alexa-tracking
Kategori
Kategori
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/568db7561a9975c6738b4568/sebenarnya-cinta

Sebenarnya cinta

Tampilkan isi Thread
Halaman 164 dari 168
Ceritanya keren, kirain gak dilanjut karena sempat delay lama.
Mungkin Arkan bakal ama Ditha nih. Can't wait to see the end of the story.

Kayaknya lagu ini bakal cocok digabung disandingkan dengan Mantra
profile-picture
phntm.7 memberi reputasi

Part 194 Sepasang setan jalang


Menjelang siang, ditha terbangun lebih dulu dan langsung memasang pakaian dalamnya yang terpencar di sudut kamar, lalu menutup tubuhnya dengan kemeja putih arkan yang tergantung di kursi meja komputer. Ditha membuat segelas kopi lalu duduk bersila di kursi meja komputer sambil menyalakan sebatang rokok milik arkan. Tak lama kemudian arkan ikut terbangun setelah sadar ditha tidak berada disampingnya, namun langsung tersenyum ketika mendapatkan ditha terlihat menggairahkan duduk di diatas kursi sambil menghembuskan asap rokok ke arahnya, arkan memakai celana jeans nya, bangkit dan tak lupa mengecup si manis beraroma asap rokok dan kopi ini. arkan kemudian merebut rokok dari tangan ditha dan duduk diatas meja belajar.

Sambil bercanda ringan, arkan tidak bisa menahan apa yang ada dihadapannya, ditha seakan mengerti dan menyeringai menggoda sambil menggigit bibirnya, hawa didalam kamar kembali berubah panas, ditha berdiri membelakangi arkan, membiarkan arkan berbuat semaunya dengan jambakan dan kecupan kecil. Lalu pintu kamar di gedor. Mereka berdua langsung mematung, arkan kemudian mengintip dari jendela, si asisten dan mayang sudah berdiri didepan pintu kamar, sementara di bawah terlihat ibunya sedang asik berbincang-bincang dengan mas eko.


Ditha langsung terlihat khawatir, sementara arkan langsung menariknya menjauh dari meja belajar, membuka lemari pakaian. Dia mendorong tubuh ditha masuk ke dalam lemari yang cukup besar, cukup untuk dua orang berdiri didalamnya. Terlalu beresiko menempatkan ditha di kamar mandi.


“Tunggu disini ya… semua bakal baik-baik aja…” Ujar arkan menenangkan sambil mengusap rambut ditha.

Ditha tersenyum, mengecup lembut bibir arkan.


Arkan kemudian dengan sigap membereskan celana, baju dan sepatu ditha dibawah selimut. Lalu membuka pintu kamar, mayang langsung melihat saudara laki-lakinya tersebut dari atas sampai bawah, memperhatikan dengan seksama, lalu mencoba mengintip ke dalam kamar, arkan membiarkan adiknya mengintip namun tak membiarkannya masuk, mayang mendegus pelan. Citra pun hanya diam.


“Kenapa kalian tiba-tiba kesini…?”

“Ibuk mau ajak kamu sama dek mayang jalan-jalan…” Jawab citra.

“Kalian aja lah… aku belum mandi, nanti ngomong aja ada dimana, aku siap nyusul kesana…”

“Ya udah… ayo kak cit, udah mau siang ini…” Mayang menarik tangan citra untuk kembali turun.

“Oke deh… mandi dulu sana… “ Perintah citra.

“Siap…”


Arkan berdiri di balkon kamar, menyapa bundanya, lalu mereka bertiga pergi meninggalkan kos dan arkan kembali masuk ke dalam kamar, menutup rapat semuanya. Arkan membuka pintu lemari, ditha yang duduk meringkuk menyambutnya sambil tersenyum.


“Kamu baik-baik aja…” Tanya arkan ikut duduk.

“Iya…” Jawab ditha.


Mereka kemudian berpelukan, berusaha mencari tahu apa yang mereka cari, berusaha mengungkapkan entah apa yang mereka ingin ungkapkan, berusaha melampiaskan entah apa yang ingin mereka lampiaskan, lagi.




