alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Rembulan Di Ujung Senja
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c7bbab9af7e93309a084c6e/rembulan-di-ujung-senja

Rembulan Di Ujung Senja (Saat Senja Tiba episode 3)

Tampilkan isi Thread
Halaman 47 dari 53
pastilah noLa ikut, feeling dia ngasih tau bahaya kalo om TS dibiarin pergi sama mamud.. emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
hasnan56habibie dan gridseeker memberi reputasi
vin...update neh kapan?rak sabar kie
profile-picture
gridseeker memberi reputasi
vin,,, we waiting

Lama absen nih pak emoticon-Betty
Diubah oleh calebs12

Part 46

Karena Nola bersikeras ikut, akhirnya kami pergi bertiga menuju rumah makan padang yang dimaksud Anita. Nggak berapa lama, mobil yang kami tumpangi berjalan pelan keluar kompleks perumahan, dan berhubung ada sang nyonya besar, terpaksa Anita duduk di jok tengah. Dan jarak rumah makan itu emang nggak jauh kira-kira sekitar dua kilo, sehingga nggak sampai sepuluh menit kami udah tiba di tujuan.

Ane sama Anita segera memesan nasi kotak yang dimaksud, sedangkan Nola cuma duduk sembari mainan HP. Bah, dianya aja gak ngapai-ngapain, pake maksa-maksa ikut segala, gerutu ane dalam hati. Tapi yah mau gimana lagi, semua kemauan Nola adalah titah sang ratu yang sangat tabu buat dibantah.

Untung aja meskipun jam makan siang, tapi resto padangnya nggak begitu ramai sehingga pesanan kami bisa cepat dilayani. Pelayan yang semuanya cewek (tapi nggak ada yang cakep, rata-rata semua) dengan sigap menata dus-dus berjajar di meja dan satu persatu diisi nasi. Meski begitu, tetep aja butuh proses agak lama sehingga kami bertiga harus menunggu.

Sembari menunggu, ane lalu duduk di sebelah Nola, dan Anita duduk di depan kami berdua. Hmm, ane emang gak salah liat, si Anita ini cantik juga, kulitnya putih mulus terawat dan dandanannya pun gak begitu mencolok. Dia pake kemeja warna gelap yang agak ketat dan oh boy... kancing bagian atas sepertinya masih terbuka sehingga… eh nggak nggak, sepertinya posisi kancing atas emang terpasang agak kebawah jadinya… dukk !! Tiba-tiba aja Nola menyikut tangan ane agak keras.

“Apa sih ?! “ kata ane dengan nada sewot.

“Ngapain ngeliatin Mbak Anita terus ?! “ tanya Nola ketus.

“Jangan sembarangan, aku sejak tadi liat TV itu lho. “ jawab ane sembari menunjuk TV LCD yang terpasang di dinding di belakang Anita.

“Bo’ong, TV nya aja diatas kok, dan aku liat tadi mata kamu lurus ke depan !! “ kata Nola gak mau kalah. Sedangkan Anita yang sejak tadi main HP hanya bengong menatap kami berdua.

“Eh bebas dong ini mata-mataku sendiri mau ngapain, mau lurus kek mau bengkok kek… “

“Iya emang tetapi bukan berarti bebas lirak-lirik cewek keles !! “ jawab Nola.

“Siapa yang lirak lirik sih ?? Udah deh kamu jangan malu-maluin… “

“Kamu yang malu-maluin !! “ potong Nola makin marah.

Haduuuh... dan kali ini ane gak membantah soalnya ane gak enak sama Anita yang terus ngeliatin, dan feeling ane dia seperti menahan senyum melihat tingkah ane sama Nola. Sedangkan Nola pun kembali diem lalu kembali mainan HP. Bah, nyebelin bener sih, dan untungnya nasi kotak pesenan kami udah hampir kelar jadi ane ga perlu lama-lama berada dalam momen super kampretos kayak gini.

"Vin. " panggil Nola.

"Iya ada apa ? " jawab ane sembari menoleh.

