengapa? Sebab mereka telah melihat dan mengalami sendiri pekerjaan Tuhan yang besar dalam kehidupannya (ay. 3, 9). Pengalaman keluarnya (dari Mesir) menjadi suatu pengantar yang penting bagi perjalanan iman Israel berikutnya dari generasi ke generasi (ay. 9b). Melupakannya adalah suatu kesalahan dan kelalaian yang amat fatal.

Sibuk. Jadwal kita padat. Janji bertemu berderet antri, susul menyusul. Dering telepon genggam dan pesan singkat dari pelbagai belahan bumi terus menyita perhatian. Semua urusan menanti untuk dibereskan. Janji-janji menagih untuk ditepati. Benak kita dihujani pertanyaan "Sesudah ini apa?"-berorientasi ke hal-hal yang akan datang. Akibatnya, kita kehilangan perhatian dan ketakjuban pada momentum yang sedang berlangsung di depan mata. Padahal di situ Tuhan sedang bekerja, menyapa, dan mencurahkan rahmat-Nya untuk dinikmati, disyukuri, dan dijadikan bekal menyongsong esok hari. --PAD/www.renunganharian.net

MERANGKUL MOMENTUM SEKARANG ADALAH CARA TERBAIK
UNTUK MENYAMBUT DATANGNYA HARI ESOK.



Dilarang mengutip atau memperbanyak materi Renungan Harian® tanpa seizin penerbit (Yayasan Gloria)

Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Sumber : sabda.org
Balasan post menggembirakan
Hai bro, welcome back emoticon-Big Grin
Seminar sehari : Pengusaha Tersukses: Investasi setan & runtuhnya Kekristenan

I Love JESUS........... - Part 3


GRII pusat akan mengadakan seminar sehari, ”Investasi Setan dan Runtuhnya Kekristenan”, pada hari Sabtu, 7 September 2019, pukul 09.00 – selesai.

Seminar akan diadakan di Reformed Millennium Center Indonesia (RMCI)
Jl. Industri Blok B-14 No.1, Kemayoran, Jakarta Pusat 10610. Telp : (+62-21) 658 67 811.



Tema seminar terbagi 3 :
  1. Pengusaha Tersukses : Investasi Setan dan Runtuhnya Kekristenan
  2. Provokator Terbesar yang Mengacaukan Sejarah : Kemarahan dan Penghakiman Kristus terhadap gereja-Nya.
  3. Arsitek Tersembunyi yang Paling Abadi : Api Roh Kudus dan Mujizat Revitalisasi kepada Umat-Nya.


Pdt. Dr. Stephen Tong dan rekan – rekan akan menjadi pengkotbah dalam seminar ini.

Acara ini GRATIS. Peserta wajib mendaftarkan diri. Hubungi 0812 5000 3900. Pada hari Minggu, 8 September 2019, akan diadakan Kebaktian Syukur Ulang Tahun GRII, Penahbisan Pendeta, dan Perjamuan Kudus : Mujizat – mujizat dalam kebangunan Roh Kudus di belakang gerakan Reformed Injili.

Jemaat diharapkan dapat hadir juga dalam acara ini, dimulai pukul 09.00 – selesai.

Mari doakan setiap acara ini, dan kiranya Anda dapat ikut hadir di dalamnya. Soli deo Gloria. Silahkan ajak juga keluarga, teman, atau saudara Anda untuk dapat berpartisipasi di dalamnya.
Konser Akbar Monas 2019 “Jakarta Bersorak” – Minggu, 8 September 2019

I Love JESUS........... - Part 3


Selamat siang,

Datang dan nikmatilah Konser Akbar Monas 2019. Konser ini gratis dan terbuka untuk umum. No reservation needed. Konser ini akan diisi dengan berbagai lagu dari Beethoven, Mozart, Strauss, Suppe, Rossini, dan lainnya.

Konser akan dibawakan oleh Jakarta Oratorio Society, Jakarta Simfonia Orchestra, dan dikonduktori oleh Dr. Stephen Tong. Untuk informasi lebih jelas, hubungi 08777 100 2009. Peta lokasi acara bisa dilihat dibawah ini.

I Love JESUS........... - Part 3

Tuan Rumah dan Gembalaku

I Love JESUS........... - Part 3


Bacaan : Mazmur 23
-----------------------------------------------------------------------------------------------
23:1 Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.

23:2 Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;

23:3 Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.

23:4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.

23:5 Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.

23:6 Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.
-----------------------------------------------------------------------------------------------
Setahun : Yehezkiel 17-19
Nas : Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah. (Mazmur 23:5)

Kapan terakhir kali kita membaca atau melantunkan Mazmur 23? Apakah untuk acara kebaktian penghiburan atau pemakaman? Atau untuk upacara pernikahan atau ulang tahun? Atau saat menjenguk sahabat atau kerabat yang terbaring sakit, atau justru pendeta yang membacakannya bagi kita, saat kita tergolek karena sakit? Apa pun kondisinya, apakah kita betul-betul menghayati mazmur ini?

Mazmur 23 adalah favorit hampir semua orang, untuk berbagai kesempatan dan situasi. Mari menyimak beberapa keindahan mazmur ini. Pertama, pemazmur menggunakan dua lambang untuk membicarakan Tuhan sebagai pusat hidupnya. Tuhan adalah Gembala sekaligus Tuan Rumah yang menjamu pemazmur. Lambang yang digunakan di sini sangat dekat dengan realitas kehidupan pemazmur. Gembala menuntun dan melindungi domba-domba-Nya sampai tiba dengan selamat di kandang mereka. Sebagai Tuan Rumah, Tuhan memberikan perlindungan yang sempurna dan damai sejahtera yang penuh kepada anak-anak-Nya. Tuhan juga menyediakan hidangan bagi umat-Nya. Tuhan adalah pusat hidup dan sumber segala sesuatu yang dibutuhkan anak-anak-Nya.

Bagaimana arti Mazmur 23 ini bagi kita? Semoga kita diperkaya dengan kesadaran, betapa dekatnya relasi pemazmur dengan Tuhannya. Apakah relasi kita pun menjadi semakin dekat dan akrab dengan Gembala dan Tuan Rumah kita? Kalau kita sudah menyadari bahwa Tuhan adalah Gembala sekaligus Tuan Rumah bagi kita, maka hendaklah hidup kita selalu mendekat ke hadirat-Nya. Menuruti segala tuntunan-Nya dan percaya bahwa Dia akan selalu menyediakan berkat bagi kita. --ENO/www.renunganharian.net

SEEKOR DOMBA TIDAK BISA JAUH DARI GEMBALANYA
KARENA IA AKAN TERSESAT.



Dilarang mengutip atau memperbanyak materi Renungan Harian® tanpa seizin penerbit (Yayasan Gloria)

Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Sumber : sabda.org
Kepekaan Jiwani

I Love JESUS........... - Part 3


Bacaan : Matius 13:10-15
---------------------------------------------------------------------------------------------
13:10 Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?"

13:11 Jawab Yesus: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak.

13:12 Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.

13:13 Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti.

13:14 Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap.

13:15 Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka.
---------------------------------------------------------------------------------------------
Setahun : Yehezkiel 20-21
Nas : "Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun yang ada padanya akan diambil darinya." (Matius 13:12)

Siapa mempunyai, kepadanya akan diberi sampai melimpah. Siapa tidak mempunyai, apa pun yang ada padanya akan diambil. Apa gerangan maksud Tuhan? Itu bukan soal harta. Tuhan berfirman tentang kepekaan jiwani, yang memampukan orang merasakan kehadiran Tuhan dalam situasi yang dihadapi, yang menolong orang menangkap maksud Tuhan, dan memberi respons yang sesuai.

Masalahnya, kita terbiasa tidak peka. Akibatnya: kita tidak merasakan kehadiran Tuhan, tidak menangkap maksud Tuhan dalam situasi di depan kita, dan gagal memberi respons yang sesuai. Contohnya? Melihat sesama dalam kesulitan, orang tidak tergerak membantu. Di tengah sesama yang berkekurangan, orang hidup bermewah-mewah. Orang menjual sesuatu karena terjepit kebutuhan, kita menawar dengan harga rendah. Di tengah kebutuhan yang mendesak, orang menimbun sembako demi keuntungan yang lebih besar.

Memiliki kepekaan jiwani adalah soal pilihan. Jika kita memilih untuk peka dan berusaha selalu peka, makin hari kita akan makin peka. Jika kita memilih untuk tidak peka (dengan menafikan tiap sinyal yang menyentuh hati kita), kita akan makin tumpul, dan akhirnya sama sekali tumpul. "Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya", begitu firman Tuhan.

