alexa-tracking
Kategori
Kategori
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/568db7561a9975c6738b4568/sebenarnya-cinta

Sebenarnya cinta

Tampilkan isi Thread
Halaman 162 dari 168
wah cerita lama yang masih bagus
profile-picture
phntm.7 memberi reputasi
mantappp udah update
profile-picture
phntm.7 memberi reputasi
Wehhh rindang nongol. emoticon-Kiss

Dokter fai pepet terus slurr, udah ada kode positif nyoh. emoticon-Big Grin
profile-picture
phntm.7 memberi reputasi
tak usah ragu sikat ae dokter faiemoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
vixiku dan phntm.7 memberi reputasi
mantaapp
profile-picture
phntm.7 memberi reputasi
Semoga update lancar minimal sampai kejelasan hubungan dengan bu dokter, jgn lama2 ya gan
profile-picture
phntm.7 memberi reputasi
ini true story atau fiktif gan
profile-picture
phntm.7 memberi reputasi
selamatkan malam mingguku dengan updatemu bang emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
kirito2kasegawa dan phntm.7 memberi reputasi

Part 193 Mantra


Menjelang sore akhirnya restoran hotel sudah kembali di buka untuk umum, acara makan siang bersama pun sudah kelar, namun arkan masih tetap duduk santai di salah satu meja kecil yang langsung menghadap jendela kaca dengan hamparan pemandangan kota jogja menjelang sore. Tamu-tamu hotel yang lain mulai memenuhi restoran, pandangan arkan tertuju ke seorang ayah, ibu dan anak laki-laki berusia lima tahun yang duduk tak jauh darinya. Keluarga kecil tersebut terlihat bahagia, arkan tersenyum melihat si anak asik bergelantungan di bahu ayahnya sambil tak henti-hentinya bertanya untuk memenuhi rasa penasaran khas anak kecil, si ayah terlihat sabar menjelaskan dengan bahasa yang lembut, si ibu pun juga tak kalah lembut menyuapkan makanan ke mulut sang suami.


Jatuh cinta dulu, menikah dan punya anak, tapi sama siapa?, arkan tersenyum dengan sendirinya memikirkan hal tersebut.
Belum lagi sempat menghilangkan pikiran untuk menikah, kata-kata novan tentang ditha kembali teringat, bayangan-bayangan tidak jelas pun mulai terbayang, selama ini arkan selalu menertawakan ditha yang sering terlalu berlebihan memikirkan sesuatu sehingga memunculkan pikiran yang tidak-tidak, kali ini arkan kena getahnya sendiri, membayangkan senyuman manis ditha untuk orang lain, membayangkan bibir indahnya mengecup kening orang lain, membayangkan mata indah penuh cahaya itu memandang orang lain dengan tatapan cinta, membayangkan kulit mulus khas perempuan jawanya di sentuh oleh orang lain, membayangkan rambut indahnya di belai orang lain, membayangkan tubuh indahnya di tindih, stop right there !!!, dammit.

Dan nama shifa juga ikut muncul, tetap dengan bayangan yang sama, namun lebih mengerikan, membayangkan cewek lugu yang haus akan rasa penasaran tersebut menemukan apa yang membuatnya penasaran selama ini, sesuatu yang tidak didapatnya selama menjalin hubungan dengan arkan. Dengan rasa penasaran/sensitivitas tinggi yang sedikti tidak sesuai dengan pembawaannya yang lugu.


Bosan dipermainkan pikiran kotornya, arkan meninggalkan restoran hotel jam lima sore berjalan keluar, naik ojek ke rukonya novan, disana ada bayu yang baru saja selesai belanja banyak di toko novan untuk memenuhi kebutuhan warung makannya. Mereka saling pandang dan berdua melihat arkan datang naik ojek.


“Kayaknya galau dengar kata-katamu tadi van… “Bisik bayu.

“Suer… aku gak ada niat bikin dia galau...”


Adiva langsung keluar membawakan segelas kopi panas yang masih mengepul dan meletakkannya di hadapan arkan.