"Ambilin teh botol dong. " pinta Nola sembari menunjuk display cooler merah bertuliskan Teh Pucuk Wangi.

"Ya kamu kan bisa ambil sendir... " belum sempat ane menyelesaikan kata-kata ane, Nola udah menatap ane dengan wajah cemberut, dan itu artinya mau gak mau ane harus menuruti kemauannya. Dengan lesu ane segera menuju cooler tersebut dan mengambil sebotol minuman teh dingin.

"Makasih say. " kata Nola dengan nada senang sembari menerima teh botol yang ane sodorkan.

"Iiih buka'in !! " seru Nola lalu mengembalikan teh botol itu ke ane.

"Kan tinggal diputer. " kata ane dengan nada bingung.

"Susah Vin, kenceng banget tutupnya. " jawab Nola dengan nada merengek.

"Cepetaaan !! " kata Nola nggak sabar setelah ngeliat ane bengong.

Ane lalu mengambil botol minuman dari tangan Nola. Gak salah nih ? Nola adalah salah satu cewek Grade-S monster type dan dia bisa ngalahin Shela dengan telak, masa buka tutup botol aja gak kuat, tanya ane dalam hati sembari memutar tutup botol dan nggak sampai sedetik tutup tersebut udah lepas. Apa cuma karena udah jarang latihan, Nola jadi lemah kayak gini ? Gak mungkin ah.

Dan akhirnya yang ane tunggu-tunggu datang juga, dua orang mbak-mbak pelayan membawa nasi kotak pesanan kami yang udah diiket tali rafia lima-lima dan menaruhnya di meja sebelah. Berhubung udah dibayar sama Anita tadi, ane dengan sigap mengambil dua iket dan bermaksud membawanya ke mobil.

Tapi ups… nggak sengaja tangan ane memegang tangan Anita yang ternyata mau mengambil iketan yang sama. Nggak lama sih nyentuhnya karena Anita dengan refleks menarik tangannya. Tiba-tiba aja ane ngerasa ada yang mencubit lengan ane dengan keras sampai ane mengaduh kesakitan. Dan yah elah… seperti udah ane duga, Nola menatap ane dengan wajah kesal.

“Tuh kan, kamu emang nyari-nyari kesempatan !! Pake pegang-pegang tangan lagi !! “ kata Nola dengan nada tinggi.

“Apa sih ?! Aku gak sengaja kok !! “ jawab ane mengelak.

“Alaa bo’ong !! Ini nih yang bikin aku maksa ikut tadi, pasti kamu bakalan macem-macem ke Mbak Anita !! “ kata Nola lebih gak mau kalah.

“Maaf mbak, tadi aku yang salah, harusnya aku nggak ngambil yang didepannya Mas Vino. “ kata Anita berusaha menengahi, dan Nola cuma diem sembari menatap ane. Mungkin karena Anita yang terkesan membela ane.

"Ya udah ah ... serah !! " kata Nola ketus lalu berjalan meninggalkan ane sama Anita menuju mobil, sedangkan ane sama Anita hanya saling berpandangan.

"Mas, Mbak Nola itu cemburuan ya. " kata Anita sembari mengambil dua iket nasi kotak.

"Ya begitulah. " jawab ane sembari menggeleng pelan. Sebenarnya ane pengen jelasin siapa yayang.. eh Nola sebenarnya tapi ane males karena dijamin Anita bakalan nanya-nanya terus.

Sembari menenteng nasi kotak, ane sama Anita berjalan menuju mobil dimana Nola udah duduk di dalam dengan wajah cemberut sembari bersedekap. Ya elah, beli makanan aja bisa ruwet kayak gini, keluh ane dalam hati sambil menata kotak-kotak nasi di jok belakang dibantu Anita.

Setelah selesai menata, ane sempet denger Anita bilang "sst..." pelan sembari melempar pandangan ke Nola. Ane pun paham maksudnya.

"La. " panggil ane ke Nola dari luar mobil.