Dunia masih berlangsung. Dalam semua itu, kita harus menentukan diri: memilih untuk menjadi peka dan makin peka, atau memilih untuk menjadi tumpul dan makin tumpul. --EE/www.renunganharian.net

JIKA KITA SELALU MEMILIH UNTUK TIDAK PEKA,
KITA AKAN SEPENUHNYA TUMPUL.



Dilarang mengutip atau memperbanyak materi Renungan Harian® tanpa seizin penerbit (Yayasan Gloria)

Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Sumber : sabda.org
Ephesia Grammata


I Love JESUS........... - Part 3

Bacaan : Kisah Para Rasul 19:13-20
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
19:13 Juga beberapa tukang jampi Yahudi, yang berjalan keliling di negeri itu, mencoba menyebut nama Tuhan Yesus atas mereka yang kerasukan roh jahat dengan berseru, katanya: "Aku menyumpahi kamu demi nama Yesus yang diberitakan oleh Paulus."

19:14 Mereka yang melakukan hal itu ialah tujuh orang anak dari seorang imam kepala Yahudi yang bernama Skewa.

19:15 Tetapi roh jahat itu menjawab: "Yesus aku kenal, dan Paulus aku ketahui, tetapi kamu, siapakah kamu?"

19:16 Dan orang yang dirasuk roh jahat itu menerpa mereka dan menggagahi mereka semua dan mengalahkannya, sehingga mereka lari dari rumah orang itu dengan telanjang dan luka-luka.

19:17 Hal itu diketahui oleh seluruh penduduk Efesus, baik orang Yahudi maupun orang Yunani, maka ketakutanlah mereka semua dan makin masyhurlah nama Tuhan Yesus.

19:18 Banyak di antara mereka yang telah menjadi percaya, datang dan mengaku di muka umum, bahwa mereka pernah turut melakukan perbuatan-perbuata seperti itu.

19:19 Banyak juga di antara mereka, yang pernah melakukan sihir, mengumpulkan kitab-kitabnya lalu membakarnya di depan mata semua orang. Nilai kitab-kitab itu ditaksir lima puluh ribu uang perak.

19:20 Dengan jalan ini makin tersiarlah firman Tuhan dan makin berkuasa.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Setahun : Yehezkiel 22-24
Nas : Banyak juga di antara mereka, yang pernah melakukan sihir, mengumpulkan kitab-kitabnya lalu membakarnya di hadapan semua orang. (Kisah Para Rasul 19:19)

Yang namanya jimat tak pernah surut dimakan zaman. Bentuknya beragam. Kantung abu. Bebatuan. Cincin. Kalung. Gulungan kertas berisi mantra. Dan sebagainya. Mengapa jimat tak pudar dimakan zaman? Sebab jimat ialah ekspresi dari sebuah penyimpangan atas penghayatan iman yang benar. Begitu penghayatan iman rusak dan dangkal, Tuhan tidak lagi disembah melainkan diperalat.

Efesus, kota yang gandrung pada sihir atau hal-hal yang magis. Di situ penghayatan iman akan Allah gampang menyimpang, sehingga seorang imam kepala Yahudi pun tak kuasa menahan pengaruhnya. Sesudah menyaksikan pelayanan Paulus, ketujuh anaknya serentak memperlakukan nama Yesus selaku mantra sihir untuk mengusir roh jahat. Tentu saja mereka gagal (ay. 13-16). Ternyata di kota itu banyak yang memiliki kalung berupa gulungan naskah kecil berisi tulisan mantra demi memenuhi ambisi diri. Jimat berbentuk "kitab mungil"-yang disebut ephesia grammata-itulah yang dibakar setelah nantinya mereka beriman secara benar kepada Tuhan Yesus (ay. 19-20).

Dibalik kehadiran jimat selalu ada penghayatan iman yang dangkal. Orang hanya memanfaatkan segala hal yang disangka berhubungan dengan Tuhan untuk memenuhi keinginannya, tanpa mengenal Tuhan. Tak luput hal-hal yang ada dalam perbendaharaan kekristenan pun diperlakukan sebagai jimat. Tiada cara lain untuk menangkisnya selain bertobat dan belajar untuk mengenal Tuhan secara benar melalui firman-Nya. --PAD/www.renunganharian.net

PENGHAYATAN IMAN YANG DANGKAL MENJADI TANAH YANG SUBUR
BAGI TINDAKAN-TINDAKAN YANG BERSIFAT MAGIS.



Dilarang mengutip atau memperbanyak materi Renungan Harian® tanpa seizin penerbit (Yayasan Gloria)

Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Sumber : sabda.org
Hampir Saja!

I Love JESUS........... - Part 3


Bacaan : 1 Samuel 25:1-38
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
25:1 Dan matilah Samuel; seluruh orang Israel berkumpul meratapi dia dan menguburkan dia di rumahnya di Rama. Dan Daud berkemas, lalu pergi ke padang gurun Paran.

25:2 Ketika itu ada seorang laki-laki di Maon, yang mempunyai perusahaan di Karmel. Orang itu sangat kaya: ia mempunyai tiga ribu ekor domba dan seribu ekor kambing. Ia ada di Karmel pada pengguntingan bulu domba-dombanya.

25:3 Nama orang itu Nabal dan nama isterinya Abigail. Perempuan itu bijak dan cantik, tetapi laki-laki itu kasar dan jahat kelakuannya. Ia seorang keturunan Kaleb.

25:4 Ketika didengar Daud di padang gurun, bahwa Nabal sedang menggunting bulu domba-dombanya,

25:5 maka Daud menyuruh sepuluh orang dan kepada orang-orang itu Daud berkata: "Pergilah ke Karmel dan temuilah Nabal. Tanyakanlah keselamatannya atas namaku

25:6 dan sampaikanlah salam ini kepadanya: Selamat! Selamatlah engkau, selamatlah keluargamu, selamatlah segala yang ada padamu.

25:7 Baru-baru ini aku mendengar bahwa engkau mengadakan pengguntingan bulu domba. Adapun gembala-gembalamu yang ada dengan kami, tidak kami ganggu dan tidak ada sesuatu yang hilang dari pada mereka selama mereka ada di Karmel.

25:8 Tanyakanlah kepada orang-orangmu, mereka tentu akan memberitahukan kepadamu. Sebab itu biarlah orang-orang ini mendapat belas kasihanmu; bukankah kami ini datang pada hari raya? Berikanlah kepada hamba-hambamu ini dan kepada anakmu Daud apa yang ada padamu."

25:9 Ketika orang-orang Daud sampai ke sana, berkatalah mereka kepada Nabal atas nama Daud tepat seperti yang dikatakan kepada mereka, kemudian mereka menanti.

25:10 Tetapi Nabal menjawab anak buah Daud itu, katanya: "Siapakah Daud? Siapakah anak Isai itu? Pada waktu sekarang ini ada banyak hamba-hamba yang lari dari tuannya.

25:11 Masakan aku mengambil rotiku, air minumku dan hewan bantaian yang kubantai bagi orang-orang pengguntingku untuk memberikannya kepada orang-orang yang aku tidak tahu dari mana mereka datang?"

25:12 Lalu orang-orang Daud itu berbalik pulang dan setelah sampai, mereka memberitahukan kepadanya tepat seperti yang dikatakan kepada mereka.

25:13 Kemudian berkatalah Daud kepada orang-orangnya: "Kamu masing-masing, sandanglah pedang!" Lalu mereka masing-masing menyandang pedangnya; Daud sendiripun menyandang pedangnya. Sesudah itu kira-kira empat ratus orang maju mengikuti Daud, sedang dua ratus orang tinggal menjaga barang-barang.

25:14 Tetapi kepada Abigail, isteri Nabal, telah diberitahukan oleh salah seorang bujangnya, katanya: "Ketahuilah, Daud menyuruh orang dari padang gurun untuk memberi salam kepada tuan kita, tetapi ia memaki-maki mereka.

25:15 Padahal orang-orang itu sangat baik kepada kami; mereka tidak mengganggu kami dan kami tidak kehilangan apa-apa selama kami lalu-lalang di dekat mereka, ketika kami ada di ladang.

25:16 Mereka seperti pagar tembok sekeliling kami siang malam, selama kami menggembalakan domba-domba di dekat mereka.

25:17 Oleh sebab itu, pikirkanlah dan pertimbangkanlah apa yang harus kauperbuat, sebab telah diputuskan bahwa celaka akan didatangkan kepada tuan kita dan kepada seisi rumahnya, dan ia seorang yang dursila, sehingga orang tidak dapat berbicara dengan dia."