Di dalam mobil, mayang duduk disamping citra yang sibuk nyetir, di belakang ada dokter sarah yang asik melihat keluar jendela menikmati suasana kota jogja yang sudah cukup banyak berubah sejak pertama kali menginjakkan kaki di kota tersebut ketika masih berpacaran dengan almarhum suaminya.


Mayang kemudian mengirimkan chatting singkat ke handphone citra.


Mayang : “Abang tadi sedang menyembunyikan sesuatu…”

Citra tersenyum pelan lalu membalas pesan mayang. “Iya kakak ngerti dek…”

Mayang : “Ada kak ditha di dalam lemari…”

Citra : “Masa? Kok kamu tau?”

Mayang : “Aroma parfumnya tercium jelas di badan abang, kacamatanya juga ada diatas meja belajar… “


Mayang dan citra kemudian saling pandang dan kembali diam. Ini bukan urusan mereka.


***



Akhirnya semua terjadi juga, yang ku takutkan, yang ku elak kan…

Keresahan ini tak seharusnya terjadi, seakan jurang tercipta untuk kita…

Selalu ku coba menghangatkan mu, dengan sebatang lilin,

Ditengah badai ini…

Aku pun tak ingin kau meredup dan membeku

Dan lilin ini, segalanya yang tersisa…

Rindukan lah diriku, selagi punya waktu

Hargai lah diriku, ku tahu engkau mampu…



Ditha duduk diatas kasurnya memeluk kedua lutut, merenungi apa yang sudah terjadi antara dirinya dan arkan. Ditha sadar apa yang mereka berdua lakukan hanya akan menjadi sesuatu yang akan membunuh mereka secara perlahan, ditha tersenyum lirih mengingat betapa hangatnya perhatian yang diberikan arkan malam itu, sangat berbeda jauh dengan karakter aslinya, betapa berhati-hatinya arkan memperlakukan dirinya, betapa banyak ungkapan cinta yang dia tunjukkan dengan setiap gerakannya, meskipun dari awal dia sadar semua akan berakhir karena nafsu membara. Ditha yang selama ini haus akan perhatian hangat, malam itu benar-benar hanyut di bawa arus. Ada rasa ingin menangis namun apa yang harus dia tangisi karena ini semua terjadi tampa paksaan, begitu saja. Ada rasa sesal namun apa yang harus dia sesalkan, semua terasa indah meskipun hanya sesaat. Bahkan di dalam kamarnya ditha masih bisa merasakan aroma kehadiran arkan, aroma tubuhnya yang berkeringat malam itu.

Ada rasa bersalah terhadap seseorang yang berniat datang dalam kehidupannya, seseorang yang secara lisan sudah menyampaikan niat baiknya ke ditha secara langsung, namun justru yang keluar tetap bayangan wajah arkan. Dhita menelan mentah-mentah mantra yang di berikan arkan, bahkan dengan sedikit menantang ditha menerima mantra tersebut tampa peduli apa yang akan terjadi setelah mantra itu hilang.

Namun di sisi lain, mengingat bagaimana perasaan mereka berdua selama ini ditha berpikira hal itu wajar saja terjadi, tapi justru hal ini membuatnya untuk ingin selalu berada disamping arkan. Ketika hendak mengkhayal lebih dalam, sebuah panggilan video call dari seseorang yang selama ini dianggap serius oleh ditha untuk mendekatinya masuk, ditha mau tak mau menjawab panggilan tersebut. Si cowok mengabarkan kalau dia akan datang ke jogja untuk menemani ditha datang ke pernikahan donna beberapa minggu lagi dan ditha tersenyum manis mengiyakan hal tersebut. Selanjutnya topik pembicaraan beralih ke obrolan standar dua orang yang sedang dekat untuk menjalin hubungan yang serius kedepannya.


Sudah lewat tengah malam ditha ketika selesai berbicara banyak dengan calon laki-lakinya tersebut, namun kerinduan seorang teman justru lebih dalam ia rasakan. Hanya berselang dua puluh menit ditha sudah berada di depan pintu kamar kos arkan. Arkan membuka pintu, dia masih mengenakan kemeja dan jeans panjang, sepertinya baru saja pulang dan sedang sibuk berada didepan layar komputer, arkan mempersilahkan ditha untuk masuk. Benar saja arkan sedang sibuk dengan komputer dan laptopnya, asap rokok mengepul hebat, hawa alkohol tercium jelas dari mulutnya, terlihat sebotol johnnie walker platinum terletak diatas meja.