“Nih… buat om fathir… di minum ya om…” Ujar diva yang sudah mengenakan mukena.

“Mau kemana div?”

“Ke mesjid om, kan bentar lagi maghrib…”

“Oh iya hahaha… makasih ya div…”



Arkan ditemani bayu di tempat duduknya, novan dan adiva pamit untuk sholat maghrib di mesjid, mereka berdua berboncengan ke mesjid menggunakan motor honda astrea jadul dengan kondisi mulus yang baru saja di beli novan setelah menjual motor maticnya. Info dari bayu mengatakan kalau novan dan istrinya sedang menabung untuk membeli sebuah mobil keluarga agar nantinya ketika anak mereka lahir menjadi sedikit lebih meringankan jika hendak pergi kemana-mana. Selanjutnya bayu ijin sholat sejenak di dalam ruko. Setengah jam berselang, novan dan adiva pulang sambil membawa gorengan hangat untuk mereka bersama, sudah cukup jarang mereka berkumpul seperti ini, jadi novan benar-benar memanfaatkan momen santai ini untuk kembali merasakan kedekatan seperti di awal-awal kuliah dulu. Adiva sendiri sudah menganggap bayu dan arkan seperti saudaranya sendiri, terlihat antusias mendengarkan cerita pertemanan mereka bertiga.


“Jadi ibunya mas fathir itu dokter ya?” tanya adiva.

“Iya div… “

“Dek mayang juga dokter… kok mas fathir gak kuliah di kedokteran juga dulunya?”

“Mas fathir kuliah di ekonomi buat nerusin usaha keluarganya dik, kalau dek mayang buat nerusin jejak ibunya…” Jelas novan.

“Iya juga sih ya… oh iya, kira-kira nanti kalau si kecil ini lahir om nya sudah dapat tante gak ya?” Goda adiva.

“Doakan div… berapa bulan lagi? Rutin periksa kan?”

“Insya allah dua bulan lagi mas… doakan lancar ya, saling mendoakan kita, doakan dedeknya lahir penuh berkah, kami juga doakan om nya cepat dapat tante…”


Mereka berempat asik cerita ngalor ngidul, sambil ngemil gorengan. Dan sebuah mobil sedan behenti di halaman depan rukonya novan, dua tamu dari semarang turun, donna sempat menghubungi arkan menanyakan posisinya dimana dan dia langsung disuruh menuju ke alamat rukonya novan. Arkan, novan dan bayu sedikit surprise melihat si kimcil Italy yang sudah menutup rambutnya dengan jilbab, meskipun pakaiaannya masih tetap saja ketat, namun setidaknya ada perubahan sedikit. Setelah saling bertukar kabar, akhirnya donna dan alif tak sabar menyampaikan berita gembira dari mereka berdua yang sudah menetukan tanggal pernikahan mereka.


“Alhamdulillah… “ Jawab arkan senang dan langsung memeluk mas alif. “Selamat mas….”

“Makasih tir… datang ya, tiga minggu lagi…”

“Acaranya dimana?”

“Di temanggung tir, kamu sama mayang datang… “ Ujar donna.

“Pasti itu don… papa mama mu gimana kabarnya, sehat?” Tanya arkan.

“Aman mereka, mereka udah pindah ke temanggung, beli rumah disana…” Jawab donna antusias.

