alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Trotoar Lebar jadi Lapak PKL, Kadis Bina Marga: Tak Ganggu Hak Pejalan Kaki
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d6d303b8d9b176d3f222f7f/trotoar-lebar-jadi-lapak-pkl-kadis-bina-marga-tak-ganggu-hak-pejalan-kaki

Trotoar Lebar jadi Lapak PKL, Kadis Bina Marga: Tak Ganggu Hak Pejalan Kaki

Tampilkan isi Thread
Halaman 2 dari 3
kadis jidatnya lebar,sebagian buat pkl,tdk ganggu fungsi otakemoticon-Angkat Beer
Balasan post khayalan
mungkin mau ikutin gaya eropa gan

Trotoar Lebar jadi Lapak PKL, Kadis Bina Marga: Tak Ganggu Hak Pejalan Kaki
Diubah oleh tukangkredit
Tapi kan bukan pada tempatnya. emoticon-Cape d...
aturannya trotoar kagag boleh buat jualan vangsat!!
mo ganggu yg jalan apa kagag ya gag boleh buat jualan
Akhirnya setelah lobster bisa pules dengan nyaman
sekarang mail bisa molor dengan tersenyum gembira emoticon-Betty
emoticon-Ngakak
pejalan g usah lewat trotoar,lewat atas monas ajaemoticon-Ngakak

varokah ya gabener....emoticon-Ngakak
gini amat sihemoticon-Cape d... (S)


Quote:


Klo pinter malah jadi setapp...
emoticon-Ngakak

Goblok bukan yang utama dalam kasus ini, yang utama adalah menyenangkan hati one about.

Si one senang, jabatan aman.
profile-picture
galuhsuda memberi reputasi
emangnya trotoar di jakarta bisa dilebarin sampai seberapa
emoticon-Traveller
Di kota2 besar di LN juga banyak kok yg jualan di trotoar

Gak ada yg aneh

Selama pejalan kaki msh ada ruang gerak

Lihat 1 balasan
kamus bahasa indonesia mengenai deskripsi trotoar harus di revisi

Trotoar Lebar jadi Lapak PKL, Kadis Bina Marga: Tak Ganggu Hak Pejalan Kaki
Diubah oleh suromenggolo
Suruh Nenek elo jualan di trotoar gih, gw bayar sini
Emang dikira di tiap trotoar jkt ada garis kuning itu buat apa.......ya buat wilayah pkl emoticon-Wkwkwk
Kalo gak ada PKL, sabetan kurang gan.
Jakarta kembali ke jaman batu emoticon-Leh Uga
Takut gk disolatin diaemoticon-Wakaka
hah ngok ngak
Kadisnya gak jalan kaki makanya gak ganggu.
Emmm nganu ......
Mau nganu hmmmm ....
Cukacuka gw bangcat !1!1
Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana akan memberikan lapak untuk Pedagang Kaki Lima (PKL) agar bisa menjajakan dagangannya di trotoar jalan dan di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO).

Menurut Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), nantinya wacana itu akan diterapkan, tapi tidak untuk semua tempat bisa dijadikan lokasi berjualan. PKL bisa menjajakan dagangannya di tempat tersebut apabila memiliki tempat yang memadai.

"Enggak (ganggu pejalan kaki) selama‎ masih ada (ruang). Jalur sepeda ya bebasin lagi. Makanya kami harus lihat yang mana, Begitu kami lihat mengganggu kepentingan orang banyak ya harus geser," katanya di kawasan Pluit, Jakarta, Sabtu (18/4/2015).

Ahok menegaskan, nantinya semua trotoar tidak akan digunakan untuk para PKL menjajakan dagangannya. Pasalnya Ahok menilai, banyak warga yang tidak terima trotoar maupun tempat terbuka hijau dijadikan lapak berjualan.

"Enggak semua juga. Tergantung. Kamu mau nggak kasih Taman Suropati (untuk PKL)? Tetap penuh tuh," kata Ahok.

Suami Veronica Tan itu bahkan nantinya akan melakukan tes terlebih dahulu apabila ada PKL yang ingin menjajakan makananya di tempat yang akan disediakan pemerintah nantinya. Hal itu bertujuan agar dapat dipastikan makanan yang dijajakan sudah memenuhi semua ketentuan.

"Nanti seleksi makanya harus kita tes itu. Makanannya gimana, ada kandungan zat kimianya atau tidak," tegas Ahok.

Untuk yang di JPO, Ahok menegaskan, pedagang baru akan boleh menggelar lapaknya apabila tempatnya cukup besar, agar tidak mengganggu pengguna jalan.

"JPO juga kalau dia lebar juga boleh. Kalo tanggung, bila perlu kita bangunin aja jembatan toko. Maunya begitu kedepannya (seperti yang dikawasan Blok M)," tutup mantan Bupati Belitung Timur itu.

====

Lupa nastak kalau si ahok dulu juga punya ide yang sama
Trotoar Lebar jadi Lapak PKL, Kadis Bina Marga: Tak Ganggu Hak Pejalan Kaki
Halaman 2 dari 3


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di