25:18 Lalu segeralah Abigail mengambil dua ratus roti, dua buyung anggur, lima domba yang telah diolah, lima sukat bertih gandum, seratus buah kue kismis dan dua ratus kue ara, dimuatnyalah semuanya ke atas keledai,

25:19 lalu berkata kepada bujang-bujangnya: "Berjalanlah mendahului aku; aku segera menyusul kamu." Tetapi Nabal, suaminya, tidaklah diberitahunya.

25:20 Ketika perempuan itu dengan menunggang keledainya, turun dengan terlindung oleh gunung, tampaklah Daud dan orang-orangnya turun ke arahnya, dan perempuan itu bertemu dengan mereka.

25:21 Daud tadinya telah berkata: "Sia-sialah aku melindungi segala kepunyaan orang ini di padang gurun, sehingga tidak ada sesuatupun yang hilang dari segala kepunyaannya; ia membalas kebaikanku dengan kejahatan.

25:22 Beginilah kiranya Allah menghukum Daud, bahkan lebih lagi dari pada itu, jika kutinggalkan hidup sampai pagi seorang laki-laki sajapun dari semua yang ada padanya."

25:23 Ketika Abigail melihat Daud, segeralah ia turun dari atas keledainya, lalu sujud menyembah di depan Daud dengan mukanya sampai ke tanah.

25:24 Ia sujud pada kaki Daud serta berkata: "Aku sajalah, ya tuanku, yang menanggung kesalahan itu. Izinkanlah hambamu ini berbicara kepadamu, dan dengarkanlah perkataan hambamu ini.

25:25 Janganlah kiranya tuanku mengindahkan Nabal, orang yang dursila itu, sebab seperti namanya demikianlah ia: Nabal namanya dan bebal orangnya. Tetapi aku, hambamu ini, tidak melihat orang-orang yang tuanku suruh.

25:26 Oleh sebab itu, tuanku, demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu yang dicegah TUHAN dari pada melakukan hutang darah dan dari pada bertindak sendiri dalam mencari keadilan, biarlah menjadi sama seperti Nabal musuhmu dan orang yang bermaksud jahat terhadap tuanku!

25:27 Oleh sebab itu, pemberian yang dibawa kepada tuanku oleh budakmu ini, biarlah diberikan kepada orang-orang yang mengikuti tuanku.

25:28 Ampunilah kiranya kecerobohan hambamu ini, sebab pastilah TUHAN akan membangun bagi tuanku keturunan yang teguh, karena tuanku ini melakukan perang TUHAN dan tidak ada yang jahat terdapat padamu selama hidupmu.

25:29 Jika sekiranya ada seorang bangkit mengejar engkau dan ingin mencabut nyawamu, maka nyawa tuanku akan terbungkus dalam bungkusan tempat orang-orang hidup pada TUHAN, Allahmu, tetapi nyawa para musuhmu akan diumbankan-Nya dari dalam salang umban.

25:30 Apabila TUHAN melakukan kepada tuanku sesuai dengan segala kebaikan yang difirmankan-Nya kepadamu dan menunjuk engkau menjadi raja atas Israel,

25:31 maka tak usahlah tuanku bersusah hati dan menyesal karena menumpahkan darah tanpa alasan, dan karena tuanku bertindak sendiri dalam mencari keadilan. Dan apabila TUHAN berbuat baik kepada tuanku, ingatlah kepada hambamu ini."

25:32 Lalu berkatalah Daud kepada Abigail: "Terpujilah TUHAN, Allah Israel, yang mengutus engkau menemui aku pada hari ini;

25:33 terpujilah kebijakanmu dan terpujilah engkau sendiri, bahwa engkau pada hari ini menahan aku dari pada melakukan hutang darah dan dari pada bertindak sendiri dalam mencari keadilan.

25:34 Tetapi demi TUHAN, Allah Israel yang hidup, yang mencegah aku dari pada berbuat jahat kepadamu--jika engkau tadinya tidak segera datang menemui aku, pasti tidak akan ada seorang laki-lakipun tinggal hidup pada Nabal sampai fajar menyingsing."

25:35 Lalu Daud menerima dari perempuan itu apa yang dibawanya untuk dia, dan berkata kepadanya: "Pulanglah dengan selamat ke rumahmu; lihatlah, aku mendengarkan perkataanmu dan menerima permintaanmu dengan baik."

25:36 Sampailah Abigail kepada Nabal dan tampaklah, Nabal mengadakan perjamuan di rumahnya, seperti perjamuan raja-raja. Nabal riang gembira dan mabuk sekali. Sebab itu tidaklah diceriterakan perempuan itu sepatah katapun kepadanya, sampai fajar menyingsing.

25:37 Tetapi pada waktu pagi, ketika sudah hilang mabuk Nabal itu, diceriterakanlah kepadanya oleh isterinya segala perkara itu. Lalu terhentilah jantungnya dalam dada dan ia membatu.

25:38 Dan kira-kira sepuluh hari sesudah itu TUHAN memukul Nabal, sehingga ia mati.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Setahun : Yehezkiel 25-28
Nas : Lalu berkatalah Daud kepada Abigail: "Terpujilah TUHAN, Allah Israel, yang mengutus engkau menemui aku pada hari ini." (1 Samuel 25:32)

I Love JESUS........... - Part 3


Sejujurnya hati kita amatlah rapuh dan rentan untuk berubah. Dalam situasi tertentu, kita mungkin bisa mengampuni kesalahan seseorang, tetapi apakah kita konsisten melakukannya di waktu yang lain? Kepekaan hati kita untuk mengasihi seseorang kadang bisa berubah dalam hitungan menit. Itu sebabnya mengapa kita butuh kehadiran orang-orang yang berani untuk menegur dan mengingatkan kita. Kehadirannya perlu agar kita dapat menjaga hati tetap dalam kehendak Tuhan.

Kita mengenal Daud sebagai seorang yang penuh pengampunan. Berkali-kali ia berhadapan dengan Raja Saul yang terus mengancam nyawanya, namun sebanyak itu pula Daud tetap mengasihinya. Tetapi apa yang terjadi dengan Daud dalam bacaan hari ini sangatlah mengejutkan. Tidak seperti biasanya, hari itu kemarahan Daud memuncak dan ia berniat menghabisi Nabal hanya karena keinginannya ditolak. Beruntung di tengah situasi itu, Tuhan memakai Abigail untuk mengingatkan Daud, agar menjauhi dosa yang hampir saja dilakukannya.

Ditegur, diingatkan dan dikritik, bagi sebagian orang tentu bukan hal yang menyenangkan. Terkadang kita lupa bahwa teguran justru "menyelamatkan" diri kita dari hal lebih buruk jika kita mau sedikit saja rendah hati untuk mendengar dan menerimanya. Ketika hati sudah tidak terkendali, kiranya Tuhan menghadirkan orang-orang untuk mengingatkan agar kemarahan itu tidak berbuah dosa. Ya, kita "hampir saja" jatuh di lubang yang demikian dalam, namun tangan Tuhan menyelamatkan kita melalui orang-orang yang terus mengingatkan dan menegur kita. --SYS/www.renunganharian.net

ALLAH ACAP KALI MEMAKAI SESEORANG DAN MENEGUR KITA
UNTUK MENGHENTIKAN NIAT HATI KITA YANG JAHAT.



Dilarang mengutip atau memperbanyak materi Renungan Harian® tanpa seizin penerbit (Yayasan Gloria)

Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA
Kendalikan Dirimu!

I Love JESUS........... - Part 3


Bacaan : Markus 6:45-52
---------------------------------------------------------------------------------------------------------
6:45 Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan berangkat lebih dulu ke seberang, ke Betsaida, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang.

6:46 Setelah Ia berpisah dari mereka, Ia pergi ke bukit untuk berdoa.

6:47 Ketika hari sudah malam perahu itu sudah di tengah danau, sedang Yesus tinggal sendirian di darat.

6:48 Ketika Ia melihat betapa payahnya mereka mendayung karena angin sakal, maka kira-kira jam tiga malam Ia datang kepada mereka berjalan di atas air dan Ia hendak melewati mereka.

6:49 Ketika mereka melihat Dia berjalan di atas air, mereka mengira bahwa Ia adalah hantu, lalu mereka berteriak-teriak,

6:50 sebab mereka semua melihat Dia dan merekapun sangat terkejut. Tetapi segera Ia berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!"