"Nola. " panggil ane lagi setelah Nola cuma diem aja.

"Mbuh !! " jawab Nola ketus sembari melengos. Melihat sikap sang cewek sultan ini, ane sama Anita kembali saling berpandangan, dan Anita hanya tersenyum simpul sembari menggeleng kepala.

Nggak berapa lama mobil yang kami tumpangi berjalan meninggalkan rumah makan tersebut kembali menuju rumah duka. Udah bisa ditebak sepanjang perjalanan, Nola cuma diem membisu sembari sesekali membuka HP-nya. Sekilas ngeliat layarnya sepertinya dia chatting WA, entah sama siapa, tapi ane yakin pasti bukan sama suaminya yang kampretos itu.

Sekitar lima belas menit kemudian, kami udah sampai di rumah duka. Kami bertiga lalu bergegas keluar mobil lalu berjalan sembari menenteng kotak-kotak nasi. Ane membawa dua iket, sedangkan Nola sama Anita masing-masing seiket. Saat sampai rumah duka, kami langsung disambut Bu Mirna.

“Aduh mas, maaf ya sampai ngerepotin kayak gini. “ kata beliau.

“Nggak papa bu, oh iya ini ditaruh di mana ? “ tanya ane.

“Taruh di dalam aja mas. “ kata Bu Mirna, dan kami pun mengikuti beliau masuk ke ruang tamu, lalu menaruh bawaan kami di sebuah sofa. Kami lalu membantu membagi-bagikan nasi kotak itu ke ibu-ibu yang ada di situ, yang bisa dipastikan adalah sanak keluarganya Fadli.

“Mas mbak, silahkan kalo mau makan. “ kata Bu Mirna.

“Iya, makasih bu. “ jawab ane bersemangat sembari mengambil sekotak, karena perut ane emang udah rock’n rolla sejak tadi.

“Bu, Astrid gimana ? “ tanya Nola ke Bu Mirna.

“Masih di kamar mbak, sejak tadi nangis terus. “ jawab Bu Mirna dengan nada sendu, dan ane liat kamar dimana Astrid berada masih tertutup rapat. Tiba-tiba prang..!! Terdengar seperti suara benda pecah dari kamar tersebut, yang sontak membuat semua orang disitu kaget.

“Suara apa itu bu ? “ tanya ane.

Bu Mirna nggak menjawab dan langsung membuka pintu kamar itu, diikuti ane, Nola, Anita dan beberapa ibu-ibu kerabat. Saat pintu terbuka, terlihat Astrid sedang berdiri dan di lantai tergolek sebuah foto berbingkai dengan kondisi kacanya pecah berhamburan. Melihat kami, dia langsung menoleh dengan nafas memburu dan air mata masih berlinang di pipinya. Damn, what a damsel in distress…

“Kamu ini apa-apaan sih ?! Itu kan foto kakak kamu ?! “ hardik Bu Mirna.

“Aku nggak mau bu !! Ngeliat Mas Fadli bersama cewek pembawa sial itu !! “ jawab Astrid dengan nada tinggi sembari menuding foto tersebut, dan ternyata emang foto Fadli bersama Shela.

“Dan aku pastiin aku akan bikin perhitungan sama DIA !! “ timpal Astrid makin sengit.

“Trid !! Sebentar lagi itu pemakaman kakak kamu dan sekarang kamu malah bikin masalah… “

“Cewek itu yang bikin masalah !! Buka aku !! " bantah Astrid.

"Tapi mau sampai kapan kamu kayak gini terus ?! Yang ada kamu malah bikin kakak kamu itu nggak tenang di alam sana. Apa itu yang kamu pengen ? " kata Bu Mirna dengan nada tinggi, tapi Astrid gak menjawab malah tertunduk sembari terisak.

"Aku kangen banget sama Mas Fadli bu... "

"Aku kangen... " kata Astrid dengan nada terbata-bata.