“Tumben malam-malam kesini?” Tanya arkan heran.

“Aku tidur disini ya…” Pinta ditha sambil merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur.

“Silahkan dit… “

“Jangan berpikir aneh-aneh… “

Arkan tersenyum simpul. “Gak ada yang aneh diantara kita berdua dit… bagi orang lain mungkin iya, tapi kalau aku dan kamu… normal aja…” Jawab arkan kembali ke tempat duduknya.


Awalnya arkan berpikir kalau kedatangan ditha adalah sebuah bentuk permintaan pertanggung jawaban, bisa saja dia berpikir yang telah terjadi sebelumnya harus dilengkapi akhiran yang bermanfaat bagi keduanya, bisa saja keteledoran malam itu menjadi sebuah penyesalan, bisa saja hembusan nafas malam itu adalah bentuk awalan dari sebuah akhiran yang menyakitkan. Atau bahkan mungkin kemungkinan terburuk secara tidak langsung arkan sudah melukai jiwanya, atau sebuah kemungkinan brutal, ditha hamil dan minta pertanggung jawaban.

Namun tak ada satupun dari itu semua disampaikan ditha, dia justru mulai terbuka untuk bercerita tentang siapa sosok misterius yang punya niat serius untuk melamarnya. Arkan mendengarkan cerita ditha sambil terus melanjutkan pekerjaannya di depan komputer, sosok tersebut merupakan teman kuliah ditha di belanda dulu dan saat ini sedang bekerja di salah satu perusahaan swasta di Jakarta. Selama di belanda mereka menjadi teman dekat namun tidak pernah terpikirkan untuk melanjutkan ke sebuah hubungan romantis. Setelah pulang dari belanda mereka tinggal di kota yang berbeda, ditha di jogja dan dia di Jakarta, awalnya mereka sempat rutin bertemu dua minggu sekali, dia yang datang ke jogja atau ditha yang berangkat ke Jakarta, namun itu semua dirahasiakan ditha dari teman-teman dekatnya, hingga setelah merasa nyaman denagn sosok ditha, temannya tersebut terucapkan berniat untuk melanjutkan hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius. Lalu ditha juga bercerita mengenai skandal ciumannya (hampir) dengan mas fariz, saat itu ditha menjelaskan kalau dia terbawa suasana dengan perhatian-perhatian hangat yang diberikan fariz, mengingat setelah deddy yang menjadi pacarnya sejak SMA ditha tak pernah lagi pacaran, arkan bisa mengerti.


Cerita ditha diladeni arkan dengan lumayan serius tak seperti biasanya, namun sayangnya perhatian arkan jauh lebih tertuju dengan apa saja yang ditha lakukan setiap kali bertemu dengan teman kuliahnya tersebut.


“Maksud kamu?” Tanya ditha bingung.

“Udah sampai sejauh mana?” Arkan memperjelas pertanyaannya dengan gesture jorok.

Ditha mendengus kesal. “Gak sejauh sama kamu kemaren…” Jawab ditha singkat.

“Kalau sama deddy dulu?”

“Itu kecelakaan atas dasar penasaran, masih labil juga… setelah itu aku gak pernah apa-apa lagi sama dia…” Jawab ditha sedikit ada raut bersalah di wajahnya, kemudian mengambil nafas panjang. “Aku sadar aku udah gak suci lagi ar, aku cerita kayak gini cuma sama kamu, novan dan bayu sebenarnya juga tau tapi gak sedetail apa yang aku ceritain ke kamu… karena aku pikir kalau aku cerita kayak gini, kamu bakal bisa dengar dengan baik dan gak menghakimi dengan sudut pandang gak jelas… aku ini bukan cewek sempurna ar, aku punya banyak kekurangan dan punya sisi lemah… dan kelemahanku gampang terbawa suasana, meskipun dalam diam aku sangat berontak berusaha lepas, tapi akhirnya apa yang pertahankan runtuh sama kamu dan deddy… aku gak menyalahkan kalian berdua, aku murni menyalahkan diriku sendiri untuk ini…”