6:51 Lalu Ia naik ke perahu mendapatkan mereka, dan anginpun redalah. Mereka sangat tercengang dan bingung,

6:52 sebab sesudah peristiwa roti itu mereka belum juga mengerti, dan hati mereka tetap degil.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------
Setahun : Yehezkiel 29-32
Nas : Sebab mereka semua melihat Dia dan mereka pun sangat terkejut. Tetapi segera Ia berkata kepada mereka, "Tenanglah! Inilah Aku, jangan takut!" (Markus 6:50)

I Love JESUS........... - Part 3


Ketika kita sedang marah atau tertekan karena suatu keadaan, seberapa sering kita dapat berpikir dengan tenang dan mengambil keputusan dengan baik? Lebih sering kita tenggelam dalam rasa marah atau tekanan yang mengimpit tersebut. Selain membuat kita kesulitan dalam melihat suatu permasalahan secara jeli, kita juga dapat kehilangan kendali atas diri kita sehingga merasakan ketakutan yang luar biasa dan putus asa.

Hal ini juga dialami oleh para murid ketika mereka mendahului Tuhan Yesus untuk bertolak ke Betsaida. Permasalahan terjadi ketika di tengah perjalanan perahu yang mereka tumpangi diterpa angin sakal, yaitu angin yang berembus berlawanan dengan arah kapal. Memang sebagian dari para murid adalah nelayan, yang tentunya mengenal dengan baik angin semacam itu. Namun, saat itu mereka justru merasa tertekan. Kekalutan para murid ini terlihat ketika Tuhan Yesus melihat mereka kepayahan dalam mengendalikan perahu. Bahkan mereka juga tidak bisa mengendalikan diri dan tenggelam dalam ketakutan mereka sampai-sampai mereka menyebut Tuhan Yesus sebagai hantu.

Tanpa perlu kita rencanakan, permasalahan pasti datang menghampiri kita. Dalam permasalahan tersebut, Tuhan Yesus mengajar kita untuk tetap tenang. Pertama, karena ketenangan diri ketika menghadapi masalah, membuat kita dapat mengendalikan diri dan juga mengendalikan keadaan. Kedua, karena Tuhan selalu menyertai kita. --ZDP/www.renunganharian.net

KETENANGAN SANGAT DIPERLUKAN DI DALAM SETIAP SITUASI.



Dilarang mengutip atau memperbanyak materi Renungan Harian® tanpa seizin penerbit (Yayasan Gloria)

Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Sumber : sabda.org
Guru Marah Besar

I Love JESUS........... - Part 3


Bacaan : 1 Raja-raja 18:16-19
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
18:16 Lalu pergilah Obaja menemui Ahab dan memberitahukan hal itu kepadanya. Kemudian Ahab pergi menemui Elia.

18:17 Segera sesudah Ahab melihat Elia, ia berkata kepadanya: "Engkaukah itu, yang mencelakakan Israel?"

18:18 Jawab Elia kepadanya: "Bukan aku yang mencelakakan Israel, melainkan engkau ini dan kaum keluargamu, sebab kamu telah meninggalkan perintah-perintah TUHAN dan engkau ini telah mengikuti para Baal.

18:19 Sebab itu, suruhlah mengumpulkan seluruh Israel ke gunung Karmel, juga nabi-nabi Baal yang empat ratus lima puluh orang itu dan nabi-nabi Asyera yang empat ratus itu, yang mendapat makan dari meja istana Izebel."
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Setahun : Yehezkiel 33-36
Nas : Jawab Elia kepadanya: "Bukan aku yang mencelakakan Israel, melainkan engkau ini ...." (1 Raja-raja 18:18)

Pak Marto, guru kala saya masih SMP. Beliau selalu marah besar terhadap murid yang ketika bersalah dan ditegur malah berusaha membenarkan diri dengan cara menudingkan kesalahan serupa pada teman yang lain. Dulu saya tidak paham mengapa beliau marah sedahsyat itu. Setelah dewasa, saya mengerti, guru kami itu sedang mengajarkan sesuatu yang serius kepada kami.

Israel sedang dilanda tahun-tahun kekeringan yang dahsyat (1Raj. 17:1). Berikutnya, akibat kegagalan cocok tanam, kelaparan pun menyerbu dengan ganasnya (1Raj. 18:2). Penyebabnya adalah rentetan tindakan Raja Ahab yang menimbulkan sakit hati Tuhan (1Raj. 16:30-33). Celakanya, ia tidak merasa bertanggung jawab malahan mencari dan menudingkan jarinya kepada Elia seraya menganggapnya sebagai sumber petaka bangsa (ay. 17). Dapat dipahami kenapa Tuhan mengutus Elia untuk menegur langsung dengan keras raja yang tidak tahu diri itu (ay. 18).

Sejujurnya mengakui andil kesalahan kita bukanlah perkara mudah. Betapa seringnya alih-alih mawas diri, kita ini gencar mencari pembenaran dengan menyalahkan pihak tertentu. Sepertinya, sumber masalah pasti selalu ada pada "kamu", "dia", dan "mereka". Jari telunjuk kita menuding ke arah seberang. Padahal persoalannya terpulang pada kesediaan untuk mengakui kesalahan sendiri dan berbenah diri. Masihkah keterbukaan untuk bersikap jantan ada pada diri kita? --PAD/www.renunganharian.net

JIKA KAU SENANTIASA BERPIKIR MASALAHNYA ADA DI LUAR SANA,
MAKA PADA PIKIRAN ITULAH TERLETAK MASALAHMU.-STEPHEN R. COVEY



Dilarang mengutip atau memperbanyak materi Renungan Harian® tanpa seizin penerbit (Yayasan Gloria)

Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Sumber : sabda.org
Ditolak Manusia, Diterima Allah

I Love JESUS........... - Part 3


Bacaan : Kejadian 16:1-16
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
16:1 Adapun Sarai, isteri Abram itu, tidak beranak. Ia mempunyai seorang hamba perempuan, orang Mesir, Hagar namanya.

16:2 Berkatalah Sarai kepada Abram: "Engkau tahu, TUHAN tidak memberi aku melahirkan anak. Karena itu baiklah hampiri hambaku itu; mungkin oleh dialah aku dapat memperoleh seorang anak." Dan Abram mendengarkan perkataan Sarai.

16:3 Jadi Sarai, isteri Abram itu, mengambil Hagar, hambanya, orang Mesir itu, --yakni ketika Abram telah sepuluh tahun tinggal di tanah Kanaan--,lalu memberikannya kepada Abram, suaminya, untuk menjadi isterinya.

16:4 Abram menghampiri Hagar, lalu mengandunglah perempuan itu. Ketika Hagar tahu, bahwa ia mengandung, maka ia memandang rendah akan nyonyanya itu.

16:5 Lalu berkatalah Sarai kepada Abram: "Penghinaan yang kuderita ini adalah tanggung jawabmu; akulah yang memberikan hambaku ke pangkuanmu, tetapi baru saja ia tahu, bahwa ia mengandung, ia memandang rendah akan aku; TUHAN kiranya yang menjadi Hakim antara aku dan engkau."

16:6 Kata Abram kepada Sarai: "Hambamu itu di bawah kekuasaanmu; perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik." Lalu Sarai menindas Hagar, sehingga ia lari meninggalkannya.

16:7 Lalu Malaikat TUHAN menjumpainya dekat suatu mata air di padang gurun, yakni dekat mata air di jalan ke Syur.

16:8 Katanya: "Hagar, hamba Sarai, dari manakah datangmu dan ke manakah pergimu?" Jawabnya: "Aku lari meninggalkan Sarai, nyonyaku."

16:9 Lalu kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: "Kembalilah kepada nyonyamu, biarkanlah engkau ditindas di bawah kekuasaannya."

16:10 Lagi kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: "Aku akan membuat sangat banyak keturunanmu, sehingga tidak dapat dihitung karena banyaknya."

16:11 Selanjutnya kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: "Engkau mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan akan menamainya Ismael, sebab TUHAN telah mendengar tentang penindasan atasmu itu.

16:12 Seorang laki-laki yang lakunya seperti keledai liar, demikianlah nanti anak itu; tangannya akan melawan tiap-tiap orang dan tangan tiap-tiap orang akan melawan dia, dan di tempat kediamannya ia akan menentang semua saudaranya."

16:13 Kemudian Hagar menamakan TUHAN yang telah berfirman kepadanya itu dengan sebutan: "Engkaulah El-Roi." Sebab katanya: "Bukankah di sini kulihat Dia yang telah melihat aku?"