"Kita semua juga kehilangan kakak kamu itu Trid, ibu bapak juga sedih. Tapi kita harus bisa nerima semua ini. " kata Bu Mirna, tapi Astrid malah menggeleng pelan dan makin sesenggukan. Tiba-tiba aja Astrid berjalan cepat ke arah pintu kamar dan nyaris menabrak ane sama Nola kalo kami berdua nggak cepet-cepet minggir dan kemudian dia lalu berlari keluar rumah.

"Astrid !! " panggil Bu Mirna, tapi sepertinya Astrid udah mengeluarkan Shunshin no Jutsu sehingga udah menghilang entah kemana.

"Astrid kemana ya bu ? " tanya Nola.

"Saya juga nggak tau mbak. " jawab Bu Mirna menggeleng pelan.

"Duh, padahal bentar lagi pemakaman Fadli, tapi anak itu malah bikin ulah kayak gini. " timpal beliau.

"Yah, maklum bu, selama ini pasti Astrid deket banget sama kakaknya, nggak heran kalo dia sedih banget. " kata Nola lalu mengambil puing -puing kaca di lantai.

"Jangan-jangan dia bunuh diri. " entah kenapa tanpa sadar ane nyeletuk kayak gitu dan mendengar kata-kata ane sontak Bu Mirna sama Nola menoleh.

"Bunuh diri ? " tanya Bu Mirna dan wajah beliau langsung pucat pasi, dan ane pun buru-buru menutup mulut.

"Kamu ngomong apa sih ?! Jangan sembarangan dong !! " bentak Nola. Dan ane pun sadar kalo kali ini ane kembali membuat kesalahan besar.

"Bu... bukan gitu... tadi aku cuma... "

"ASTRID !!! " tiba-tiba aja Bu Mirna berteriak histeris dan berlari keluar kamar.

"Bu Mirna !! " panggil Nola, tapi beliau udah berlari keluar menyusul Astrid, dan plekkk.. !! Sebuah cablekan keras mendarat di lengan ane.

"Gara-gara kamu tuh !! Liat akibatnya !! " bentak Nola lagi dan ane pun diem membisu sambil mengelus lengan ane yang pedes.

"Sorry... " kata ane dengan nada menyesal.

"Hhhh !! " gerutu Nola lalu ikut berlari keluar kamar.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
diy46 dan 14 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh gridseeker
kena omel mulu sama si nola vin, emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
DanyMartadinata memberi reputasi
Udah bawaan super saiyan malah dipancing2 bunuh diri emoticon-Ultah
profile-picture
DanyMartadinata memberi reputasi
Hahaha kasian amat lu Vin, kena semprot mulu emoticon-Wakaka
Astrid mau ke rumah sakit tuh, mau jenguk mbak Shella. wkwkwkwk
Cie ga sengaja pegang tangan anita padahal pengen lebih lama tuh megang nya emoticon-Leh Uga
banyak apesnya lu vin,,tumben..wakakakakakak...
profile-picture
dika_aja_cooL memberi reputasi
ngakak banget gue sama part ini sumpah, gak berenti" ketawa gueemoticon-Wakaka , kok geblek banget sih lo vinemoticon-Wakaka
Wulan kok ga ngubungi lagi vin,.....
cen mas vino ki jian tenan kok.
Diri lu emang selalu salah vin
Lu kagak ada kepikirannya sama wulan pin ?
Om vin...ayoo update om vin...emoticon-Big Grin
profile-picture
dika_aja_cooL memberi reputasi
mnjelang weekend sepi om vino,klo gk update
Wah astrid sampe segitunya yah, jangan" dia ke RS buat jenguk mbak Shela emoticon-Takut
Mau nggak mau, ane pun juga menyusul Nola sama Bu Mirna keluar rumah dan sampai depan teras ane liat Bu Mirna masih berteriak-teriak histeris memanggil-manggil Astrid. Suasana pun jadi heboh karena Bu Mirna terus-terusan memanggil-manggil putrinya itu sembari menangis. Tapi untungnya ada ibu-ibu, Nola dan Anita yang berusaha menenangkan beliau, tapi tetep aja ane nggak henti-hentinya menyesali kenapa ini mulut lagi-lagi ngaco dan bikin masalah.