“Woalah… jadi orang temanggung beneran nih… “



Akhirnya suasana didepan ruko menjadi hangat dan ramai, novan pun langsung menutup rukonya untuk hari ini agar lebih bisa bersantai ria dengan teman-temannya, bahkan tak lama setelah donna dan alif muncul, ditha juga datang setelah dihubungi oleh bayu. Dan arkan langsung menelpon fadil dan riska, mereka semua video call rame-rame, terlihat fadil dan riska sangat ingin berada disana, mereka berdua saat ini mengontrak sebuah rumah kecil di perbatasan sumatera barat dan jambi karena fadil lulus PNS dan ditempatkan di puskesmas disana, riska pun juga mendapatkan honor menjadi guru musik di SMP daerah sana. Arkan pun tak menyia-nyiakan momen ini dan sibuk mengajak mereka semua foto selfie bersama, termasuk fadil dan riska meskipun hanya lewat video. Pedagang, pengusaha perkebunan, pengusaha kuliner banyak sampingan, guru komputer, tenaga kesehatan, guru musik, guru TK, dokter dan ibu rumah tangga yang bersahaja. Selesai telpon-telponan dengan fadil dan riska mereka semua tersenyum, sebuah momen hangat yang tercipta tampa rencana. Siapa sangka, mereka semua berawal dari mahasiswa polos. Bayangan arkan tertuju kepada seseorang yang sudah tenang beristirahat, membayangkan seandainya dia bisa melihat momen ini.


Donna seakan mengerti apa yang sedang dirasakan arkan, langsung duduk disamping arkan menepuk-nepuk lembut pundaknya. “Kita semua disini juga rindu sama dia tir, aku yakin dia bisa ikut merasakan semua senyuman kita malam ini….” Bisik donna lembut.

Arkan mencoba tersenyum mendengark kata-kata donna, namun justru senyuman itu semakin membuat air matanya sulit dibendung, sosok angkuh, kokoh dan kuat selama ini yang ditunjukkan arkan, hampir runtuh oleh air matanya. “Aku cuma berharap dia bisa lihat kita semua seperti sekarang don…”

“Aku yakin dia juga merasakan apa yang kita rasakan, dia masih tetap ada tir, karena selama ini kita tidak pernah lupa sama dia… orang yang selalu kita ingat tidak akan pernah benar-benar mati tir…”

Arkan mengadah ke atas, berusaha menyembunyikan air matanya sekuat tenaga. “Buuaahhh… bijak juga sekarang kimcil Italy ini ya hahaha…” Ujar arkan langsung menggoda donna.


Mereka semua tersenyum, mereka sadar arkan sedang berusaha menyembunyikan sisi lembutnya, namun meskipun berusaha disembunyikan, mereka semua bisa melihat cowok yang mereka kenal kuat, masa bodoh dan keras kepala ini juga mempunyai hati yang lembut, hanya saja butuh sentuhan tertentu untuk bisa membuatnya terungkap. Arkan sendiri tak ingin momen seperti ini dirusak hanya karena sisi lembutnya terusik langsung mengalihkan perhatiannya ke yang lain, namun gagal total. Justru arkan lebih terlihat bagaikan seorang anak kecil karena salah tingkahnya, ditha, donna dan adiva tersenyum geli melihat keluguan yang salah tingkah karena tak sengaja menunjukkan sisi lembutnya.


Setelah suasana kembali normal, donna dan alif pamit ke arkan dkk untuk mengunjungi rumah teman-teman mereka yang lain mengantarkan undangan. Adiva pun juga pamit untuk segera berisitirahat karena sudah cukup malam. Ditha sendiri juga sudah mulai terlihat ngantuk, matanya sudah terlihat memerah.


“Kamu gak pulang dit?” Tanya novan.

“Aku tidur disini aja…”

“Ohh siap… Kamu tir? Wes ngantuk po?”

“Dikit…”

“Yowes aku masuk dulu, tak siapin tempat tidur buat kalian…”

“Aku juga balik dulu lah… “ Ujar bayu.

“Cepet banget??” Tanya ditha.

“Tuh liat…. Kerjaanku masih banyak…” Tunjuk bayu ke bak mobil pickup nya yang terisi penuh.


Bayu pun menyalakan mobil balapnya, langsung ngacir, meninggalkan ditha dan arkan duduk berdua. Arkan masih melamun dan ditha perlahan meletakkan tangannya di bahu arkan.


“Jangan cengeng…” Ditha mengusap-usap lembut rambut cepak arkan.

Arkan menoleh sambil tersenyum. “Siapa cowok yang mau lamar kamu dit?”

“Mau tau aja…”

“Mas fariz ya?”

“Bukan… “ Ditha melepas tangannya.