16:14 Sebab itu sumur tadi disebutkan orang: sumur Lahai-Roi; letaknya antara Kadesh dan Bered.

16:15 Lalu Hagar melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abram dan Abram menamai anak yang dilahirkan Hagar itu Ismael.

16:16 Abram berumur delapan puluh enam tahun, ketika Hagar melahirkan Ismael baginya.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Setahun : Yehezkiel 37-39
Nas : Selanjutnya kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: "Engkau mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan akan menamainya Ismael, sebab TUHAN telah mendengar tentang penindasan atasmu itu." (Kejadian 16:11)

I Love JESUS........... - Part 3


Secara status, Hagar hanyalah seorang hamba, orang asing yang tidak masuk hitungan. Keraguan Sara akan janji Allah membuatnya mengambil keputusan menawarkan Hagar kepada suaminya. Hagar mengandung bayi Abraham dan rupanya hal ini menimbulkan masalah di tengah keluarga Abraham. Sara pun menindas Hagar hingga Hagar harus pergi meninggalkan rumah tuannya itu.

Hagar pun melarikan diri hingga ke padang gurun. Ia benar-benar menjadi orang asing, tertolak dan terbuang. Ketika tak seorang pun peduli kepadanya, masih adakah harapan dari seseorang yang peduli kepadanya? Ya, nyatanya Tuhan peduli kepadanya. Sekalipun bayi yang dikandungnya bukanlah anak yang dijanjikan Tuhan untuk Abraham, namun hal itu bukan menjadi penghalang bagi Tuhan untuk tetap menunjukkan kasih karunia dan berkat-Nya. Di tengah-tengah deritanya itu ia menerima sebuah pesan yang menenangkan hatinya, "Aku akan membuat sangat banyak keturunanmu, sehingga tidak dapat dihitung karena banyaknya" (ay. 10).

Apakah ada di antara kita juga sedang mengalami sebuah situasi di mana ketidakadilan, penindasan dan penolakan menghantam hidup kita? Mungkin kita merasa hidup bagaikan "orang asing" dan tidak ada seorang pun peduli dengan keadaan kita. Tapi syukur kepada Allah yang tetap menunjukkan kesetiaan-Nya kepada kita. Sekalipun hidup kita ditolak manusia, namun sekali-kali Allah tidak akan sedetik pun meninggalkan kita. Ia mendengar seruan doa-doa kita dan tangan-Nya pun terulur untuk menopang hidup kita dengan janji-janji-Nya yang menyejukkan hati kita. --SYS/www.renunganharian.net

DI TENGAH KETIDAKADILAN YANG KITA ALAMI,
ALLAH HADIR UNTUK MEMBERI KELEGAAN BAGI HIDUP KITA.



Dilarang mengutip atau memperbanyak materi Renungan Harian® tanpa seizin penerbit (Yayasan Gloria)

Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Sumber : sabda.org
Bertelut Menundukkan Hati

I Love JESUS........... - Part 3


Bacaan : Yesaya 16:6-14
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
16:6 Kami telah mendengar tentang keangkuhan Moab, alangkah angkuhnya dia, tentang kecongkakannya, keangkuhannya dan kegemasannya, dan tentang cakap anginnya yang tidak benar.

16:7 Sebab itu biarlah orang Moab meratap, seorang karena yang lain, biarlah sekaliannya meratap. Mengingat kue kismis Kir-Hareset biarlah mereka mengaduh dan hancur luluh sama sekali!

16:8 Sebab kebun-kebun Hesybon dan pohon anggur Sibma telah merana; para penguasa bangsa-bangsa telah memotong pohon-pohon anggurnya yang terbaik, yang dahulu meluas sampai ke Yaezer dan merambat ke padang gurun; ranting-rantingnya berserak sampai ke seberang laut.

16:9 Sebab itu aku turut menangis dengan Yaezer karena pohon anggur Sibma; aku mau membasahi engkau dengan air mataku, hai Hesybon dan Eleale, sebab pada musim kemarau tepat waktu panen musuhmu menyerbu dengan pekik pertempuran.

16:10 Telah lenyap sukaria dan sorak-sorak dari kebun buah-buahan; telah menghilang dari kebun-kebun anggur tempik sorak dan sorak-sorai; tiada pengirik anggur di tempat pemerasan, pekik mereka sudah berhenti.

16:11 Oleh karena itu, seperti kecapi mendengking, begitulah hatiku menjerit melihat keadaan Moab, dan batinku tergerak melihat keadaan Kir-Heres.

16:12 Maka sekalipun Moab pergi beribadah dan bersusah payah di atas bukit pengorbanan dan masuk ke tempat kudusnya untuk berdoa, ia tidak akan mencapai apa-apa.

16:13 Itulah firman yang diucapkan TUHAN tentang Moab pada waktu yang lalu.

16:14 Maka sekarang TUHAN berfirman: "Dalam tiga tahun, menurut masa kerja prajurit upahan, maka kemuliaan Moab, serta dengan keramaiannya yang besar, akan menjadi kehinaan, dan orang yang tertinggal akan sangat sedikit dan tiada berkuasa."
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Setahun : Yehezkiel 40-42
Nas : Maka sekalipun Moab pergi beribadah dan bersusah payah di atas bukit pengorbanan dan masuk ke tempat kudusnya untuk berdoa, ia tidak akan mencapai apa-apa. (Yesaya 16:12)

Ketika orang mengalami masalah yang tidak terpecahkan dan terdesak oleh tenggang waktu yang ada maka tidak ada pilihan lain selain meminta bantuan orang lain. Namun banyak orang akan mengalami kesulitan untuk meminta bantuan orang lain jika masalah itu berhubungan dengan harga dirinya. Harga diri seolah harga mati yang tidak bisa dikorbankan, walau demi sesuatu yang sebetulnya lebih penting yaitu keselamatan. Keangkuhan membatasi cara pertolongan.

Keangkuhan Moab adalah penyebab kehancuran mereka. Mereka membutuhkan, tetapi justru mau mengatur bagaimana mereka seharusnya ditolong, yaitu dengan bayaran anak domba. Padahal seharusnya mereka takluk lebih dulu kepada Allah. Tak heran bila keangkuhan itu menjadi penyebab kebinasaan mereka. Umur Moab telah ditentukan dan kehancurannya hanya tinggal menunggu waktu. Sekalipun Moab bersusah payah beribadah dan berdoa, tidak menghasilkan apa-apa. Namun, bukan berarti Allah menyukai kehancuran mereka. Allah bersedih akan keadaan Moab yang merana akibat keangkuhan.

Kita seringkali tidak menyadari betapa besar kuasa Tuhan dapat menolong kita. Walau kita percaya kepada Tuhan Yesus, tetapi kita ingin menyelesaikan masalah kita sendiri. Kalaupun kita datang kepada Tuhan maka seringkali bukan untuk mencari kehendak-Nya, tetapi hanya memberitahu dan meminta kuasa-Nya untuk melakukan apa yang kita kehendaki. Kita mengangkat tangan dan menengadahkan kepala, tetapi tidak menundukkan hati kita. Tuhan mengingatkan kita untuk mencari pertolongan-Nya dengan penuh kerendahan hati. --ENO/www.renunganharian.net

KERENDAHAN HATI SERING KALI MENJADI
PINTU MASUK DATANGNYA PERTOLONGAN.



Dilarang mengutip atau memperbanyak materi Renungan Harian® tanpa seizin penerbit (Yayasan Gloria)

Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Sumber : sabda.org
Lelah Berganti Sukacita

I Love JESUS........... - Part 3


Bacaan : Markus 1:29-39
--------------------------------------------------------------------------------------------
1:29 Sekeluarnya dari rumah ibadat itu Yesus dengan Yakobus dan Yohanes pergi ke rumah Simon dan Andreas.

1:30 Ibu mertua Simon terbaring karena sakit demam. Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus.

1:31 Ia pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Ia membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya. Kemudian perempuan itu melayani mereka.

1:32 Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan.

1:33 Maka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu di depan pintu.

1:34 Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia.

1:35 Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.

1:36 Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Dia;

1:37 waktu menemukan Dia mereka berkata: "Semua orang mencari Engkau."

1:38 Jawab-Nya: "Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang."