"Vin !! " panggil Nola lalu menghampiri ane.

"Sekarang kamu cari Astrid !! " pinta Nola dengan nada tinggi.

"Ta... tapi cari kemana aku nggak tau dia perginya... "

"Terserah !! Pokoknya aku minta sekarang kamu cari Astrid, gimana caranya harus ketemu !! Ini semua gara-gara kamu tau nggak ?! Ngomong nggak pake mikir !! " jawab Nola makin marah.

"CEPETAAAN !!! " bentak Nola ngeliat ane keliatan ragu-ragu.

"Iya iya... " jawab ane tergagap lalu bergegas keluar halaman.

Entah kemana cewek semprul itu, tapi untungnya ada beberapa bapak-bapak disitu yang berbaik hati ngasih tau kemana arah Astrid pergi dan membantu mencarinya. Duuh... mulut mulut muluuut kenapa sih kok susah banget dikontrol, gerutu ane dalam hati sembari berjalan cepat meninggalkan rumahnya Fadli.

Gang demi gang ane susuri tapi tetep aja belum ada titik terang keberadaan Astrid. Maklum sih, namanya juga kompleks perumahan dan pastinya sepi, jadinya nggak banyak orang yang bisa ane tanyai. Kalopun ada paling cuma abang bakul bakso atau abang cilok yang kebetulan lewat, dan mereka semua bilang nggak liat.

Mungkin udah sekitar lima belas menit ane mencari tapi tetep aja Astrid nggak ketemu. Jam udah menunjukkan pukul setengah dua lebih dan sebentar lagi acara pemakaman, jangan-jangan dia udah balik ke rumah. Kalo dipikir-pikir, masa iya Astrid nggak menghadiri pemakaman kakaknya sendiri, batin ane dalam hati sembari meredial nomornya yayang... eh Nola.

emoticon-phone ***tuuut..... tuuut...***

emoticon-phone "Napa ? Dah ketemu belum ? " jawab Nola dengan nada ketus.

emoticon-phone "Belum, makanya aku nelpon kamu sapa tau Astrid udah balik. "

emoticon-phone "Belum, dia belum pulang !! Sana cari lagi !! " kata Nola dengan nada tinggi.

emoticon-phone "Ya kamu bantu nyari lah, masa cuma diem disitu doang. " jawab ane.

emoticon-phone "Diem kamu bilang ?! Aku sama Mbak Anita sejak tadi nenangin Bu Mirna yang terus-terusan histeris dan itu semua gara-gara siapa coba ?! Kok bisa-bisanya kamu nuduh aku cuma diem ?! " kata Nola dengan nada langsung loncat ke A oktaf.

emoticon-phone "Iya iya iya sorry, aku ngerti, ya udah. " jawab ane dengan ati dongkol, lalu mematikan panggilan.

Duh, malah kena omelan Nola lagi, gerutu ane dalam hati sembari terus berjalan meski kedua kaki udah mulai pegel. Dan saat ane asyik celingukan... vangke ?? Ini ada posisi ane dimana ?? Ane terlalu fokus nyari Astrid dan sekarang ane malah nggak inget jalan balik. Ternyata kompleks perumahan ini jauh lebih besar dari perkiraan ane. Buru-buru ane balik ke jalan ane lalui tadi dan apesnya ane malah sampai ke sebuah taman yang cukup luas, yang seinget ane nggak ane lewati.

Ah kamvret !! Gimana sih ?? Niatnya nyari orang malah ane sendiri yang nyasar, gerutu ane dalam hati. Oh iya, tiba-tiba ane inget, kan ane punya alamatnya Fadli dikasih Tio tadi dan pastinya ada nomor rumahnya, buru-buru ane merogoh saku celana dan yah elah.. ane baru inget juga kalo kertas tersebut dibawa Nola.

"Kamu ngapain mas ? " tiba-tiba terdengar suara cewek.