“Kamu sudah kehabisan sesuatu yang ingin kamu lakukan sendiri?”

Ditha menggeleng tersenyum. “Kamu keberatan aku di lamar orang lain?” Tanya ditha mencubit manja pipi arkan.

“Jelas lah… kamu tau betul kalau aku cemburu…”

“Hehehe makasih beb… aku senang lho di cemburuin sama kamu…” Ujar ditha dengan panggilan sayang.

“Dan kamu senang melihat aku tersiksa kayak gini…”

Ditha tersenyum menikmati raut wajah gusar arkan. “Ikhlasin aku ya…”



Arkan kemudian bangkit dari tempat duduknya, berjalan pelan sampai akhirnya benar-benar jalan meninggalkan ruko novan, menyusuri jalanan malam. Ditha kemudian membereskan tempat duduknya, melempar kunci motor dan tas nya ke dalam ruko novan lalu berlari menyusul arkan. Terlihat arkan berjalan pelan di trotoar jalan menghisap dalam rokoknya, ditha berlari menyusulnya dan tampa aba-aba langsung melompat ke punggung arkan, arkan sempat hampir terjatuh namun dengan sigap menangkap paha dan pinggang ditha, dan tetap melanjutkan langkahnya. Dari kejauhan novan dan adiva hanya bisa melihat mereka dengan senyuman senang dan bingung.


“Romantis ya mas mereka berdua….”

“Mereka berdua sama-sama mengejar mimpi dan ambisi… lihat aja, mereka melangkah kosong dalam kegelapan malam… tujuannya gak jelas itu…”

“Tapi romantis… jadiin aja lah mereka, mas kan sepupunya mba ditha, sahabatnya mas fathir… “

“Aku takut di gurui mereka berdua nduk… aku yakin meskipun tak tau harus kemana, mereka berdua punya jalan sendiri untuk bisa selalu berdua… satu hal yang pasti, untuk saat ini mereka sama-sama gak tau apa yang mereka cari…”


Ditha merasa nyaman berada di punggung arkan meskipun tak ada yang keluar dari mulut mereka, arkan sendiri masih kokoh dengan langkahnya, dan ketika menyebrang jalan di sebuah lampu merah, mereka berdua sempat jadi perhatian orang-orang yang berhenti, namun mereka gak ambil pusing, ditha mengeluarkan handphone, menancapkan headset di telinga kiri arkan dan satu lagi ditelinganya sendiri. Ketika sampai di sebuah minimarket 24 jam, arkan menurukan ditha dari punggungnya dan menggenggam lembut tangan ditha menariknya masuk ke dalam untuk membeli air minum dan sebungkus rokok. Di kasir arkan sempat ingin melepaskan tangannya untuk menarik uang di atm, namun ditha dengan sigap mengeluarkan uang dari kantong celananya lalu membayar rokok dan minuman yang dibeli arkan, itung-itung sebagai ongkos gendong. Mereka melanjutkan langkah, ditha kembali di posisi nyamannya di punggung arkan, arkan membuka botol minuman, ditha membuka bungkus rokok, arkan menegak minuman, ditha mengambil korek di kantong kemeja arkan lalu menyalakan rokok di bibirnya, selanjutnya arkan memberikan botol minuman ke ditha dan ditha memberikan batang rokoknya ke arkan. Mereka kembali tenggelam dalam lagu yang di putar ditha. Adventure dari angels and airwaves.


My dearest friends, even if your hope has burned with time…

Anything that’s dead shall be re-grown, and your vicious pain, your warning sign,

You will be fine…

Hey ohh, here I am

And here we go lifes waiting to begin.