1:39 Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan.
--------------------------------------------------------------------------------------------
Setahun : Yehezkiel 46-48
Nas : Jawab-Nya, "Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota sekitar ini, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang." (Markus 1:38)

Bayangkan apa yang dilakukan Yesus sepanjang hari ini. Pasti Yesus merasa lelah. Dimulai dari mengajar di rumah ibadat, mengadakan kunjungan dari rumah ke rumah, dan mengunjungi ibu mertua Petrus yang sakit demam. Baru istirahat sebentar, ketika malam tiba, banyak orang datang kepada-Nya dengan membawa orang-orang sakit dan kerasukan setan. Yesus pun tetap menerima kehadiran mereka dan melayani mereka dengan baik. Baru setelah itu, Yesus bisa sedikit beristirahat dan pagi-pagi buta Ia sudah bangun untuk mencari tempat yang sunyi untuk berdoa.

Hening sejenak, tiba-tiba beberapa murid-Nya menyusul untuk memberitahukan jika banyak orang mencari Dia. Yesus tetap mengerjakan semua tugas itu dengan tuntas. Tak berhenti di situ, Yesus dan murid-murid-Nya kemudian berjalan ke seluruh Galilea untuk memberitakan Injil. Sungguh pekerjaan yang sangat melelahkan! Apakah Yesus tidak merasa lelah? Fisik-Nya pastilah lelah. Tapi Yesus merasa puas dengan semua yang telah dikerjakan-Nya, karena Ia ingin menyelesaikan kehendak Bapa-Nya.

Bertumpuk-tumpuknya pekerjaan, tanggung jawab dan tugas tak terduga lain mungkin membuat lelah bukan hanya tubuh, tapi juga emosi kita. Dan Yesus memberi teladan bagi kita bagaimana cara mengatasinya: Kerjakan satu per satu, pasti akan selesai juga. Bekerjalah seperti kita melakukannya untuk Tuhan, kerjakan dan layani saja dengan baik. Ketika kita bekerja dan melayani dengan kasih, maka kelelahan kita akan terobati dengan kepuasan karena telah menyelesaikan apa yang Tuhan percayakan. --SYS/www.renunganharian.net

BUKANNYA TIDAK MERASA LELAH, TAPI KITA TIDAK MAU
MENJADI LELAH KARENA SUKACITA MELAYANI TUHAN.



Dilarang mengutip atau memperbanyak materi Renungan Harian® tanpa seizin penerbit (Yayasan Gloria)

Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Sumber : sabda.org
North America West Coast Farewell Rallies

I Love JESUS........... - Part 3


Rev. Dr. Stephen Tong will lead his Farewell Gospel Rallies in 5 major cities of the West Coast of US and Canada.
Theme: Existence, Emptiness, and Eternity

After thousands of evangelistic journeys since 1957, having preached more than 35,000 sermons to over 32 million people on 6 continents, Rev. Dr. Stephen Tong will be leading his Farewell Gospel Rallies in 200 cities around the world. Do not miss your opportunity to attend his final visits!

Check the schedules below for an event near your city.

Support

For Offering to support Stephen Tong Ministry, please send checks payable to STEMI.
S T E M I
P.O. Box 43834
Richmond Heights, OH 44143

STEMI will send tax deductible receipt to your address.

Contact Us
Please do not hesitate to reach us for any questions.

Greater Vancouver
Phone: 604-327-1313

San Francisco/Bay Area
Phone: 925-300-6552
Email: stephentongbayarea@gmail.com

Greater Los Angeles
Phone: 858-209-9006
Email: stephentonglarally@gmail.com

San Diego
Phone: 858-209-9006
Email: stephentongministry@gmail.com


Greater Seattle

Phone: 206-789-6380
Email: homanyeung@eccseattle.org
Diperdaya oleh Selera

I Love JESUS........... - Part 3


Bacaan : Bilangan 11:4-23
-----------------------------------------------------------------------------------------------
11:4 Orang-orang bajingan yang ada di antara mereka kemasukan nafsu rakus; dan orang Israelpun menangislah pula serta berkata: "Siapakah yang akan memberi kita makan daging?

11:5 Kita teringat kepada ikan yang kita makan di Mesir dengan tidak bayar apa-apa, kepada mentimun dan semangka, bawang prei, bawang merah dan bawang putih.

11:6 Tetapi sekarang kita kurus kering, tidak ada sesuatu apapun, kecuali manna ini saja yang kita lihat."

11:7 Adapun manna itu seperti ketumbar dan kelihatannya seperti damar bedolah.

11:8 Bangsa itu berlari kian ke mari untuk memungutnya, lalu menggilingnya dengan batu kilangan atau menumbuknya dalam lumpang. Mereka memasaknya dalam periuk dan membuatnya menjadi roti bundar; rasanya seperti rasa panganan yang digoreng.

11:9 Dan apabila embun turun di tempat perkemahan pada waktu malam, maka turunlah juga manna di situ.

11:10 Ketika Musa mendengar bangsa itu, yaitu orang-orang dari setiap kaum, menangis di depan pintu kemahnya, bangkitlah murka TUHAN dengan sangat, dan hal itu dipandang jahat oleh Musa.

11:11 Lalu berkatalah Musa kepada TUHAN: "Mengapa Kauperlakukan hamba-Mu ini dengan buruk dan mengapa aku tidak mendapat kasih karunia di mata-Mu, sehingga Engkau membebankan kepadaku tanggung jawab atas seluruh bangsa ini?

11:12 Akukah yang mengandung seluruh bangsa ini atau akukah yang melahirkannya, sehingga Engkau berkata kepadaku: Pangkulah dia seperti pak pengasuh memangku anak yang menyusu, berjalan ke tanah yang Kaujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyangnya?

11:13 Dari manakah aku mengambil daging untuk diberikan kepada seluruh bangsa ini? Sebab mereka menangis kepadaku dengan berkata: Berilah kami daging untuk dimakan.

11:14 Aku seorang diri tidak dapat memikul tanggung jawab atas seluruh bangsa ini, sebab terlalu berat bagiku.

11:15 Jika Engkau berlaku demikian kepadaku, sebaiknya Engkau membunuh aku saja, jika aku mendapat kasih karunia di mata-Mu, supaya aku tidak harus melihat celakaku."

11:16 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Kumpulkanlah di hadapan-Ku dari antara para tua-tua Israel tujuh puluh orang, yang kauketahui menjadi tua-tua bangsa dan pengatur pasukannya, kemudian bawalah mereka ke Kemah Pertemuan, supaya mereka berdiri di sana bersama-sama dengan engkau.

11:17 Maka Aku akan turun dan berbicara dengan engkau di sana, lalu sebagian dari Roh yang hinggap padamu itu akan Kuambil dan Kutaruh atas mereka, maka mereka bersama-sama dengan engkau akan memikul tanggung jawab atas bangsa itu, jadi tidak usah lagi engkau seorang diri memikulnya.

11:18 Tetapi kepada bangsa itu haruslah kaukatakan: Kuduskanlah dirimu untuk besok, maka kamu akan makan daging; sebab kamu telah menangis di hadapan TUHAN dengan berkata: Siapakah yang akan memberi kami makan daging? Begitu baik keadaan kita di Mesir, bukan? --TUHAN akan memberi kamu daging untuk dimakan.

11:19 Bukan hanya satu hari kamu akan memakannya, bukan dua hari, bukan lima hari, bukan sepuluh hari, bukan dua puluh hari,

11:20 tetapi genap sebulan lamanya, sampai keluar dari dalam hidungmu dan sampai kamu muak--karena kamu telah menolak TUHAN yang ada di tengah-tengah kamu dan menangis di hadapan-Nya dengan berkata: Untuk apakah kita keluar dari Mesir?"

11:21 Tetapi kata Musa: "Bangsa yang ada bersama aku ini berjumlah enam ratus ribu orang berjalan kaki, namun Engkau berfirman: Daging akan Kuberikan kepada mereka, dan genap sebulan lamanya mereka akan memakannya!

11:22 Dapatkah sekian banyak kambing domba dan lembu sapi disembelih bagi mereka, sehingga mereka mendapat cukup? Atau dapatkah ditangkap segala ikan di laut bagi mereka, sehingga mereka mendapat cukup?"

11:23 Tetapi TUHAN menjawab Musa: "Masakan kuasa TUHAN akan kurang untuk melakukan itu? Sekarang engkau akan melihat apakah firman-Ku terjadi kepadamu atau tidak!"
-----------------------------------------------------------------------------------------------
Setahun : Daniel 1-3
Nas : "Dari manakah aku mengambil daging untuk diberikan kepada seluruh bangsa ini? Sebab mereka menangis kepadaku dengan berkata: Berilah kami daging untuk dimakan." (Bilangan 11:13)

Sebagai penderita gagal ginjal kronis, saya harus membatasi konsumsi air. Jika orang sehat boleh minum dua liter sehari, saya hanya boleh minum maksimal setengah liter. Jika saya nekat minum banyak-banyak, bisa saja nyawa saya melayang. Saya dipaksa mengingat bahwa rasa haus itu hanya di mulut. Saya harus mengikuti kebutuhan tubuh demi menjaga kesehatan, bukan sekadar memuaskan keinginan mulut.