Ane pun refleks menoleh dan sontak ane kaget setengah mati karena yang memanggil ternyata adalah cewek yang ane cari. Iya, Astrid sedang berdiri di nggak jauh dari ane. Meski kaget, tapi ane ngerasa lega banget karena target buruan udah ditemukan.

"Ya nyari kamu lah. “ jawab ane, tapi Astrid cuma diem sembari menatap ane. Wajahnya masih keliatan muram dan kedua matanya masih agak sembab. Kasihan bener nih cewek, ane bisa ngerti gimana sedihnya kalo kehilangan orang yang paling disayang.

“Yuk balik yuk. " ajak ane.

"Aku nggak mau. " jawab Astrid menggeleng pelan, lalu berjalan mendekati sebuah pohon dan berdiri bersandar.

"Lho kenapa ? Bentar lagi acara pemakaman kakak kamu lho, masa kamu gak datang ? " tanya ane. Mendengar kata-kata ane, Astrid nggak menjawab lalu dia terisak dan air mata mulai berlinang di pipinya.

"Sorry sorry... yah gak papa gak papa kalo kamu gak mau dateng. Kamu bisa ziarah kapan aja kok. " kata ane dengan nada panik, soalnya Astrid nangisnya mulai rada kenceng.

"Tapi kamu sekarang balik ya, ibu kamu kuatir banget sama kamu. " kata ane dengan nada membujuk.

"Buat apa mas ? " tanya Astrid sembari terisak.

"Toh udah nggak ada Mas Fadli, buat apa... " timpal Astrid dengan suara parau.

"Iya aku ngerti, tapi apa kamu nggak kasian sama ibu kamu ? Beliau tadi nangis-nangis manggil kamu. "

"Masa ? " jawab Astrid terisak.

"Perasaan tiap aku lari beliau nggak pernah nyari'in. " timpal Astrid lagi. Oh iya sih, tadi Bu Mirna histeris kan gara-gara kata-kata ane. Tapi apapun alasannya ane harus bisa ngajak Astrid balik.

"Iya beneran, kalo nggak ngapain aku bela-belain nyari kamu. Sekarang kamu balik yuk, bentar lagi pemakaman kakak kamu lho... " bujuk ane lagi.

"Udah kubilang aku nggak mau mas, kalo aku gak mau jangan dipaksa dong !! " jawab Astrid dengan nada tinggi.

"Kalo kamu mau balik, balik sendiri aja sana !! " timpal Astrid sembari menyeka air mata yang terus meleleh.

Oalah dasar gemblung, diajak baik-baik malah ngegas, ane sejak tadi iba sama kesedihan Astrid mulai kembali ngerasa jengkel. Lagian kalo bukan Nola yang nyuruh, pasti udah langsung ane tinggal minggat nih cewek semprul. Tapi sabar Vin, bagaimanapun ane udah janji sama Nola dan cowok sejati pasti akan menepati janjinya tersebut. Lagian bukan Vino namanya kalo gak bisa menaklukkan cewek tengil macem Astrid ini.

“Ya udah kalo kamu gak mau balik, aku juga gak akan balik. “ kata ane ketus lalu ikut bersandar di pohon.

"Kamu ngapain sih ?! Pergi sana !! " bentak Astrid.

"Nggak !! Selama kamu nggak mau balik, aku juga gak bakal pergi !! " jawab ane gak mau kalah.

"Kamu ini bener-bener nyebelin ya mas ?! " kata Astrid ketus lalu ngeloyor pergi, lalu duduk di sebuah bangku nggak jauh dari situ. Dengan perasaan kesal ane buru-buru berjalan cepat menyusulnya.

“Kamu ngapain sih mas ngikutin aku terus ?! Ganggu aku tau nggak ?! “ kata Astrid dengan nada tinggi.

"Eh, denger yah !! Kalo nggak ada yang nyuruh aku juga nggak bakal sudi nyariin kamu !! Emang aku suka ada disini ?! Oh nggaaaaak !! " kata ane nggak kalah sengit, karena ane udah mulai kesel sama ini cewek.