Arkan bisa menangkap kalau ditha merasa tertekan dan takut akan penilaian arkan tentang dirinya, arkan sempat ingin menanyakan bagaiamana mereka berdua beberapa hari yang lalu bisa terjun bebas sejauh itu, namun karena tak ingin membuat ditha semakin gusar arkan mencoba untuk tetap menyemangatinya, pandangannya tidak akan pernah berubah dengan apa saja yang pernah terjadi, ditha tetap akan menjadi sosok yang berarti untuk dirinya. Arkan menegak platinum labelnya, lalu bangkit dari tempat duduk dan mendekati ditha yang terlihat gusar dan gelisah. Ada raut wajah bersalah.


Arkan mengusap rambut ditha. “Kamu yang tenang dit, semua orang pasti punya kesalahan, menyesal wajar tapi harus ingat penyesalan berjalan mundur dan waktu berjalan maju… boleh menyesal tapi jangan tenggelam…”

“Iya ar… “ Jawab ditha pelan, semakin erat memeluk gulingnya.

“Kamu tidur ya… istirahatlah, jangan pikirkan yang sudah-sudah…”

“Maafin aku ar, aku sadar kalau bukan aku yang memulai kamu pasti gak bakal tega berbuat kayak gitu… selama ini aku selalu kritis dengan kamu yang melihat hal seperti ini bagaikan angin lalu… tapi malam itu aku yang justru menggodamu untuk terus tenggelam, aku tau kamu berusaha menahan itu semua… tapi akunya aja yang terlalu jauh dan berpikir singkat… “ Ujar ditha dengan nada bersalah menutup wajahnya bersembunyi di balik selimut.

Arkan tersenyum membayangkan. “Dit, jangan salahkan diri sendiri… memang awalnya aku berusaha menahan, tapi aku juga punya nafsu, dan kita terbuai indah dengan hal kotor yang kita lakukan… Aku juga salah…”



Perkiraan arkan benar, saat ini ditha sedang merasa bersalah, matanya mulai berkaca, namun berusaha dia tahan, karena malu harus kembali tunduk didalam tangisan. Arkan mencoba menghiburnya, menyemangati yang sudah terjadi biarlah terjadi, bahkan arkan dengan berani mengakui apa yang terjadi antara mereka berdua tak akan pernah dia sesali karena dengan kejadian seperti ini, dengan momen seperti itu arkan bisa melihat ditha sebagai seseorang yang sangat dia sayangi, dia cintai meskipun kejadian itu tersampul dengan noda kotor, bahkan arkan mengungkapkan kata-kata cinta yang dia katakan malam itu sampai esok hari benar-benar keluar dari hatinya, arkan lebih jauh lagi menyampaikan kalau dia sempat kecewa dengan berita tentang rencana lamaran ditha, namun apa boleh buat, seseorang sudah berusaha masuk sampai akhirnya kekecewaan itu sedikit terobati dengan adanya kesempatan menyampaikan dan merasakan mencintai ditha sepenuhnya dalam waktu singkat dan cara yang tidak tepat.


“Aku rela kamu didampingi orang yang lebih baik di bandingkan aku… tapi kalau saja orang itu akhirnya bikin kamu sakit, mungkin aku bakal nekad bertindak bodoh dan gila… “ Jawab arkan tersenyum bodoh dan gak mau tau.

Ditha akhirnya bangkit duduk. “Aku sayang sama kamu…” Tampa ekspresi.

“Iya aku tau… aku harap kamu juga tau kalau aku pun sayang sama kamu…”

“Lanjutin lagi lah kerjaanmu… aku mau tidur…” Ditha mendorong tubuh arkan turun dari tempat tidur.

Arkan bangkit, menegak kembali botol minumannya. “Kalau rencana dengan teman kuliahmu itu gak berjalan lancar, aku siap jadi penggantinya dit, kalau aku gak keburu di embat orang lain…”

“Si fairuz itu ya?”

Arkan tersenyum. “Dia cantik dit, sopan, lembut… sama halnya kayak kamu, hanya saja karakter luarnya berbeda jauh… tapi kamu tetap jauh lebih seksi dan binal…” Ujar arkan ala kadarnya karena memang sudah merasakan kapasitas sensual si nona manis berbehel ini.