Bangsa Israel mengeluh karena hanya diberi makan manna oleh Tuhan. Mereka ingin memuaskan selera bisa makan daging. Bukannya bersyukur masih dipelihara Tuhan, mereka menuntut untuk makan enak dengan gratis (ay. 5). Hanya makan manna atau roti surga membuat mereka kurus kering (ay. 6). Musa sampai kewalahan sehingga ia mengeluh kepada Tuhan (ay. 11-15). Tuhan pun berjanji akan memenuhi keinginan mereka untuk makan daging selama satu bulan (ay. 18-19), Dia menggenapinya dengan mengirimkan burung-burung puyuh dari sebelah laut (ay. 31).

Seperti bangsa Israel, kita sering diperdaya oleh selera makan. Tidak sedikit orang yang makan demi memuaskan nafsu mulut, bukan mengingat kebutuhan perut. Tidak sedikit pula orang yang mengidap berbagai penyakit akibat pola makan yang tidak sehat ini. Semestinya kita makan dengan berhikmat: tidak membiarkan diri diperdayakan oleh selera mulut, melainkan makan untuk menyambung hidup dan menjaga kesehatan tubuh. Ya, tubuh dan kesehatannya jauh lebih penting daripada mulut dan nafsunya. --JAP/www.renunganharian.net

HIDUPLAH BERDAYA SELERA MEMULIAKAN TUHAN,
JANGANLAH HIDUP DIPERDAYA UNTUK MEMENUHI SELERA.



Dilarang mengutip atau memperbanyak materi Renungan Harian® tanpa seizin penerbit (Yayasan Gloria)

Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Sumber : sabda.org
Menuntut Tindakan


I Love JESUS........... - Part 3

Bacaan : Matius 20:29-34
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
20:29 Dan ketika Yesus dan murid-murid-Nya keluar dari Yerikho, orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia.

20:30 Ada dua orang buta yang duduk di pinggir jalan mendengar, bahwa Yesus lewat, lalu mereka berseru: "Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!"

20:31 Tetapi orang banyak itu menegor mereka supaya mereka diam. Namun mereka makin keras berseru, katanya: "Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!"

20:32 Lalu Yesus berhenti dan memanggil mereka. Ia berkata: "Apa yang kamu kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?"

20:33 Jawab mereka: "Tuhan, supaya mata kami dapat melihat."

20:34 Maka tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan, lalu Ia menjamah mata mereka dan seketika itu juga mereka melihat lalu mengikuti Dia.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
Setahun : Daniel 4-6
Nas : Lalu tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, lalu Ia menyentuh mata mereka dan seketika itu juga mereka melihat lalu mengikuti Dia. (Matius 20:34)

Kalau kita berkata kita peduli namun tidak menindaklanjuti perasaan itu, artinya sama dengan tidak peduli. Ketika atap rumah salah satu saudara yang kurang mampu roboh, kami sepakat menghimpun dana. Ada yang menyumbang uang, bahan bangunan dan tenaga. Tetapi ada juga yang berkata "saya peduli" tanpa berbuat apa pun. Padahal sebetulnya hidupnya banyak diberkati secara materi.

Saat Yesus dan murid-murid-Nya meninggalkan Yerikho, dua orang buta mendengar Yesus lewat. Mereka segera berseru memohon belas kasihan Yesus (ay. 30). Apa respons orang banyak? Mereka bukannya peduli, menuntun kedua orang buta ini menemui Yesus, atau memohon Yesus menemui keduanya, orang banyak justru menegur agar mereka diam (ay. 31). Yesus mendengar seruan mereka, lalu berhenti dan memanggil mereka. Hati Yesus tergerak oleh belas kasihan, maka Dia menjamah mata mereka dan seketika itu juga mereka melihat dan mengikuti Dia. Yesus merasakan belas kasihan, maka Yesus bertindak. Yesus mengubah hidup seseorang dengan kasih-Nya. Belas kasihan menuntut tindakan, bukan hanya sebatas ucapan. Saat kita memiliki hubungan yang dekat dengan Yesus, kita mudah berbelas kasihan dan melakukan tindakan.

Apakah saya menindaklanjuti perasaan kasihan saya, atau tidak mau melakukan tindakan kasih dengan berbagai dalih? Saat kita mengasihi, kita peduli, kita rela memberikan apa yang seseorang butuhkan, kita melakukan sesuatu dan melibatkan diri sehingga membuat perbedaan dalam hidup seseorang. --RTG/www.renunganharian.net

BELAS KASIHAN MENUNTUT TINDAKAN, BUKAN HANYA SEBATAS UCAPAN.



Dilarang mengutip atau memperbanyak materi Renungan Harian® tanpa seizin penerbit (Yayasan Gloria)

Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Sumber : sabda.org
Belajar Taat

I Love JESUS........... - Part 3


Bacaan : Kejadian 22:1-19
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
22:1 Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya: "Abraham," lalu sahutnya: "Ya, Tuhan."

22:2 Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."

22:3 Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya.

22:4 Ketika pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangnya, kelihatanlah kepadanya tempat itu dari jauh.

22:5 Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: "Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu."

22:6 Lalu Abraham mengambil kayu untuk korban bakaran itu dan memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya, sedang di tangannya dibawanya api dan pisau. Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.

22:7 Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: "Bapa." Sahut Abraham: "Ya, anakku." Bertanyalah ia: "Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?"

22:8 Sahut Abraham: "Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku." Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.

22:9 Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api.

22:10 Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya.

22:11 Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: "Abraham, Abraham." Sahutnya: "Ya, Tuhan."

22:12 Lalu Ia berfirman: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku."

22:13 Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya.

22:14 Dan Abraham menamai tempat itu: "TUHAN menyediakan"; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: "Di atas gunung TUHAN, akan disediakan."

22:15 Untuk kedua kalinya berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepada Abraham,

22:16 kata-Nya: "Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri--demikianlah firman TUHAN--:Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku,

22:17 maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya.

22:18 Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku."

22:19 Kemudian kembalilah Abraham kepada kedua bujangnya, dan mereka bersama-sama berangkat ke Bersyeba; dan Abraham tinggal di Bersyeba.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Setahun : Daniel 7-9
Nas : Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu." (Kejadian 22:2)

I Love JESUS........... - Part 3


Melepaskan sesuatu yang diperoleh dengan susah payah biasanya sangat sulit. Akan teringat berbagai perjuangan dan pengorbanan untuk mendapatnya. Namun tidak demikian bagi Abraham. Ketika ia berusia 75 tahun (Kej. 12:4), Allah memintanya meninggalkan negerinya dan berjanji menjadikannya bangsa yang besar, serta olehnya semua kaum di muka bumi akan diberkati. Padahal istrinya mandul dan sudah tua. Janji itu mulai digenapi dengan lahirnya Ishak, saat Abraham berumur 100 tahun (Kej. 21:5).

Saat Ishak beranjak remaja, ujian besar dihadapi Abraham ketika Allah memintanya mempersembahkan putranya. Abraham taat tanpa protes. Pergumulan 25 tahun untuk memperoleh Ishak tidak membuatnya mengutamakan dirinya atau anaknya lalu menomorduakan Allah. Penulis kitab Ibrani menyatakan bahwa ia melakukannya "karena iman", sebab ia tahu bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang dari kematian (Ibr. 11:17, 19). Jadi ketaatan Abraham berasal dari pengenalannya akan Allah dan relasinya yang intim dengan Dia. Ia belajar taat pada Allah melalui proses yang panjang, disertai jatuh bangun, hingga kemudian ia menjadi "bapa semua orang percaya" (Rm. 4:11).

Jika kita tidak mengenal Allah, tentu saja mustahil menaati Dia. Semakin kita mengenal Dia, semakin kita mengerti bahwa Dia adalah Allah yang menciptakan, mengasihi, dan menebus kita. Kasih-Nya yang sempurna telah dinyatakan melalui pengorbanan Kristus. Dengan demikian, seperti Abraham, kita pun dapat berjalan dalam iman untuk menaati Dia. --HT/www.renunganharian.net

PENGENALAN YANG BENAR AKAN ALLAH AKAN BERBANDING LURUS
DENGAN KETAATAN KITA MELAKUKAN KEHENDAK-NYA.