"Emang siapa yang nyuruh kamu ? Nggak mungkin kalo ibu. "

“Emang nggak. “ jawab ane cepat.

“Bener kan bukan ibu, pasti Mbak Nola yang nyuruh kamu. “ kata Astrid penuh selidik.

“Dasar cowok lemah, mau-maunya disetir sama pacarnya mulu. “ timpal Astrid, yang langsung bikin darah ane naik sampai ubun-ubun. Kamvret !! Cewek tengil satu ini bener-bener bengal.

“Mau Nola mau ibu kamu itu nggak penting, intinya masih ada orang yang masih peduli sama kamu. “ kata ane dengan nada ketus sembari menahan kesabaran.

Tapi lagi-lagi Astrid gak menjawab sambil terisak pelan, dan hanya diem membisu sembari menatap ke arah taman yang dipenuhi pohon dan rerumputan. Duh, mana perut ane udah konser akbar lagi, soalnya tadi belum sempet ane makan nasi kotaknya, ini cewek udah bikin ulah duluan.

Ups... sepertinya Dewi Fortuna ada di pihak ane karena tiba-tiba terdengar suara musik dari kejauhan, yang ternyata berasal dari gerobak penjual es krim Tembok yang berjalan pelan. Suara musiknya emang yang ikonik banget dan sering ane plesetkan "ra payu ra payu kok isih mlaku."

“Gini aja deh, aku bakalan pergi tapi ada satu syarat. “ kata ane.

“Apaan tuh ? “ tanya Astrid.

“Kamu temeni aku makan es krim, habis itu aku janji aku bakalan ganggu kamu lagi. Gimana ? “ tanya ane.

"Emangnya aku anak kecil mau kamu sogok es krim ?! " protes Astrid.

"Emang es krim itu buat anak kecil ?! Mana tulisannya yang bilang buat anak kecil ?! " jawab ane nggak mau kalah.

“Kamu tau kenapa aku ngajak kamu makan es krim ? Soalnya aku laper banget dan gara-gara ulah kamu !! Aku yang tadinya udah mau makan nasi kotak, nggak jadi karena harus kesini nyari kamu. Jadi kamu harus tanggung jawab. “ timpal ane ketus setelah Astrid nggak menjawab.

“Ya udah terserah kamu lah. “ kata Astrid dengan wajah cemberut. Dan karena the girl says yes. Maka buru-buru ane bertepuk tangan sembari berteriak “es krim”, dan sang penjualpun yang udah agak jauh langsung berjalan memutar.

“Kamu mau rasa apa ? “ tanya ane.

“Apa aja. “ jawab Astrid pelan.

“Coklat yah ? “ tanya ane dan Astrid cuma mengangguk. Ane segera berjalan menghampiri gerobak penjual eskrim dan nggak lama kemudian ane udah kembali membawa dua cup es krim cokelat yang bergambar singa.

“Silahkan tuan putri. “ kata ane sambil memberikan cup es krim ke Astrid, yang hanya menerimanya tanpa ekspresi sama sekali.

"Boleh aku duduk ? " tanya ane dan Astrid hanya mengangguk pelan lalu menggeser duduknya.

Meski dari samping, Astrid masih terlihat cantik cuyy, bahkan bibirnya itu lho mana tahan. Kalo boleh dibandingin, mungkin dia adalah cewek pemilik bibir paling indah yang ane kenal. Apalagi pas dia menyuap sesendok es krim ke mulut lalu mengunyahnya, sumpah pemandangan yang seksi banget.

"Ngapain ngeliatin aku mas ? " tanya Astrid.

"Nggak nggak papa. " jawab ane sembari buru-buru menyendok es krim.

"Yang bener ? " tanya Astrid penuh selidik.

"Iya iya aku tadi emang ngeliatin kamu, soalnya selain kamu, disini cuma ada pohon sama rumput. Masa aku milih ngeliatin rumput dibanding cewek secantik kamu. " jawab ane berseloroh.