I cannot live, I cant breathe

Unless you do this with me…




Jam satu malam arkan sampai dikosnya, ditha dengan tenang mengikuti ketika arkan menarik tangannya untuk naik ke kamar, lampu remang-remang untuk tidur langsung menyala, dengan sekali sentuhan komputer langsung menyala memainkan musik dengan volume sedikit keras. Ditha berdiri mematung bersandar di dinding disamping tempat tidur, dengan tenang arkan membuka kemejanya, pandangannya sayu namun penuh dengan hawa mengerikan, ditha memberanikan diri menatap mata arkan di dalam suasana remang kamar. Arkan memegang pinggangnya dan diam tak bergerak, mata ditha tak beranjak dari bola mata arkan, perlahan tapi pasti ditha berjinjit lalu meraih pipi arkan, lalu menyerahkan sepenuhnya ke arkan, bibir mereka bertemu, perlahan dimulai dengan sekedar melepas rindu berubah menjadi nafsu, ditha tidak mempedulikan tangan arkan yang sudah berpiknik ria menjelajahi tubuhnya, seakan terhipnotis oleh gerakan arkan, ditha mulai berani menarik lembut kancing celana arkan.


Ditha mendorong tubuh arkan hingga terhempas ke tempat tidur, dengan posisi duduk arkan membiarkan ditha naik ke pangkuannya. Mantra dari bring me the horizon mengalun keras memenuhi sesisi kamar, arkan dengan seringai menakutkan menikmati gerakan liar ditha yang hampir tak tertutup apa-apa begeliat indah diatas pangkuannya.


Too late to tell you now, one ear and right out the other one… because all you ever do is chant the same old…” Ujar arkan menyeringai.

Mantra…” Bisik ditha gemas menggigit daun telinga arkan.


Beat drop, mereka berdua membiarkan iringan lagu mengikuti setiap gerakan. Seperti orang yang terkena mantra, mereka berdua menggila tak sadar kalau mereka berdualah yang memantrai diri mereka masing-masing, dan untuk saat ini yang mereka pikirkan hanya satu cara untuk melampiaskan mantra mereka.


Tak peduli akan esok hari apakah akan ada ada air mata penyesalan sisa dari cerita malam ini.


Akhirnya menejelang pagi suasana mulai hening, nafas mereka berdua terhembus sesak, ditha menyadarkan dagunya dengan tangan tersenyum lepas memandangi arkan mengatur nafasnya dengan asap rokok. Ditha benar-benar menunggu pangeran kegelapannya tersebut selesai dengan asap rokonya, lalu dengan lembut kembali menutup tubuh mereka berdua dengan selimut, ditha meringkuk didalam pelukan arkan.


So you can drag me to hell, if it meant i could hold your hand, i will follow you... Cause i'm under your spell and you can throw me to the flames...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
arifbws208e dan 15 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
horeeee.... update ya Bang....





komen dulu, baca belakangan....😇😇😁
profile-picture
phntm.7 memberi reputasi
" I will follow you, I will follow you "
pecah asli, makin gak ketebak
profile-picture
phntm.7 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
wew Ditha langsung sama2 ganasnya hahaha semoga emang Ditha yg jadi tante emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
g.gowang dan phntm.7 memberi reputasi
dan entah mengapa saya jadi nyanyi lagu bmthemoticon-Ngakak
profile-picture
g.gowang memberi reputasi
semoga saja adegan di bagian terakhir tsb bukan hanya bunga tidur semata,emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
DanyMartadinata dan phntm.7 memberi reputasi
Quote:


eh ada omgoemoticon-Big Grin
profile-picture
g.gowang memberi reputasi
Quote:


Apa kabar mas bre?? Lama tak jumpa, emoticon-Malu
Sibuk apa nih sekarang?
profile-picture
phntm.7 memberi reputasi
Quote:


dibengkel banyak mobil mogokemoticon-Ngakak
profile-picture
g.gowang memberi reputasi
Quote:


Pantesan jarang kelihatan.emoticon-Leh Uga
Buruan dibenerin, biar dapet bonus gede.emoticon-Big Grin
profile-picture
phntm.7 memberi reputasi
Balasan post zckyvengeance89
Quote:


"Mana mungkin" bisa di tebak om wkwkwkake
profile-picture
phntm.7 memberi reputasi
Masih penasaran ending nya sama siapa nih emoticon-Hansip
profile-picture
phntm.7 memberi reputasi
Halaman 162 dari 168


×
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di