Dilarang mengutip atau memperbanyak materi Renungan Harian® tanpa seizin penerbit (Yayasan Gloria)

Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Sumber : sabda.org
Merespons Kecaman Yesus

I Love JESUS........... - Part 3



Bacaan : Matius 23:1-36
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
23:1 Maka berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, kata-Nya:

23:2 "Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa.

23:3 Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya.

23:4 Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya.

23:5 Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang;

23:6 mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat;

23:7 mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi.

23:8 Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara.

23:9 Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga.

23:10 Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias.

23:11 Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.

23:12 Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.

23:13 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang. Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk.

23:14 (Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu menelan rumah janda-janda sedang kamu mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Sebab itu kamu pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.)

23:15 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu mengarungi lautan dan menjelajah daratan, untuk mentobatkan satu orang saja menjadi penganut agamamu dan sesudah ia bertobat, kamu menjadikan dia orang neraka, yang dua kali lebih jahat dari pada kamu sendiri.

23:16 Celakalah kamu, hai pemimpin-pemimpin buta, yang berkata: Bersumpah demi Bait Suci, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi emas Bait Suci, sumpah itu mengikat.

23:17 Hai kamu orang-orang bodoh dan orang-orang buta, apakah yang lebih penting, emas atau Bait Suci yang menguduskan emas itu?

23:18 Bersumpah demi mezbah, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi persembahan yang ada di atasnya, sumpah itu mengikat.

23:19 Hai kamu orang-orang buta, apakah yang lebih penting, persembahan atau mezbah yang menguduskan persembahan itu?

23:20 Karena itu barangsiapa bersumpah demi mezbah, ia bersumpah demi mezbah dan juga demi segala sesuatu yang terletak di atasnya.

23:21 Dan barangsiapa bersumpah demi Bait Suci, ia bersumpah demi Bait Suci dan juga demi Dia, yang diam di situ.

23:22 Dan barangsiapa bersumpah demi sorga, ia bersumpah demi takhta Allah dan juga demi Dia, yang bersemayam di atasnya.

23:23 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.

23:24 Hai kamu pemimpin-pemimpin buta, nyamuk kamu tapiskan dari dalam minumanmu, tetapi unta yang di dalamnya kamu telan.

23:25 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab cawan dan pinggan kamu bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan.

23:26 Hai orang Farisi yang buta, bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih.

23:27 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran.

23:28 Demikian jugalah kamu, di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan.

23:29 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu membangun makam nabi-nabi dan memperindah tugu orang-orang saleh

23:30 dan berkata: Jika kami hidup di zaman nenek moyang kita, tentulah kami tidak ikut dengan mereka dalam pembunuhan nabi-nabi itu.

23:31 Tetapi dengan demikian kamu bersaksi terhadap diri kamu sendiri, bahwa kamu adalah keturunan pembunuh nabi-nabi itu.

23:32 Jadi, penuhilah juga takaran nenek moyangmu!

23:33 Hai kamu ular-ular, hai kamu keturunan ular beludak! Bagaimanakah mungkin kamu dapat meluputkan diri dari hukuman neraka?

23:34 Sebab itu, lihatlah, Aku mengutus kepadamu nabi-nabi, orang-orang bijaksana dan ahli-ahli Taurat: separuh di antara mereka akan kamu bunuh dan kamu salibkan, yang lain akan kamu sesah di rumah-rumah ibadatmu dan kamu aniaya dari kota ke kota,

23:35 supaya kamu menanggung akibat penumpahan darah orang yang tidak bersalah mulai dari Habel, orang benar itu, sampai kepada Zakharia anak Berekhya, yang kamu bunuh di antara tempat kudus dan mezbah.

23:36 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semuanya ini akan ditanggung angkatan ini!"
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Setahun : Daniel 10-12
Nas : "Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi ... sebab kamu sama seperti kuburan yang dicat putih ...." (Matius 23:27)

I Love JESUS........... - Part 3


Jika ada anggapan bahwa Yesus bukanlah Sosok pemberani, tampaknya hal tersebut kurang tepat. Mengapa? Karena Alkitab, terutama Injil, banyak mencatat kisah dimana Yesus melakukan "konfrontasi" secara terbuka kepada para ahli agama yang dinilai-Nya tidak benar. Salah satu konfrontasi terbuka dari Yesus terdapat pada bacaan yang kita renungkan pada hari ini.

Ada banyak "keberatan" yang dapat kita simak dari kecaman Yesus terhadap ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Diawali dari sorotan Yesus terhadap perilaku para ahli agama yang bertolak belakang dengan pengajaran mereka (ay. 2-4), dilanjutkan dengan membuka motivasi hati mereka yang hanya mencari pujian manusia, bukan perkenan Allah (ay. 5-7). Salah satu kecaman paling keras adalah saat mereka disamakan dengan kuburan yang dicat putih. Sungguh merupakan kecaman yang memerahkan telinga dan dapat mengobarkan amarah dari siapa pun yang menerima kecaman itu! Yesus mengucapkan itu karena mengetahui persis bahwa kondisi hati mereka penuh kemunafikan dan kedurjanaan, tidak sebersih yang terlihat dari luar lewat perilaku agamis mereka.

Kecaman Yesus memang tertuju bagi para ahli agama, tetapi baik juga untuk kita renungkan selaku pengikut Kristus. Dalam kecaman tersebut, saya menangkap adanya harapan bahwa jangan sampai para pengikut Kristus meniru perilaku dari para ahli agama tersebut. Kita perlu menampilkan gaya hidup yang baik, tetapi jauh lebih penting mencari perkenan Allah, yang dimulai dari mengoreksi hati dalam terang Roh Kudusnya. --GHJ/www.renunganharian.net

MENCARI PERKENAN ALLAH SEHARUSNYA MENJADI
PRIORITAS HIDUP KITA MELEBIHI PERKENAN MANUSIA.



Dilarang mengutip atau memperbanyak materi Renungan Harian® tanpa seizin penerbit (Yayasan Gloria)

Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Sumber : sabda.org
Diubah oleh misstumbler
Matahari untuk Semua

I Love JESUS........... - Part 3


Bacaan : Matius 5:38-48
----------------------------------------------------------------------------------------------------
5:38 Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi.

5:39 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.

5:40 Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu.

5:41 Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.

5:42 Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.

5:43 Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.

5:44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.

5:45 Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.

5:46 Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?

5:47 Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian?

5:48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Setahun : Hosea 1-6
Nas : "Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di surga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar." (Matius 5:45)

Menanam secara hidroponik saat ini semakin tren. Kita bisa melakukannya dengan lahan dan sarana terbatas. Untuk perorangan, bisa dilakukan dengan peralatan sederhana, misalnya botol bekas air mineral yang dipotong menjadi dua. Bagian bawah untuk tempat larutan nutrisi, bagian atas untuk tempat tanaman. Nah, botol bagian bawah tersebut harus ditutup sekelilingnya dengan isolasi hitam. Mengapa? Supaya sinar matahari tidak menerobos masuk dan membuat lumut ikut bertumbuh. Kita hanya menginginkan tanamannya, bukan gulmanya. Pemikiran yang manusiawi, bukan?

Namun, berbeda dengan Allah. Kendati ia membenci kejahatan, Ia tetap "menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan menurunkan hujan bagi orang yang tidak benar." Ia tidak menghalangi mereka menikmati kebaikan-Nya. Ia tetap mengasihi semua orang, apa pun tingkah polah mereka.

Sebagai anak-anak-Nya, kita diminta untuk meneladani-Nya: mengasihi musuh-musuh kita dan berdoa bagi mereka. Ini adalah perintah yang "tidak manusiawi." Karena, sebagai manusia, kita pasti sulit melaksanakannya, daging kita pasti menolak. Sebaliknya, ini adalah perintah ilahi. Kita tidak mampu jika hanya mengandalkan kekuatan sendiri. Dengan bantuan Allah Roh Kudus sajalah kita sanggup melakukannya. Ia yang akan melembutkan hati kita dan memampukan kita untuk mengampuni dan kemudian mengasihi. Lalu, di mana bagian kita? Mengambil keputusan untuk mau mengasihi dan bersedia mengambil langkah konkret untuk membuktikannya. --TAF/www.renunganharian.net

SAAT KITA BISA MENGASIHI LAWAN,
SAAT ITULAH KITA MERAIH KEMENANGAN YANG SESUNGGUHNYA.



Dilarang mengutip atau memperbanyak materi Renungan Harian® tanpa seizin penerbit (Yayasan Gloria)

Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Sumber : sabda.org
Halaman 478 dari 480


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di