"Ternyata kamu pinter ngerayu ya mas. " kata Astrid dengan nada sinis.

"Eh siapa yang ngerayu, aku ngomong kenyataan. Emang kamu cantik kok. " jawab ane sembari nyengir.

"Gombal. " kata Astrid, tapi ane liat dia seperti menahan senyum.

"Hayo mau ketawa ya. " ledek ane.

"Nggak nggak kok. " jawab Astrid sembari menutup mulutnya.

"Halah iya aja hayooo... " ledek ane lagi sambil menuding wajahnya Astrid.

"Apaan sih kamu mas. "

Dan karena ane ledekin terus Astrid akhirnya tersenyum simpul dan oh God, dia kalo tersenyum bener-bener keliatan cantik banget. Wajahnya pun terlihat lebih cerah, beda banget sama sosok Astrid "mode horror on" yang selama ini ane temui. Tapi yang bikin ane lega, dia udah nggak keliatan sedih lagi ~setidaknya untuk saat ini~ dan tentu saja mempermudah misi ane untuk mengajaknya balik.

"Enak gak eskrimnya ? " tanya ane sembari menunjuk es krim punya Astrid yang tinggal setengah cup.

"Enak mas, makasih ya. " jawab Astrid tersenyum. Belum sempet ane menjawab, tiba-tiba terdengar suara deru sepeda motor dan saat ane menoleh ternyata...

"Mas, itu kan Mbak Nola. " kata Astrid.

Emang bener, ane ngeliat Nola mengendarai sepeda motor matic berjalan mendekati kami berdua. Lhaah ? Dia dapet motor dari mana ? Tapi sepertinya ane harus siap-siap kembali diomelin yayang.. eh Nola soalnya setelah memarkir motor, dia langsung berjalan mendekat dengan wajah masam.

"Lho La ? Kamu kok dapet motor... "

"Aku itu nyuruh kamu nyari Astrid itu buat ngajak pulang !! Bukan mojok berdua-duaan !! TAU NGGAK ?!! " bentak Nola langsung ngegas pol.

"Eh denger dulu, tadi aku... "

"Malah makan eskrim lagi ?! Kamu tau nggak sih sejak tadi Bu Mirna nangis terus mikirin putrinya, aku tunggu nggak ada kabar, eeeh gak taunya Astrid malah kamu ajak pacaran !! " potong Nola dengan nada tinggi-tinggi sekali.

"Sapa yang pacaran, aku sejak tadi bujuk Astrid soalnya dia nangis dan... "

"Mana nangis ?! Dia nggak nangis gini kok. " potong Nola lagi, sedangkan Astrid cuma bengong menatap ane sama Nola.

"Tapi tadi dia nangis... "

"Trid, ayo kamu pulang sama aku. " ajak Nola ketus sembari menarik tangan Astrid.

"Iya mbak. " jawab Astrid lalu bangkit berdiri.

"Eh ntar ntar, terus akunya gimana ? " tanya ane ke Nola.

"Bodo amat. " jawab Nola ketus lalu naik ke sepeda motor.

"Kok gitu sih, kan kita bisa boncengan bertiga... "

"NGGAK !! " bentak Nola, sembari menstater motor.

"Cepetan Trid. " kata Nola lagi ke Astrid, yang langsung naik ke jok belakang.

"Mas sorry ya aku balik dulu. " kata Astrid sembari tersenyum masam ke ane.

"Tapi aku nggak inget jalan balik La. " seru ane, tapi percuma, Nola nggak menjawab dan nggak lama kemudian, sepeda motor yang ditumpangi kedua cewek itu pun berjalan cepat meninggalkan ane.




Quote:
profile-picture
profile-picture
profile-picture
diy46 dan 22 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh gridseeker
wahahaha kasian amat Vin, udah jatuh ketimpa tangga kena selakangan pula emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ariid dan 3 lainnya memberi reputasi
Halaman 47 dari 53


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di