“Sial kamu…” Ditha mengumpat.

“Hahaha… entah sampai kapan aku dan kamu bakal naik turun kayak roller coaster, tapi selama itu sama kamu, semua terasa indah dit, gak ada penyesalan, cinta gak harus memiliki, memiliki juga gak harus cinta, nafsu gak harus cinta, cinta juga gak harus nafsu… cinta itu fitrah manusia, tapi kita berdua hanya sepasang setan jalang yang terjun bebas menuju surga bernama jahanam… “ Ujar arkan mulai ngelantur.



Ditha tersenyum. Ada kengerian dalam kata-kata arkan, namun rasa ngeri justru membuatnya merasa lebih hidup, hidup kadang memang memerlukan setan, untuk menjadi manusia suci yang lebih tinggi dibandingkan malaikat, setan mungkin akan jadi perhentian pertama. Karena jika setan menjadi perhentian terakhir maka yang tersisa hanyalah ucapan selamat bertemu di neraka selanjutnya.


profile-picture
profile-picture
profile-picture
arifbws208e dan 18 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Woo ternyata acara lamarannya Ditha bukan prank, kirain kemarin cuma prank doang biar Arkan cemburu emoticon-Hammer (S)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ucln dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Penasaran bakal jadi Ama siapa nih si Arkan. Tak tunggu part selanjutnya. emoticon-Toast
profile-picture
profile-picture
ucln dan phntm.7 memberi reputasi
Quote:


Quote keren bang emen
Ane merasa Arkan seperti gambaran diri bang emen sebenarnya
Mantap lanjutkeun emoticon-Cendol Gan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ucln dan 3 lainnya memberi reputasi
Balasan post DanyMartadinata
Quote:


ane kira juga gitu gan...buat mancing si arkan doang awalnya
profile-picture
profile-picture
ucln dan phntm.7 memberi reputasi
cihuuy update.. kirain kena prank om.. hahhahaa..
profile-picture
phntm.7 memberi reputasi
Balasan post menyingsing90
Selamat bertemu di update-an berikutnya, Bang...
profile-picture
profile-picture
ucln dan phntm.7 memberi reputasi
Balasan post senvi.nurc
Quote:


Nah makanya itu Gw kira awalnya juga gitu, tapi gak tau juga sih endingnya ntr kek gimana, Bang Emen banyak kasih jebakan betmen soalnya emoticon-Shutup
profile-picture
profile-picture
profile-picture
senvi.nurc dan 2 lainnya memberi reputasi
semoga ditha tidak jd nikah sama doi. dan arkan juga ga keburu diembat di dokter 😁
profile-picture
profile-picture
ucln dan phntm.7 memberi reputasi
pepet teroooossss emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizalsub dan 2 lainnya memberi reputasi
Pengen liat baku hantam, calonnya Dhita sama arkan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizalsub dan 2 lainnya memberi reputasi
double donk men nagih nih... :v
profile-picture
profile-picture
ucln dan phntm.7 memberi reputasi
yo man, pkok ditha sama fai yaemoticon-Metal
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tupac13 dan 2 lainnya memberi reputasi
Emenn.. gw punya sedikit usul buat jalan cerita kedepannya. Gimana?
Lihat 1 balasan
Balasan post ucln
Monggo bro
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 5 lainnya memberi reputasi
Quote:


Quote:


semoga makin menarik yeee.. klw perlu dekatkan arkan dgn buk dokter, terus di akhir ketikung sm dithong 😁😁😁
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan ucln memberi reputasi
Quote:


wahaha baru liat tagnya udah ganti emoticon-2 Jempol
profile-picture
phntm.7 memberi reputasi
trit dari jaman masih single, nikah, trs sekarang udah ada buntut 😱😱😱

ini ane yg udah lama gak kemari/bang emen nih yg lama banget baru update? 😁😁


waktunya baca ulang trit bang emen nih..
numpang tenda yaa bang..
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan ucln memberi reputasi
Quote:


Anjay
Mbaktah muncul
Wkwkwkwk
Sepuh nih
🏃🏃🏃
profile-picture
phntm.7 memberi reputasi
Halaman 164 dari 168


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di